Sebagian besar alamat website hari ini tidak diketik, melainkan diketuk: dari grup percakapan, unggahan media sosial, atau email promosi. Di balik satu ketukan itu, ponsel harus lebih dulu mencari alamat server di balik nama domain sebelum halaman apa pun bisa dimuat. Karena berlangsung tanpa tanda apa pun di layar, tahap ini baru terasa keberadaannya ketika gagal.

Ketika pencarian tersebut gagal, yang muncul adalah layar kosong bertuliskan "Situs ini tidak dapat dijangkau" dengan satu baris huruf kapital di bawahnya: ERR_NAME_NOT_RESOLVED. Kodenya terlihat teknis, tetapi isinya cukup spesifik. Ia menyebut tahap mana yang gagal, dan secara tidak langsung juga menunjuk ke mana Anda perlu mencari penyebabnya.

Artikel ini membahas arti kode tersebut, alasan ia lebih sering muncul di HP, dan cara mengatasinya di Android, laptop, maupun dari sisi developer.

ERR_NAME_NOT_RESOLVED Artinya Nama Domain Gagal Diterjemahkan

ERR_NAME_NOT_RESOLVED adalah kode error browser yang artinya perangkat Anda gagal menemukan alamat IP untuk nama domain yang dibuka. Karena alamat itu tidak didapat, browser tidak pernah mulai menghubungi server website tujuan.

Bila diterjemahkan dari bahasa Inggris per potongan, ERR berarti error (galat), NAME berarti nama, dan NOT RESOLVED berarti tidak berhasil diselesaikan. Jadi, err name not resolved artinya "nama tidak berhasil diterjemahkan". Nama yang dimaksud adalah nama domain, misalnya www.contoh.co.id, dan yang gagal adalah proses mengubahnya menjadi alamat IP.

Proses penerjemahan ini dikerjakan oleh DNS (Domain Name System), layanan yang bekerja seperti buku alamat internet. Perangkat bertanya ke server DNS yang disebut resolver, lalu resolver menjawab dengan alamat IP tujuan. Tanpa alamat IP, browser tidak tahu server mana yang harus dihubungi. Karena itu error ini terjadi sebelum koneksi dimulai: server website tujuan bahkan belum sempat disapa.

Chrome berbahasa Indonesia menuliskannya dengan kalimat "Alamat IP server contoh.co.id tidak dapat ditemukan." Versi bahasa Inggrisnya berbunyi server IP address could not be found. Kalimat itulah yang sering disalin pengguna ke mesin penerjemah ketika pertama kali melihatnya.

Layar ERR_NAME_NOT_RESOLVED di Chrome: alamat IP server contoh.co.id tidak dapat ditemukan, dengan saran memeriksa DNS.
Layar ERR_NAME_NOT_RESOLVED di Chrome: alamat IP server contoh.co.id tidak dapat ditemukan, dengan saran memeriksa DNS.

Di balik kode teks tersebut ada angka. Dalam daftar kode jaringan Chromium, nama aslinya NAME_NOT_RESOLVED dengan nomor −105 dan keterangan singkat the host name could not be resolved. Aplikasi yang dibangun di atas mesin Chromium kadang hanya menampilkan angkanya, misalnya "kode kesalahan −105". Aplikasi lain menambahkan awalan sehingga tertulis net::ERR_NAME_NOT_RESOLVED. Ketiganya menunjuk kegagalan yang sama.

Memahami tahapnya juga membantu menyingkirkan dugaan yang keliru. Kode ini tidak berarti server website sedang mati atau menolak Anda. Kegagalan seperti itu hanya bisa terjadi setelah alamat IP ditemukan, dan Chrome memberinya kode lain, misalnya ERR_CONNECTION_REFUSED untuk koneksi yang ditolak atau ERR_ADDRESS_UNREACHABLE bila tidak ada jalan menuju alamat itu. Selama yang tampil ERR_NAME_NOT_RESOLVED, perhatian Anda cukup tertuju pada satu hal: jalur pencarian nama.

