Saat Anda mengetik ipconfig di Command Prompt Windows, tiga baris biasanya muncul berdampingan: alamat IPv4, subnet mask, dan default gateway. Baris pertama adalah alamat perangkat Anda, sedangkan baris ketiga adalah pintu keluar menuju internet. Baris di tengah, yang hampir selalu berbunyi 255.255.255.0, sering dilewati begitu saja karena angkanya tidak pernah berubah. Padahal baris itulah yang menentukan apakah laptop Anda bisa menemukan printer di meja sebelah atau tidak.

Subnet mask adalah angka 32 bit yang menandai bagian alamat IP yang menunjuk jaringan dan bagian yang menunjuk perangkat. Artikel ini membahas apa itu subnet mask dan cara perangkat memakainya setiap kali mengirim data. Kita juga akan melihat fungsinya, notasi prefix seperti /24, tabel lengkap dari /8 sampai /32, serta cara menghitungnya langkah demi langkah. Di bagian akhir, kita membahas gejala yang muncul ketika subnet mask diisi keliru.

Subnet Mask Adalah Penanda Batas antara Jaringan dan Perangkat

Setiap alamat IPv4 terdiri dari 32 bit yang biasanya ditulis sebagai empat angka desimal, misalnya 192.168.1.20. Alamat itu sebenarnya menyimpan dua informasi sekaligus. Sebagian menunjukkan jaringan tempat perangkat berada, sisanya menunjukkan identitas perangkat itu sendiri. Pembagian ini sudah kami bahas di artikel IP address sebagai network ID (penanda jaringan) dan host ID (penanda perangkat).

Masalahnya, alamat IP tidak membawa keterangan di mana batas kedua bagian itu. Angka 192.168.1.20 bisa berarti jaringan 192.168.1 dengan perangkat nomor 20, bisa juga jaringan 192.168 dengan perangkat nomor 1.20. Di sinilah subnet mask bekerja. Pengertian subnet mask secara sederhana adalah pasangan dari alamat IP yang menandai batas tersebut, bit demi bit.

Aturannya lugas. Posisi bit yang bernilai 1 pada subnet mask menandai bagian jaringan, sedangkan posisi bit yang bernilai 0 menandai bagian perangkat. Konsep ini dibakukan dalam RFC 950 pada Agustus 1985, dokumen yang pertama kali menjelaskan cara memecah satu jaringan menjadi beberapa jaringan kecil.

Bayangkan tiket bioskop bertuliskan S3-F-12. Petugas tahu bahwa S3 adalah nomor studio, F adalah baris, dan 12 adalah kursi, karena format tiket itu sudah disepakati. Alamat IP tidak punya format tetap seperti itu. Subnet mask berperan sebagai keterangan format yang disertakan bersama alamatnya, sehingga setiap perangkat tahu sampai digit mana yang merupakan "nama studio".

Membaca 255.255.255.0 dalam Angka Biner

Subnet mask baru terasa masuk akal saat ditulis dalam angka biner. Setiap angka desimal di antara titik mewakili 8 bit, yang disebut satu oktet. Angka 255 adalah nilai terbesar yang bisa ditampung 8 bit, yaitu 11111111. Angka 0 berarti kedelapan bitnya bernilai 00000000.

Jadi, contoh subnet mask yang paling umum, 255.255.255.0, dalam biner berbunyi:

TEXT
11111111.11111111.11111111.00000000

Ada 24 bit bernilai 1 di depan, lalu 8 bit bernilai 0 di belakang. Artinya, 24 bit pertama alamat IP adalah bagian jaringan dan 8 bit terakhir adalah bagian perangkat. Pada alamat 192.168.1.20, bagian jaringannya 192.168.1 dan bagian perangkatnya 20.

Subnet mask 255.255.255.0 dalam biner: 24 bit pertama alamat 192.168.1.20 bagian jaringan, 8 bit sisanya bagian perangkat.
Subnet mask 255.255.255.0 dalam biner: 24 bit pertama alamat 192.168.1.20 bagian jaringan, 8 bit sisanya bagian perangkat.

