Setiap kali Anda mengetik nama domain di browser, ada satu pekerjaan yang harus selesai sebelum halaman muncul: nama itu perlu diterjemahkan menjadi alamat IP. Pekerjaan itu biasanya diserahkan kepada DNS, sistem penerjemah nama yang tersebar di seluruh internet.
Namun sebelum pertanyaan itu dikirim keluar, sistem operasi menengok sebuah berkas teks kecil di komputer Anda sendiri. Berkas itu bernama hosts, tanpa ekstensi apa pun, dan isinya boleh Anda tulis sendiri. Kalau nama yang sedang dicari kebetulan tercatat di sana, jawabannya diambil dari situ dan pertanyaan ke DNS batal dikirim.
File hosts adalah berkas tersebut. Ukurannya kecil, umurnya lebih tua daripada DNS, dan pengaruhnya di komputer Anda mengalahkan seluruh infrastruktur nama di internet. Artikel ini membahas apa isinya, di mana letaknya pada setiap sistem operasi, cara mengeditnya dengan benar, dan yang paling sering terlewat, alasan suntingan Anda kadang tidak berpengaruh sama sekali.
Apa Itu File Hosts dan Kenapa Ia Dibaca Lebih Dulu
File hosts adalah berkas teks polos yang memetakan alamat IP ke satu atau lebih nama host. Satu baris berisi satu pemetaan, dan sistem operasi membacanya sebagai daftar jawaban yang sudah pasti — tidak perlu ditanyakan lagi ke mana pun.
Kata host di sini berarti satu perangkat yang punya alamat di jaringan, entah itu server, laptop, atau ponsel. Jadi nama berkasnya secara harfiah berarti "daftar perangkat". Anda juga akan sering menemui istilah etc host atau /etc/hosts. Itu bukan berkas lain, melainkan nama berkas yang sama ditulis lengkap dengan foldernya, karena pada sistem mirip Unix berkas ini tinggal di dalam folder /etc.
Yang membuat berkas ini berpengaruh besar adalah posisinya dalam urutan pencarian nama. Dokumentasi Microsoft menyatakan bahwa entri yang Anda tambahkan ke berkas Hosts selalu dijawab lebih dulu dari cache resolver lokal, dan tidak dikirim ke server DNS. Pada Windows, isi berkas ini bahkan dimuat lebih awal ke dalam cache resolver, sehingga bukan sekadar dibaca ketika dibutuhkan.
Urutan pencarian nama domain: aplikasi, cache, lalu file hosts. Nama yang ditemukan di sana membatalkan pertanyaan ke DNS.
Konsekuensinya berjalan dua arah. Di satu sisi, Anda memegang kendali penuh: satu baris di berkas ini mengalahkan catatan DNS resmi milik domain mana pun, termasuk domain yang bukan milik Anda. Di sisi lain, kendali itu berhenti di batas satu komputer. Berkas ini tidak dibagikan ke perangkat lain, tidak dilihat pengunjung website Anda, dan tidak berpengaruh pada siapa pun selain mesin tempat ia disimpan.
Warisan Zaman ARPANET yang Tidak Pernah Dipensiunkan
Posisi istimewa itu bukan keputusan desain modern, melainkan sisa sejarah. Sebelum DNS ada, seluruh internet — waktu itu masih bernama ARPANET — memakai satu berkas teks tunggal bernama HOSTS.TXT yang dikelola secara manual oleh Stanford Research Institute. Setiap organisasi anggota mengirimkan nama dan alamat mesinnya, lalu berkas hasil gabungannya diunduh ulang oleh semua orang.
Upaya membakukannya dimulai pada 1971, ketika Peggy Karp dari MITRE menerbitkan RFC 226 tentang penyeragaman nama host. Formatnya kemudian ditetapkan lewat RFC 952, dan cara mendistribusikannya diatur RFC 953. Sistem ini bertahan sampai jumlah mesin di jaringan tumbuh terlalu cepat untuk dikelola satu berkas.
DNS pertama kali dijelaskan pada 1983 dan mulai diimplementasikan pada 1984. Bedanya mendasar: penerbitan nama menjadi otomatis dan tersebar, tidak lagi bergantung pada satu berkas yang harus disalin manual. Yang menarik, HOSTS.TXT tidak pernah benar-benar dicabut. Ia dipersingkat menjadi hosts, dibiarkan tetap ada di setiap sistem operasi, dan tetap dibaca lebih dulu.
