Selama puluhan tahun, internet menghubungkan manusia lewat komputer dan HP. Hampir semua data yang mengalir di dalamnya diketik, difoto, atau diunggah oleh seseorang. Kondisi dunia fisik seperti suhu ruangan, posisi truk, atau isi tangki air tetap harus dicek manual oleh orang yang datang ke lokasi.
IoT adalah jawaban atas keterbatasan itu: benda-benda fisik dipasangi sensor dan koneksi, sehingga bisa melaporkan kondisinya sendiri tanpa menunggu manusia. Di artikel ini kita akan membahas pengertian IoT, empat komponen penyusunnya, cara kerjanya lewat satu contoh nyata, hingga risiko yang perlu Anda waspadai.
Apa Itu IoT?
IoT adalah jaringan benda fisik bersensor yang dapat mengirim data dan menerima perintah tanpa campur tangan manusia. IoT singkatan dari Internet of Things, sehingga arti IoT secara harfiah adalah "internet untuk benda-benda". Kata things di sini berarti benda apa saja: lampu, meteran listrik, kalung sapi, hingga mesin pabrik.
Kalau Anda mencari jawaban apa itu internet of things menurut lembaga resmi, rujukannya adalah badan telekomunikasi PBB, ITU, lewat rekomendasi Y.2060 (2012):
Internet of things adalah infrastruktur global yang menghubungkan benda fisik maupun virtual menggunakan teknologi informasi yang saling kompatibel. Sebuah device wajib bisa berkomunikasi, sedangkan kemampuan mengindra, menyimpan, atau mengolah data bersifat tambahan.
Skalanya kini sangat besar. IoT Analytics mencatat 18,5 miliar perangkat IoT terhubung di seluruh dunia pada akhir 2024, dan memproyeksikan 21,1 miliar pada akhir 2025. Jumlah itu sudah lebih dari dua kali jumlah penduduk bumi, dan diperkirakan mencapai 39 miliar pada 2030.
Sejarah IoT dan Asal Istilahnya
Istilah yang menjadi kepanjangan IoT ini pertama kali dipakai Kevin Ashton pada 1999, dalam presentasi untuk manajemen Procter & Gamble. Saat itu Ashton mengusulkan chip RFID (Radio Frequency Identification) untuk melacak produk di rantai pasok, menggantikan barcode yang harus dipindai manual. Ia memilih kata "internet" di judulnya karena topik itu sedang ramai dan mudah menarik perhatian direksi.
Ashton kemudian ikut mendirikan Auto-ID Center di MIT, yang mengembangkan standar RFID. Ide intinya bertahan sampai sekarang: benda bisa mengidentifikasi dirinya sendiri dan melapor ke sistem komputer.
Kapan Sebuah Perangkat Layak Disebut IoT?
Tidak semua gadget yang bisa tersambung ke WiFi otomatis termasuk IoT. Sebuah perangkat baru layak disebut perangkat IoT kalau memenuhi tiga syarat berikut:
- Berinteraksi dengan dunia fisik: punya sensor untuk membaca kondisi (suhu, gerakan, cahaya) atau aktuator untuk bertindak (mengunci pintu, menyalakan pompa).
- Terhubung ke jaringan: datanya bisa keluar dari perangkat, baik lewat WiFi, Bluetooth, maupun jaringan seluler.
- Datanya diolah sistem lain: server atau aplikasi bisa mengambil keputusan dari data tersebut, termasuk secara otomatis.
Earphone Bluetooth memenuhi syarat kedua, tetapi tidak membaca kondisi lingkungan dan tidak mengirim data ke sistem pengolah. Sebaliknya, termostat pintar yang mengukur suhu lalu mengatur AC berdasarkan jadwal di server memenuhi ketiganya.
Istilah yang sering disandingkan adalah M2M (machine-to-machine). M2M menekankan komunikasi langsung antarmesin, biasanya titik ke titik dalam jaringan tertutup, misalnya mesin ATM ke server bank. IoT lebih luas: perangkat dari banyak pembuat berbagi platform dan protokol berbasis internet.