Ada satu aturan yang membuat subnet mask mudah dikenali: bit 1 harus bersambung dari kiri tanpa terputus, lalu diikuti bit 0 sampai habis. RFC 950 semula hanya menganjurkan susunan ini, tetapi RFC 4632 yang berlaku sekarang mewajibkannya. Mask seperti 11111111.00000000.11111111.00000000 tidak sah, meskipun secara matematis bisa ditulis.

Konsekuensi aturan tersebut jarang disadari pemula. Setiap oktet subnet mask hanya bisa bernilai salah satu dari sembilan angka berikut:

BinerDesimal
000000000
10000000128
11000000192
11100000224
11110000240
11111000248
11111100252
11111110254
11111111255

Dengan daftar ini, Anda bisa langsung menolak subnet mask yang keliru. Angka 255.255.255.100 misalnya, tidak mungkin menjadi subnet mask karena 100 tidak ada di tabel. Angka 255.255.0.255 juga tidak sah, karena setelah oktet bernilai 0 tidak boleh muncul bit 1 lagi.

Cara Perangkat Memakai Subnet Mask Setiap Kali Mengirim Data

Subnet mask bukan sekadar keterangan di halaman pengaturan. Perangkat memakainya secara aktif setiap kali akan mengirim paket, untuk menjawab satu pertanyaan: apakah tujuan ini tetangga saya, atau berada di jaringan lain?

Untuk menjawabnya, perangkat melakukan operasi AND (perbandingan bit yang hanya menghasilkan 1 jika kedua bitnya 1). Alamat IP dikalikan bit demi bit dengan subnet mask. Bit alamat di posisi mask bernilai 1 dipertahankan, sedangkan bit di posisi mask bernilai 0 dibuat nol. Hasilnya adalah alamat jaringan.

Perangkat melakukan operasi ini dua kali, sekali untuk alamatnya sendiri dan sekali untuk alamat tujuan. Misalkan laptop Anda beralamat 192.168.1.20 dengan subnet mask 255.255.255.0:

  1. Tujuan 192.168.1.50 (printer): alamat jaringan laptop 192.168.1.0, alamat jaringan printer juga 192.168.1.0. Keduanya sama, jadi printer dianggap tetangga. Laptop mencari alamat fisik printer lewat MAC address, lalu mengirim data langsung tanpa perantara.
  2. Tujuan 8.8.8.8 (server DNS Google): alamat jaringan tujuan menjadi 8.8.8.0, berbeda dengan 192.168.1.0. Laptop tidak mencoba menjangkaunya sendiri. Paket diserahkan ke default gateway, biasanya router, yang kemudian meneruskannya ke luar.

Keputusan sederhana inilah yang diambil perangkat untuk setiap paket yang dikirimnya. Semua perangkat yang hasil operasi AND-nya sama dianggap berada dalam satu segmen jaringan lokal, dan bisa saling menghubungi tanpa melewati router.

Subnet mask memutuskan jalur: 192.168.1.50 satu jaringan dikirim langsung, 8.8.8.8 beda jaringan lewat gateway.
Subnet mask memutuskan jalur: 192.168.1.50 satu jaringan dikirim langsung, 8.8.8.8 beda jaringan lewat gateway.

Contoh yang sama berlaku untuk mask yang tidak bulat. Dokumentasi Cisco memakai alamat 172.16.17.30 dengan mask 255.255.240.0. Oktet ketiga, 17, dalam biner 00010001, dan oktet mask ketiga, 240, bernilai 11110000. Hasil AND-nya 00010000 atau 16, sehingga alamat jaringannya 172.16.16.0.