Inilah sebabnya file hosts mengalahkan DNS, bukan karena seseorang memutuskan begitu belakangan. Ia memang sistem aslinya, dan DNS dibangun sebagai lapisan yang bekerja setelah jawaban lokal tidak ditemukan.
Letak File Hosts di Windows, macOS, Linux, dan Android
Nama berkasnya sama di mana-mana, tetapi foldernya berbeda. Pada Windows, jalurnya tidak pernah berubah sejak Windows NT sampai Windows 11:
C:\Windows\System32\drivers\etc\hosts
%SystemRoot%\System32\drivers\etc\hostsBaris kedua memakai variabel sistem dan menunjuk berkas yang sama persis. Artinya pencarian "lokasi file hosts Windows 10" dan "lokasi file hosts Windows 11" bermuara ke tempat yang identik, dan tidak ada langkah tambahan yang perlu Anda cari untuk versi yang lebih baru. Folder etc di dalam drivers itu sendiri adalah pinjaman konvensi Unix yang dibawa masuk sejak Windows NT, dan sampai sekarang tidak pernah dipindahkan.
Letak file hosts di Windows ditelusuri dari C ke Windows, System32, drivers, lalu etc; di Linux dan macOS /etc/hosts.
Sistem operasi lain menyimpannya di tempat berikut.
| Sistem operasi | Lokasi berkas |
|---|---|
| Linux dan Unix | /etc/hosts |
| macOS dan iOS | /etc/hosts |
| Android | /etc/hosts |
| Windows 95/98/ME | %WinDir%\hosts |
Pada macOS dan iOS, jalur /etc hanyalah pintasan (symbolic link, penunjuk berkas yang berada di tempat lain) menuju /private/etc. Anda tetap bisa membuka /etc/hosts seperti biasa. Pada Android, /etc/hosts menunjuk ke /system/etc/hosts di partisi sistem yang bersifat hanya-baca. Mengubahnya menuntut akses root, dan itulah alasan utama pemblokiran iklan berbasis file hosts jarang praktis di ponsel.
Di dokumentasi berbahasa Inggris, berkas ini disebut hosts file dan kadang ditulis menyatu sebagai hostfile, sementara pembahasan letaknya memakai istilah hosts file location. Mengenali padanan itu memudahkan pencarian, karena sebagian besar dokumentasi vendor tidak diterjemahkan.
Membaca Isi File Hosts Baris demi Baris
Format berkas ini nyaris tidak berubah sejak RFC 952. Satu baris terdiri atas kolom alamat IP, diikuti nama kanonik, lalu nama alias yang jumlahnya bebas. Pemisah antarkolom boleh berupa spasi maupun tab, sebanyak apa pun.
203.0.113.25 contohtoko.co.id www.contohtoko.co.id
127.0.0.1 iklan.contoh.com # diblokir sengaja
::1 berkas-lokalBaris pertama memetakan satu alamat ke dua nama sekaligus: nama kanoniknya dan satu alias. Baris kedua memperlihatkan cara memblokir sebuah domain, sekaligus penggunaan tanda pagar. Teks apa pun setelah # sampai akhir baris diabaikan, jadi tanda itu berlaku untuk komentar penuh maupun catatan di ujung baris. Baris ketiga memakai alamat IPv6.
Menurut halaman manual hosts(5), nama host di berkas ini hanya boleh berisi huruf, angka, tanda hubung, dan titik; harus diawali huruf dan diakhiri huruf atau angka. Aturan yang sama berlaku untuk hostname di jaringan pada umumnya.
Anatomi satu baris file hosts: kolom alamat IP, kolom nama kanonik, kolom alias, dan tanda pagar sebagai penanda komentar.
Satu hal yang sering mengagetkan saat pertama kali membuka berkas ini di Windows: isinya kosong. Yang terlihat hanya blok komentar berhak cipta Microsoft dan contoh penggunaan. Bahkan baris 127.0.0.1 localhost pun berada dalam keadaan dikomentari, dengan catatan dari Microsoft bahwa resolusi nama localhost sudah ditangani di dalam DNS itu sendiri. Jadi berkas yang tampak kosong bukan tanda ada yang rusak — memang begitu kondisi bawaannya.