Kode Mentah yang Biasanya Diganti Chrome

Ada satu hal yang membuat ERR_NAME_NOT_RESOLVED berbeda dari kode error Chrome lainnya: di laptop, kode ini jarang terlihat meskipun penyebabnya sering terjadi.

Setiap kali pencarian nama gagal pada halaman yang Anda buka, Chrome menjalankan pemeriksaan tambahan yang disebut DNS probe. Chrome mencoba menerjemahkan nama yang pasti ada, yaitu google.com, lewat dua jalur: server DNS yang sedang dipakai perangkat dan server DNS Google. Dari hasil kedua jalur itu Chrome menyimpulkan apakah internetnya putus, server DNS-nya bermasalah, atau nama domainnya memang tidak ada. Kesimpulan tersebut lalu menggantikan label ERR_NAME_NOT_RESOLVED di layar dengan kode berawalan DNS_PROBE_FINISHED.

Kami menguji perilaku ini pada Google Chrome 154, versi stabil per 30 September 2026. Hasilnya sebagai berikut:

Yang diujiKode di layarKalimat ringkasan
Domain yang tidak terdaftarDNS_PROBE_FINISHED_NXDOMAINPeriksa apakah ada kesalahan ketik
Nama terdaftar, tetapi tanpa record alamatDNS_PROBE_FINISHED_NXDOMAINPeriksa apakah ada kesalahan ketik
Domain tidak terdaftar, pemeriksaan DNS dimatikanERR_NAME_NOT_RESOLVEDAlamat IP server tidak dapat ditemukan
Gambar dan fetch() ke domain tidak terdaftartidak ada layar errorconsole: net::ERR_NAME_NOT_RESOLVED

Pada keempat uji, kode jaringan yang tercatat di balik layar tetap sama: −105. Yang berubah hanya label yang ditampilkan. Dengan kata lain, DNS_PROBE_FINISHED_NXDOMAIN adalah ERR_NAME_NOT_RESOLVED yang sudah didiagnosis lebih jauh. Pembahasan vonis itu ada di artikel DNS_PROBE_FINISHED_NXDOMAIN.

Kode sumber Chromium menyebut kapan label aslinya dikembalikan: bila pemeriksaan tidak dijalankan, atau bila hasilnya tidak meyakinkan. Jadi, setiap kali Anda melihat ERR_NAME_NOT_RESOLVED di layar Chrome, sistem diagnosis itu sedang tidak bekerja atau tidak mampu menarik kesimpulan. Kondisi itu sendiri sudah merupakan petunjuk.

ERR_NAME_NOT_RESOLVED tampil bila pemeriksaan DNS Chrome tidak jalan atau tak yakin; bila yakin, jadi DNS_PROBE_FINISHED.
ERR_NAME_NOT_RESOLVED tampil bila pemeriksaan DNS Chrome tidak jalan atau tak yakin; bila yakin, jadi DNS_PROBE_FINISHED.

Empat Kondisi yang Membuat Kode Aslinya Bertahan

Dari kode sumber dan hasil uji di atas, ada empat keadaan yang membuat ERR_NAME_NOT_RESOLVED tampil apa adanya. Masing-masing menunjuk tempat yang berbeda.

