Bayangkan satu lorong panjang dengan pintu kamar berjajar di kedua sisinya. Siapa pun yang berbicara di lorong itu terdengar oleh semua penghuni kamar, dan hanya orang yang namanya dipanggil yang akan menjawab. Kalau dua orang berbicara bersamaan, tidak ada yang bisa dipahami, sehingga keduanya harus diam lalu mengulang.

Begitulah kira-kira isi gambar topologi bus yang sering muncul di buku pelajaran jaringan komputer: satu garis panjang dengan komputer-komputer yang menggantung di sepanjang garis itu. Gambarnya tampak sederhana, tetapi setiap bagiannya punya alasan. Ada kotak kecil di kedua ujung garis, jarak antar-komputer yang diatur, dan aturan giliran berbicara yang tidak terlihat di kertas.

Artikel ini membahas gambar topologi bus beserta penjelasannya: komponen yang wajib ada dan cara menggambarnya dengan benar. Setelah itu kita masuk ke cara kerja, kelebihan dan kekurangan, sampai tempat bentuk ini masih dipakai hari ini. Kalau Anda ingin melihat perbandingan dengan lima bentuk lain, bacalah dulu pembahasan kami tentang topologi jaringan.

Pengertian Topologi Bus dan Nama Lainnya

Topologi bus adalah susunan jaringan yang menyambungkan semua perangkat ke satu kabel utama yang dipakai bersama. Kabel utama itu disebut backbone (tulang punggung). Setiap data yang dikirim satu perangkat akan mengalir ke sepanjang kabel dan sampai ke semua perangkat lain.

Dalam bahasa Inggris, susunan ini disebut bus topology. Buku berbahasa Indonesia menyebutnya topologi jaringan bus atau topologi linear, karena bentuknya berupa satu garis lurus. Sebutan topologi backbone juga kadang muncul di soal ujian, dan ketiganya menunjuk hal yang sama.

Fungsi topologi bus pada dasarnya adalah menghubungkan banyak perangkat dalam satu jaringan komputer dengan kabel sesedikit mungkin. Satu kabel melayani semua perangkat, sehingga jaringan tidak membutuhkan perangkat pusat seperti hub atau switch.

Beberapa buku membagi jenis topologi bus menjadi dua. Bus linear memakai satu backbone lurus dengan dua ujung, dan inilah bentuk yang dibahas di artikel ini. Bus bercabang atau distributed bus memakai backbone yang memiliki cabang. Bentuk bercabang itu sama dengan topologi tree, sehingga di soal ujian biasanya lebih aman menjawabnya sebagai tree.

Ciri-Ciri dan Karakteristik Topologi Bus

Sebuah gambar jaringan bisa disebut topologi bus kalau memenuhi ciri-ciri berikut:

  1. Satu jalur bersama: semua perangkat menempel pada kabel yang sama, bukan pada kabel masing-masing.
  2. Bergantian mengirim: hanya satu perangkat yang boleh mengirim pada satu waktu. Sifat ini disebut half-duplex (satu arah bergantian).
  3. Disiarkan ke semua: data dari satu perangkat diterima seluruh perangkat, lalu masing-masing memeriksa apakah data itu untuknya.
  4. Kedua ujung ditutup terminator: kabel tidak boleh dibiarkan terbuka di ujungnya.
  5. Gangguan dirasakan bersama: kerusakan di satu titik kabel berdampak ke seluruh perangkat.

Gambar Topologi Bus dan Lima Komponennya

Gambar topologi jaringan bus yang lengkap selalu memuat lima komponen. Gambar yang melewatkan salah satunya menggambarkan jaringan yang tidak akan menyala.

  1. Kabel backbone: kabel koaksial yang membentang dari ujung ke ujung. Pada standar 10BASE2, kabelnya bertipe RG-58 dengan impedansi 50 ohm, dan satu segmen maksimal 185 meter.
  2. Konektor T: konektor berbentuk huruf T bertipe BNC yang menyadap kabel utama. Dua lubangnya menyambung potongan kabel kiri dan kanan, sedangkan lubang ketiga menuju komputer.
  3. Kartu jaringan: NIC (Network Interface Card) di tiap komputer. Pada 10BASE2, konektor T wajib menancap langsung ke kartu ini tanpa kabel tambahan di antaranya.
  4. Komputer atau perangkat: disebut node. Satu segmen 10BASE2 menampung maksimal 30 perangkat dengan jarak minimal 0,5 meter antar-konektor.
  5. Terminator: resistor 50 ohm yang menutup kedua ujung kabel. Bentuknya seperti tutup kecil pada ujung konektor.

