Dua puluh lima tahun lalu, menghubungkan perangkat berarti menyiapkan kabel. Headset memakai kabel jack, mouse memakai PS/2 atau USB, dan ponsel butuh kabel data khusus dari tiap merek. Bluetooth adalah teknologi yang menggantikan kabel-kabel pendek itu dengan gelombang radio. Satu standar yang sama kini dipakai earphone, jam tangan pintar, keyboard, mobil, sampai alat pengukur gula darah.

Masalahnya, Bluetooth terlihat sederhana tetapi menyimpan banyak istilah. Kotak earphone menulis "Bluetooth 5.3", sementara menu HP menampilkan "AVRCP", "Penambatan Bluetooth", dan pilihan codec. Artikel ini membahas cara kerja, jenis, dan versi Bluetooth, serta arti label-label tersebut.

Apa Itu Bluetooth? Pengertian dan Arti Namanya

Bluetooth adalah standar komunikasi nirkabel jarak pendek yang memakai gelombang radio di pita frekuensi 2,4 GHz. Jadi, yang dimaksud dengan koneksi Bluetooth adalah hubungan radio langsung antara dua perangkat yang berdekatan. Fungsinya menghubungkan dua perangkat atau lebih secara langsung, tanpa kabel dan tanpa perantara seperti router. Standar ini dikelola oleh Bluetooth SIG (Special Interest Group), konsorsium yang anggotanya mencakup ribuan perusahaan.

Dalam ilmu jaringan, Bluetooth termasuk PAN (Personal Area Network), yaitu jaringan berskala badan manusia. Jangkauannya meliputi perangkat yang Anda bawa atau yang ada di ruangan yang sama. Posisi ini berbeda dari LAN yang mencakup satu gedung, seperti dijelaskan di artikel jaringan komputer.

Secara harfiah, bluetooth berarti "gigi biru". Nama ini bukan singkatan dan tidak berhubungan dengan cara kerja teknologinya. Ia diambil dari julukan seorang raja Denmark abad ke-10, yang kisahnya kita bahas di bagian sejarah.

Ciri-Ciri Bluetooth yang Mudah Dikenali

Ada enam ciri yang membedakan Bluetooth dari teknologi nirkabel lain. Keenamnya juga sering muncul sebagai jawaban soal ujian tentang Bluetooth.

  1. Bekerja di pita 2,4 GHz: Bluetooth memakai rentang 2.400–2.483,5 MHz yang bebas dipakai tanpa izin di hampir semua negara.
  2. Jarak pendek: Jarak jangkauan layanannya terbatas, sekitar 10 meter untuk ponsel dan earphone, walaupun standarnya memungkinkan jauh lebih dari itu.
  3. Tidak membutuhkan internet maupun router: Dua perangkat bicara langsung satu sama lain. Mengirim foto lewat Bluetooth tidak memotong kuota.
  4. Harus dipasangkan lebih dulu: Sebelum bertukar data, perangkat melalui proses pairing (penyandingan) untuk saling mengenali.
  5. Hemat daya: Varian Bluetooth Low Energy memungkinkan sensor kecil berjalan berbulan-bulan dengan satu baterai koin.
  6. Satu perangkat, banyak koneksi: Ponsel bisa terhubung ke earphone, jam tangan, dan mobil secara bersamaan.

Cara Kerja Bluetooth: Pairing, Piconet, dan Lompatan Frekuensi

Cara kerja Bluetooth bisa dipahami dalam tiga tahap: menemukan, menyandingkan, lalu bertukar data. Ketiganya terjadi setiap kali Anda memasang earphone baru, walaupun di layar hanya terlihat satu ketukan.

Tahap pertama adalah penemuan (discovery). Perangkat yang siap dipasangkan, misalnya earphone yang tombolnya ditekan lama, memancarkan sinyal pengenal berisi nama dan jenisnya. Ponsel yang sedang memindai menangkap sinyal itu dan menampilkannya di daftar perangkat.

Tahap kedua adalah penyandingan. Kedua perangkat bertukar kunci rahasia yang nantinya dipakai untuk enkripsi data. Untuk perangkat berlayar, keduanya menampilkan kode enam digit yang harus Anda cocokkan. Earphone tanpa layar memakai cara tanpa kode. Kunci yang sudah dipertukarkan disimpan (bonding), sehingga lain kali keduanya tersambung otomatis.