Perlu diingat juga bahwa IPv4 dan IPv6 tidak bisa digabung dalam satu baris. Satu host yang perlu dijangkau lewat kedua versi alamat IP membutuhkan dua baris terpisah, satu untuk masing-masing versi.
Empat Pekerjaan Nyata File Hosts
Di luar penjelasan konseptualnya, berkas ini dipakai untuk pekerjaan yang cukup spesifik.
- Menguji website di server baru sebelum trafik dipindahkan: ini pemakaian yang paling berharga. Dengan menambahkan alamat IP server tujuan dan nama domain Anda, komputer Anda sendiri akan membuka website di server baru, sementara pengunjung masih diarahkan ke server lama. Berkas, basis data, dan sertifikat bisa diperiksa lengkap lebih dulu, semuanya sebelum catatan DNS disentuh. Praktik ini berlaku sama entah Anda pindah antar-VPS maupun ke layanan web hosting baru.
- Memberi nama pendek untuk mesin internal: alih-alih menghafal
192.168.1.42, Anda dapat menuliskannya sekali sebagainasatauprinter-lantai2. Nama itu langsung bisa dipakai di browser, di terminal, maupun di skrip, tanpa perlu menjalankan server DNS sendiri di jaringan lokal. - Memblokir domain di satu komputer: mengarahkan sebuah domain ke
127.0.0.1atau ke0.0.0.0membuat permintaan ke domain itu gagal terhubung. Cara ini sering dipakai untuk memblokir domain pelacak pada komputer bersama. - Melewati kesalahan DNS yang sedang berlangsung: catatan domain kadang bermasalah sementara alamat IP servernya sudah Anda ketahui. Satu baris di berkas ini membuat layanan itu tetap dapat diakses sambil menunggu perbaikan.
Ada satu hal yang penting diluruskan pada poin pertama. Menambahkan baris ke file hosts sering disebut sebagai cara mempercepat propagasi, padahal tidak ada yang dipercepat. Yang terjadi adalah satu komputer berhenti bertanya, sementara resolver lain di luar sana tetap memegang jawaban lamanya sampai masa simpannya habis. Pembahasan lengkap soal ini ada di panduan cara cek propagasi domain dan mempercepatnya.
Cara Edit File Hosts di Windows 10 dan 11
Berkas ini berada di dalam folder sistem, sehingga menyimpannya membutuhkan hak administrator. Kesalahan paling umum adalah membuka Notepad seperti biasa, mengetik baris baru, lalu menerima pesan penolakan saat menyimpan. Urutan berikut menghindarinya.
Lima langkah mengedit file hosts di Windows, dari membuka Notepad sebagai administrator sampai ipconfig /flushdns.
Langkah #1: Buka Notepad sebagai administrator
Ketik notepad di kotak pencarian Start, klik kanan hasilnya, lalu pilih Run as administrator. Hak akses ditentukan saat aplikasi dijalankan, jadi Notepad yang sudah telanjur terbuka tidak bisa dinaikkan haknya di tengah jalan.
Langkah #2: Buka berkas hosts lewat menu Open
Pilih File → Open, lalu tempelkan jalur berikut ke kolom nama berkas:
C:\Windows\System32\drivers\etc\hostsKalau folder terlihat kosong, ubah filter jenis berkas di sudut kanan bawah dari Text Documents menjadi All Files. Berkas hosts tidak berekstensi, sehingga filter bawaan menyembunyikannya.
Langkah #3: Tambahkan baris pemetaan Anda
Tulis baris baru di bagian paling bawah berkas. Alamat IP di kolom pertama, nama domain di kolom berikutnya:
203.0.113.25 staging.contohtoko.co.idBeri komentar bertanggal di atasnya kalau baris itu bersifat sementara. Kebiasaan kecil ini yang menyelamatkan Anda beberapa bulan kemudian, saat lupa mengapa satu domain berperilaku aneh hanya di komputer ini.
Langkah #4: Simpan tanpa mengubah nama berkas
Tekan Ctrl + S. Jangan memakai Save As, karena Notepad akan menambahkan akhiran .txt secara diam-diam dan menghasilkan berkas hosts.txt yang tidak dibaca sistem sama sekali. Kalau Anda terpaksa memakai Save As, tulis nama berkas di dalam tanda kutip ("hosts") dan pilih jenis All Files.