Fungsi Subnet Mask dalam Jaringan

Dari cara kerja di atas, fungsi subnet mask bisa dirangkum menjadi lima peran berikut:

  1. Memisahkan bagian jaringan dan bagian perangkat: Tanpa subnet mask, alamat IP hanyalah deretan angka tanpa struktur. Mask memberi struktur itu, sehingga alamat bisa dibaca dan dikelompokkan.
  2. Menentukan jalur pengiriman: Subnet mask digunakan untuk memutuskan apakah paket dikirim langsung ke tujuan atau diserahkan ke router. Keputusan ini terjadi di setiap perangkat, bukan hanya di router.
  3. Membatasi jangkauan broadcast: Pesan broadcast (pesan yang ditujukan ke semua perangkat sekaligus) hanya menyebar di dalam satu subnet. Jaringan yang dibagi kecil membuat pesan semacam ini tidak membanjiri seluruh gedung.
  4. Memungkinkan pembagian jaringan: Satu blok alamat bisa dipecah menjadi beberapa jaringan kecil, misalnya satu untuk staf, satu untuk tamu, dan satu untuk kamera CCTV. Proses pemecahan inilah yang disebut subnetting.
  5. Menjadi dasar aturan routing dan keamanan: Router dan firewall menulis aturan berdasarkan blok alamat, bukan alamat satu per satu. Aturan "izinkan 192.168.10.0/24" jauh lebih ringkas daripada menulis 254 alamat terpisah.

Notasi Prefix: Arti /24, /27, dan /30

Menulis 255.255.255.0 setiap kali terasa panjang. Karena bit 1 selalu bersambung dari kiri, subnet mask sebenarnya cukup diwakili oleh satu angka: berapa banyak bit 1 yang ada. Cara penulisan ini disebut notasi prefix atau notasi CIDR (Classless Inter-Domain Routing), yang diperkenalkan lewat RFC 1519 pada September 1993.

Subnet mask /24 berarti 24 bit pertama bernilai 1, sama persis dengan 255.255.255.0. Alamat 192.168.1.20/24 menyatakan dua hal sekaligus: alamat perangkatnya 192.168.1.20 dan mask-nya 24 bit. Dengan cara yang sama, /27 berarti 27 bit bernilai 1 atau 255.255.255.224, sedangkan /30 berarti 255.255.255.252.

Notasi prefix kini menjadi bahasa standar di banyak tempat. Perintah ip addr di Linux, panel pengaturan VPS dan layanan cloud, serta hampir semua dokumentasi jaringan modern menulis subnet mask dalam bentuk ini. Bentuk desimal bertitik masih bertahan terutama di Windows dan halaman pengaturan router rumahan. Kedua bentuk itu setara; yang berbeda hanya cara menulisnya.

Tabel Subnet Mask Lengkap dari /8 sampai /32

Tabel subnet mask berikut memuat semua prefix yang lazim dipakai, beserta jumlah host terpakai, yaitu alamat yang bisa diberikan ke perangkat:

PrefixSubnet maskHost terpakai
/8255.0.0.016.777.214
/9255.128.0.08.388.606
/10255.192.0.04.194.302
/11255.224.0.02.097.150
/12255.240.0.01.048.574
/13255.248.0.0524.286
/14255.252.0.0262.142
/15255.254.0.0131.070
/16255.255.0.065.534
/17255.255.128.032.766
/18255.255.192.016.382
/19255.255.224.08.190
/20255.255.240.04.094
/21255.255.248.02.046
/22255.255.252.01.022
/23255.255.254.0510
/24255.255.255.0254
/25255.255.255.128126
/26255.255.255.19262
/27255.255.255.22430
/28255.255.255.24014
/29255.255.255.2486
/30255.255.255.2522
/31255.255.255.2542
/32255.255.255.2551

Jumlah alamat di setiap blok sebenarnya dua lebih banyak dari angka host, kecuali pada dua baris terakhir. Kedua alamat itu dicadangkan. Alamat pertama menjadi alamat jaringan (nama blok itu sendiri), dan alamat terakhir menjadi alamat broadcast. Keduanya tidak boleh dipasang di perangkat.

Pola tabelnya mudah diingat. Setiap kali prefix naik satu, jumlah alamat berkurang separuh. Prefix /24 berisi 256 alamat, /25 berisi 128, /26 berisi 64, dan seterusnya. Selama Anda hafal satu baris, baris lain bisa diturunkan dengan membagi atau mengalikan dua.

Tabel subnet mask /24 sampai /30: 255.255.255.0 menampung 254 host, hingga 255.255.255.252 yang hanya 2 host.
Tabel subnet mask /24 sampai /30: 255.255.255.0 menampung 254 host, hingga 255.255.255.252 yang hanya 2 host.