Tahap ketiga adalah koneksi. Pada Bluetooth Classic, perangkat membentuk piconet, yaitu jaringan kecil dengan satu perangkat pusat dan hingga tujuh perangkat aktif lain. Ponsel biasanya menjadi pusat yang mengatur giliran bicara.

Selama terhubung, radio tidak diam di satu frekuensi. Bluetooth Classic membagi pitanya menjadi 79 kanal selebar 1 MHz dan melompat antarkanal hingga 1.600 kali per detik. Teknik ini disebut frequency hopping. Sejak versi 1.2, lompatan dibuat adaptif: kanal yang sering terganggu sinyal WiFi atau microwave dilewati. Inilah alasan earphone Anda tetap jalan di ruangan yang penuh perangkat nirkabel.

Cara kerja Bluetooth tiga tahap: penemuan, pairing dengan kode 6 digit, lalu koneksi piconet 1 pusat dan hingga 7 perangkat.
Cara kerja Bluetooth tiga tahap: penemuan, pairing dengan kode 6 digit, lalu koneksi piconet 1 pusat dan hingga 7 perangkat.

Berapa Jarak Bluetooth Sebenarnya?

Buku pelajaran menyebut jarak Bluetooth sekitar 10 meter. Bluetooth SIG justru menyebut jangkauannya bisa "lebih dari satu kilometer, kurang dari satu meter". Keduanya benar, karena jarak tidak ditentukan oleh nama Bluetooth, melainkan oleh lima faktor berikut.

  1. Daya pancar: Standar mengizinkan -20 dBm hingga +20 dBm (100 mW). Ponsel dan earphone umumnya memakai daya kecil untuk menghemat baterai.
  2. Mode radio: Mode LE Coded pada Bluetooth 5 mengorbankan kecepatan demi jangkauan. Lajunya turun ke 125 kb/s, tetapi sinyal yang sangat lemah pun masih terbaca.
  3. Kepekaan penerima: Penerima yang peka bisa menangkap sinyal lemah dari jauh. Implementasi LE Coded rata-rata mampu membaca sinyal -103 dBm.
  4. Antena: Antena di dongle kecil jauh berbeda dari antena di speaker besar.
  5. Penghalang: Dinding, logam, kelembapan, dan tubuh manusia meredam sinyal 2,4 GHz. Tubuh kita sebagian besar air, dan air menyerap frekuensi ini dengan baik.

Dalam praktik, gunakan patokan ini: earphone dan speaker stabil sampai 10 meter tanpa sekat. Di balik satu dinding bata, hitung separuhnya. Jarak di atas 100 meter hanya realistis untuk perangkat industri dengan antena khusus dan pandangan lurus tanpa penghalang.

Jarak Bluetooth di praktik: ±10 meter tanpa sekat, ±5 meter di balik dinding bata, dan 100 meter lebih dengan antena khusus.
Jarak Bluetooth di praktik: ±10 meter tanpa sekat, ±5 meter di balik dinding bata, dan 100 meter lebih dengan antena khusus.

Faktor tubuh menjelaskan keluhan yang sering muncul: earphone kiri putus-putus saat ponsel di saku belakang kanan, padahal jaraknya kurang dari satu meter. Memindahkan ponsel ke saku depan biasanya menyelesaikan masalah.

Dua Jenis Bluetooth: Classic dan Low Energy

Dari sisi tipe radionya, Bluetooth sebenarnya terdiri dari dua radio yang berbagi nama dan pita frekuensi, tetapi dirancang untuk tugas berbeda. Keduanya tidak bisa saling bicara secara langsung. Ponsel modern memiliki keduanya sekaligus, sehingga perbedaan ini jarang terasa oleh pengguna.

Bluetooth Classic, nama teknisnya BR/EDR (Basic Rate/Enhanced Data Rate), dibuat untuk aliran data yang terus-menerus. Contohnya audio di earphone, panggilan di headset mobil, atau kiriman berkas. Lajunya 1–3 Mbps, dengan konsumsi daya yang relatif besar.