Langkah #5: Bersihkan cache penerjemah nama
Buka Command Prompt sebagai administrator, lalu jalankan:
ipconfig /flushdnsPerintah ini membuang jawaban lama yang mungkin masih tersimpan. Rinciannya, termasuk padanan perintah di sistem operasi lain, dibahas di artikel fungsi dan cara flush DNS cache.
Cara Edit File Hosts di macOS dan Linux
Pada kedua sistem ini berkasnya sama-sama berada di /etc/hosts dan penyuntingannya dilakukan lewat terminal. Perintahnya identik:
sudo nano /etc/hostsAnda akan diminta memasukkan kata sandi akun. Setelah baris ditambahkan, simpan dengan Ctrl + O lalu keluar dengan Ctrl + X. Pengguna yang lebih terbiasa dengan editor vi dapat menggantinya dengan sudo vi /etc/hosts.
Di macOS, perubahan sebaiknya diikuti pembersihan cache penerjemah nama supaya langsung terasa:
sudo dscacheutil -flushcache
sudo killall -HUP mDNSResponderDi Linux, ada satu berkas tambahan yang menentukan apakah /etc/hosts benar-benar dibaca lebih dulu, yaitu /etc/nsswitch.conf. Baris yang diawali hosts: di dalamnya mengatur urutan sumber pencarian nama. Konfigurasi klasik hosts: files dns berarti berkas lokal diperiksa sebelum DNS. Pada distribusi modern yang memakai systemd-resolved, biasanya ada entri resolve yang diletakkan lebih awal; layanan itu membaca /etc/hosts sendiri secara internal, lengkap dengan cache-nya. Kalau suntingan Anda tidak berpengaruh di Linux, baris inilah yang pertama perlu diperiksa.
Cara Memastikan Entri Sudah Benar-Benar Dipakai
Setelah menyimpan, jangan langsung percaya pada tampilan browser. Browser punya cache sendiri dan bisa memberi kesan keliru ke dua arah sekaligus. Dua pemeriksaan berikut lebih dapat diandalkan.
Cara paling cepat adalah mengirim ping ke nama domain yang baru Anda petakan. Perhatikan alamat IP yang muncul di baris pertama keluarannya — kalau angkanya sama dengan yang Anda tulis, entri sudah dipakai.
ping staging.contohtoko.co.idPada Windows, Anda juga dapat melihat isi cache resolver, tempat entri hosts dimuat lebih awal:
ipconfig /displaydnsSatu hal yang perlu diketahui sebelum menyimpulkan gagal: perintah nslookup tidak membaca file hosts. Alat itu memang dirancang untuk bertanya langsung ke server DNS, melewati seluruh mekanisme resolusi sistem operasi. Jadi hasil nslookup yang menampilkan alamat lama sama sekali bukan tanda suntingan Anda gagal — ia memang tidak pernah melihat berkas itu.
Sudah Diedit tetapi Tidak Berpengaruh: Tiga Penyebab
Kalau ping pun masih menunjukkan alamat lama, ada tiga penyebab yang jarang dicurigai. Ketiganya berasal dari perilaku bawaan perangkat lunak yang Anda pakai, bukan dari kesalahan penulisan.
Tiga penyebab suntingan file hosts tidak berpengaruh: Defender memblokir, browser memakai DNS terenkripsi, service mati.
- Microsoft Defender mengembalikan atau memblokir entri Anda: Windows Defender mengenali penyuntingan berkas ini lewat deteksi bernama
SettingsModifier:Win32/HostsFileHijackdan variannyaPossibleHostsFileHijack. Alasannya masuk akal — mengubah pemetaan nama adalah teknik lama perangkat perusak untuk memutus akses ke situs pembaruan dan antivirus. Untuk sebagian domain yang dilindungi, Defender bahkan memblokir upaya penambahan entri secara otomatis. Microsoft sendiri menyarankan agar berkas hosts dikecualikan dari pemindaian bila suntingannya memang disengaja, bukan agar suntingan itu dibatalkan. - Browser Anda memakai DNS over HTTPS: sejumlah browser kini mengirim pertanyaan nama langsung ke penyedia DNS terenkripsi, melewati resolver sistem operasi. Pada Firefox, mode Trusted Recursive Resolver nomor 2 membuat isi file hosts tidak berpengaruh selama penyedia DoH mengembalikan alamat yang bekerja. Jalan keluarnya adalah mendaftarkan domain bersangkutan di preferensi
network.trr.excluded-domains. Chrome berperilaku berbeda karena pembacaan berkas ini umumnya tetap ditangani resolver sistem, jadi jangan menyamakan keduanya. Menonaktifkan DNS terenkripsi sementara di pengaturan browser adalah cara tercepat memastikan. - Service DNS Client di Windows sedang tidak berjalan: dokumentasi Microsoft menyebutkan bahwa service DNS Client harus berjalan agar seluruh entri di berkas Hosts dipakai. Bila service itu mati, hanya baris pertama berkas yang menjawab. Gejalanya khas: satu pemetaan bekerja, sisanya diabaikan tanpa pesan kesalahan apa pun.