Dua baris terakhir adalah pengecualian dari rumus "dikurangi dua". Prefix /31 berisi dua alamat, dan keduanya bisa dipakai. RFC 3021 (Desember 2000) mengizinkannya khusus untuk sambungan titik-ke-titik antara dua router, karena sambungan semacam itu memang hanya punya dua ujung dan tidak butuh broadcast. Prefix /32 menunjuk tepat satu alamat, dan dipakai untuk loopback (alamat yang menunjuk ke perangkat itu sendiri) atau aturan firewall yang menyasar satu server.

Subnet Mask Default Kelas A, B, dan C

Materi jaringan di sekolah dan soal ujian masih sering menanyakan subnet mask default per kelas IP. Sistem kelas membagi alamat IPv4 berdasarkan angka pertamanya, dan setiap kelas punya mask bawaan:

KelasAngka pertamaSubnet mask defaultPrefix
A1–126255.0.0.0/8
B128–191255.255.0.0/16
C192–223255.255.255.0/24

Pembahasan rentang kelas beserta kelas D dan E sudah kami uraikan di artikel IP address. Untuk urusan subnet mask, yang perlu diingat adalah pasangan di tabel atas. Subnet mask default untuk kelas C adalah 255.255.255.0, dan itulah sebabnya jaringan rumah dengan alamat 192.168.x.x hampir selalu memakai mask tersebut.

Perlu dicatat, sistem kelas sudah tidak dipakai untuk pembagian alamat di internet sejak CIDR diperkenalkan pada 1993. Sekarang sebuah alamat berawalan 192 boleh saja memakai /26 atau /20, tergantung kebutuhan. Mask default hanya menjadi titik awal ketika tidak ada keterangan lain.

Cara Menghitung Subnet Mask

Cara menghitung subnet mask paling mudah dimulai dari pertanyaan praktis: berapa banyak perangkat yang harus ditampung? Kita pakai contoh kantor kecil dengan 50 perangkat.

Langkah #1: Tentukan jumlah perangkat yang harus ditampung

Hitung semua perangkat yang butuh alamat IP, lalu tambahkan ruang tumbuh. Router juga memakai satu alamat di jaringan itu, jadi ikut dihitung. Dalam contoh ini kita pakai angka 50.

Langkah #2: Cari pangkat dua terkecil yang cukup

Jumlah alamat di setiap blok selalu berupa pangkat dua. Tambahkan dua alamat cadangan (jaringan dan broadcast) ke kebutuhan Anda, lalu cari pangkat dua terkecil yang menampungnya. Kebutuhan 50 + 2 = 52 alamat. Pangkat dua di sekitarnya adalah 2⁵ = 32 (kurang) dan 2⁶ = 64 (cukup). Jadi kita butuh 6 bit untuk bagian perangkat, yang menyediakan 64 − 2 = 62 host terpakai.

Langkah #3: Ubah jumlah bit host menjadi prefix dan subnet mask

Alamat IPv4 punya 32 bit. Kalau 6 bit dipakai untuk perangkat, sisanya 32 − 6 = 26 bit untuk jaringan, sehingga prefixnya /26. Oktet terakhir mask berisi 2 bit bernilai 1 dan 6 bit bernilai 0, yaitu 11000000 atau 192. Subnet mask lengkapnya 255.255.255.192, sesuai baris /26 di tabel sebelumnya.

Langkah #4: Hitung alamat jaringan, broadcast, dan rentang host

Misalkan salah satu laptop di kantor tersebut beralamat 192.168.10.77/26. Untuk mencari batas jaringannya, hitung dulu ukuran blok: 256 − 192 = 64. Blok-blok /26 selalu dimulai di kelipatan 64 pada oktet terakhir, yaitu 0, 64, 128, dan 192.

Angka 77 berada di antara 64 dan 127, sehingga laptop itu berada di blok yang dimulai dari 64. Hasil lengkapnya:

  • Alamat jaringan: 192.168.10.64
  • Rentang host: 192.168.10.65 sampai 192.168.10.126
  • Alamat broadcast: 192.168.10.127
Cara menghitung subnet mask /26: blok 192.168.10.64 berisi alamat jaringan .64, host .65 sampai .126, dan broadcast .127.
Cara menghitung subnet mask /26: blok 192.168.10.64 berisi alamat jaringan .64, host .65 sampai .126, dan broadcast .127.

