Tombol Back adalah salah satu tombol yang paling sering ditekan di browser. Biasanya ia bekerja tanpa terasa: halaman sebelumnya muncul lagi dalam sekejap, seolah tidak pernah ditinggalkan.

Keadaannya berbeda setelah Anda mengisi formulir, misalnya checkout belanja, login, atau pendaftaran. Menekan Back ke halaman hasil formulir itu kadang tidak memunculkan halaman apa pun. Yang tampil justru layar abu-abu bertuliskan "Konfirmasikan Pengiriman Ulang Formulir", dengan kode ERR_CACHE_MISS di bagian bawahnya.

Artikel ini membahas arti ERR_CACHE_MISS dan pemicu yang sudah kami buktikan lewat pengujian di Google Chrome. Cara mengatasinya kami bagi ke tiga sisi: pengguna, pemilik website, dan pengembang aplikasi Android.

ERR_CACHE_MISS Artinya Chrome Tidak Menemukan Salinan Halaman

ERR_CACHE_MISS artinya browser diminta menampilkan sebuah halaman hanya dari cache, tetapi salinan halaman tersebut tidak ada di sana. Karena dilarang mengambilnya ulang dari internet, browser berhenti dan menampilkan error. Istilah cache miss sendiri berarti data yang dicari tidak ditemukan di tempat penyimpanan sementara. Konsep dasarnya kami bahas di artikel cache adalah.

Kata kuncinya ada pada "hanya dari cache". Pada kunjungan biasa, cache yang kosong bukan masalah. Browser cukup mengunduh halamannya dari server, dan Anda bahkan tidak menyadari ada salinan yang hilang. ERR_CACHE_MISS baru muncul ketika jalan ke server sengaja ditutup untuk sebuah permintaan.

Di dalam kode sumber Chromium, error ini bernama CACHE_MISS dengan nomor −400. Nomor dengan awalan −400 dipakai untuk keluarga error cache, misalnya −401 untuk kegagalan membaca cache disk. Jadi ERR_CACHE_MISS bukan kode status HTTP seperti 404 atau 500. Server tidak pernah mengirimkannya, karena dalam banyak kasus server bahkan tidak dihubungi sama sekali.

Di tab Console alat pengembang, error yang sama tercatat sebagai net::ERR_CACHE_MISS. Awalan net:: hanyalah cara Chromium menamai error jaringannya, bukan penanda versi HP atau versi desktop. Kode yang sama tampil di Google Chrome, Microsoft Edge, Opera, dan Brave, karena keempat browser tersebut dibangun di atas Chromium.

Dua Layar Berbeda dengan Kode yang Sama

Chrome memakai dua tampilan berbeda untuk ERR_CACHE_MISS, tergantung jenis halaman yang gagal dimuat. Membedakan keduanya penting, karena jalan keluarnya tidak sama.

Layar pertama, dan yang paling sering Anda temui, muncul pada halaman hasil pengiriman formulir. Judulnya "Konfirmasikan Pengiriman Ulang Formulir" (Confirm Form Resubmission pada Chrome berbahasa Inggris). Di bawahnya tertulis bahwa halaman web ini membutuhkan data yang Anda masukkan sebelumnya agar dapat ditampilkan dengan benar. Chrome juga memperingatkan bahwa mengirim data itu lagi akan mengulangi tindakan apa pun yang sebelumnya dilakukan halaman tersebut.

Layar ini sengaja tidak menyediakan tombol. Chrome hanya memberi saran tertulis agar Anda menekan tombol muat ulang untuk mengirimkan lagi data yang dibutuhkan. Keputusan mengirim ulang diserahkan sepenuhnya kepada Anda.

Layar ERR_CACHE_MISS di Chrome: Konfirmasikan Pengiriman Ulang Formulir, tanpa tombol, hanya saran menekan muat ulang.
Layar ERR_CACHE_MISS di Chrome: Konfirmasikan Pengiriman Ulang Formulir, tanpa tombol, hanya saran menekan muat ulang.

Layar kedua muncul pada halaman biasa yang bukan hasil formulir. Judulnya "Situs ini tidak dapat dimuat dari cache", dengan keterangan bahwa salinan tersimpan (dalam cache) situs ini tidak dapat dibaca. Berbeda dengan layar pertama, layar ini menyediakan tombol Muat ulang. Tampilan kedua jauh lebih jarang muncul di Chrome desktop, dan lebih sering ditemui di dalam aplikasi Android.