Bluetooth Low Energy (LE atau BLE) diperkenalkan di versi 4.0 untuk data kecil yang dikirim sesekali. Radio LE tidur hampir sepanjang waktu, bangun beberapa milidetik untuk mengirim data, lalu tidur lagi. Pola ini memungkinkan pelacak barang atau sensor suhu bertahan lebih dari setahun dengan satu baterai koin.

AspekClassic (BR/EDR)Low Energy (LE)
Kanal79 × 1 MHz40 × 2 MHz
Laju data1, 2, atau 3 Mbps125 kb/s – 2 Mbps
TopologiSatu ke satuSatu ke satu, siaran, mesh
ContohEarphone lama, mobilJam pintar, tracker, LE Audio

Angka laju di tabel adalah laju radio. Laju data yang benar-benar diterima aplikasi, atau throughput, lebih rendah karena sebagian dipakai untuk pengaturan koneksi. Kalau satuan Mbps masih asing, artikel terkait menjelaskan cara membacanya.

Arah perkembangannya jelas condong ke LE. Fitur-fitur baru sejak versi 5, termasuk audio generasi baru dan pengukuran jarak, dibangun di atas radio LE.

Bluetooth Classic mengalirkan data terus-menerus 1–3 Mbps, sedangkan Bluetooth Low Energy tidur lalu bangun sesaat.
Bluetooth Classic mengalirkan data terus-menerus 1–3 Mbps, sedangkan Bluetooth Low Energy tidur lalu bangun sesaat.

Versi Bluetooth dari 1.0 sampai 6.3

Versi Bluetooth menunjukkan revisi spesifikasi inti (Core Specification) yang diikuti chip radio sebuah perangkat. Sejak 2025, Bluetooth SIG menerbitkan revisi dua kali setahun. Versi Bluetooth terbaru saat artikel ini ditulis adalah 6.3, tertanggal 5 Mei 2026.

Versi (tahun)Fitur yang paling terasa
1.x (1999–2003)Lompatan frekuensi adaptif
2.0–2.1 (2004–2007)3 Mbps, pairing tanpa PIN
3.0 (2009)Mode cepat lewat WiFi (dihapus)
4.0–4.2 (2010–2014)Lahirnya Low Energy
5.0 (2016)LE 2 Mbps, mode jarak jauh
5.1 (2019)Deteksi arah sinyal
5.2 (2020)Fondasi LE Audio dan LC3
5.3 (2021)Koneksi LE lebih efisien
5.4 (2023)Siaran terenkripsi
6.0 (2024)Ukur jarak presisi
6.1 (2025)Alamat privat diacak
6.2 (2025)Jeda koneksi 375 µs
6.3 (2026)Channel Sounding disempurnakan

Beberapa versi paling banyak dicari, jadi kita bahas sedikit lebih rinci.

  1. Bluetooth 5.0: Bluetooth SIG mempromosikannya dua kali lebih cepat dan empat kali lebih jauh dibanding 4.2, khusus untuk radio LE.
  2. Bluetooth 5.3: Versi yang paling sering tercetak di kotak earphone TWS (True Wireless Stereo), yaitu sepasang earbud tanpa kabel penghubung. Perbaikannya ada di efisiensi koneksi, bukan kualitas suara.
  3. Bluetooth 5.4: Fitur utamanya untuk label harga elektronik di rak toko. Untuk earphone, bedanya dengan 5.3 hampir tidak terasa.
  4. Bluetooth 6.0: Menghadirkan Channel Sounding, pengukuran jarak antarperangkat yang jauh lebih presisi daripada menebak dari kuat sinyal. Gunanya untuk kunci mobil digital dan pencari barang.
  5. Bluetooth 6.1 – 6.3: Versi 6.1 mengganti alamat privat perangkat pada interval acak 8–15 menit agar sulit dilacak. Versi 6.2 memangkas jeda koneksi minimum dari 7,5 milidetik menjadi 375 mikrodetik untuk mouse dan stik gim.

Perlu diperhatikan, Bluetooth SIG sudah menarik (withdrawn) spesifikasi 4.0 ke bawah dan menandai 4.1 sebagai usang. Perangkat lama tetap bisa tersambung, tetapi produk baru tidak lagi bisa disertifikasi dengan versi tersebut.