  1. Pemeriksaan dimatikan oleh pengelola perangkat: Chrome menyediakan kebijakan bernama AlternateErrorPagesEnabled untuk Windows, macOS, Linux, ChromeOS, dan Android. Bila administrator menonaktifkannya, pemeriksaan DNS tidak pernah berjalan dan pengguna tidak dapat mengubahnya. Laptop kantor atau sekolah yang dikelola terpusat bisa selalu menampilkan kode ini. Anda dapat memeriksanya dengan membuka chrome://policy.
  2. Jaringan mencegat lalu lintas DNS: Chrome menilai hasil pemeriksaan tidak meyakinkan bila server DNS perangkat gagal, sementara server DNS Google menjawab tetapi jawabannya keliru. Komentar di kode sumbernya menyebut dua pelaku khas, yaitu captive portal (halaman login Wi-Fi publik) dan firewall ketat yang menulis ulang permintaan DNS. Inilah alasan err_name_not_resolved di Wi-Fi hotel, kafe, atau kampus sering hilang begitu login jaringan selesai. Layar error untuk kode ini pun memuat saran masuk ke jaringan tersebut.
  3. Yang gagal adalah bagian halaman, bukan halamannya: pemeriksaan hanya dijalankan untuk halaman utama. Bila halamannya berhasil dimuat, tetapi gambar, skrip, atau panggilan API di dalamnya mengarah ke nama yang tidak dikenal, tidak ada layar error sama sekali. Kegagalan itu hanya tercatat di console developer.
  4. Layar dibuat aplikasi lain, bukan Chrome: pemeriksaan DNS adalah fitur browser Chrome. Aplikasi Android yang membuka halaman web di dalam dirinya memakai WebView, komponen yang meminjam mesin Chromium tanpa fitur pemeriksaan tersebut. Layarnya berjudul "Halaman web tidak tersedia" dengan kode mentah di baris terakhir, seperti dibahas di artikel ERR_FAILED.

Kondisi pertama dan ketiga tidak bisa diubah dari sisi pengunjung. Kebijakan perangkat adalah wewenang administrator, sedangkan alamat resource di dalam halaman adalah urusan pengelola website. Dua kondisi lainnya, jaringan dan aplikasi, justru yang paling sering bisa Anda atasi sendiri.

Kenapa ERR_NAME_NOT_RESOLVED Lebih Sering Muncul di HP

Tiga dari empat kondisi di atas lebih sering dialami pengguna ponsel. Itu sebabnya err_name_not_resolved di HP terasa lebih akrab dibandingkan di laptop.

Pertama, tautan di ponsel jarang dibuka langsung di browser. Banyak aplikasi media sosial dan belanja membuka tautan di browser internalnya, yang dibangun di atas WebView, sehingga kode mentahnya tampil apa adanya. Kedua, ponsel berpindah jaringan jauh lebih sering: dari data seluler ke Wi-Fi rumah, lalu ke Wi-Fi publik yang belum Anda login-kan. Selama halaman login itu belum diselesaikan, jawaban DNS yang diterima ponsel tidak bisa dipercaya.

Ketiga, Android sejak versi 9 memiliki setelan DNS Pribadi (Private DNS), yang mengirim permintaan DNS secara terenkripsi ke penyedia pilihan Anda. Setelan ini berlaku di semua jaringan sekaligus. Bila nama host penyedianya salah ketik, atau servernya tidak bisa dijangkau dari jaringan tertentu, semua aplikasi kehilangan kemampuan menerjemahkan nama, bukan hanya browser.

Di aplikasi Chrome untuk Android, pemeriksaan DNS tetap berjalan. Bila kode yang Anda lihat di sana adalah DNS_PROBE_FINISHED_NXDOMAIN, dugaan lebih condong ke nama domainnya. Bila yang terlihat ERR_NAME_NOT_RESOLVED, periksa jaringannya lebih dulu. Layar errornya pun lebih ringkas daripada di laptop: daftar sarannya hanya berisi "Periksa sambungan", tanpa saran memeriksa proxy, firewall, dan konfigurasi DNS.

ERR_NAME_NOT_RESOLVED di Chrome Android: alamat IP server tak ditemukan, saran hanya Periksa sambungan, tombol Muat ulang.
ERR_NAME_NOT_RESOLVED di Chrome Android: alamat IP server tak ditemukan, saran hanya Periksa sambungan, tombol Muat ulang.

Satu hal lagi yang sering luput: Chrome untuk Android memiliki setelan DNS aman sendiri, terpisah dari DNS Pribadi milik sistem. Letaknya di Setelan → Privasi dan keamanan → Gunakan DNS aman. Bila keduanya diatur ke penyedia berbeda, perilaku Chrome bisa berbeda dari aplikasi lain di ponsel yang sama, dan hasil uji Anda jadi membingungkan.

Membaca Letak Masalah dari Pola Kemunculannya

Seberapa luas error ini muncul adalah petunjuk pertama, dan membacanya tidak membutuhkan alat apa pun. Pola kemunculannya mempersempit dugaan lebih cepat daripada mencoba langkah perbaikan satu per satu.