Kenapa Chrome Tidak Mau Mengirim Ulang Formulir Diam-Diam

Jawabannya ada pada perbedaan dua jenis permintaan yang dikirim browser. Saat Anda membuka halaman atau mengeklik tautan, browser mengirim permintaan bermetode GET yang sekadar meminta isi. Saat Anda menekan tombol kirim pada formulir, yang dikirim umumnya permintaan POST beserta data isian Anda.

Bedanya mirip meminta brosur dan menyerahkan formulir pesanan di loket. Meminta brosur dua kali tidak menimbulkan akibat apa pun. Menyerahkan formulir pesanan dua kali bisa berarti dua pesanan, dua tagihan, atau dua komentar yang sama. Karena itu, permintaan POST dianggap tidak aman untuk diulang tanpa sepengetahuan pengguna.

Chrome menerapkan prinsip tersebut secara tegas. Ketika Anda menekan Back atau Forward menuju halaman hasil POST, Chrome memberi permintaan itu dua aturan. Ambil hanya dari cache, dan jangan periksa ulang ke server. Aturan yang sama berlaku saat tab dipulihkan setelah Chrome dibuka kembali. Kalau salinan halaman ada di cache, halaman itu langsung tampil. Kalau tidak ada, hasilnya ERR_CACHE_MISS.

ERR_CACHE_MISS saat Back: Chrome hanya membaca cache, halaman tampil bila salinan ada, error bila halaman dikirim no-store.
ERR_CACHE_MISS saat Back: Chrome hanya membaca cache, halaman tampil bila salinan ada, error bila halaman dikirim no-store.

Pengujian kami di Chrome 153 memperlihatkan hal ini dengan jelas. Setelah layar konfirmasi muncul, log server kami tidak mencatat satu pun permintaan POST kedua. Chrome benar-benar menahan data Anda sampai Anda sendiri yang memutuskan.

Penyebab ERR_CACHE_MISS: Header yang Melarang Chrome Menyimpan Halaman

Kalau Chrome selalu mencari salinan di cache, pertanyaannya menjadi: kenapa salinan itu bisa tidak ada? Penyebab terbesarnya ternyata datang dari server website, bukan dari komputer Anda.

Setiap jawaban server membawa header (keterangan tambahan yang tidak terlihat di halaman), termasuk header Cache-Control yang mengatur boleh tidaknya jawaban itu disimpan. Kami menguji delapan variasi header pada halaman hasil formulir di Chrome 153, dengan alur yang sama: kirim formulir, buka halaman lain, lalu tekan Back.

Header pada halaman hasil formulirHasil saat tombol Back ditekan
Tanpa header Cache-ControlHalaman tampil dari cache
private, max-age=600Halaman tampil dari cache
no-cacheHalaman tampil dari cache
max-age=0, must-revalidateHalaman tampil dari cache
no-storeERR_CACHE_MISS
Sesi PHP bawaan (no-store, no-cache, must-revalidate)ERR_CACHE_MISS
Sesi PHP dengan private_no_expireHalaman tampil dari cache
PRG: dialihkan 303 ke halaman GETHalaman tampil normal

Pemicunya satu: direktif no-store, yang melarang browser menyimpan salinan halaman sama sekali. Direktif no-cache justru tidak memicunya, walaupun namanya terdengar lebih galak. no-cache masih mengizinkan penyimpanan dan hanya meminta pemeriksaan ulang, sedangkan pemeriksaan ulang itulah yang dilewati Chrome saat Anda menekan Back.

Header no-store sering terpasang tanpa disadari pemilik website. Dua sumber paling umum:

  1. Sesi PHP: setiap halaman yang memanggil session_start() otomatis mengirim Cache-Control: no-store, no-cache, must-revalidate. Ini perilaku bawaan PHP, karena nilai standar session.cache_limiter adalah nocache. Halaman login, keranjang belanja, dan panel anggota hampir selalu memakai sesi.
  2. WordPress 6.8 ke atas: fungsi nocache_headers() kini selalu menyertakan no-store dan private untuk semua pengunjung. Sebelumnya, sejak versi 6.3, kedua direktif itu hanya dikirim kepada pengguna yang sedang login.

