Setiap kali Anda mengetik alamat sebuah situs, perangkat Anda lebih dulu bertanya ke sebuah server penerjemah untuk mengubah nama domain menjadi alamat IP. Server penerjemah itu disebut resolver, dan hampir semua orang memakai resolver bawaan dari penyedia internetnya tanpa pernah memilihnya sendiri. Cara kerja sistem penamaan ini sudah kami bahas terpisah di artikel DNS adalah.
Resolver bawaan menjalankan tugasnya dengan baik, tetapi ia hanya menerjemahkan. Ia tidak menyaring apa pun, tidak memberi peringatan saat sebuah alamat ternyata halaman penipuan, dan tidak bisa Anda atur sama sekali. Di titik inilah resolver pihak ketiga masuk. OpenDNS adalah salah satu nama paling lama bertahan di kategori tersebut, dan sampai hari ini masih bisa dipakai tanpa biaya.
Apa Itu OpenDNS?
OpenDNS adalah layanan resolver DNS publik milik Cisco yang berjalan di cloud dan, selain menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP, juga menyaring permintaan berdasarkan kategori isi situs serta menolak domain yang terdeteksi sebagai penipuan. Sebagian orang menuliskannya terpisah menjadi open DNS, tetapi yang dimaksud tetap layanan yang sama.
Layanan ini berdiri pada 1 November 2005 dan dibuka untuk umum pada Juli 2006, didirikan oleh David Ulevitch. Cisco mengakuisisinya pada 27 Agustus 2015 senilai 635 juta dolar Amerika.
Satu hal yang sering membingungkan: setelah akuisisi, Cisco memecah produk ini menjadi dua nama. Sisi korporat menjadi Cisco Umbrella, layanan keamanan berbayar untuk perusahaan. Sisi konsumen tetap dipanggil OpenDNS dan tetap gratis. Jadi istilah Cisco OpenDNS maupun Cisco DNS menunjuk ke akar yang sama, hanya berbeda pasar yang dituju.
Alamat IP OpenDNS: 208.67.222.222 dan Pasangan Lainnya
Tidak ada satu alamat IP OpenDNS tunggal. Ada beberapa pasang alamat DNS OpenDNS dengan perilaku berbeda, dan memilih pasangan yang keliru adalah penyebab paling umum orang merasa "OpenDNS tidak memblokir apa-apa".
| Layanan | Alamat DNS | Filter |
|---|---|---|
| Public Service | 208.67.222.222 / 208.67.220.220 | Penipuan |
| FamilyShield | 208.67.222.123 / 208.67.220.123 | Penipuan + dewasa |
| Home (perlu daftar) | 208.67.222.222 / 208.67.220.220 | Diatur sendiri |
| Sandbox | 208.67.222.2 / 208.67.220.2 | Tidak ada |
Perhatikan baris pertama dan ketiga memakai pasangan alamat yang sama. Yang membedakan bukan angkanya, melainkan apakah alamat IP publik rumah Anda sudah terdaftar di dashboard. Tanpa pendaftaran, 208.67.222.222 hanya memblokir penipuan; sesudah didaftarkan, pasangan itu mulai mematuhi aturan penyaringan Anda.
OpenDNS FamilyShield, ditulis juga OpenDNS Family Shield, adalah jalan pintas untuk yang tidak ingin repot: pasangan 208.67.222.123 sudah dikunci memblokir konten dewasa dan tidak memerlukan akun sama sekali. Sandbox kebalikannya, dipakai untuk menguji tanpa penyaringan apa pun.
Tiga pilihan alamat DNS OpenDNS: FamilyShield 208.67.222.123, Home dan Public Service 208.67.222.222.
Alamat IPv6 OpenDNS yang didokumentasikan untuk layanan standar adalah 2620:119:35::35 dan 2620:119:53::53. Tersedia pula hostname OpenDNS terenkripsi: dns.opendns.com dan familyshield.opendns.com. Kami menguji keduanya dan mendapati port 853 terbuka dengan sertifikat atas nama Cisco Systems Inc., sehingga langsung bisa dipakai di kolom Private DNS Android.