Cara Mengecek Versi Bluetooth di Laptop Windows

Windows tidak menampilkan versi Bluetooth secara langsung. Yang tersedia adalah nomor LMP (Link Manager Protocol), yang perlu Anda terjemahkan sendiri.

  1. Klik kanan tombol Start, pilih Device Manager.
  2. Buka kelompok Bluetooth, klik kanan nama adaptor (biasanya memuat merek seperti Intel atau Realtek), lalu pilih Properties.
  3. Buka tab Advanced dan baca angka di baris Firmware, misalnya LMP 12.xxxx.

Halaman bantuan Microsoft hanya memuat tabel sampai LMP 11. Tabel lengkap berikut diturunkan dari dokumen Assigned Numbers resmi Bluetooth SIG.

LMPVersiLMPVersi
84.2135.4
95.0146.0
105.1156.1
115.2166.2
125.3176.3

Untuk HP, versi Bluetooth tidak ditampilkan di menu pengaturan. Cara paling andal adalah membuka halaman spesifikasi resmi model tersebut di situs produsennya.

Versi, Profil, dan Codec: Tiga Label yang Sering Tertukar

Kotak earphone TWS biasanya memuat tiga jenis informasi Bluetooth sekaligus. Ketiganya mengatur hal yang berbeda, dan salah membacanya membuat orang membeli berdasarkan angka yang keliru.

  1. Versi menentukan kemampuan radio: seberapa efisien koneksinya dan fitur apa yang tersedia. Versi tidak menentukan kualitas suara.
  2. Profil menentukan apa yang bisa dilakukan perangkat. Tanpa profil yang sesuai, dua perangkat tersambung tetapi tidak bisa mengerjakan tugas tertentu.
  3. Codec menentukan cara audio dikompres sebelum dikirim. Codec inilah yang paling berpengaruh pada kualitas suara dan jeda audio.
Label Bluetooth di kotak earphone: versi menentukan kemampuan radio, profil fungsi perangkat, dan codec kualitas suara.
Label Bluetooth di kotak earphone: versi menentukan kemampuan radio, profil fungsi perangkat, dan codec kualitas suara.

Profil yang Muncul di Menu HP

Profil adalah "kontrak tugas" yang disepakati dua perangkat. Berikut yang paling sering muncul di pengaturan ponsel dan opsi pengembang Android.

  • A2DP (Advanced Audio Distribution Profile): mengalirkan musik stereo ke earphone atau speaker.
  • AVRCP (Audio/Video Remote Control Profile): meneruskan perintah putar, jeda, lompat lagu, dan volume. Versi AVRCP yang lebih baru menampilkan judul lagu di layar mobil, tetapi kadang membuat perangkat lama gagal tersambung.
  • HFP (Hands-Free Profile): menangani panggilan telepon. Saat profil ini aktif, kualitas audio turun karena mikrofon ikut dipakai.
  • PAN (Personal Area Networking): dasar fitur Penambatan Bluetooth (Bluetooth tethering), yaitu berbagi internet ponsel ke laptop lewat Bluetooth.
  • MAP (Message Access Profile): membiarkan sistem mobil membaca SMS dari ponsel.

Opsi pengembang Android juga memuat beberapa sakelar Bluetooth yang sering membuat bingung. Pengguna biasa tidak perlu mengubahnya.

  • Log HCI snoop Bluetooth: merekam seluruh lalu lintas Bluetooth ke sebuah berkas untuk keperluan analisis.
  • Offload hardware Bluetooth A2DP: secara bawaan, encoding audio dikerjakan prosesor audio di samping chip Bluetooth, bukan CPU utama, agar hemat baterai. Menonaktifkan offload memindahkan kerja itu kembali ke CPU dan kadang dipakai untuk mengatasi suara putus pada pasangan perangkat tertentu.
  • Gabeldorsche: nama tumpukan perangkat lunak Bluetooth baru di Android. Sakelarnya muncul sejak Android 11 untuk uji coba, lalu tumpukan ini aktif bawaan mulai Android 13.

Codec Audio: SBC, AAC, aptX, LDAC, dan LC3

Codec memampatkan audio agar muat di koneksi radio, lalu earphone mengembalikannya menjadi suara. Setiap codec memiliki batas laju data yang berbeda.