Pola yang Anda lihatKemungkinan letak masalahMulai dari
Hanya satu situs, di semua jaringanNama domain atau pengelolanyaPeriksa ejaan alamat, lalu bagian console developer
Semua situs, hanya di satu Wi-FiRouter atau halaman login jaringan ituLangkah #1 dan #4 di bagian HP
Semua situs, di Wi-Fi maupun data selulerSetelan DNS di perangkatLangkah #3, atau DNS aman di Chrome
Hanya di satu aplikasi, di Chrome lancarBrowser di dalam aplikasiLangkah #2
Hanya di laptop kantor atau sekolahKebijakan, proxy, atau VPN perusahaanAdministrator jaringan
Halaman terbuka, tetapi sebagian gambar atau data kosongAlamat resource di dalam halamanBagian console developer

Dua baris terakhir sering terlewat. Keduanya tidak bisa diperbaiki dari perangkat pengunjung, sehingga mengulang langkah perbaikan di ponsel Anda tidak akan mengubah hasilnya.

Cara Mengatasi ERR_NAME_NOT_RESOLVED di HP Android dan Xiaomi

Lima langkah berikut bergerak dari uji jaringan yang tidak menyentuh setelan ponsel, menuju reset yang menghapus konfigurasi jaringan. Nama menu dapat sedikit berbeda antarmerek dan antarversi Android.

Langkah #1: Selesaikan login Wi-Fi atau uji lewat data seluler

Bila error muncul di Wi-Fi publik, buka browser lalu ketik alamat yang sengaja tidak memakai HTTPS, misalnya http://neverssl.com. Jaringan yang mewajibkan login biasanya langsung membelokkan permintaan itu ke halaman masuknya. Setelah login selesai, muat ulang halaman yang tadi gagal.

Bila tidak ada halaman login yang tampil, bandingkan dengan jalur lain: nonaktifkan Wi-Fi sebentar dan biarkan ponsel memakai jaringan operator. Jika halaman terbuka lewat jalur itu, sumber masalahnya ada di jaringan Wi-Fi tersebut, dan Langkah #4 relevan untuk Anda.

Langkah #2: Buka tautannya di Chrome, bukan di dalam aplikasi

Bila error hanya muncul setelah mengetuk tautan di aplikasi media sosial atau belanja, coba buka tautannya di Chrome. Caranya, ketuk menu titik tiga di pojok layar, lalu pilih opsi membuka di browser. Chrome membawa cache dan setelan DNS amannya sendiri, sehingga hasilnya sering berbeda. Bila halaman terbuka normal di Chrome, masalahnya ada pada komponen WebView di ponsel. Pembaruan Android System WebView dari Play Store biasanya menutup celah ini.

Langkah #3: Periksa setelan DNS Pribadi

DNS Pribadi yang keliru membuat semua situs gagal, tidak hanya satu. Pada ponsel Pixel dan Android tanpa modifikasi, menunya berada di bawah Jaringan & internet, dengan nama DNS pribadi. Di HP Xiaomi, Redmi, dan POCO ber-HyperOS, jalurnya Pengaturan → Opsi konektivitas lainnya → DNS Pribadi. Versi MIUI yang lebih lama menaruhnya di menu Koneksi & berbagi.

Menu itu berisi mode nonaktif, mode otomatis, dan kolom nama host penyedia. Beda mode otomatis dan mode nama host inilah yang sering menjelaskan kenapa error hanya muncul di Wi-Fi tertentu. Mode otomatis memakai jalur terenkripsi bila jaringan mengizinkan, lalu kembali ke DNS biasa bila tidak. Mode nama host memaksa jalur terenkripsi, yaitu DNS-over-TLS di port 853, tanpa cadangan, sehingga jaringan yang memblokir jalur itu membuat semua pencarian nama gagal. Pola ini cocok dengan keluhan ERR_NAME_NOT_RESOLVED di Android yang hanya muncul saat tersambung ke Wi-Fi tertentu, sementara data seluler lancar.