Pada gambar di buku, konektor T dan kartu jaringan sering disederhanakan menjadi garis tegak pendek dari kabel utama ke komputer. Penyederhanaan itu wajar. Yang tidak boleh dihilangkan adalah terminator di kedua ujung, karena tanpa itu gambar Anda menggambarkan jaringan yang mati.

Gambar topologi jaringan bus berlabel lima komponen: kabel backbone, konektor T, kartu jaringan, komputer, dan terminator.
Gambar topologi jaringan bus berlabel lima komponen: kabel backbone, konektor T, kartu jaringan, komputer, dan terminator.

Cara Menggambar Topologi Bus untuk Tugas Sekolah

Menggambarkan topologi bus cukup mudah, baik di kertas maupun di aplikasi diagram seperti draw.io. Ikuti urutan berikut supaya tidak ada komponen yang terlewat.

Langkah #1: Tarik satu garis mendatar

Garis ini adalah kabel backbone. Buat lurus dan panjang, dan jangan beri cabang di tengahnya.

Langkah #2: Gambar terminator di kedua ujung

Gambar kotak kecil atau lingkaran hitam di ujung kiri dan kanan garis, lalu beri label "terminator".

Langkah #3: Tarik garis tegak ke tiap komputer

Buat garis pendek dari backbone ke atas atau ke bawah, satu garis untuk satu komputer. Berikan jarak yang sama antar-garis supaya gambar rapi.

Langkah #4: Beri label

Tulis nama tiap perangkat (PC 1, PC 2, printer, server), lalu beri label "kabel backbone" dan "konektor T". Kalau diminta, tambahkan alamat IP di bawah tiap komputer.

Ada empat kesalahan yang sering muncul di gambar tugas. Keempatnya diam-diam mengubah gambar menjadi topologi lain:

  1. Backbone diberi cabang: satu garis utama yang bercabang ke garis utama lain sudah menjadi topologi tree.
  2. Kedua ujung disambung: garis yang ujungnya bertemu membentuk lingkaran, dan itu topologi ring.
  3. Kotak di tengah semua kabel: kalau semua komputer menarik kabel ke satu kotak hub atau switch, gambar itu adalah topologi star.
  4. Terminator dilupakan: bentuknya masih bus, tetapi jaringan seperti itu tidak akan pernah bekerja.
Empat salah gambar topologi bus: bercabang jadi tree, disambung jadi ring, satu kotak jadi star, tanpa terminator mati.
Empat salah gambar topologi bus: bercabang jadi tree, disambung jadi ring, satu kotak jadi star, tanpa terminator mati.

Cara Kerja Topologi Bus: Satu Kabel, Bergantian Mengirim

Cara kerja topologi bus bisa dirangkum dalam satu kalimat: satu perangkat berbicara, semua mendengar, dan hanya tujuannya yang menjawab.

Saat PC 1 mengirim data ke PC 4, data itu dibungkus dalam sebuah frame (paket data di lapisan kabel) yang memuat alamat tujuan. Frame itu mengalir ke kiri dan ke kanan sampai ke seluruh perangkat. Setiap kartu jaringan membandingkan alamat tujuan dengan MAC address miliknya. Kartu PC 4 menerima frame itu, sedangkan kartu lain membuangnya.

Masalahnya muncul ketika dua perangkat mengirim bersamaan. Sinyal keduanya bertumpuk di kabel dan rusak, kejadian yang disebut tabrakan atau collision. Ethernet bus mengatur giliran dengan metode CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection):

  1. Dengar dulu: sebelum mengirim, perangkat memeriksa apakah kabel sedang dipakai. Setelah kabel sepi, ia masih menunggu jeda 96 bit.
  2. Kirim sambil mendengar: selama mengirim, perangkat terus memantau apakah ada sinyal lain yang ikut masuk.
  3. Umumkan tabrakan: begitu tabrakan terdeteksi, perangkat berhenti lalu mengirim sinyal jam sepanjang 32 bit agar semua perangkat tahu ada tabrakan.
  4. Tunggu acak, lalu ulangi: tiap perangkat menunggu waktu acak sebelum mencoba lagi. Rentang waktu tunggu itu berlipat dua setiap kali tabrakan berulang, dan setelah 16 kali gagal, kiriman dibatalkan.

