Di belakang router rumah Anda ada beberapa lubang berjajar, dan kabel yang menancap di sana semuanya mengarah ke satu titik yang sama. Di ruang kelas atau kantor polanya biasanya mirip: tiap komputer menarik kabelnya sendiri menuju satu kotak di sudut ruangan. Susunan seperti itu bukan kebetulan, dan bukan satu-satunya cara menyambungkan komputer.

Pertanyaan apa itu topologi muncul tepat di titik ini, saat seseorang menyadari bahwa "tersambung ke jaringan" ternyata punya banyak bentuk. Ada susunan yang membuat satu kabel putus melumpuhkan seluruh ruangan. Ada pula susunan yang membuat kejadian yang sama hanya memutus satu meja. Perbedaan sebesar itu sudah ditentukan sejak denah kabel dirancang, jauh sebelum perangkat pertama dinyalakan.

Artikel ini membahas topologi jaringan dari definisinya, enam bentuk yang lazim dikenal, sampai cara memilih susunan yang sesuai dengan jumlah perangkat Anda. Pembahasannya mengandaikan Anda sudah mengenal dasar jaringan komputer; kalau belum, mulailah dari sana.

Topologi Jaringan Adalah Pola Susunan Perangkat dan Jalur Penghubungnya

Topologi jaringan adalah pola susunan perangkat di dalam sebuah jaringan beserta jalur yang menghubungkannya. Pengertian topologi jaringan komputer ini menjawab dua hal sekaligus: perangkat mana tersambung ke perangkat mana, dan lewat jalur apa data berpindah di antara keduanya.

Lima komputer bisa disusun dengan cara yang sangat berbeda meski jumlahnya sama. Kelimanya bisa menancap pada satu kabel panjang yang dipakai bersama. Bisa juga masing-masing menarik kabel sendiri menuju sebuah switch (perangkat yang meneruskan data hanya ke tujuan yang tepat). Jumlah perangkatnya identik, tetapi biaya, ketahanan terhadap gangguan, dan cara menelusuri kerusakannya jauh berbeda.

Tiap perangkat yang tersambung disebut node (simpul) dan jalur di antaranya disebut link. Dua istilah netral ini membuat penjelasannya berlaku sama untuk lima komputer kantor maupun lima ribu server di pusat data.

Tiga Makna Topologi: Jaringan, Matematika, dan Peta

Kata topologi dipakai di tiga bidang berbeda, dan hanya satu di antaranya berhubungan dengan komputer. Ketiganya sama-sama memakai kata "hubungan" dan "bentuk", sehingga mudah tertukar.

Topologi matematika adalah cabang ilmu yang mempelajari sifat sebuah bentuk yang tetap bertahan meski bentuk itu ditarik atau dibengkokkan — selama tidak disobek atau disambung. Dari sinilah gurauan lama bahwa cangkir dan donat itu sama: keduanya punya tepat satu lubang, dan jumlah lubang adalah sifat yang bertahan. Cabang inilah yang dimaksud istilah seperti topologi aljabar.

Topologi dalam geografi dan sistem informasi geografis adalah aturan hubungan antar data spasial. Perangkat lunak peta memakainya untuk menjaga kualitas data lewat aturan seperti "poligon dalam satu lapisan tidak boleh tumpang tindih" atau "tidak boleh ada celah antar wilayah". Inilah yang dimaksud ketika seseorang bertanya tentang aspek topologi dalam peta: konektivitas antar garis, kesebelahan antar bidang, dan definisi area. Perangkat lunak peta seperti GeoServer bekerja di atas data yang sudah diberi aturan semacam ini.

Di jaringan komputer, topologi adalah pola susunan perangkat dan jalurnya — makna inilah yang dibahas selanjutnya di artikel ini. Ketiganya berbagi satu akar gagasan yang sama, yaitu bahwa yang penting bukan jarak atau ukuran, melainkan siapa terhubung dengan siapa.

Topologi Fisik dan Topologi Logis Sering Berbeda Bentuk

Satu jaringan bisa disebut dengan dua nama topologi yang berbeda, dan keduanya benar. Penyebabnya adalah topologi punya dua lapis makna yang sering tertukar.

