Pengertian Flush DNS Cache
Sebelum membahas flush DNS cache, ada baiknya kita pahami dahulu apa itu DNS cache. DNS cache adalah catatan sementara di sistem operasi komputer (atau perangkat jaringan) yang menyimpan rekaman alamat IP dari nama domain yang sebelumnya pernah Anda kunjungi. Berkat catatan ini, kunjungan berikutnya ke situs yang sama menjadi lebih cepat, karena perangkat tidak perlu bertanya ulang ke server DNS.
Richard Fox dan Wei Hao dalam buku Internet Infrastructure: Networking, Web Services, and Cloud Computing menjelaskan DNS cache sebagai mekanisme penyimpanan hasil kueri DNS (pemetaan nama domain ke alamat IP) secara lokal selama jangka waktu tertentu, sehingga respons terhadap permintaan DNS yang berkaitan bisa lebih cepat.
Sementara itu, flush DNS cache adalah tindakan mengosongkan atau menghapus seluruh catatan DNS cache tersebut dari perangkat yang bersangkutan.
Fungsi Flush DNS Cache
Fungsi utama flush DNS cache adalah memaksa komputer atau jaringan memperbarui informasi DNS-nya. Setelah ada perubahan pada sebuah domain, DNS, website, atau name server, perangkat Anda kadang masih memakai data lama yang tersimpan di cache. Akibatnya, meski browser sudah Anda refresh berkali-kali, halaman yang muncul tetap mengarah ke data lama.
Kondisi ini sering terjadi setelah pergantian DNS pada domain, perpindahan web hosting, atau pengembalian DNS ke pengaturan default registrar. Proses penyebaran perubahan DNS (propagasi) memang membutuhkan waktu 24–72 jam. Namun, jika perangkat Anda masih menampilkan data lama setelah rentang itu, melakukan flush DNS cache adalah langkah yang tepat.
Cara Flush DNS Cache
Langkah flush DNS cache berbeda-beda pada tiap sistem operasi dan perangkat. Berikut cara untuk yang paling umum dipakai.
Flush DNS Cache di Mikrotik
Pada router Mikrotik, cache DNS bisa dikosongkan melalui aplikasi Winbox:
- Login ke Mikrotik Anda melalui Winbox.
- Buka menu IP > DNS > Cache, lalu klik Flush Cache.
Flush DNS Cache di Mikrotik
Setelah cache dikosongkan, perangkat di jaringan akan kembali mengambil data DNS terbaru. Langkah ini tentu mengandaikan perangkat Mikrotik Anda sudah terpasang dan berjalan. Jika Anda belum sampai tahap itu, ikuti dahulu panduan instalasi Mikrotik hingga RouterOS siap digunakan, baru kemudian masuk ke pengaturan DNS-nya.
Flush DNS Cache di Windows
Cara ini berlaku untuk Windows 7 hingga Windows 11.
- Buka Command Prompt. Anda bisa mengetik
cmddi menu Start, atau menekan tombol Windows + R lalu mengetikcmd. - Ketik perintah berikut, lalu tekan Enter:
ipconfig /flushdnsJika berhasil, akan muncul pesan bahwa DNS Resolver Cache berhasil dikosongkan.
Flush DNS Cache di Linux
Perintahnya bergantung pada layanan DNS yang dipakai distribusi Anda. Pada sistem modern berbasis systemd (seperti Ubuntu versi baru), gunakan:
sudo resolvectl flush-cachesPada sebagian sistem, perintah versi sebelumnya masih berlaku:
sudo systemd-resolve --flush-cachesSedangkan jika sistem Anda memakai layanan nscd, jalankan:
sudo systemctl restart nscdFlush DNS Cache di macOS
Buka aplikasi Terminal, ketik perintah berikut, lalu tekan Enter dan masukkan kata sandi Anda:
sudo dscacheutil -flushcache; sudo killall -HUP mDNSResponderPerintah ini berlaku untuk macOS versi modern, mulai dari OS X 10.10.4 hingga rilis terbaru. Untuk versi yang jauh lebih lama, perintahnya bisa berbeda.
Flush DNS Cache di Browser
Selain di sistem operasi, peramban juga menyimpan cache DNS-nya sendiri. Pada Google Chrome, buka alamat chrome://net-internals/#dns, lalu klik Clear host cache. Langkah ini berguna jika perubahan sudah tampak di perangkat lain tetapi belum di peramban Anda.
Penutup
Flush DNS cache adalah langkah sederhana yang sering menyelamatkan saat sebuah situs seolah "belum berubah" padahal DNS-nya sudah dipindahkan. Selama Anda menjalankan perintah yang sesuai dengan perangkat, cache lama akan terhapus dan data DNS terbaru segera dipakai. Jika masih ada kendala, jangan ragu untuk menghubungi kami. Semoga membantu.