Aturan ini juga menjelaskan kenapa frame Ethernet minimal 64 byte. Frame harus cukup panjang agar pengirim masih mengirim saat kabar tabrakan dari ujung terjauh kabel tiba. Pada kecepatan 10 Mbit/s, jendela waktu itu adalah 512 bit atau 51,2 mikrodetik.

Cara kerja topologi bus lewat CSMA/CD: dengar dulu, kirim sambil memantau, kirim sinyal jam saat tabrakan, lalu tunggu acak.
Cara kerja topologi bus lewat CSMA/CD: dengar dulu, kirim sambil memantau, kirim sinyal jam saat tabrakan, lalu tunggu acak.

Kenapa Kedua Ujung Kabel Wajib Diberi Terminator

Sinyal listrik yang sampai di ujung kabel terbuka tidak berhenti begitu saja. Sinyal itu memantul balik ke dalam kabel, mirip ombak yang menghantam dinding kolam lalu kembali ke tengah. Pantulan ini bertumpuk dengan sinyal asli, dan kartu jaringan membacanya sebagai tabrakan.

Akibatnya, jaringan tanpa terminator akan terus-menerus mengira terjadi tabrakan dan tidak ada data yang berhasil lewat. Terminator mencegah hal itu dengan "menelan" sinyal yang tiba di ujung. Nilainya harus sama dengan impedansi kabel: 50 ohm untuk Ethernet koaksial, dan 120 ohm untuk kabel pilin pada CAN bus dan RS-485.

Fungsi terminator di topologi bus: ujung bertutup menyerap sinyal, ujung terbuka memantulkannya sehingga terbaca tabrakan.
Fungsi terminator di topologi bus: ujung bertutup menyerap sinyal, ujung terbuka memantulkannya sehingga terbaca tabrakan.

Hal yang sama menjelaskan kekurangan terbesar topologi bus. Kabel yang putus di tengah menciptakan dua ujung baru yang tidak bertutup. Kedua potongan kabel langsung dipenuhi pantulan, sehingga seluruh jaringan berhenti, bukan hanya komputer di dekat titik putus.

Standar 10BASE2 juga mensyaratkan kabel dibumikan hanya di satu ujung. Membumikan kedua ujung bisa membuat arus listrik berputar lewat pelindung kabel dan merusak data.

Kelebihan Topologi Bus

Kelebihan atau keuntungan topologi bus berakar pada kesederhanaannya, dan pada masanya kelebihan ini sangat berarti:

  1. Kabel paling hemat: sepuluh komputer cukup dilayani satu kabel utama. Topologi star membutuhkan sepuluh kabel terpisah yang masing-masing ditarik ke perangkat pusat.
  2. Tidak membutuhkan hub atau switch: tidak ada perangkat pusat yang harus dibeli, diberi listrik, dan dirawat.
  3. Mudah ditambah: perangkat baru cukup disisipkan dengan satu konektor T, selama jumlahnya belum melewati batas segmen.
  4. Mudah dipahami: bentuknya paling sederhana, sehingga cocok untuk mempelajari konsep dasar seperti siaran, tabrakan, dan giliran mengirim.
Kelebihan dan kekurangan topologi bus: kabel hemat dan tanpa hub, tetapi satu kabel putus mematikan semua perangkat.
Kelebihan dan kekurangan topologi bus: kabel hemat dan tanpa hub, tetapi satu kabel putus mematikan semua perangkat.

Kekurangan Topologi Bus dan Hal yang Perlu Dipertimbangkan

Kelemahan topologi bus jauh lebih berat daripada kelebihannya, dan itulah sebabnya jaringan kantor maupun sekolah sudah lama meninggalkannya.

  1. Satu titik gagal: satu kabel putus atau satu terminator lepas melumpuhkan seluruh jaringan.
  2. Makin lambat seiring bertambahnya perangkat: bandwidth satu kabel dibagi ke semua perangkat, dan makin banyak perangkat berarti makin sering tabrakan.
  3. Batas panjang dan jumlah perangkat ketat: 185 meter dan 30 perangkat untuk 10BASE2, atau 500 meter dan 100 perangkat untuk 10BASE5 yang kabelnya lebih tebal.
  4. Sulit melacak kerusakan: gejalanya sama di semua komputer, sehingga teknisi harus menyusuri kabel dari ujung ke ujung.
  5. Tidak ada privasi: semua frame melewati semua kartu jaringan, sehingga satu komputer yang disetel untuk menerima semuanya bisa membaca lalu lintas orang lain.