Empat Komponen yang Menyusun Sistem IoT
Sesederhana apa pun sistemnya, komponen IoT selalu bisa dikelompokkan menjadi empat lapis. Arsitektur IoT di buku teks kadang ditulis tiga atau lima lapis, tetapi isinya sama, hanya dipecah atau digabung berbeda.
- Perangkat: sensor IoT yang membaca kondisi, aktuator yang bertindak, dan mikrokontroler kecil yang menjadi otaknya. Contoh mikrokontroler populer adalah ESP32, yang sudah memiliki WiFi dan Bluetooth di dalam satu chip.
- Konektivitas: jalur yang membawa data keluar dari perangkat. Menurut IoT Analytics (2025), WiFi menguasai 32% koneksi IoT dunia, Bluetooth 24%, dan seluler (termasuk NB-IoT dan LTE-M) 22%.
- Platform pengolah: server yang menerima, menyimpan, dan menganalisis data. Wujudnya bisa server sendiri atau layanan cloud computing.
- Aplikasi: bagian yang dilihat pengguna, seperti dashboard grafik, notifikasi di HP, atau aturan otomasi.
Untuk sensor di area luas tanpa WiFi, seperti perkebunan, dipakai LPWA (Low Power Wide Area) seperti LoRaWAN. Jangkauannya bisa beberapa kilometer dengan konsumsi daya sangat kecil. Paket radionya diterjemahkan oleh gateway menjadi paket internet biasa. Di Indonesia, pelaku non-operator seluler dapat memakai pita 920–923 MHz untuk LPWA dengan skema izin kelas (Permenkominfo 2/2023), tanpa harus membeli lisensi frekuensi.

Setiap jalur konektivitas punya kelebihan masing-masing. Pilihannya ditentukan oleh jarak, ketersediaan listrik, dan seberapa sering data dikirim.
| Jalur | Jangkauan & daya | Contoh pemakaian |
|---|---|---|
| WiFi | puluhan meter, boros daya | kamera CCTV, lampu pintar |
| Bluetooth LE | ±10 meter, hemat daya | smartwatch, sensor kesehatan |
| Seluler NB-IoT | sejauh sinyal operator | pelacak armada, meteran |
| LoRaWAN | beberapa km, sangat hemat | sensor kebun, irigasi |
Cara Kerja IoT: Mengikuti Satu Angka Suhu
Cara kerja internet of things paling mudah dipahami dengan mengikuti perjalanan satu data. Bayangkan sistem IoT hidroponik di sebuah greenhouse, dengan satu sensor suhu di atas rak tanaman. Tanaman selada mulai layu kalau suhu bertahan di atas 30 °C.
Langkah #1: Sensor Membaca Kondisi
Pukul 13.05, sensor membaca suhu 31,2 °C. Mikrokontroler ESP32 yang tersambung ke sensor menerima angka itu sebagai sinyal listrik, lalu mengubahnya menjadi data digital.
Langkah #2: Data Dikemas Menjadi Pesan
Mikrokontroler mengemas angka tersebut memakai MQTT (Message Queuing Telemetry Transport), protokol ringan yang paling umum di dunia IoT. Pesan MQTT terdiri dari topik sebagai alamat dan payload sebagai isi. Pesannya kurang lebih seperti ini:
Topik : kebun/rak-1/suhu
Payload: {"suhu": 31.2, "satuan": "C"}Ukurannya hanya puluhan byte, sehingga hemat baterai dan tetap lancar di koneksi lemah.
Langkah #3: Pesan Dikirim ke Broker
Pesan dikirim lewat WiFi ke broker, yaitu server perantara yang menerima semua pesan MQTT. Pola ini disebut publish/subscribe: sensor cukup menerbitkan pesan ke satu topik, lalu broker meneruskannya ke siapa pun yang berlangganan topik itu. Sensor tidak perlu tahu siapa penerimanya.