Topologi fisik menggambarkan bagaimana kabel benar-benar ditarik di ruangan. Kalau Anda mengikuti tiap kabel dengan mata dan menggambar hasilnya, itulah topologi fisik. Topologi logis menggambarkan bagaimana data sebenarnya mengalir, terlepas dari bentuk kabelnya.

Contoh paling terkenal adalah Token Ring, teknologi jaringan IBM yang distandarkan sebagai IEEE 802.5 pada 1985. Di hampir semua buku pelajaran, Token Ring digambar sebagai lingkaran. Kenyataannya, tiap komputer menarik satu kabel sendiri menuju sebuah kotak bernama MSAU (Multistation Access Unit). Dilihat dari lantai ruangan, bentuknya bintang. Cincinnya benar-benar ada, tetapi berada di dalam kotak itu, dibentuk oleh jalur internal yang menyambungkan port satu ke port berikutnya.

Token Ring bertopologi fisik bintang lewat kotak MSAU, sedangkan topologi logisnya cincin tempat token berputar satu arah.
Token Ring bertopologi fisik bintang lewat kotak MSAU, sedangkan topologi logisnya cincin tempat token berputar satu arah.

Jaringan Wi-Fi di rumah Anda memberi contoh kebalikannya. Secara fisik ia tidak berbentuk apa pun karena memang tidak ada kabel di antara perangkat. Secara logis ia bekerja seperti bintang, dengan access point sebagai pusat yang dilalui semua lalu lintas.

Saat membaca spesifikasi perangkat atau soal ujian, perhatikan apakah yang ditanyakan bentuk kabelnya atau alur datanya. Gambar melingkar di buku pelajaran hampir tidak pernah menggambarkan denah kabel yang sesungguhnya.

Berapa Jumlah Topologi Jaringan yang Sebenarnya?

Buku pelajaran yang satu menyebut 3 topologi jaringan, yang lain 5 topologi jaringan, dan yang berikutnya 6 atau bahkan 8. Perbedaan ini sering dikira kesalahan salah satu pihak, padahal penyebabnya sederhana: tidak ada badan standar yang pernah menetapkan jumlah resmi topologi jaringan. Daftar yang beredar adalah kebiasaan penulisan, bukan hasil standardisasi seperti nomor IEEE pada protokol.

Angkanya berbeda karena tiga keputusan berikut:

  1. Apakah point-to-point ikut dihitung: sambungan dua perangkat saja, tanpa perangkat ketiga. Sebagian sumber menganggapnya topologi paling sederhana, sebagian lagi menganggapnya terlalu sepele untuk masuk daftar.
  2. Apakah tree dianggap jenis tersendiri: tree pada dasarnya adalah beberapa star yang disusun bertingkat. Yang melihatnya sebagai turunan tidak memasukkannya ke daftar utama.
  3. Apakah hybrid dihitung sebagai jenis: hybrid adalah gabungan dua topologi atau lebih. Memasukkannya ke daftar bisa dianggap seperti memasukkan "campuran" ke dalam daftar warna.

Tiga bentuk yang tidak pernah diperdebatkan adalah bus, ring, dan star. Mesh hampir selalu ikut, sehingga empat ini menjadi inti yang stabil. Artikel ini memakai enam — empat inti ditambah tree dan hybrid — karena keduanya punya konsekuensi praktis yang berbeda saat Anda merancang jaringan sungguhan, bukan sekadar variasi gambar.

Enam Jenis Topologi Jaringan dan Kapan Masing-Masing Dipakai

Enam bentuk berikut dibahas dengan pola sama: cara kerja, kelebihan, kekurangan, dan sejauh mana ia masih dipakai hari ini.

Enam pola topologi jaringan: bus, ring, star ke satu pusat, mesh semua ke semua, tree bertingkat, dan hybrid gabungan.
Enam pola topologi jaringan: bus, ring, star ke satu pusat, mesh semua ke semua, tree bertingkat, dan hybrid gabungan.

Apa Itu Topologi Bus? Satu Kabel Dipakai Bergantian

Topologi bus menyusun semua perangkat pada satu kabel utama yang disebut backbone. Setiap perangkat menyadap kabel itu lewat konektor, dan data yang dikirim satu perangkat mengalir ke seluruh panjang kabel. Perangkat yang bukan tujuan akan mengabaikannya.