ERR_NAME_NOT_RESOLVED di Android: bila Wi-Fi memblokir DNS terenkripsi, DNS Pribadi mode nama host gagal, otomatis lolos.
ERR_NAME_NOT_RESOLVED di Android: bila Wi-Fi memblokir DNS terenkripsi, DNS Pribadi mode nama host gagal, otomatis lolos.

Karena itu, bila pilihan ketiga yang aktif, pindahkan ke Otomatis lalu muat ulang halamannya. Bila langsung terbuka, pertahankan mode otomatis di jaringan tersebut, atau periksa ulang nama host yang terisi. Kolom itu hanya menerima nama seperti dns.google atau one.one.one.one; alamat berbentuk angka tidak akan pernah tersambung.

Langkah #4: Lupakan jaringan Wi-Fi, lalu atur DNS khusus jaringan itu

Pilih Lupakan pada jaringan yang bermasalah, lalu sambungkan lagi dengan sandinya; ponsel akan menerima alamat dan setelan DNS yang baru dari router. Bila router terus memberikan server DNS yang bermasalah, Anda bisa melewatinya khusus untuk jaringan itu. Buka detail jaringan Wi-Fi, lalu ubah Setelan IP dari DHCP ke Statis. Setelah itu, isi kolom DNS 1 dan DNS 2 dengan resolver publik seperti 1.1.1.1 dan 8.8.8.8.

Perlu diperhatikan, mode statis juga meminta alamat IP dan gateway diisi manual, dan salah isi akan memutus koneksi. Untuk jaringan rumah, mengganti DNS di halaman admin router lebih rapi karena berlaku bagi semua perangkat sekaligus.

Langkah #5: Reset setelan jaringan

Bila semua langkah di atas belum berhasil, gunakan menu reset jaringan. Di Android murni namanya Reset Wi-Fi, seluler & Bluetooth, di bagian opsi reset pada setelan sistem. Pertimbangkan konsekuensinya lebih dulu: semua sandi Wi-Fi tersimpan, perangkat Bluetooth yang sudah dipasangkan, dan setelan VPN ikut terhapus. File, foto, dan aplikasi tidak tersentuh.

Mengatasi ERR_NAME_NOT_RESOLVED di Laptop Windows dan macOS

Di laptop, kode ini lebih jarang terlihat karena Chrome biasanya sudah menggantinya dengan hasil pemeriksaan. Bila kode aslinya tetap muncul, empat hal berikut layak diperiksa berurutan.

  1. DNS aman di Chrome: layar error untuk kode ini menyarankan pemeriksaan setelan DNS aman, karena penyedia yang tidak bisa dijangkau menggagalkan semua pencarian nama di Chrome. Buka Setelan → Privasi dan keamanan → Keamanan → Gunakan DNS aman. Bila penyedia khusus sedang dipilih, kembalikan ke penyedia layanan Anda saat ini lalu muat ulang.
  2. Proxy dan VPN: proxy atau VPN yang tersambung setengah jalan bisa menahan permintaan DNS tanpa meneruskannya. Nonaktifkan keduanya sementara, lalu pastikan setelan proxy sistem tidak lagi menunjuk alamat yang sudah mati.
  3. Cache DNS yang basi: jawaban lama tersimpan di sistem operasi dan di Chrome secara terpisah, sehingga keduanya perlu dibersihkan. Langkah lengkap untuk Windows, macOS, dan Chrome ada di panduan flush DNS cache.
  4. Diagnostik bawaan sistem operasi: di Windows, layar error Chrome menyediakan tautan untuk menjalankan diagnostik jaringan. Alat itu tidak memperbaiki DNS, tetapi memberi tahu apakah server DNS laptop Anda menjawab atau tidak.

Bila keempatnya bersih dan error hanya terjadi di jaringan kantor, penyebabnya hampir pasti ada di kebijakan atau firewall organisasi. Tunjukkan kode error beserta alamat yang gagal kepada administrator jaringan Anda.

net::ERR_NAME_NOT_RESOLVED di Console Developer

Bagian ini untuk developer dan pengelola website. Di sisi Anda, kode ini lebih sering muncul sebagai baris merah di console Inspect Element daripada sebagai layar error.