Perangkat dengan alamat 192.168.10.130 tidak lagi dianggap tetangga oleh laptop tadi, meskipun tiga angka depannya sama. Ia berada di blok berikutnya, dan komunikasi ke sana harus melewati router.

Untuk memeriksa hitungan manual, masukkan alamat dan prefix yang sama ke kalkulator subnet (subnet calculator) daring. Hasilnya harus identik: jaringan .64, broadcast .127, dan 62 host. Kalau berbeda, biasanya ukuran blok salah dihitung di awal.

Kalau kantor tersebut diperkirakan tumbuh menjadi 70 perangkat dalam setahun, /26 tidak lagi cukup. Pilih /25 yang menampung 126 host sejak awal. Mengganti mask di kemudian hari berarti mengubah pengaturan setiap perangkat yang diisi manual. Karena itu, sisakan ruang sekitar 30–50% di atas kebutuhan saat ini.

Hubungan Subnet Mask dengan Subnetting

Subnet mask dan subnetting sering disebut bersamaan, tetapi keduanya berbeda. Subnetting adalah proses memecah satu blok alamat menjadi beberapa blok yang lebih kecil. Subnet mask adalah alat yang membuat hasil pemecahan itu bisa dibaca oleh setiap perangkat.

Caranya dengan "meminjam" bit dari bagian perangkat untuk dijadikan bagian jaringan. Blok 192.168.10.0/24 yang berisi 256 alamat bisa dipecah menjadi empat blok /26. Dua bit tambahan yang dipinjam menghasilkan 2² = 4 kombinasi, masing-masing berisi 64 alamat. Keempat blok itu adalah .0, .64, .128, dan .192, persis seperti yang kita hitung di langkah sebelumnya.

Subnetting yang lebih lanjut, termasuk memakai ukuran blok berbeda-beda dalam satu jaringan, membutuhkan pembahasan tersendiri. Untuk memahami artikel ini, cukup pegang satu hal: setiap kali jaringan dipecah, yang berubah adalah subnet mask-nya.

Cara Melihat Subnet Mask di Windows, macOS, Linux, dan Android

Setiap sistem operasi menampilkan subnet mask dengan format berbeda. Karena itu, yang lebih penting daripada letak menunya adalah cara membaca keluarannya. Langkah menemukan menu jaringan di tiap sistem sudah kami uraikan di artikel gateway.

Di Windows, buka Command Prompt lalu jalankan:

Bash
ipconfig

Windows menampilkan subnet mask dalam format desimal bertitik, misalnya Subnet Mask . . . : 255.255.255.0. Format ini paling mudah dibaca karena sama dengan yang tertulis di halaman pengaturan router.

Di Linux, perintah modern untuk melihat alamat adalah:

Bash
ip addr

Linux tidak menampilkan baris subnet mask terpisah. Mask ditempelkan langsung di belakang alamat dalam notasi prefix, misalnya inet 192.168.1.20/24. Angka /24 itulah subnet mask-nya.

Di macOS, jalankan perintah berikut di Terminal:

Bash
ifconfig en0

Hasilnya memuat baris seperti netmask 0xffffff00, yaitu subnet mask dalam format heksadesimal. Pecah angka di belakang 0x menjadi empat pasang: ff ff ff 00. Setiap ff bernilai 255 dan 00 bernilai 0, jadi 0xffffff00 sama dengan 255.255.255.0 atau /24.

Cara melihat subnet mask: Windows menulis 255.255.255.0, Linux /24, dan macOS 0xffffff00, ketiganya mask yang sama.
Cara melihat subnet mask: Windows menulis 255.255.255.0, Linux /24, dan macOS 0xffffff00, ketiganya mask yang sama.

Di Android, subnet mask WiFi bisa dilihat di detail jaringan yang sedang tersambung, walaupun letak menunya berbeda antar merek. Saat Anda mengisi IP statis secara manual, Android meminta panjang prefix jaringan (network prefix length), bukan subnet mask desimal. Isi dengan angka prefixnya, misalnya 24.