Kabel topologi bus tidak boleh dipasang sembarangan, dan angka dari standar Ethernet awal menunjukkan betapa ketatnya aturan mainnya. Ethernet generasi pertama, 10BASE5 atau thicknet, membatasi satu segmen kabel sepanjang 500 meter dengan maksimal 100 perangkat, dan penyadapnya harus dipasang tepat pada kelipatan 2,5 meter. Penggantinya yang lebih murah, 10BASE2 atau thinnet, memakai kabel koaksial lebih tipis dengan segmen maksimal 185 meter, maksimal 30 perangkat, dan jarak minimal setengah meter antar konektor T.

Topologi bus 10BASE5 menampung 100 perangkat per 500 meter, 10BASE2 hanya 30 per 185 meter; keduanya sudah ditinggalkan.
Topologi bus 10BASE5 menampung 100 perangkat per 500 meter, 10BASE2 hanya 30 per 185 meter; keduanya sudah ditinggalkan.

Kelebihan topologi bus terletak pada kesederhanaan: kabelnya paling sedikit, dan menambah perangkat berarti menyadap kabel yang sudah ada. Pada era sebelum switch terjangkau, ini pilihan paling hemat.

Kekurangan topologi bus jauh lebih berat, dan semuanya berakar pada satu kabel yang dipakai bersama. Kalau backbone putus di satu titik, seluruh segmen berhenti bekerja. Hanya satu perangkat boleh mengirim data pada satu waktu, sehingga bandwidth terbagi dan makin sesak seiring bertambahnya perangkat. Menemukan letak kerusakan juga melelahkan karena gejalanya sama di semua titik.

Hari ini topologi bus praktis hanya hidup di buku pelajaran. IEEE menyatakan 10BASE5 tidak lagi dianjurkan untuk instalasi baru pada 2003, dan 10BASE2 menyusul pada 2011. Prinsip jalur bersama masih dipakai protokol industri seperti CAN bus di kendaraan, bukan di jaringan kantor.

Apa Itu Topologi Ring? Giliran Bicara Lewat Token

Topologi ring menyambungkan tiap perangkat ke dua tetangganya sehingga seluruh jalur membentuk lingkaran tertutup. Data bergerak satu arah dari simpul ke simpul berikutnya sampai tiba di tujuan. Perangkat yang dilewati bertugas meneruskan, bukan menghentikan.

Yang membedakan ring dari bus bukan bentuk lingkarannya, melainkan cara mengatur giliran. Ring memakai token, yaitu paket pendek khusus yang beredar terus-menerus di sepanjang cincin. Perangkat hanya boleh mengirim saat memegang token, lalu melepaskannya setelah selesai. Karena hanya ada satu token, tabrakan data tidak mungkin terjadi — dan inilah ciri paling khas topologi ring yang membuatnya sempat unggul di jaringan padat.

Kelebihan topologi ring yang mengikuti aturan giliran itu adalah kinerja yang dapat diperkirakan. Pada lalu lintas tinggi, ring tidak menurun mendadak seperti bus karena tidak ada waktu terbuang untuk mengulang kiriman yang bertabrakan.

Kekurangan topologi ring terletak pada ketergantungan berantai. Satu perangkat yang mati atau satu kabel yang putus memutus lingkaran, dan seluruh jaringan berhenti sampai jalurnya disambung kembali. Menambah perangkat baru pun berarti membuka cincin untuk sementara.

Token Ring distandarkan sebagai IEEE 802.5 pada 1985 dan sempat bersaing serius dengan Ethernet. Persaingan itu sudah selesai. Working group IEEE 802.5 kini berstatus dibubarkan, dan amandemen terakhirnya, 802.5j untuk media serat optik, resmi ditarik pada 26 September 2008.

Meski begitu, gagasan cincin belum mati seluruhnya. Operator telekomunikasi masih menyusun jaringan serat optik antarkota dalam bentuk cincin, justru supaya kabel yang putus di satu sisi bisa dilayani dari arah sebaliknya. Bedanya, ketahanan itu datang dari cincin ganda, bukan dari token.

Apa Itu Topologi Star? Bentuk Baku Jaringan Hari Ini

Topologi star menarik satu kabel khusus dari tiap perangkat menuju satu perangkat pusat, umumnya switch. Tidak ada kabel yang menghubungkan dua perangkat biasa secara langsung; semua lalu lintas melewati pusat.