Dalam uji kami, halaman sehat yang memuat satu gambar dan satu panggilan fetch() ke domain tidak terdaftar menghasilkan dua baris identik di console:

TEXT
Failed to load resource:
net::ERR_NAME_NOT_RESOLVED

Di tab Network, kolom Status untuk kedua permintaan itu bertuliskan (failed). Sementara itu, kode JavaScript yang memanggil fetch() hanya menerima TypeError: Failed to fetch, tanpa menyebut DNS sama sekali. Pesan yang sama juga muncul ketika permintaan ditolak aturan CORS, sehingga keduanya mudah tertukar. Pembedanya ada di console: kegagalan CORS menyebut header Access-Control-Allow-Origin, sedangkan kegagalan DNS menyebut kode ini.

net::ERR_NAME_NOT_RESOLVED tercatat di console dan tab Network; JavaScript hanya menerima TypeError: Failed to fetch.
net::ERR_NAME_NOT_RESOLVED tercatat di console dan tab Network; JavaScript hanya menerima TypeError: Failed to fetch.

Penyebab yang umum di sisi developer:

  1. Nama host keliru di konfigurasi: pada proyek Laravel, variabel APP_URL atau ASSET_URL di berkas .env yang salah ketik membuat aset gagal dengan net::ERR_NAME_NOT_RESOLVED. Hal serupa terjadi pada alamat API di konfigurasi build frontend yang masih memakai domain staging yang sudah dihapus. Karena alamat aset dibentuk dari variabel itu, semua gambar dan skrip ikut gagal.
  2. Subdomain belum dibuat: kode sudah memanggil api. atau cdn. sebelum record DNS subdomain-nya dibuat. Gejalanya khas: halaman utama terbuka, tetapi data atau gambar kosong.
  3. Nama yang hanya dikenal server: nama layanan Docker Compose seperti http://backend:8000 bisa diterjemahkan antar-container, tetapi tidak oleh browser. JavaScript di halaman berjalan di perangkat pengunjung, bukan di server.
  4. Domain pengembangan lokal diuji dari HP: nama seperti proyek.test atau proyek.local hanya ada di laptop pengembang, biasanya lewat berkas hosts. Ponsel di jaringan yang sama tidak mengenalnya sama sekali.
  5. Aplikasi Android berbasis WebView: kegagalan pencarian nama dilaporkan ke onReceivedError() dengan kode ERROR_HOST_LOOKUP. Tanpa penanganan khusus, pengguna aplikasi hanya melihat layar "Halaman web tidak tersedia".

Cara memastikannya cepat: jalankan nslookup terhadap nama host yang tertera di console, dari perangkat yang sama. Bila jawabannya kosong, perbaikannya ada di record DNS atau konfigurasi aplikasi, bukan di kode JavaScript. Bila jawabannya berisi alamat IP tetapi browser tetap gagal, bandingkan resolver yang dipakai keduanya: browser dengan DNS aman aktif bisa bertanya ke penyedia yang berbeda dari nslookup. Untuk kasus yang hanya dialami pengunjung tertentu, minta mereka mengirim file HAR supaya Anda melihat permintaan mana yang gagal.

Bila yang tidak ditemukan justru domain utama situs Anda, masalahnya ada di tingkat domain: nameserver keliru, zona belum dibuat, atau masa aktif habis karena lupa memperpanjang lewat layanan registrasi domain. Pemeriksaan untuk kasus ini ada di artikel DNS_PROBE_FINISHED_NXDOMAIN yang sudah disebut di atas.

Langkah Populer yang Salah Sasaran untuk Error Ini

Beberapa langkah beredar luas untuk ERR_NAME_NOT_RESOLVED, tetapi tidak menyentuh penyebabnya. Sebagian bahkan menambah masalah baru.