CodecLaju maksimumCatatan
SBC±328 kb/sWajib di semua A2DP
AAC±256 kb/sUtama di iPhone
aptX / aptX HD352 / 576 kb/sUmum di ponsel Android
LDAChingga 990 kb/sBuatan Sony
LC3bervariasiCodec LE Audio

Aturan terpenting tentang codec: codec hanya terpakai kalau kedua sisi mendukungnya. Earphone LDAC yang dipasangkan ke iPhone akan turun ke AAC, karena iPhone tidak menyediakan LDAC. Jika tidak ada codec bersama selain SBC, SBC-lah yang dipakai.

Uji dengar Bluetooth SIG menunjukkan codec LC3 milik LE Audio bisa menyamai atau melampaui kualitas SBC pada kurang dari separuh laju datanya. Artinya baterai earphone bisa lebih awet tanpa kualitas turun.

Jadi, bagi pengguna iPhone, earphone "Bluetooth 5.3" yang hanya mendukung SBC tidak akan terdengar lebih baik daripada earphone "Bluetooth 5.0" yang mendukung AAC. Saat membeli, cocokkan dulu daftar codec dengan ponsel Anda, baru lihat versinya.

Sejarah Bluetooth: Dari Lab Ericsson ke Raja Denmark

Pertanyaan "siapa penemu Bluetooth" tidak memiliki jawaban satu nama. Bluetooth lahir dari kerja tim di Ericsson, lalu distandarkan oleh beberapa perusahaan sekaligus.

Riset dimulai pada 1989 di divisi ponsel Ericsson di Lund, Swedia. Tujuannya membuat headset nirkabel untuk ponsel. Desain radionya dikerjakan mulai sekitar 1994 oleh tim yang di dalamnya ada insinyur Jaap Haartsen dan Sven Mattisson. Haartsen sering disebut penemunya karena perannya dalam desain lompatan frekuensi.

Asal Nama dan Logo Bluetooth

Nama Bluetooth muncul pada 1996, dalam pertemuan Intel, Ericsson, dan Nokia. Jim Kardach dari Intel mengusulkannya sebagai nama kode sementara. Ia merujuk pada Raja Harald "Blåtand" Gormsson, yang menurut Bluetooth SIG menyatukan Denmark dan Norwegia pada tahun 958. Kardach melihat kemiripan dengan proyek ini, yang ingin menyatukan industri komputer dan ponsel.

Kandidat nama resmi waktu itu, PAN dan RadioWire, gagal dipakai: PAN terlalu umum, sedangkan pemeriksaan merek RadioWire tidak selesai tepat waktu. Nama sementara itu akhirnya menjadi permanen.

Logo Bluetooth berasal dari kisah yang sama. Bentuknya gabungan dua huruf rune Nordik, Hagall (ᚼ) dan Bjarkan (ᛒ), inisial Harald Blåtand. Karena itu logonya tampak seperti huruf B bersudut tajam.

Logo Bluetooth adalah gabungan rune Hagall (H) dan Bjarkan (B), inisial raja Denmark Harald Blåtand.
Logo Bluetooth adalah gabungan rune Hagall (H) dan Bjarkan (B), inisial raja Denmark Harald Blåtand.

Dari Konsorsium ke Ponsel Pertama

Bluetooth SIG resmi dibentuk pada 1998 oleh Ericsson, IBM, Intel, Nokia, dan Toshiba. Spesifikasi 1.0 terbit setahun kemudian. Ponsel Bluetooth pertama yang dijual luas, Ericsson T39, hadir pada 2001.

Fungsi dan Kegunaan Bluetooth dalam Keseharian

Fungsi Bluetooth jauh melampaui earphone. Menurut ABI Research bersama Bluetooth SIG, lebih dari 5,4 miliar perangkat Bluetooth dikirim ke pasar pada 2025. Angkanya diperkirakan melewati 8,1 miliar per tahun pada 2030.