Kemenangan susunan ini bisa ditunjuk tanggalnya. Pada 1990, IEEE menerbitkan 802.3i yang dikenal sebagai 10BASE-T, memindahkan Ethernet dari kabel koaksial bersusunan bus ke kabel twisted pair sepanjang maksimal 100 meter dengan perangkat pusat. Sejak itu, menyusun jaringan kabel berarti menyusun bintang.

Kelebihan topologi star berasal langsung dari kabel yang tidak dibagi:

  1. Kerusakan terisolasi: satu kabel putus hanya memutus satu perangkat, sementara sisanya berjalan normal.
  2. Penelusuran gangguan cepat: semua kabel berakhir di satu tempat, sehingga teknisi cukup memeriksa satu titik untuk tahu port mana yang mati.
  3. Penambahan perangkat tanpa mengganggu: menancapkan kabel baru ke port kosong tidak menyentuh perangkat yang sudah berjalan.
  4. Jalur tidak diperebutkan: switch mengirim data hanya ke port tujuan berdasarkan MAC address, bukan menyiarkannya ke semua port.

Kekurangan topologi star ada dua dan keduanya nyata. Pertama, perangkat pusat menjadi satu titik gagal — matinya switch memutus seluruh segmen sekaligus. Kedua, kebutuhan kabelnya lebih banyak, karena tiap perangkat menuntut jalurnya sendiri sampai ke pusat.

Hampir semua jaringan LAN yang Anda temui hari ini adalah bintang, termasuk Wi-Fi rumah dengan router sebagai pusatnya.

Apa Itu Topologi Mesh? Semua Terhubung ke Semua

Topologi mesh menghubungkan tiap perangkat langsung ke perangkat lain tanpa melewati pusat. Pada full mesh, semua pasangan perangkat punya jalur sendiri. Pada partial mesh, hanya sebagian pasangan yang disambung langsung — biasanya yang lalu lintasnya paling padat.

Kelebihan topologi mesh terletak pada ketahanan yang sulit ditandingi: satu jalur putus hanya berarti data mencari rute lain, dan tidak ada perangkat pusat yang bisa menjatuhkan seluruh jaringan. Internet sendiri pada dasarnya adalah mesh raksasa yang tidak sempurna, dan justru itu yang membuatnya bertahan saat sebagian jalur bermasalah.

Harga dari ketahanan itu bisa dihitung persis. Jumlah jalur pada mesh penuh mengikuti rumus n(n−1)/2, sementara tiap perangkat membutuhkan n−1 port — 4 port untuk 5 perangkat, 19 port untuk 20 perangkat:

PerangkatJalur meshKabel starSelisih
51052x
1045104,5x
20190209,5x
501.2255024,5x

Perhatikan kolom port. Mesh penuh dengan 20 perangkat menuntut 19 port jaringan pada setiap perangkat, dan komputer biasa hanya punya satu. Di sinilah letak persoalannya: yang mahal dari mesh bukan gagasannya, melainkan kabel dan port yang harus disediakan.

Lima perangkat bertopologi mesh penuh butuh 10 jalur dan 4 port tiap perangkat, sedangkan star cukup 5 kabel dan 1 port.
Lima perangkat bertopologi mesh penuh butuh 10 jalur dan 4 port tiap perangkat, sedangkan star cukup 5 kabel dan 1 port.

Begitu kabelnya dihilangkan, hitungan itu berubah total. Mesh nirkabel tidak membutuhkan jalur fisik, sehingga biaya tambahannya hanya berupa perangkat. Wi-Fi Alliance meluncurkan sertifikasi Wi-Fi EasyMesh pada 2018, dan sejak itu perangkat mesh rumahan berbagai merek bisa saling bekerja sama. Susunan yang dulu paling mahal kini dijual sebagai paket rumah tangga.

Pergeseran serupa terjadi di pusat data. Arsitektur leaf-spine menyambungkan setiap switch lapis bawah ke seluruh switch lapis atas — sebuah mesh penuh di antara dua lapisan — dan kini menggantikan susunan bertingkat yang lebih lama.

Apa Itu Topologi Tree? Bertingkat Mengikuti Denah Gedung

Topologi tree menyusun beberapa topologi star secara bertingkat dan menyambungkannya ke satu jalur induk. Bentuknya mengikuti hierarki: satu switch inti di atas, beberapa switch distribusi di tengah, lalu switch akses di tiap lantai atau ruangan.