Seluruh tingkat konsumen sekarang gratis. Dua paket berbayar yang dulu ada, OpenDNS Home VIP dan Umbrella Prosumer, dihentikan penjualannya dengan tanggal jual terakhir 2 April 2024. Pelanggan lama dipindahkan ke akun gratis setara, dan pengguna baru tidak lagi punya jalur berlangganan.
Cara Kerja OpenDNS: Dari Pertanyaan Nama sampai Halaman Blokir
Yang membedakan OpenDNS dari resolver biasa terjadi pada satu langkah tambahan sebelum jawaban dikirim: nama yang Anda tanyakan dicocokkan lebih dulu ke daftar kategori.
Nama domain diterima node OpenDNS terdekat, dicocokkan ke daftar kategori, lalu dijawab alamat asli atau halaman blokir.
Bagian "node terdekat" bukan kiasan. OpenDNS memakai teknik anycast: satu alamat IP yang sama diumumkan dari banyak lokasi sekaligus, sehingga permintaan Anda mendarat di lokasi terdekat. Anda bisa memeriksanya sendiri lewat nama khusus yang membalas informasi server:
dig debug.opendns.com TXT @208.67.222.222Dari koneksi kami di Indonesia, baris pertama jawabannya berbunyi:
"server r4006.sin"
"source 103.166.90.70:63429"Kode sin menunjuk ke Singapura. Jadi permintaan dari Indonesia tidak menyeberang ke Amerika, melainkan berhenti di node Asia Tenggara — dan source memperlihatkan alamat IP publik yang dikenali OpenDNS sebagai milik Anda. Alamat itulah yang nanti dipakai dashboard untuk mengenali jaringan Anda.
Bagian yang lebih menarik adalah apa yang dikirim balik ketika sebuah nama ditolak. OpenDNS tidak mengirim pesan kesalahan, melainkan alamat IP palsu yang mengarah ke halaman pemberitahuan. Alamat-alamat itu punya nama balik yang menyebut kategorinya sendiri:
| Alamat jawaban | Nama balik |
|---|---|
| 146.112.61.104 | hit-block.opendns.com |
| 146.112.61.106 | hit-adult.opendns.com |
| 146.112.61.108 | hit-phish.opendns.com |
Perbedaannya terlihat saat satu domain yang sama ditanyakan ke dua pasang alamat. Untuk sebuah situs dewasa populer, 208.67.222.222 membalas alamat asli situs, sementara FamilyShield 208.67.222.123 membalas 146.112.61.106 — alias hit-adult. Itulah seluruh mekanisme penyaringan OpenDNS dalam satu percobaan.
Fungsi dan Keunggulan OpenDNS
- Penyaringan berlaku ke seluruh perangkat sekaligus: Karena penyaringan dilakukan di tingkat resolver, satu perubahan di router langsung berlaku untuk laptop, ponsel, konsol permainan, sampai televisi pintar. Anda tidak perlu memasang aplikasi di masing-masing perangkat.
- Proteksi bekerja tanpa perlu mendaftar: Kami menguji
internetbadguys.com, domain uji milik Cisco, lewat pasangan 208.67.222.222 tanpa akun apa pun. Jawabannya146.112.61.108, yaituhit-phish; lewat resolver Google domain yang sama dijawab alamat aslinya. Untuk yang sekalian ingin memblokir konten dewasa, FamilyShield hanya menuntut dua angka di router, tanpa dashboard yang harus dijaga. - Tingkat penyaringan siap pakai: Dashboard OpenDNS Home menyediakan tiga tingkat siap pakai — Low mencakup 4 kategori, Moderate 13 kategori, dan High 26 kategori — ditambah mode Custom kalau Anda ingin menyusun sendiri.
- Perilaku teknisnya sudah setara resolver besar lain: Dua reputasi lama OpenDNS sudah tidak berlaku. Pada pengujian kami dengan dua domain yang tanda tangannya sengaja dirusak, OpenDNS menolaknya dengan status SERVFAIL, jadi DNSSEC memang divalidasi. Pengalihan salah ketik alamat ke halaman iklan pun dihentikan sejak 6 Juni 2014; domain yang tidak ada sekarang dibalas NXDOMAIN seperti resolver lain.