  1. Audio nirkabel: Earphone TWS, headphone, speaker, dan sistem audio mobil adalah pemakaian terbesar Bluetooth Classic.
  2. Perangkat masukan: Mouse, keyboard, stylus, dan stik gim (controller) tersambung ke laptop, tablet, atau konsol.
  3. Berbagi berkas dan internet: Kirim foto antarponsel tanpa kuota, atau bagikan koneksi internet ponsel ke laptop lewat Penambatan Bluetooth.
  4. Perangkat yang dikenakan: Jam tangan pintar dan gelang kebugaran menyinkronkan langkah, detak jantung, dan notifikasi.
  5. Kesehatan: Alat pantau gula darah, tensimeter digital, dan alat bantu dengar mengirim data ke aplikasi di ponsel.
  6. Pelacak barang dan lokasi: Tracker yang ditempel di kunci atau koper memanfaatkan ponsel di sekitarnya untuk melaporkan posisi. Di mal dan museum, beacon LE kecil memancarkan sinyal penanda lokasi ke aplikasi pengunjung.
  7. Kasir, ritel, dan gudang: Printer struk thermal di meja kasir, pemindai barcode, dan label harga elektronik di rak toko.
  8. Proyek elektronika: Modul HC-05 untuk Arduino dan chip ESP32 memberi kemampuan Bluetooth pada rangkaian buatan sendiri. Di dalam ponsel, fungsi yang sama dikerjakan IC Bluetooth yang biasanya menyatu dengan chip WiFi.

Kelebihan Bluetooth

Bluetooth bertahan lebih dari 25 tahun karena beberapa keunggulan yang sulit ditandingi teknologi lain.

  1. Standar lintas merek: Earphone merek apa pun bisa dipasangkan ke ponsel merek apa pun, karena semuanya wajib lolos sertifikasi yang sama.
  2. Tanpa infrastruktur: Tidak perlu router, akses internet, atau pengaturan jaringan. Cukup nyalakan dan sandingkan.
  3. Konsumsi daya rendah: Radio LE memungkinkan perangkat kecil bertahan berbulan-bulan, sesuatu yang mustahil bagi WiFi.
  4. Murah dan ringkas: Chip Bluetooth berukuran beberapa milimeter dan harganya rendah, sehingga bisa ditanam di sikat gigi elektrik sekalipun.
  5. Tahan gangguan: Lompatan frekuensi adaptif membuat koneksi tetap jalan di pita 2,4 GHz yang ramai.
  6. Kompatibel mundur: Ponsel Bluetooth 6.0 tetap bisa memakai speaker Bluetooth 4.2. Koneksi berjalan dengan fitur dari versi yang lebih rendah.

Kekurangan dan Risiko Keamanan Bluetooth

Kelebihan di atas datang bersama sejumlah batasan. Sebagian hanya merepotkan, sebagian lain menyangkut keamanan.

  1. Laju data terbatas: Bluetooth Classic maksimal 3 Mbps di atas kertas, sedangkan WiFi modern mencapai ratusan Mbps. Video 1 GB yang dikirim pada laju efektif 2 Mbps butuh sekitar 67 menit.
  2. Jarak pendek: Sinyal cepat melemah oleh dinding dan tubuh.
  3. Berebut frekuensi: Pita 2,4 GHz juga dipakai WiFi, microwave, dan pemantau bayi, sehingga audio bisa tersendat di tempat sangat ramai.
  4. Jeda audio: Proses kompresi, pengiriman, dan penyanggaan audio menambah latency. Aplikasi video biasanya sudah menyelaraskan gambar dengan suara, tetapi jeda tetap terasa saat bermain gim yang menuntut reaksi cepat.
  5. Koneksi kadang rewel: Perangkat dari merek dan versi berbeda tidak selalu mulus, terutama ketika memakai profil atau codec yang tidak umum.

Apakah Aman Membiarkan Bluetooth Menyala Terus?

Untuk pemakaian sehari-hari di ponsel yang rutin diperbarui, risikonya kecil. Namun, Bluetooth pernah menjadi pintu masuk serangan serius, sehingga kebiasaan aman tetap perlu dijaga.

Kasus terbesar adalah BlueBorne pada 2017. Peneliti Armis menemukan delapan celah di perangkat lunak Bluetooth Android, Windows, Linux, dan iOS. Sekitar 5,3 miliar perangkat berisiko. Celah ini bisa dieksploitasi tanpa pairing dan tanpa interaksi pengguna, bahkan menular antarperangkat seperti malware jenis worm.