  1. Menonaktifkan DNSSEC: DNSSEC diatur pemilik domain di panel registrar, bukan di perangkat pengunjung. Bagi pemilik domain pun, langkah ini hanya relevan bila validasi tanda tangannya memang rusak. Mematikannya tanpa bukti hanya melepas satu lapisan pengamanan.
  2. Menambah baris di berkas hosts: baris di berkas hosts membuat nama selalu ditemukan, sehingga errornya memang hilang. Namun alamat itu tidak mengikuti perubahan server. Saat situsnya pindah server, Anda akan terus membuka alamat lama tanpa sadar.
  3. Menginstal ulang Chrome: pencarian nama dikerjakan sistem operasi atau penyedia DNS aman yang dipilih. Instal ulang tidak mengubah keduanya, dan setelan DNS aman sudah bisa diubah tanpa menghapus aplikasi.
  4. Mengganti DNS saat Wi-Fi belum login: jaringan dengan halaman login mencegat permintaan ke resolver publik juga, sehingga 8.8.8.8 pun tidak memberi jawaban yang benar. Selesaikan login lebih dulu, baru ganti DNS bila masih diperlukan.
  5. Menunggu propagasi sebagai pengunjung: propagasi DNS hanya relevan bila pemilik domain baru saja mengubah record. Bila situs lain di perangkat Anda juga gagal, masalahnya ada di jaringan, dan menunggu tidak akan menyelesaikannya.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apa bedanya ERR_NAME_NOT_RESOLVED dengan DNS_PROBE_FINISHED_NXDOMAIN?

Kegagalannya sama, hanya tahap diagnosisnya yang berbeda. ERR_NAME_NOT_RESOLVED adalah laporan mentah bahwa nama tidak berhasil diterjemahkan. DNS_PROBE_FINISHED_NXDOMAIN muncul setelah Chrome menguji jalur DNS Anda, mendapati jalur itu sehat, lalu menyimpulkan domainnya yang tidak ada.

Apakah kode −105 sama dengan ERR_NAME_NOT_RESOLVED?

Sama. Angka −105 adalah nomor internal untuk kode ini di mesin Chromium. Aplikasi yang tidak memakai layar error Chrome, misalnya aplikasi di TV pintar atau aplikasi berbasis WebView, sering hanya menuliskan angkanya.

Apakah ERR_NAME_NOT_RESOLVED berarti situsnya diblokir?

Biasanya tidak. Penyaringan konten di Indonesia umumnya membelokkan Anda ke halaman pemberitahuan pemblokiran, bukan memunculkan kode ini. Kondisi pemblokiran yang benar-benar memutus jawaban DNS, beserta cara mengenalinya, dibahas di artikel DNS_PROBE_FINISHED_NXDOMAIN.

Apa arti pesan "Your DNS server might be unavailable"?

Pesan itu berasal dari alat diagnostik jaringan Windows, bukan dari Chrome. Maknanya, server DNS yang dipakai laptop tidak memberi jawaban. Perbaikannya ada di setelan DNS adaptor jaringan atau di router, sehingga membersihkan cache Chrome tidak akan menolong.

Apakah "The remote name could not be resolved" sama dengan error ini?

Maknanya sama, asalnya berbeda. Kalimat itu adalah pesan kegagalan pencarian nama dari aplikasi dan skrip berbasis .NET, termasuk Windows PowerShell. Cara menelusurinya tetap sama: uji nama host tersebut dengan nslookup dari mesin yang menjalankan skripnya.

Kesimpulan

ERR_NAME_NOT_RESOLVED berarti alamat IP untuk nama domain yang dituju tidak berhasil ditemukan, sehingga koneksi ke website belum sempat dimulai. Karena Chrome biasanya mengganti kode ini dengan hasil pemeriksaannya, kemunculan kode mentahnya sudah menunjuk arah: jaringan yang mencegat DNS, aplikasi berbasis WebView, kebijakan perangkat, atau resource di dalam halaman.

Mulailah dari pola kemunculannya, baru pilih langkah perbaikan. Di HP, login Wi-Fi dan setelan DNS Pribadi adalah dua pemeriksaan pertama yang paling layak. Di sisi developer, periksa nama host yang tertulis di console. Semoga artikel ini membantu.