Selain header dari server, ada tiga pemicu lain yang lebih jarang:

  • Tab yang dipulihkan: Chrome membuka ulang tab berisi halaman hasil formulir setelah browser ditutup, sementara salinannya sudah tidak ada.
  • Cache yang sudah dibersihkan: salinan halaman terhapus di antara kunjungan, baik karena Anda menghapus data browsing maupun karena ruang cache penuh.
  • Aplikasi Android tanpa izin internet: aplikasi yang memuat halaman web di dalamnya dipaksa membaca cache saja. Pembahasannya ada di section khusus Android di bawah.

ERR_CACHE_MISS berbeda dengan ERR_FAILED, walaupun keduanya sering disebut bersamaan. ERR_FAILED (kode −2) adalah kegagalan umum yang penyebabnya tidak dapat dipersempit, sedangkan ERR_CACHE_MISS selalu menyangkut salinan yang dicari di cache.

Cara Mengatasi ERR_CACHE_MISS di Chrome

Langkah yang tepat tergantung layar yang Anda lihat. Untuk layar "Konfirmasikan Pengiriman Ulang Formulir", mulailah dari langkah pertama. Untuk layar "Situs ini tidak dapat dimuat dari cache", Anda bisa langsung ke langkah keempat.

Langkah #1: Pastikan apakah aman mengirim ulang

Sebelum menekan apa pun, ingat kembali formulir apa yang tadi Anda kirim. Formulir pencarian atau filter produk aman dikirim ulang. Formulir pembayaran, pemesanan, atau transfer tidak.

Untuk transaksi, periksa dulu email konfirmasi atau halaman riwayat pesanan di website tersebut. Kalau transaksinya sudah tercatat, jangan kirim ulang. Tutup saja layar error itu dan lanjutkan dari halaman riwayat pesanan.

Langkah #2: Muat ulang dan konfirmasikan

Kalau pengiriman ulang memang diinginkan, tekan tombol muat ulang di sebelah address bar atau tekan F5 (Cmd+R di Mac). Chrome akan menampilkan kotak dialog "Konfirmasikan Pengiriman Ulang Formulir" yang menanyakan apakah Anda ingin melanjutkan. Pilih Lanjutkan, dan data formulir dikirim lagi ke server.

Langkah #3: Buka halaman lewat address bar

Kalau Anda hanya ingin melihat halamannya tanpa mengirim data lagi, klik address bar lalu tekan Enter. Cara ini meminta halaman dengan metode GET, sehingga data formulir tidak ikut terkirim.

Perlu diperhatikan, alamat yang dibuka dengan cara ini tidak selalu menghasilkan halaman yang sama. Dalam pengujian kami, alamat tujuan formulir yang dibuka lewat address bar menampilkan isi berbeda, karena server memperlakukan GET dan POST secara terpisah. Hasilnya bisa berupa formulir kosong atau halaman error dari website. Untuk kasus seperti itu, navigasi lewat menu website biasanya lebih cepat.

Langkah #4: Lakukan hard refresh di Chrome

Hard refresh adalah memuat ulang halaman sambil mengabaikan salinan yang tersimpan di cache. Langkah ini cocok untuk layar "Situs ini tidak dapat dimuat dari cache", karena browser dipaksa mengambil versi baru dari server.

Hard refresh Chrome dilakukan dengan menekan Ctrl+Shift+R atau Ctrl+F5 di Windows dan Linux, atau Cmd+Shift+R di Mac. Pada halaman hasil formulir, hard refresh tetap memunculkan dialog konfirmasi seperti di langkah kedua, karena Chrome tetap harus mengirim data formulir.

Langkah #5: Bersihkan data satu situs, lalu uji dengan mode Incognito

Kalau layar cache muncul terus pada website yang sama, hapus data situs itu saja. Klik ikon di sebelah kiri alamat, pilih setelan situs, lalu hapus datanya. Cara ini tidak menyentuh website lain. Panduan menghapus seluruh cache ada di artikel cara menghapus cache dan cookie pada browser, tetapi untuk ERR_CACHE_MISS langkah itu jarang diperlukan.

Kalau error masih bertahan, buka halaman yang sama di jendela Incognito. Sebagian besar ekstensi tidak berjalan di jendela ini. Bila halaman tampil normal di Incognito, matikan ekstensi satu per satu di jendela biasa untuk menemukan pelakunya.