Susunan ini masuk akal ketika jaringan mengikuti denah bangunan. Gedung bertingkat dan kompleks kampus hampir selalu memakainya, karena kabel antar lantai lebih mahal daripada kabel dalam satu lantai. Dengan tree, cukup satu jalur tebal antar lantai, bukan satu kabel per komputer sampai ke ruang server pusat.

Kelebihan topologi tree adalah kemudahan berkembang: menambah satu lantai berarti menambah satu cabang, tanpa menyentuh cabang lain. Pemisahan per cabang juga memudahkan pembatasan akses antar bagian organisasi.

Kekurangan topologi tree adalah kegagalan yang menjalar ke bawah. Kalau switch distribusi sebuah lantai mati, seluruh lantai itu ikut mati meski tiap mejanya sehat. Makin tinggi letak perangkat yang bermasalah, makin luas dampaknya.

Apa Itu Topologi Hybrid? Yang Benar-Benar Ada di Lapangan

Topologi hybrid adalah gabungan dua topologi atau lebih dalam satu jaringan. Ia bukan bentuk eksotis yang jarang ditemui, melainkan keadaan normal begitu sebuah jaringan melewati ukuran satu ruangan.

Sebuah kantor tiga lantai memberi contoh yang mudah dibayangkan. Di tiap lantai, komputer tersusun bintang menuju switch lantai. Antar lantai, ketiga switch itu tersambung bertingkat ke switch inti — susunan tree. Di area terbuka seperti lobi dan ruang rapat, beberapa access point saling menyambung secara nirkabel — susunan mesh. Satu gedung, tiga topologi, dan tidak ada satu nama tunggal yang tepat untuk menggambarkannya.

Kelebihan topologi hybrid adalah kebebasan memilih susunan yang paling pas untuk tiap bagian. Kekurangannya mengikuti langsung: teknisi harus tahu aturan main setiap bagian sebelum bisa menebak penyebab masalah.

Perbandingan Enam Topologi dalam Satu Tabel

Tabel berikut meringkas perbedaan yang paling menentukan saat Anda harus memilih. Soal menambah perangkat, urutannya dari paling mudah ke paling repot adalah star, tree, bus, hybrid, ring, lalu mesh.

TopologiKabelSatu jalur putusDipakai hari ini
BusPaling sedikitSemua matiDitinggalkan
RingSatu lingkaranCincin berhentiSerat optik saja
StarSatu per perangkatPerangkat itu sajaBentuk baku
Meshn(n−1)/2Cari rute lainNirkabel, pusat data
TreeBertingkatSatu cabang matiGedung dan kampus
HybridCampuranTergantung bagianHampir semua kantor

Fungsi Topologi: Empat Hal yang Ikut Ditentukan Susunan

Fungsi topologi jaringan sering dijawab dengan kalimat umum seperti "mengatur hubungan antar perangkat". Jawaban itu benar tetapi tidak berguna. Ada empat hal konkret yang nilainya sudah terkunci begitu topologi dipilih, dan mengubahnya kemudian berarti menarik ulang kabel.

  1. Jumlah kabel dan biaya pemasangan: bandingkan 10 kabel pada star dengan 45 jalur pada mesh penuh untuk jumlah perangkat yang sama.
  2. Luas dampak ketika ada kerusakan: apakah satu kabel putus mematikan satu meja, satu lantai, atau satu gedung.
  3. Kemudahan menambah perangkat: apakah cukup menancapkan kabel ke port kosong, atau harus mematikan jaringan dulu.
  4. Titik pertama yang diperiksa teknisi: pada star, pemeriksaan dimulai dari switch; pada bus, dari seluruh panjang kabel.

Poin keempat paling terasa dalam pemakaian sehari-hari: waktu mencari sumber gangguan biasanya jauh lebih panjang daripada waktu memperbaikinya.

Kelemahan Topologi dan Hal yang Perlu Dipertimbangkan

Setiap topologi menukar satu hal dengan hal lain, dan tidak ada susunan yang unggul di semua sisi. Star menukar jumlah kabel dengan ketahanan, mesh menukar biaya dengan jaminan rute cadangan, dan bus menukar hampir segalanya demi kabel murah — itulah sebabnya ia ditinggalkan.