Kelemahan dan Hal yang Perlu Anda Pertimbangkan
- Bukan yang tercepat dari Indonesia: Kami mengukur waktu jawab delapan domain dengan tiga kali pengulangan per resolver. Nilai tengahnya: OpenDNS 20,5 ms, Google 22,5 ms, Cloudflare 8,5 ms, Quad9 8,0 ms. Untuk nama yang belum pernah ditanyakan, jaraknya melebar menjadi 51,0 ms melawan 22,5 ms milik Cloudflare. Jadi OpenDNS setara Google, tetapi sekitar dua kali lebih lambat daripada Cloudflare bagi pengguna Indonesia.
- Layanannya bisa hilang karena keputusan hukum di satu negara: Sejak 28 Juni 2024, OpenDNS tidak lagi bisa dipakai di Prancis dan Portugal. Pemicunya perintah pengadilan Prancis berdasarkan Pasal L.333-10 Kode Olahraga negara itu, buntut gugatan Canal+ yang meminta pemblokiran 117 domain penyiaran sepak bola ilegal. Belgia menyusul pada 11 April 2025 lewat perintah serupa dari DAZN, dengan ancaman denda 100 ribu euro per hari. Cisco memilih menutup layanan ketimbang memasang blokirnya. Kebijakan hukum di negara lain, dengan kata lain, bisa memutus akses Anda.
- Penyaringan tingkat DNS gampang dilewati: Yang diblokir hanya penerjemahan nama. Siapa pun yang mengganti resolver di ponselnya, menyalakan DNS terenkripsi di browser, atau memakai VPN akan melewati seluruh aturan Anda dalam hitungan detik. OpenDNS cocok sebagai pagar, bukan sebagai kunci.
- Alamat IP polos tidak terenkripsi: Kalau Anda hanya mengisi 208.67.222.222 di pengaturan jaringan, isi pertanyaan DNS Anda tetap terbaca oleh siapa pun yang bisa mengintip jaringan. Enkripsi baru aktif kalau Anda memakai nama host terenkripsi seperti
dns.opendns.com. - Penyaringan yang bisa diatur menuntut alamat IP terdaftar: Padahal alamat itu berganti sendiri tanpa memberi tahu siapa pun, seperti diuraikan di bagian berikutnya.
Cara Setting DNS OpenDNS di Router, Windows, dan Android
Urutan pemasangannya penting. Pasang di router terlebih dahulu agar seluruh perangkat rumah mengikuti, baru turun ke perangkat tertentu jika ada kebutuhan khusus.
Satu pengaturan DNS OpenDNS di router menjangkau semua perangkat rumah; per perangkat harus diulang satu per satu.
Langkah #1: Pasang di router
Masuk ke antarmuka router lewat browser, biasanya di alamat 192.168.1.1 atau 192.168.0.1. Cari menu bernama DNS, Internet, atau WAN, lalu isi dua kolom DNS server dengan pasangan pilihan Anda dari tabel di atas. Simpan, kemudian mulai ulang router.
Pada MikroTik, alamat DNS OpenDNS diisi di menu IP → DNS, kolom Servers. Pastikan opsi Allow Remote Requests aktif agar perangkat di jaringan lokal ikut memakainya.
Langkah #2: Pasang di komputer (opsional)
Kalau router Anda dikunci penyedia internet dan tidak bisa diubah, atur di tiap komputer. Langkah antarmukanya sama persis dengan panduan cara setting DNS Google di Windows 10 — Anda cukup mengganti angka yang diisikan pada kolom Preferred DNS server dan Alternative DNS server.
Langkah #3: Pasang di Android lewat Private DNS
Android 9 ke atas punya fitur Private DNS yang sekaligus mengenkripsi permintaan DNS Anda. Buka Settings → Network & Internet → Private DNS, pilih Private DNS provider hostname, lalu isi salah satu hostname OpenDNS berikut:
dns.opendns.comuntuk layanan standarfamilyshield.opendns.comkalau Anda ingin konten dewasa ikut diblokir
Kelebihan cara ini, pengaturannya ikut ke mana pun ponsel dibawa, termasuk saat memakai jaringan seluler. Kekurangannya, pemilik ponsel bisa mematikannya sendiri kapan saja.