Kelebihan dan kekurangan topologi bus paling mudah ditimbang lewat perbandingan jaringan sepuluh komputer dengan topologi star:

AspekTopologi busTopologi star
Kabel1 backbone + 10 konektor T + 2 terminator10 kabel ke switch
Perangkat pusatTidak ada1 switch minimal 10 port
Satu kabel putusSeluruh jaringan matiHanya 1 komputer terputus
Kecepatan per komputer10 Mbit/s dibagi bersamaHingga 1 Gbit/s per port
Status standarTidak dianjurkan untuk instalasi baruBentuk baku sejak 1990

Untuk jaringan baru, pilihannya jelas: gunakan star, termasuk untuk jaringan kecil berisi tiga atau empat komputer. Topologi bus hanya layak dipelajari untuk memahami konsep, atau dipakai di bidang khusus yang dibahas di bagian contoh di bawah.

Topologi Bus yang Tersembunyi di Balik Hub

Sebuah jaringan bisa berbentuk bintang di lantai, tetapi bekerja seperti bus di dalam. Contohnya adalah jaringan yang memakai hub.

Hub adalah kotak berlubang banyak yang meneruskan sinyal dari satu port ke semua port lain, tanpa memeriksa alamat tujuan. Jika digambar mengikuti kabelnya, bentuknya bintang. Namun, setiap frame tetap sampai ke semua komputer dan tabrakan tetap terjadi, sama persis dengan satu kabel bersama. Karena itu hub disebut topologi fisik bintang dengan topologi logis bus.

Topologi fisik dan logis pada hub: kabelnya tersusun bintang, tetapi sinyal diulang ke semua port seperti topologi bus.
Topologi fisik dan logis pada hub: kabelnya tersusun bintang, tetapi sinyal diulang ke semua port seperti topologi bus.

Hub juga mewarisi batas-batas bus. Pada Ethernet 10 Mbit/s berlaku aturan 5-4-3: antara dua komputer maksimal ada 5 segmen kabel dan 4 hub atau repeater. Pada 2011, IEEE 802.3 menyatakan penyambungan dengan hub tidak lagi dianjurkan. Switch menggantikannya karena switch mengirim frame hanya ke port tujuan, sehingga tabrakan tidak lagi terjadi.

Inilah alasan lab komputer sekolah hari ini bukan contoh topologi bus. LAN lab yang semua kabelnya menuju switch adalah topologi star, baik secara fisik maupun logis.

Membuat Gambar Topologi Bus di Cisco Packet Tracer

PC di Cisco Packet Tracer tersambung lewat port Ethernet biasa, bukan konektor BNC koaksial. Akibatnya, backbone bersama seperti 10BASE2 tidak bisa dibuat persis. Perlu diperhatikan juga bahwa beberapa PC yang tersambung ke satu switch membentuk topologi star, bukan bus.

Ada dua pendekatan yang lebih mendekati bus, tergantung apa yang ingin Anda tunjukkan:

  1. Bentuk gambar: letakkan beberapa switch berjajar dan sambungkan berantai dengan kabel copper cross-over, lalu gantungkan satu PC di tiap switch. Rantai switch berperan sebagai backbone dan terlihat seperti gambar bus di buku.
  2. Perilaku bus: sambungkan semua PC ke satu hub. Di mode Simulation, kirim ping dan amati bahwa hub meneruskan paket ke semua PC, bukan hanya ke tujuan.

Pada keduanya, isi IP address tiap PC dalam satu jaringan, misalnya 192.168.1.1 sampai 192.168.1.10 dengan subnet mask 255.255.255.0. Uji dengan perintah ping dari Command Prompt salah satu PC.

Contoh Topologi Bus yang Masih Dipakai Hari Ini

Topologi bus sudah hilang dari jaringan komputer kantor, tetapi prinsip satu kabel bersama masih bekerja di tempat yang jarang disadari.