Ada satu hal yang perlu Anda ketahui sebelum mencoba menyusun cincin dengan perangkat modern. Jaringan kabel hari ini secara aktif menolak jalur yang membentuk lingkaran. Kalau dua switch disambung dengan dua kabel sekaligus, atau beberapa switch disusun melingkar, data siaran akan berputar tanpa henti dan menghabiskan kapasitas jaringan dalam hitungan detik.

Masalah ini sudah dipecahkan sejak lama. Radia Perlman merancang Spanning Tree Protocol pada 1985 di Digital Equipment Corporation, dan IEEE menstandarkannya sebagai 802.1D pada 1990. Versi cepatnya, RSTP atau IEEE 802.1w, menyusul pada 2001 dan kemudian diserap ke dalam 802.1D-2004. Tugas protokol ini adalah memetakan seluruh jalur, lalu menonaktifkan jalur berlebih sehingga yang tersisa berbentuk pohon tanpa lingkaran.

Menyusun switch melingkar bukan topologi ring: tanpa STP siaran berputar terus, dengan STP satu jalur diblokir.
Menyusun switch melingkar bukan topologi ring: tanpa STP siaran berputar terus, dengan STP satu jalur diblokir.

Akibatnya praktis: menyambung beberapa switch secara melingkar tidak menghasilkan topologi ring. Yang Anda dapat adalah pohon dengan satu jalur cadangan yang sengaja dimatikan, dan baru dihidupkan kalau jalur utama putus.

Perbedaan antara gambar di buku pelajaran dan denah kabel sungguhan bukan soal benar atau salah. Gambar buku menjelaskan alur data, sedangkan denah menjelaskan letak kabel. Anda membutuhkan keduanya, tetapi untuk tujuan yang berbeda.

Memilih Topologi Menurut Jumlah Perangkat

Pemilihan topologi lebih mudah kalau dimulai dari dua angka yang sudah Anda ketahui: berapa perangkat yang harus tersambung, dan seluas apa area yang harus dijangkau. Panduan berikut memakai ambang yang konkret.

Di bawah 48 perangkat cukup memakai topologi star, lebih dari itu naik ke tree, dan area tanpa kabel memakai mesh nirkabel.
Di bawah 48 perangkat cukup memakai topologi star, lebih dari itu naik ke tree, dan area tanpa kabel memakai mesh nirkabel.
  1. Di bawah 8 perangkat dalam satu ruangan: satu switch 8 port dengan susunan star sudah cukup, dan harganya lebih murah daripada usaha merancang alternatif.
  2. 8 sampai 48 perangkat dalam satu lantai: tetap star, dengan satu switch 24 atau 48 port sebagai pusat. Sisakan sekitar 20 persen port kosong untuk pertumbuhan.
  3. Lebih dari satu lantai atau lebih dari 48 perangkat: naik ke tree. Satu switch akses per lantai, disambungkan ke satu switch inti dengan jalur berkapasitas lebih besar.
  4. Area tanpa jalur kabel, seperti gudang atau lobi luas: mesh nirkabel dengan perangkat bersertifikat EasyMesh. Hitung sekitar satu titik akses per 100 sampai 150 meter persegi di ruang terbuka.
  5. Layanan yang tidak boleh berhenti: tambahkan jalur cadangan antar switch dan biarkan Spanning Tree Protocol yang mengatur. Ini menghasilkan partial mesh di lapisan inti, bukan mesh penuh.

Kalau kelima kondisi di atas bercampur dalam satu tempat — dan pada kantor yang sedang tumbuh hal itu lazim — hasilnya adalah hybrid. Itu bukan kegagalan perencanaan.

Cara Melihat Topologi Jaringan Anda Sendiri

Susunan jaringan yang sedang Anda pakai bisa ditelusuri tanpa alat tambahan. Tiga langkah berikut memakai perintah bawaan sistem operasi.

Langkah #1: Temukan perangkat pusat Anda

Alamat default gateway menunjuk ke perangkat yang menjadi pusat jaringan lokal Anda. Jalankan perintah sesuai sistem operasi Anda:

Bash
# Windows
ipconfig

# macOS
netstat -nr | grep default

# Linux
ip route | grep default

Alamat yang muncul, biasanya berupa 192.168.1.1 atau serupa, adalah pusat bintang tempat semua perangkat Anda bermuara.