Di luar ketiganya, ada dua hal sederhana yang tetap sering terjadi. Pertama, berkas yang telanjur tersimpan sebagai hosts.txt. Kedua, baris yang tidak sengaja diawali tanda # sehingga dibaca sebagai komentar.
Yang Tidak Bisa Dilakukan File Hosts
Keterbatasan berkas ini bukan kekurangan yang belum sempat diperbaiki, melainkan akibat langsung dari formatnya. Satu baris hanya mengenal satu kolom alamat diikuti kolom-kolom nama. Tidak ada tempat untuk menyimpan hal lain, sehingga hal-hal berikut mustahil dilakukan.
Empat hal yang mustahil ditulis di file hosts: wildcard subdomain, nomor port, path URL, dan pengalihan nama ke nama lain.
- Wildcard subdomain: menulis
*.contohtoko.co.idtidak berpengaruh apa pun. Setiap subdomain membutuhkan barisnya sendiri. Bila Anda memang membutuhkan pemetaan menyeluruh, yang dibutuhkan adalah resolver lokal seperti dnsmasq, bukan berkas ini. - Nomor port: baris
127.0.0.1 aplikasi.lokal:8080tidak sah. Pemetaan berhenti pada tingkat alamat; port ditentukan oleh aplikasi yang Anda buka, bukan oleh penerjemah nama. - Path atau URL: berkas ini memetakan nama host, bukan alamat halaman. Mengarahkan
contoh.com/promoke tempat lain tidak dapat dilakukan di sini. - Perilaku seperti CNAME: Anda tidak dapat mengarahkan satu nama ke nama lain. Kolom pertama harus berupa alamat IP, selalu.
Batas berikutnya adalah jangkauan. Berkas ini hanya berlaku pada satu komputer, tidak pada ponsel Anda, tidak pada anggota tim yang lain, dan tentu saja tidak pada pengunjung website. Aplikasi yang membawa penerjemah namanya sendiri juga dapat mengabaikannya. Untuk penyaringan yang berlaku pada seluruh perangkat di satu jaringan, pekerjaan itu dilakukan di tingkat resolver, misalnya lewat OpenDNS atau resolver penyaring lain di router.
File Hosts sebagai Pemblokir Iklan: Angka dan Batasnya
Kemampuan memblokir nama membuat file hosts populer sebagai pemblokir iklan. Daftar siap pakai yang paling banyak dirujuk, StevenBlack/hosts, menggabungkan belasan sumber menjadi satu berkas berisi 78.608 entri pada versi dasarnya. Versi terlengkapnya, yang menambahkan kategori judi, konten dewasa, media sosial, dan situs berita palsu, memuat 167.281 entri — sekitar 2,1 kali lipat versi dasar.
Angka sebesar itu membawa konsekuensinya sendiri. Repositori tersebut mencantumkan peringatan bahwa Windows bermasalah dengan berkas hosts berukuran besar, dengan saran menonaktifkan layanan cache DNS atau memampatkan berkasnya. Pada praktiknya, ratusan ribu baris juga membuat berkas itu sulit diperiksa manual: begitu ada satu layanan yang mendadak tidak bisa diakses, mencari baris penyebabnya menjadi pekerjaan tersendiri.
Ada pula batas yang tidak bisa diatasi dengan menambah entri. Pemblokiran berbasis nama tidak menyentuh iklan yang disajikan dari domain yang sama dengan kontennya, karena memblokir nama itu berarti memblokir situsnya sekalian.
Sebelum menempelkan daftar sepanjang itu, salin dulu berkas asli Anda ke
hosts.bak. Pemulihan berubah dari pekerjaan lima detik menjadi pekerjaan setengah jam kalau langkah ini dilewatkan.