Pada 2023, riset BLUFFS (CVE-2023-24023) menemukan kelemahan di cara Bluetooth Classic versi 4.2 sampai 5.4 membuat kunci sesi. Celah ini ada di spesifikasinya, bukan di satu merek. Penyerang tetap harus berada dalam jangkauan radio saat dua perangkat memulai enkripsi.

Dari dua kasus itu, rekomendasi kami sebagai berikut:

  1. Pasang pembaruan sistem operasi dan firmware earphone segera setelah tersedia. Kedua celah di atas ditutup lewat pembaruan.
  2. Tolak permintaan pairing yang tidak Anda mulai sendiri, terutama di tempat umum.
  3. Matikan Bluetooth di perangkat lama yang sudah tidak menerima pembaruan, atau saat Anda berada di keramaian dan tidak memakainya.
  4. Hapus perangkat tersandingkan yang sudah tidak dipakai dari daftar di ponsel.

Soal privasi, ponsel modern tidak lagi memancarkan alamat perangkat yang tetap. Alamatnya diganti secara berkala dengan alamat acak, mirip mekanisme MAC address acak pada WiFi. Mulai Bluetooth 6.1, waktu penggantiannya pun diacak agar perangkat lebih sulit dilacak.

Bluetooth, WiFi, dan NFC: Pembagian Tugasnya

Bluetooth, WiFi, dan NFC sama-sama nirkabel dan ada di hampir semua ponsel. Ketiganya tidak saling menggantikan, karena masing-masing menjawab kebutuhan berbeda.

WiFi menghubungkan perangkat ke jaringan dan internet lewat router, dengan laju ratusan Mbps dan jangkauan satu rumah. Bluetooth menghubungkan perangkat di sekitar badan Anda secara langsung, dengan laju rendah dan daya kecil. Keduanya bisa berbagi pita 2,4 GHz, tetapi WiFi juga memakai 5 GHz dan 6 GHz.

NFC bekerja di jarak beberapa sentimeter dan aktif hanya ketika dua perangkat ditempelkan. Jarak sedekat itu justru menjadi pengaman, sehingga cocok untuk pembayaran dan kartu akses. Beberapa earphone memanfaatkan keduanya: tempelkan ke ponsel lewat NFC, lalu pairing Bluetooth berjalan otomatis.

Cara Mengaktifkan Bluetooth dan Menyandingkan Perangkat

Langkah berikut berlaku untuk sebagian besar HP Android, iPhone, dan laptop Windows 11. Nama menu bisa sedikit berbeda antar-merek, tetapi alurnya sama.

Langkah #1: Nyalakan Bluetooth di HP atau Laptop

Untuk menghidupkan Bluetooth di HP, usap layar dari atas untuk membuka panel pengaturan cepat, lalu ketuk ikon Bluetooth. Lewat menu lengkap, buka Setelan > Perangkat terhubung (Android) atau Pengaturan > Bluetooth (iPhone). Di Windows 11, buka Settings > Bluetooth & devices.

Langkah #2: Aktifkan Mode Pairing di Perangkat Lawan

Untuk earphone TWS, tahan tombol di kotaknya atau sentuh lama kedua earbud sampai lampunya berkedip. Petunjuk persisnya tercantum di buku manual perangkat.

Langkah #3: Pilih Perangkat dan Konfirmasi

Di HP, ketuk Sambungkan perangkat baru, lalu ketuk nama perangkat yang muncul. Di Windows, klik Add device > Bluetooth. Kalau muncul kode angka, pastikan kode di kedua layar sama sebelum menekan Sambungkan atau Pair.

Langkah #4: Ganti Nama Bluetooth Bila Perlu

Nama Bluetooth adalah nama yang terlihat oleh perangkat lain saat memindai. Mengganti nama bawaan seperti "Galaxy A55" memudahkan Anda mengenali perangkat sendiri di tempat ramai. Di Android, buka Setelan > Tentang ponsel > Nama perangkat. Di iPhone, buka Pengaturan > Umum > Mengenai > Nama. Di Windows, nama Bluetooth sama dengan nama PC.

Menambahkan Bluetooth ke Perangkat yang Belum Punya

Perangkat tanpa Bluetooth bawaan tetap bisa memakainya lewat adaptor kecil. Ada tiga jenis yang perlu Anda bedakan.