ERR_CACHE_MISS di HP Android dan Aplikasi

Di Chrome untuk Android, ERR_CACHE_MISS bekerja persis seperti di komputer. Layarnya sama, dan jalan keluarnya pun sama. Untuk memuat ulang, tarik halaman ke bawah atau ketuk ikon muat ulang di menu titik tiga, lalu pilih Lanjutkan pada kotak konfirmasi.

Kasus yang berbeda muncul di dalam aplikasi. Banyak aplikasi Android menampilkan halaman web lewat komponen bernama WebView (mesin browser Chromium yang ditanam di dalam aplikasi). Keluhan "err_cache_miss android" umumnya berasal dari sini, dan penyebabnya biasanya ada di aplikasi, bukan di HP Anda.

Kode sumber WebView menunjukkan penyebab utamanya. Saat dibuat, WebView memeriksa apakah aplikasi punya izin android.permission.INTERNET. Kalau izin itu tidak ada, WebView memblokir seluruh akses jaringan dan hanya mengizinkan pembacaan dari cache. Akibatnya setiap alamat yang belum pernah tersimpan berakhir dengan net::ERR_CACHE_MISS.

Penyebab kedua adalah setelan cache WebView. Mode LOAD_CACHE_ONLY memberi aturan yang sama persis: baca cache, jangan pernah ke jaringan.

ERR_CACHE_MISS di aplikasi Android: izin INTERNET hilang atau mode LOAD_CACHE_ONLY; perbaiki lewat manifest utama.
ERR_CACHE_MISS di aplikasi Android: izin INTERNET hilang atau mode LOAD_CACHE_ONLY; perbaiki lewat manifest utama.

Sebagai pengguna, Anda tidak dapat memperbaiki keduanya. Perbarui aplikasinya lewat Play Store, dan kalau error tetap muncul, laporkan ke pengembangnya beserta kode errornya. Sebagai pengembang, tambahkan baris berikut ke AndroidManifest.xml, di luar tag <application>:

HTML
<uses-permission
  android:name="android.permission.INTERNET" />

Setelah itu, periksa pemanggilan setCacheMode() di kode Anda. Kalau aplikasi perlu tetap bisa dibuka saat offline, pilih LOAD_CACHE_ELSE_NETWORK daripada LOAD_CACHE_ONLY. Mode itu tetap mendahulukan cache, tetapi masih boleh mengambil dari jaringan ketika salinannya tidak ada.

Pola yang sering membingungkan di Android Studio dan Flutter adalah aplikasi yang normal saat diuji, tetapi menampilkan net::ERR_CACHE_MISS setelah dirilis. Templat proyek Flutter memang menaruh izin INTERNET di manifest khusus build debug, karena alat pengembangnya membutuhkan izin tersebut. Manifest utama di android/app/src/main/ tidak ikut memuatnya, sehingga build release berjalan tanpa izin internet. Pastikan baris izin di atas ada di manifest utama, bukan hanya di manifest debug.

Mencegah ERR_CACHE_MISS di Website Anda Sendiri

Pemilik website bisa menghilangkan layar konfirmasi ini untuk seluruh pengunjungnya. Solusi yang paling bersih adalah pola Post/Redirect/Get (PRG). Setelah memproses data formulir, server tidak langsung menampilkan halaman hasil. Server mengirim perintah pengalihan dengan kode 303 See Other, dan browser lalu membuka halaman hasil dengan metode GET.

Akibatnya, riwayat browser hanya berisi halaman GET. Tombol Back dan tombol muat ulang tidak pernah menyentuh permintaan POST lagi. Dalam pengujian kami, pola ini tetap bekerja walaupun halaman hasilnya dikirim dengan no-store. Tanpa POST di riwayat, Chrome bebas meminta ulang halaman itu dari server.

ERR_CACHE_MISS dicegah pola PRG: POST dialihkan 303 See Other ke GET, sehingga tombol Back menampilkan halaman normal.
ERR_CACHE_MISS dicegah pola PRG: POST dialihkan 303 See Other ke GET, sehingga tombol Back menampilkan halaman normal.