Gejala Subnet Mask yang Salah dan Cara Menelusurinya

Subnet mask yang keliru jarang membuat jaringan mati total. Gejalanya justru membingungkan, karena sebagian koneksi tetap berjalan normal.

Mask terlalu sempit terjadi ketika prefix diisi lebih besar dari seharusnya. Misalnya, jaringan kantor memakai /24 dengan router di 192.168.1.1, tetapi satu komputer diisi 192.168.1.200 dengan mask 255.255.255.128 (/25). Komputer itu menganggap jaringannya hanya 192.168.1.128 sampai 192.168.1.255. Router di .1 berada di luar rentang tersebut, sehingga komputer tidak bisa menyerahkan paket ke gateway. Hasilnya, internet mati padahal WiFi atau kabel tersambung normal.

Subnet mask salah: komputer 192.168.1.200/25 menganggap router 192.168.1.1 di luar jaringannya sehingga internet terputus.
Subnet mask salah: komputer 192.168.1.200/25 menganggap router 192.168.1.1 di luar jaringannya sehingga internet terputus.

Variasi lain dari mask terlalu sempit adalah komunikasi yang tidak menentu. Perangkat A (/24) mengirim langsung ke B, tetapi B (/25) menganggap A berada di jaringan lain dan mengirim balasannya memutar lewat router. Sebagian router meneruskan balasan itu, sebagian lagi membuangnya. Dari sisi pengguna, gejalanya terasa acak: kadang berhasil, kadang tidak.

Mask terlalu lebar terjadi ketika prefix diisi lebih kecil dari seharusnya, misalnya 255.255.0.0 pada jaringan yang semestinya /24. Perangkat menganggap semua alamat 192.168.x.x sebagai tetangga. Saat Anda mencoba membuka server di 192.168.2.10, yang sebenarnya berada di jaringan lain, perangkat mencarinya langsung di jaringan lokal alih-alih menyerahkannya ke router. Internet tetap berjalan, tetapi server di jaringan sebelah tidak pernah terjangkau.

Untuk menelusurinya, bandingkan subnet mask di perangkat yang bermasalah dengan perangkat lain yang berjalan normal di jaringan yang sama. Keduanya harus identik. Uji juga koneksi ke gateway dengan ping. Kalau perangkat memakai DHCP, jalankan ipconfig /renew di Windows supaya mask diambil ulang dari router. Kalau diisi manual, samakan mask dengan yang tertulis di halaman pengaturan router.

Kelemahan dan Hal yang Perlu Anda Pertimbangkan

Subnet mask memberi struktur pada alamat IP, tetapi ada beberapa konsekuensi yang perlu Anda pahami sebelum membagi jaringan:

  1. Setiap blok mengorbankan dua alamat: Alamat jaringan dan broadcast tidak bisa dipakai perangkat. Pada blok /24 kehilangan ini hanya 2 dari 256 alamat, tetapi pada blok /30 separuh alamat hilang. Makin kecil pecahannya, makin besar porsi yang terbuang.
  2. Blok yang terlalu kecil sulit dibesarkan: Memperbesar /26 menjadi /25 membutuhkan blok tetangganya masih kosong. Kalau sudah terpakai, Anda harus pindah ke rentang alamat baru dan mengubah pengaturan semua perangkat yang diisi manual.
  3. Layanan cloud mencadangkan lebih banyak alamat: Amazon VPC mencadangkan lima alamat di setiap subnet, bukan dua. Blok /24 di sana hanya menyisakan 251 alamat untuk server, dan ukuran subnet dibatasi antara /16 sampai /28.
  4. Subnet mask bukan fitur keamanan: Memisahkan tamu dan staf ke subnet berbeda tidak otomatis mencegah keduanya saling mengakses. Router tetap meneruskan paket antar-subnet kecuali ada aturan firewall atau pemisahan VLAN yang secara tegas melarangnya.
  5. IPv6 tidak memakai subnet mask bertitik: Alamat IPv6 hanya memakai notasi prefix, dan jaringan lokal secara standar memakai /64 sebagaimana dijelaskan RFC 7421. Kebiasaan menghitung host secara ketat, seperti di IPv4, praktis tidak relevan lagi di sana karena satu /64 berisi lebih dari 18 kuintiliun alamat.