Secara bawaan, MQTT memakai port 1883 tanpa enkripsi dan port 8883 untuk koneksi terenkripsi TLS.
Langkah #4: Server Mengolah dan Memutuskan
Program di server berlangganan topik kebun/rak-1/suhu. Program ini menyimpan angka ke database, lalu membandingkannya dengan ambang 30 °C. Karena 31,2 melewati ambang, program memicu dua tindakan.
Langkah #5: Aplikasi dan Aktuator Bertindak
Tindakan pertama, notifikasi "Suhu rak 1: 31,2 °C" muncul di HP pemilik kebun. Tindakan kedua, server menerbitkan pesan ke topik kebun/rak-1/kipas berisi perintah "nyala". Relay di rak yang berlangganan topik itu menyalakan kipas. Seluruh rangkaian ini selesai dalam hitungan detik, tanpa ada orang yang datang ke kebun.
Pola lima langkah ini berlaku di hampir semua sistem IoT. Yang berubah hanya jenis sensor, jalur koneksi, dan aturan di server.

Contoh IoT dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh IoT dalam kehidupan sehari-hari lebih mudah dikenali kalau kita melihat tiga unsurnya: apa yang dibaca, ke mana datanya pergi, dan tindakan apa yang terjadi. Lima contoh internet of things berikut diambil dari bidang yang berbeda supaya polanya terlihat.

- Rumah pintar: sensor pintu mengirim notifikasi saat pintu terbuka ketika rumah kosong, dan lampu menyala otomatis menjelang magrib berdasarkan jadwal.
- Kesehatan: smartwatch membaca detak jantung, menyinkronkan data ke aplikasi di HP, lalu memberi peringatan saat detak tidak wajar.
- IoT pertanian: sensor kelembapan tanah memicu pompa irigasi hanya saat tanah kering, sehingga air tidak terbuang di musim hujan.
- Industri: dalam Industrial IoT (IIoT), sensor getaran pada motor mesin pabrik mendeteksi pola tidak normal. Tim teknisi bisa mengganti bantalan sebelum mesin benar-benar rusak, yang disebut perawatan prediktif.
- Logistik: pelacak GPS pada truk berpendingin melaporkan posisi dan suhu kargo. Pengirim tahu kalau vaksin atau daging beku sempat melewati batas suhu aman di perjalanan.
Manfaat IoT
Manfaat IoT bermuara pada satu hal: keputusan diambil dari data aktual, bukan dari perkiraan atau pengecekan berkala.
- Pemantauan real time: kondisi di lokasi jauh terlihat saat itu juga, tanpa perlu mengirim orang.
- Otomasi: tindakan rutin seperti menyalakan pompa atau kipas berjalan sendiri berdasarkan aturan.
- Hemat energi dan biaya: lampu, AC, dan pompa hanya bekerja saat dibutuhkan.
- Bahan analisis: data yang terkumpul bertahun-tahun bisa diolah menjadi big data atau dipakai melatih model machine learning untuk memprediksi kerusakan.
Kelemahan dan Risiko IoT yang Perlu Dipertimbangkan
Setiap perangkat IoT adalah komputer kecil yang tersambung ke internet. Konsekuensinya, perangkat ini membawa semua risiko komputer, sering kali dengan perlindungan yang jauh lebih lemah.
- Keamanan IoT yang lemah: pada 2016, malware Mirai mengambil alih ratusan ribu kamera CCTV dan perekam video. Caranya hanya mencoba lebih dari 60 pasangan username dan password bawaan pabrik. Perangkat itu lalu dijadikan botnet yang melumpuhkan penyedia DNS Dyn beserta banyak situs besar yang bergantung padanya.