Contoh penerapannya di PHP, pada berkas yang memproses formulir pemesanan:

PHP
<?php
session_start();

if ($_SERVER['REQUEST_METHOD'] === 'POST') {
    // proses dan simpan data pesanan
    $id = simpan_pesanan($_POST);
    $url = '/pesanan/' . $id;
    header("Location: $url", true, 303);
    exit;
}

Fungsi simpan_pesanan() hanya contoh, silakan ganti dengan logika aplikasi Anda. Yang penting adalah dua baris terakhir di dalam blok if. Perintah exit memastikan tidak ada isi halaman yang ikut terkirim setelah pengalihan. Kode 303 dipilih karena kode ini secara tegas meminta browser melanjutkan dengan GET. Perbedaan kode pengalihan lainnya kami jelaskan di artikel redirects adalah.

Cara kedua adalah mengubah header bawaan sesi PHP. Panggil session_cache_limiter('private_no_expire') sebelum session_start(), dan halaman hasil formulir akan dikirim dengan Cache-Control: private, max-age=10800. Nilai 10.800 detik itu berasal dari setelan standar session.cache_expire, yaitu 180 menit. Cara ini lebih cepat dipasang, tetapi mengorbankan privasi, seperti dijelaskan di section berikutnya. Cara kerja session_start() sendiri kami bahas di artikel session adalah.

Untuk WordPress, jangan menghapus header no-store bawaan untuk mengatasi error ini. Header itu melindungi halaman login dan halaman admin. Kalau ERR_CACHE_MISS muncul setelah pengunjung mengirim formulir kontak atau pesanan, periksa apakah plugin formulirnya mengalihkan ke halaman terima kasih setelah pengiriman. Sebagian besar plugin formulir populer menyediakan opsi pengalihan tersebut.

net::ERR_CACHE_MISS di Console yang Tidak Perlu Diperbaiki

Tidak semua ERR_CACHE_MISS muncul sebagai layar error. Sebagian hanya terlihat sebagai baris merah di tab Console alat pengembang, dengan bunyi Failed to load resource: net::ERR_CACHE_MISS, sementara halamannya tampil normal.

Baris seperti itu umumnya berasal dari permintaan yang memang sengaja dibatasi ke cache. Contohnya skrip yang memanggil fetch() dengan opsi cache: 'only-if-cached' untuk mengecek apakah sebuah berkas sudah tersimpan. Kalau berkasnya belum ada, permintaan itu gagal dengan kode ERR_CACHE_MISS, dan skrip biasanya melanjutkan dengan mengunduhnya secara normal. Kami mereproduksi kasus ini di Chrome 153, dan Console mencatat persis baris di atas tanpa mengganggu tampilan halaman.

Anda bisa mengabaikan baris ini selama halaman berfungsi normal. Baris itu layak diselidiki kalau ada gambar, skrip, atau data yang benar-benar tidak muncul. Buka tab Network di Inspect Element, klik permintaan yang gagal, lalu periksa kolom Initiator untuk melihat skrip mana yang memintanya.

Saran Populer yang Meleset dan Hal yang Perlu Dipertimbangkan

Karena namanya mengandung kata "cache", ERR_CACHE_MISS sering ditangani dengan resep umum untuk masalah koneksi. Beberapa di antaranya tidak menyentuh penyebab sama sekali:

  1. Flush DNS, reset Winsock, atau reset jaringan Windows: DNS hanya berperan saat browser mencari lokasi server. Pada ERR_CACHE_MISS, Chrome bahkan tidak mencoba menghubungi server, jadi pengaturan jaringan tidak terlibat. Reset jaringan Windows justru memasang ulang seluruh adaptor jaringan, sehingga aplikasi VPN mungkin perlu dipasang ulang.
  2. Memperbarui atau memasang ulang Chrome: perilaku menahan pengiriman ulang formulir adalah fitur yang disengaja. Versi terbaru pun akan menampilkan layar yang sama.
  3. Mencentang "Disable cache" di alat pengembang: setelan ini hanya berlaku selama panel alat pengembang terbuka, sehingga tidak memperbaiki apa pun untuk pemakaian biasa.
  4. Menghapus seluruh cache dan cookie: menghapus cache tidak membantu, karena salinan yang dicari memang tidak ada. Menghapus cookies malah membuat Anda keluar dari akun di semua website.

Bagi pemilik website, ada juga pertimbangan dari arah sebaliknya. Melonggarkan no-store memang menghilangkan layar konfirmasi. Konsekuensinya, halaman berisi data pribadi ikut tersimpan di perangkat pengunjung.