Langkah #2: Telusuri jalur keluar

Perintah berikut menampilkan tiap perangkat yang dilewati data menuju luar jaringan Anda, sehingga susunan bertingkatnya terlihat.

Bash
# Windows
tracert 8.8.8.8

# macOS dan Linux
traceroute 8.8.8.8

Baris pertama hampir selalu gateway Anda sendiri, dan baris berikutnya milik penyedia internet. Jumlah barisnya menunjukkan berapa lapis perangkat yang berada di antara Anda dan tujuan.

Langkah #3: Data perangkat yang satu jalur dengan Anda

Tabel ARP mencatat perangkat yang pernah berkomunikasi langsung dengan komputer Anda tanpa melewati router, yaitu yang berada di segmen sama.

Bash
arp -a

Semakin banyak alamat yang muncul dengan awalan yang sama, semakin besar segmen lokal Anda. Kalau Anda ingin mencoba susunan lain tanpa membeli perangkat, GNS3 memungkinkan Anda membangun dan menguji topologi secara virtual lebih dulu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang dimaksud dengan topologi jaringan?

Topologi jaringan adalah pola susunan perangkat dalam sebuah jaringan beserta jalur yang menghubungkannya. Ia menentukan perangkat mana tersambung ke perangkat mana dan lewat jalur apa data berpindah. Istilah topologi jaringan komputer menunjuk hal yang sama; kata komputer hanya menegaskan perangkat apa yang disusun.

Apa saja topologi jaringan yang umum dipakai?

Ada 6 topologi jaringan yang umum dibahas: bus, ring, star, mesh, tree, dan hybrid. Jumlah ini tidak baku — angkanya berkisar tiga sampai delapan, tergantung apakah point-to-point, tree, dan hybrid dihitung sebagai jenis tersendiri.

Topologi apa yang paling banyak dipakai sekarang?

Star, untuk jaringan kabel maupun Wi-Fi rumah, sejak IEEE menerbitkan 10BASE-T pada 1990. Pada jaringan yang lebih besar, star tersusun bertingkat menjadi tree.

Apa kelebihan topologi star?

Kerusakan satu kabel hanya memutus satu perangkat, dan penelusuran gangguan cepat karena semua kabel berakhir di satu titik. Menambah perangkat juga tidak mengganggu yang sudah berjalan, sebab switch mengirim data hanya ke port tujuan.

Apa kekurangan topologi bus?

Satu kabel utama yang putus mematikan seluruh segmen, kapasitas jaringan terbagi karena hanya satu perangkat boleh mengirim pada satu waktu, dan letak kerusakan sulit ditemukan karena gejalanya sama di semua titik.

Apa saja ciri-ciri topologi ring?

Tiap perangkat tersambung ke dua tetangganya membentuk lingkaran tertutup, data bergerak satu arah, dan giliran mengirim diatur oleh token sehingga tabrakan data tidak terjadi. Ciri lainnya, satu simpul yang mati memutus seluruh cincin.

Apa contoh topologi hybrid?

Kantor tiga lantai dengan komputer tersusun star di tiap lantai, ketiga switch lantai tersambung bertingkat ke switch inti sebagai tree, dan beberapa access point nirkabel saling menyambung sebagai mesh di area terbuka.

Apa itu aspek topologi?

Istilah ini berasal dari sistem informasi geografis, bukan jaringan komputer. Yang dimaksud adalah hubungan antar data spasial: konektivitas antar garis, kesebelahan antar bidang, dan definisi area — dipakai agar peta tidak tumpang tindih atau bercelah.

Kesimpulan

Topologi jaringan adalah pola susunan perangkat beserta jalur penghubungnya, dan enam bentuk yang lazim dikenal adalah bus, ring, star, mesh, tree, serta hybrid. Star menjadi bentuk baku untuk hampir semua jaringan baru karena kerusakannya terisolasi dan penelusurannya cepat, sementara bus dan ring sudah resmi ditinggalkan meski masih rajin diajarkan.

Untuk jaringan yang sedang Anda rancang, mulailah dari jumlah perangkat: di bawah 48 perangkat satu lantai cukup dengan satu switch bersusunan star, dan lebih dari itu naik ke tree. Jaringan yang sudah tumbuh besar hampir selalu berakhir sebagai hybrid, dan itu keadaan yang wajar. Semoga artikel ini membantu.