- Standar terpecah: perangkat dari merek berbeda sering tidak bisa saling bicara, karena masing-masing punya aplikasi dan protokol sendiri. Standar Matter yang dirilis Connectivity Standards Alliance pada Oktober 2022 dibuat untuk mengatasi masalah ini, tetapi belum semua perangkat mendukungnya.
- Ketergantungan pada server pembuat: banyak perangkat hanya bisa diatur lewat cloud milik pembuatnya. Pada April 2022, perusahaan Insteon di Amerika Serikat mematikan servernya tanpa pemberitahuan. Aplikasi dan jadwal otomasi pelanggannya berhenti bekerja seketika.
- Privasi: kamera, mikrofon, dan pelacak lokasi mengumpulkan data yang sangat pribadi. Anda perlu tahu di mana data itu disimpan dan siapa yang bisa mengaksesnya.
- Perawatan: baterai sensor harus diganti, dan firmware perlu diperbarui untuk menambal celah keamanan. Untuk ratusan sensor yang tersebar, pekerjaan ini menjadi biaya rutin yang nyata.
Langkah Awal Jika Anda Ingin Mencoba IoT
Untuk pelajar atau pemula, proyek pertama sebaiknya kecil dan bisa selesai dalam satu akhir pekan. Kombinasi berikut sudah cukup untuk mempraktikkan kelima langkah di atas:
- Perangkat: satu papan ESP32 dan satu sensor suhu-kelembapan DHT22. Keduanya banyak dijual di toko komponen elektronik dan bisa diprogram lewat Arduino IDE.
- Platform: mulai dari layanan siap pakai seperti Blynk atau ThingsBoard, supaya Anda bisa fokus ke perangkat dulu. Setelah paham, coba jalankan broker MQTT sendiri dengan Mosquitto, yang gratis dan open source.
- Server: broker sendiri bisa berjalan di komputer lokal untuk belajar. Untuk perangkat yang tersebar di beberapa lokasi, broker butuh alamat publik yang menyala 24 jam. Pilihan umumnya adalah VPS Indonesia dengan RAM 1 GB, yang sudah memadai untuk ratusan sensor.
Biasakan tiga kebiasaan keamanan sejak proyek pertama. Ganti password bawaan setiap perangkat, dan gunakan port 8883 dengan TLS untuk broker yang terbuka ke internet. Pisahkan juga jaringan WiFi perangkat IoT dari jaringan laptop atau HP Anda.
Pertanyaan Seputar IoT
Apakah IoT selalu membutuhkan internet?
Tidak selalu. Banyak sistem IoT berjalan di jaringan lokal, misalnya sensor yang mengirim data ke server di gedung yang sama. Koneksi internet baru diperlukan kalau data harus diakses dari luar lokasi atau diolah di cloud.
Apakah smart TV termasuk IoT?
Smart TV termasuk perangkat terhubung, tetapi fungsi utamanya menampilkan konten, bukan membaca kondisi lingkungan. Smart TV baru berperan sebagai perangkat IoT saat dipakai dalam ekosistem rumah pintar, misalnya menyala otomatis lewat aturan yang dipicu sensor.
IoT dalam informatika termasuk materi apa?
IoT dibahas sebagai penerapan gabungan jaringan komputer, sistem tertanam (embedded system), dan analisis data. Karena itu, IoT sering muncul di materi jaringan dan di proyek praktik pemrograman mikrokontroler.
Kesimpulan
Pengertian internet of things bisa diringkas begini: benda fisik melaporkan kondisinya sendiri dan bertindak berdasarkan data, lewat empat lapis: perangkat, konektivitas, platform pengolah, dan aplikasi. Teknologi ini masuk akal saat ada kondisi yang perlu dipantau terus-menerus atau di lokasi yang sulit dijangkau. Namun, setiap perangkat tambahan juga menambah celah keamanan dan beban perawatan. Mulailah dari proyek kecil dengan kebiasaan keamanan yang benar sejak awal.
Semoga artikel ini membantu.