Di komputer bersama, misalnya di warnet, kantor, atau perpustakaan, orang berikutnya bisa menekan Back dan melihat halaman pesanan atau profil pengguna sebelumnya. Karena itu, pertahankan no-store untuk halaman berisi data pribadi, dan pakai pola PRG agar pengunjung tidak melihat layar konfirmasi. Kalau terpaksa memakai private_no_expire, batasi pada halaman yang isinya tidak sensitif, dan turunkan masa simpannya, misalnya menjadi 5 menit lewat session_cache_expire(5).

Pertanyaan Seputar ERR_CACHE_MISS

Apakah mengirim ulang formulir bisa membuat pesanan atau pembayaran dobel?

Bisa, kalau website tidak memiliki pengaman sendiri. Setiap pengiriman ulang tiba di server sebagai permintaan baru. Sistem pembayaran yang dirancang baik biasanya menolak transaksi kembar lewat nomor pesanan unik, tetapi Anda tidak bisa mengetahuinya dari luar. Periksa riwayat pesanan lebih dulu.

Bagaimana cara memuat ulang halaman di Chrome?

Tekan ikon panah melingkar di sebelah address bar, tekan F5 di Windows, atau Cmd+R di Mac. Di Chrome Android, tarik halaman ke bawah dari bagian atas layar. Untuk memuat ulang sambil mengabaikan cache, pakai kombinasi hard refresh Ctrl+Shift+R atau Cmd+Shift+R.

Apakah cache boleh dihapus, dan apakah menghapus cache Chrome mengatasi error ini?

Boleh. Cache hanya berisi salinan yang bisa diunduh ulang, jadi menghapusnya tidak menghilangkan data akun Anda. Namun untuk ERR_CACHE_MISS pada halaman formulir, menghapus cache tidak membantu, karena masalahnya justru salinan yang tidak ada. Langkahnya dibahas di panduan menghapus cache dan cookies pada web browser.

Apa bedanya dengan layar "Situs ini tidak dapat dijangkau"?

Layar itu menandakan Chrome gagal menghubungi server, sehingga kodenya berbeda. Contohnya ERR_CONNECTION_TIMED_OUT ketika server tidak menjawab, atau ERR_CONNECTION_RESET ketika sambungan diputus paksa. ERR_CACHE_MISS tidak pernah memakai judul tersebut, karena Chrome memang tidak mencoba menghubungi server.

Apakah Firefox punya error yang sama?

Firefox tidak memakai kode Chromium, tetapi menerapkan aturan serupa. Saat halaman hasil formulir tidak ada di cache, Firefox menampilkan halaman yang menyatakan dokumen tersebut tidak tersedia di cache. Firefox juga menjelaskan bahwa demi keamanan, dokumen sensitif tidak diminta ulang secara otomatis. Tombol "Try Again" di halaman itu berfungsi seperti tombol muat ulang di Chrome.

Apa arti Confirm Form Resubmission?

Confirm Form Resubmission berarti "konfirmasikan pengiriman ulang formulir". Chrome berbahasa Inggris menampilkannya dalam dua bentuk. Bentuk pertama adalah layar ERR_CACHE_MISS yang dibahas di artikel ini. Bentuk kedua adalah kotak dialog saat Anda memuat ulang halaman hasil formulir yang masih terbuka. Tombol Continue mengirim ulang data, sedangkan Cancel membatalkannya.

Kenapa error ini muncul setelah Chrome dibuka ulang?

Chrome memulihkan tab terakhir Anda, termasuk tab berisi halaman hasil formulir. Pemulihan itu memakai aturan yang sama dengan tombol Back: ambil dari cache saja. Kalau halaman aslinya dikirim dengan no-store, salinannya memang tidak pernah ada, sehingga tab tersebut langsung menampilkan layar konfirmasi.

Kesimpulan

ERR_CACHE_MISS bukan tanda cache rusak atau koneksi bermasalah. Error ini adalah cara Chrome menahan data formulir agar tidak terkirim dua kali. Pemicunya hampir selalu halaman hasil formulir yang dikirim dengan header no-store, termasuk header bawaan sesi PHP dan WordPress 6.8.

Sebagai pengguna, cukup pilih antara mengirim ulang lewat tombol muat ulang, atau membuka halaman lewat address bar tanpa mengirim data. Sebagai pemilik website, pola Post/Redirect/Get dengan kode 303 menghilangkan layar ini tanpa mengorbankan privasi pengunjung. Untuk aplikasi Android, periksa izin INTERNET dan mode cache WebView. Semoga artikel ini membantu.