Langkah #4: Daftarkan jaringan jika ingin mengatur sendiri
Langkah ini hanya perlu kalau Anda memakai OpenDNS Home. Buat akun gratis di dashboard OpenDNS, lalu tambahkan jaringan baru. Alamat IP publik Anda terisi otomatis karena dashboard membacanya dari koneksi yang sedang dipakai. Sesudah tersimpan, menu penyaringan kategori baru bisa diatur.
Kenapa Filter OpenDNS Home Bisa Berhenti Bekerja Sendiri
Dashboard OpenDNS mengenali jaringan Anda semata-mata dari alamat IP publik yang terdaftar. Sementara itu, sebagian besar koneksi rumah di Indonesia memakai alamat IP publik yang dinamis, yaitu berganti setiap kali modem dimatikan atau koneksi terputus sesaat.
Saat alamat berganti, dashboard tidak lagi mengenali permintaan yang datang dari rumah Anda. Aturan penyaringan berhenti berlaku, sementara internet tetap berjalan normal dan halaman pengaturan tetap terlihat aktif. Tidak ada peringatan apa pun. Banyak orang baru menyadarinya setelah berbulan-bulan mengira rumahnya terlindungi.
Filter OpenDNS Home berjalan saat alamat IP rumah masih cocok, dan berhenti tanpa peringatan begitu alamat berganti.
Kalau Anda memakai OpenDNS Home untuk mengawasi akses anak, periksa dashboard secara berkala. Alamat IP yang tercatat di sana harus sama dengan alamat IP publik Anda saat ini.
Penyelesaiannya ada di dashboard itu sendiri. Buka pengaturan jaringan Anda, masuk ke Advanced Settings, lalu aktifkan opsi pembaruan IP dinamis. Sesudah itu jalankan sebuah program pembaru yang memberi tahu OpenDNS setiap kali alamat berubah. OpenDNS memakai API milik DynDNS untuk ini, sehingga sebagian besar klien DDNS biasa bisa dipakai — tidak harus program buatan Cisco.
Satu catatan penting: jangan menjalankan program pembaru itu di komputer yang sering tersambung VPN kantor. Program tersebut akan melaporkan alamat VPN sebagai alamat rumah Anda, dan penyaringan justru diterapkan ke jaringan yang salah.
Cara Cek OpenDNS Sudah Benar-Benar Aktif
Cara paling cepat adalah membuka halaman welcome OpenDNS di browser, yaitu URL welcome.opendns.com. Kalau perangkat Anda sudah memakainya, halaman ucapan selamat datang akan muncul. Kalau belum, URL itu dialihkan ke /oops/ dengan pesan bahwa Anda belum memakai OpenDNS — persis yang kami dapat saat mengujinya dari koneksi yang masih memakai resolver bawaan router.
Cara kedua lebih teliti dan bisa dijalankan dari terminal:
nslookup -type=txt debug.opendns.comKalau jawabannya memuat baris server diikuti kode lokasi seperti sin atau nrt, berarti permintaan Anda memang ditangani OpenDNS. Kalau perintah itu justru gagal atau tidak mengembalikan apa-apa, resolver Anda bukan OpenDNS.
Dua penyebab paling umum kalau hasilnya negatif padahal pengaturan sudah diubah. Pertama, jawaban lama masih tersimpan di komputer — jalankan pembersihan seperti pada panduan flush DNS cache. Kedua, router atau penyedia internet memaksakan resolver miliknya sendiri, sehingga pengaturan di perangkat Anda diabaikan.
OpenDNS vs Google Public DNS dan Cloudflare
Dua perbandingan yang paling sering ditanyakan adalah OpenDNS vs Cloudflare dan OpenDNS vs Google DNS. Kolom terakhir menjawabnya dengan waktu jawab dari koneksi kami di Indonesia: angka "panas" untuk nama yang sudah pernah ditanyakan, "dingin" untuk nama yang belum pernah.
| Resolver | Alamat | Filter | Panas / dingin |
|---|---|---|---|
| OpenDNS | 208.67.222.222 | Bisa diatur | 20,5 / 51,0 ms |
| 8.8.8.8 | Tidak ada | 22,5 / 24,5 ms | |
| Cloudflare | 1.1.1.1 | Tidak ada | 8,5 / 22,5 ms |
| Quad9 | 9.9.9.9 | Malware | 8,0 / 25,0 ms |
Semua diukur pada 25 Agustus 2026, jadi anggaplah sebagai gambaran arah — hasil di koneksi Anda bisa berbeda.