Pertanyaan Seputar Subnet Mask

Subnet mask ada berapa?

Secara teknis ada 33 subnet mask IPv4 yang sah, dari /0 (0.0.0.0) sampai /32 (255.255.255.255). Jumlahnya terbatas karena bit 1 harus bersambung dari kiri. Dalam praktik sehari-hari, yang paling sering Anda temui berada di rentang /8 sampai /30.

Apa arti subnet mask 255.255.255.0?

Artinya 24 bit pertama alamat IP adalah bagian jaringan. Semua perangkat yang tiga angka depan alamatnya sama, misalnya 192.168.1.1 sampai 192.168.1.254, berada dalam satu jaringan dan bisa saling menghubungi langsung. Satu jaringan dengan mask ini menampung 254 perangkat.

255.255.255.0 termasuk kelas apa?

Subnet mask sendiri tidak punya kelas. Namun 255.255.255.0 adalah subnet mask default untuk alamat kelas C, yaitu alamat dengan angka pertama 192 sampai 223. Dalam notasi prefix, mask ini ditulis /24 dan menampung 254 perangkat.

255.255.254.0 itu prefix berapa?

Oktet ketiga, 254, dalam biner adalah 11111110, yang berisi tujuh bit bernilai 1. Ditambah 16 bit dari dua oktet pertama, totalnya 23 bit. Jadi 255.255.254.0 sama dengan /23, yang berisi 512 alamat dan 510 host terpakai.

Subnet mask apa yang bisa dipakai IP kelas B?

Subnet mask default kelas B adalah 255.255.0.0 atau /16. Setelah jaringan dipecah, alamat kelas B boleh memakai mask yang lebih panjang, dari 255.255.128.0 (/17) sampai 255.255.255.252 (/30), misalnya 255.255.255.0. Pada soal pilihan ganda, pilih mask yang dua oktet pertamanya 255 dan nilainya ada di daftar sembilan angka yang sah.

Berapa subnet mask WiFi rumah atau IndiHome?

Router dan ONT bawaan penyedia internet rumahan, termasuk IndiHome, umumnya memakai alamat 192.168.1.x atau 192.168.100.x dengan subnet mask 255.255.255.0. Untuk memastikan, jalankan ipconfig di laptop yang tersambung ke WiFi tersebut dan lihat baris subnet mask-nya.

Apa beda subnet mask dan default gateway?

Subnet mask adalah aturan untuk menentukan siapa tetangga dan siapa bukan. Default gateway adalah alamat router yang dituju ketika tujuan ternyata bukan tetangga. Subnet mask yang memutuskan, gateway yang menjadi jalur keluarnya.

Apakah IPv6 punya subnet mask?

Tidak dalam bentuk desimal bertitik. IPv6 memakai panjang prefix saja, misalnya 2001:db8:1::/64. Fungsinya sama dengan subnet mask IPv4, yaitu memisahkan bagian jaringan dan bagian perangkat, tetapi cara penulisannya selalu dengan garis miring.

Kesimpulan

Subnet mask adalah pasangan tak terpisahkan dari alamat IP. Ia menandai batas antara bagian jaringan dan bagian perangkat, dan dipakai setiap perangkat untuk memutuskan apakah paket dikirim langsung ke tetangga atau diserahkan ke router. Notasi prefix seperti /24 hanyalah cara ringkas menulis hal yang sama dengan 255.255.255.0.

Untuk menghitungnya, mulailah dari jumlah perangkat, tambahkan dua alamat cadangan, lalu cari pangkat dua terkecil yang cukup. Ingat pengecualiannya: /31 dan /32 tidak mengikuti rumus dikurangi dua, dan layanan cloud bisa mencadangkan lebih banyak alamat. Kalau jaringan terasa aneh, dengan internet berjalan tetapi perangkat tetangga tidak terjangkau, periksa subnet mask sebelum mencurigai hal lain.

Semoga artikel ini membantu.