  1. Dongle USB (adaptor): dicolokkan ke PC atau laptop supaya bisa tersambung ke earphone, mouse, dan keyboard. Di Windows 10 dan 11, sebagian besar dongle dikenali otomatis. Windows 7 umumnya membutuhkan driver dari situs produsen dongle.
  2. Bluetooth receiver: menerima audio dari ponsel lalu meneruskannya lewat kabel AUX ke speaker aktif, amplifier, atau tape mobil lama.
  3. Bluetooth transmitter: kebalikannya, mengirim audio dari TV atau pemutar lama ke earphone Bluetooth.

Beberapa produk menggabungkan dua mode terakhir dalam satu alat dengan sakelar RX/TX. Pilih yang mendukung codec sama dengan earphone Anda supaya kualitas suara tidak turun ke SBC.

Bluetooth receiver, transmitter, dan dongle USB: dongle untuk PC, receiver ke speaker, transmitter dari TV ke earphone.
Bluetooth receiver, transmitter, dan dongle USB: dongle untuk PC, receiver ke speaker, transmitter dari TV ke earphone.

Pertanyaan Seputar Bluetooth

Apakah Bluetooth memakai kuota internet?

Tidak. Bluetooth adalah koneksi langsung antarperangkat, jadi mengirim berkas atau memutar musik ke earphone tidak memotong kuota. Pengecualiannya adalah Penambatan Bluetooth. Di sini kuota ponsel terpakai karena ponsel membagikan koneksi internetnya ke perangkat lain.

Bagaimana cara berbagi internet lewat Bluetooth?

Sandingkan ponsel dan laptop lebih dulu. Di ponsel Android, aktifkan Penambatan Bluetooth di menu hotspot pada pengaturan jaringan. Di Windows, klik kanan ikon Bluetooth di taskbar, pilih Join a Personal Area Network, lalu sambungkan ke ponsel. Lajunya jauh di bawah hotspot WiFi, jadi cara ini cocok sebagai cadangan saat WiFi bermasalah.

Kenapa Bluetooth tidak bisa tersambung?

Penyebab paling umum adalah perangkat masih tersambung ke ponsel lain, karena banyak earphone otomatis menyambung ke perangkat terakhir. Penyebab lain: perangkat tidak dalam mode pairing, baterai hampir habis, atau data pairing lama rusak. Solusinya, hapus perangkat dari daftar (Lupakan atau Unpair), atur ulang earphone sesuai manual, lalu pasangkan dari awal.

Lebih baik Bluetooth 5.3, 5.4, atau 6.0 untuk earphone?

Untuk earphone, perbedaan ketiganya hampir tidak terasa. Fitur andalan 5.4 ditujukan untuk label harga elektronik, sedangkan 6.0 untuk pengukuran jarak. Yang lebih menentukan adalah dukungan codec yang cocok dengan ponsel Anda, serta dukungan LE Audio bila ponsel Anda sudah memilikinya.

Bisakah satu HP terhubung ke dua earphone sekaligus?

Bisa, dengan dua cara. Beberapa ponsel Android menyediakan fitur audio ganda yang mengirim suara ke dua perangkat Bluetooth Classic. Cara yang lebih baru adalah Auracast, fitur siaran LE Audio yang memungkinkan satu sumber mengirim audio ke banyak penerima. Syaratnya, ponsel dan earphone sama-sama mendukung LE Audio.

Kesimpulan

Bluetooth adalah teknologi nirkabel jarak pendek di pita 2,4 GHz yang menghubungkan perangkat secara langsung tanpa router dan tanpa kuota. Di balik satu nama itu ada dua radio: Classic untuk aliran audio dan Low Energy untuk perangkat hemat daya. Versi menentukan kemampuan radio, profil menentukan tugas, dan codec menentukan kualitas suara.

Bluetooth tepat dipakai untuk perangkat di sekitar badan, seperti earphone, jam tangan, mouse, dan sensor. Untuk memindahkan berkas besar atau menghubungkan perangkat antarruangan, WiFi tetap pilihan yang lebih baik. Jaga juga kebiasaan aman: perbarui perangkat dan tolak pairing yang tidak Anda kenal.

Semoga artikel ini membantu.