Rekomendasi berdasarkan kebutuhan:
- Rumah dengan anak di bawah 13 tahun: FamilyShield 208.67.222.123 di router. Selisih 12 ms dibanding Cloudflare tidak akan terasa saat membuka halaman, sementara penyaringannya berjalan tanpa perlu dirawat.
- Ingin mengatur sendiri kategori yang diblokir: OpenDNS Home, dengan catatan Anda bersedia memasang program pembaru IP dan memeriksa dashboard sebulan sekali.
- Hanya mengejar kecepatan: Cloudflare 1.1.1.1, yang menang telak pada nama yang sudah di-cache.
- Ingin proteksi keamanan tanpa memblokir konten: Quad9 9.9.9.9 memberi hasil tercepat sekaligus memblokir domain berbahaya.
Pertanyaan yang Sering Muncul Soal OpenDNS
Apakah OpenDNS gratis?
Ya, dan sekarang seluruhnya gratis. Sejak 2 April 2024 tidak ada lagi paket berbayar untuk pengguna rumahan; OpenDNS Home VIP dihentikan penjualannya dan pelanggan lamanya dipindahkan ke akun gratis. Yang berbayar hanya Cisco Umbrella, dan itu produk untuk perusahaan.
Apakah OpenDNS aman dipakai?
Aman dalam arti tidak merusak dan tidak menyisipkan iklan, serta memvalidasi DNSSEC dengan benar pada pengujian kami. Yang perlu Anda sadari, Cisco tetap melihat seluruh nama domain yang Anda tanyakan. Mengganti resolver berarti memindahkan kepercayaan, bukan menghapusnya.
Apa bedanya Open DNS dan OpenDNS?
Tidak ada. Nama resminya ditulis menyatu, tetapi banyak orang mengetiknya terpisah menjadi Open DNS, dan keduanya merujuk ke layanan yang sama. Yang perlu dibedakan justru istilah open resolver, yaitu server DNS yang keliru dikonfigurasi sehingga mau menjawab siapa saja dari internet. Open resolver adalah masalah keamanan yang kerap disalahgunakan untuk memperbesar serangan, bukan nama produk.
Apa bedanya OpenDNS dengan 8.8.8.8?
Angka 8.8.8.8 adalah alamat resolver milik Google, sejajar dengan 208.67.222.222 milik OpenDNS. Keduanya alamat IP dari sebuah server DNS, bukan hal yang berbeda jenis. Bedanya pada perilaku: Google hanya menerjemahkan, sedangkan OpenDNS menambahkan penyaringan kategori dan proteksi penipuan.
Kenapa OpenDNS tidak bisa diakses di beberapa negara?
Karena Cisco menarik layanannya sebagai jawaban atas perintah pengadilan: Prancis dan Portugal sejak 28 Juni 2024, Belgia sejak 11 April 2025. Indonesia tidak termasuk — pengujian kami menunjukkan layanannya berjalan normal.
Bagaimana cara berhenti memakai OpenDNS?
Kembalikan kolom DNS di router atau perangkat ke pengaturan otomatis, lalu bersihkan cache DNS agar jawaban lama tidak menempel. Di Android, ubah pilihan Private DNS menjadi otomatis. Menghapus akun dashboard tidak diperlukan selama alamat resolvernya sudah diganti.
Kesimpulan
OpenDNS adalah resolver DNS publik gratis milik Cisco yang menambahkan penyaringan kategori dan proteksi penipuan di atas tugas dasar menerjemahkan nama domain. Nilainya terletak pada penyaringan yang berlaku ke seluruh perangkat rumah sekaligus, bukan pada kecepatan — dari Indonesia ia setara Google dan tertinggal dari Cloudflare.
Selama Anda menyadari bahwa filternya menempel pada alamat IP yang terdaftar, OpenDNS masih pilihan paling sederhana untuk jaringan keluarga. Semoga artikel ini membantu.