Ketika File Hosts Justru Diubah Pihak Lain
Kekuatan yang sama membuat berkas ini menjadi sasaran. Karena satu baris di dalamnya mengalahkan seluruh catatan DNS resmi, perangkat perusak sudah lama memanfaatkannya untuk mengalihkan lalu lintas ke tujuan yang mereka kuasai.
Contoh klasiknya adalah worm Mydoom.B, yang memblokir akses korban ke situs-situs antivirus dan ke Windows Update dengan cara menambahkan entri ke berkas ini. Pola itu efektif justru karena korban tidak menemukan kejanggalan apa pun di pengaturan jaringan: alamat DNS-nya benar, koneksinya normal, tetapi jawabannya sudah dipotong lebih dulu di komputer sendiri.
Karena itu, memeriksa isi berkas ini layak masuk daftar pemeriksaan rutin saat sebuah komputer berperilaku aneh. Buka berkasnya dan baca seluruh barisnya. Semua baris yang tidak Anda tulis sendiri patut dicurigai, terutama yang menyebut nama layanan keamanan, layanan pembaruan, atau situs perbankan. Untuk mengembalikannya ke kondisi bawaan, Microsoft menerbitkan isi berkas standar beserta langkah penggantiannya di halaman dukungan resmi mereka.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Di mana letak file hosts di Windows?
Di C:\Windows\System32\drivers\etc\hosts. Jalur ini sama untuk Windows 10 maupun Windows 11, dan sudah dipakai sejak Windows NT. Bila folder terlihat kosong saat dibuka lewat Notepad, ubah filter jenis berkas menjadi All Files karena berkas hosts tidak berekstensi.
Bagaimana cara mengedit file hosts kalau muncul penolakan izin? Penolakan itu muncul karena berkasnya berada di folder sistem. Jalankan editor Anda sebagai administrator terlebih dahulu, baru buka berkasnya dari dalam editor. Menaikkan hak akses setelah berkas terbuka tidak mungkin dilakukan, sehingga urutannya tidak dapat dibalik.
Apa itu etc host?
Istilah itu merujuk pada berkas yang sama, ditulis lengkap dengan foldernya sebagai /etc/hosts. Pada Linux dan macOS, /etc adalah folder tempat berkas konfigurasi sistem disimpan. Windows meminjam konvensi penamaan itu, sehingga berkasnya pun berada di dalam folder bernama etc.
Apakah mengubah file hosts berbahaya? Menambahkan baris tidak merusak apa pun selama isinya Anda pahami, dan perubahannya selalu bisa dibatalkan dengan menghapus baris tersebut. Yang berisiko adalah lupa: sebuah baris uji coba yang tertinggal akan membuat satu domain berperilaku berbeda hanya di komputer Anda, kadang sampai berbulan-bulan kemudian.
Apakah perubahan file hosts berlaku untuk semua pengguna komputer? Ya. Berkas ini milik sistem, bukan milik akun pengguna, sehingga isinya berlaku untuk seluruh akun di komputer tersebut. Itu juga sebabnya penyuntingannya membutuhkan hak administrator.
Apakah file hosts memengaruhi pengunjung website saya? Tidak sama sekali. Berkas ini hanya dibaca oleh komputer tempat ia disimpan. Pengunjung website Anda tetap mengikuti catatan DNS resmi domain tersebut, sehingga apa yang Anda lihat setelah menyunting berkas ini belum tentu sama dengan yang mereka lihat.
Kesimpulan
File hosts adalah berkas teks berisi pasangan alamat IP dan nama host yang dibaca sistem operasi sebelum pertanyaan dikirim ke DNS. Letaknya di C:\Windows\System32\drivers\etc\hosts pada Windows dan /etc/hosts pada Linux serta macOS, formatnya satu baris per pemetaan, dan penyuntingannya membutuhkan hak administrator.
Berkas ini tepat dipakai untuk menguji website di server baru sebelum trafik dialihkan, memberi nama pendek pada mesin di jaringan lokal, dan memblokir domain di satu komputer. Ia bukan alat yang tepat ketika Anda membutuhkan pemetaan wildcard, penyaringan yang berlaku untuk seluruh perangkat di jaringan, atau perubahan yang ikut dirasakan pengunjung website. Ketika suntingan terasa tidak berpengaruh, periksa berurutan: nama berkas, Microsoft Defender, pengaturan DNS terenkripsi di browser, lalu status service DNS Client.
Semoga artikel ini membantu.