  1. CAN bus di mobil: Controller Area Network dikembangkan Bosch sejak 1983 dan pertama dipakai mobil produksi pada Mercedes-Benz W140 tahun 1991. Mesin, rem ABS, kantong udara, dan panel instrumen berbagi dua kabel pilin yang diberi resistor 120 ohm di kedua ujungnya. Kecepatannya 1 Mbit/s untuk kabel di bawah 40 meter.
  2. RS-485 di pabrik: standar ini menjadi lapisan fisik protokol industri seperti Modbus. Satu jalur bisa melayani minimal 32 perangkat hingga sekitar 1.200 meter pada kecepatan rendah, dan susunan yang dianjurkan justru berantai lurus seperti bus, bukan bintang.
  3. Jaringan koaksial peninggalan lama: sebagian gedung tua masih menyimpan kabel 10BASE2 di plafon, meski umumnya sudah tidak tersambung ke apa pun.

Perhatikan bahwa contoh CAN bus dan RS-485 memakai terminator 120 ohm, bukan 50 ohm. Alasannya sama dengan Ethernet koaksial: nilai terminator mengikuti impedansi kabelnya.

Contoh Gambar Topologi Bus 10 Komputer

Soal yang sering muncul adalah menggambar topologi bus untuk 10 komputer. Komponen yang Anda butuhkan adalah satu kabel backbone, 10 konektor T, 10 kartu jaringan, dan 2 terminator.

Dengan jarak minimal 0,5 meter antar-konektor pada 10BASE2, sepuluh komputer membutuhkan backbone minimal 4,5 meter. Angka itu jauh di bawah batas 185 meter dan 30 perangkat, sehingga seluruhnya muat dalam satu segmen. Pada praktiknya, jarak antar-meja membuat kabelnya jauh lebih panjang dari angka minimum itu.

Contoh gambar topologi bus 10 komputer: PC 1-5 di atas dan PC 6-10 di bawah satu backbone dengan terminator di kedua ujung.
Contoh gambar topologi bus 10 komputer: PC 1-5 di atas dan PC 6-10 di bawah satu backbone dengan terminator di kedua ujung.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana gambar bentuk topologi bus?

Bentuk topologi bus digambar sebagai satu garis mendatar yang kedua ujungnya ditutup kotak kecil sebagai terminator. Tiap komputer diletakkan di atas atau di bawah garis itu, lalu disambung dengan garis tegak pendek. Tidak ada cabang pada garis utama dan tidak ada kotak pusat.

Tidak membutuhkan hub merupakan kelebihan dari topologi apa?

Topologi bus. Semua perangkat menempel langsung pada satu kabel backbone, sehingga tidak ada perangkat pusat seperti hub atau switch.

Topologi backbone disebut juga dengan sebutan topologi apa?

Topologi bus. Nama backbone diambil dari kabel utama yang menjadi tulang punggung jaringan. Sebutan lain yang juga sering dipakai adalah topologi linear.

Topologi jaringan komputer yang sangat mudah digunakan adalah topologi apa?

Jawaban yang biasa diharapkan di soal ujian adalah topologi bus, karena susunannya paling sederhana dan kabelnya paling sedikit. Untuk pemakaian nyata hari ini, topologi star justru paling mudah dikelola karena satu kabel rusak tidak mengganggu perangkat lain.

Apa fungsi terminator pada topologi bus?

Terminator menyerap sinyal yang tiba di ujung kabel agar tidak memantul balik. Tanpa terminator, pantulan sinyal terbaca sebagai tabrakan dan jaringan tidak bisa mengirim data sama sekali.

Apakah topologi bus masih dipakai?

Tidak untuk jaringan komputer baru. Kedua standar Ethernet koaksialnya sudah dicoret IEEE dari daftar yang dianjurkan untuk pemasangan baru: 10BASE5 pada 2003, 10BASE2 pada 2011. Prinsipnya masih dipakai di CAN bus kendaraan dan RS-485 di sistem industri.

Kesimpulan

Topologi bus menyambungkan semua perangkat ke satu kabel backbone. Karena itu, gambar topologi bus yang benar selalu berupa satu garis lurus dengan komputer di sepanjangnya dan terminator di kedua ujung. Kesederhanaan itu membuatnya hemat kabel. Namun, satu kerusakan melumpuhkan semua perangkat, dan kecepatan terbagi rata ke seluruh jaringan.

Untuk jaringan komputer baru, gunakan topologi star. Pelajari topologi bus untuk memahami konsep siaran, tabrakan, dan terminator, karena konsep yang sama masih bekerja di kabel CAN mobil dan jalur RS-485 pabrik. Semoga artikel ini membantu.