Mendesain halaman di aplikasi Adobe terasa bebas. Anda menarik kotak, menaruh teks, menggeser gambar, dan hasilnya persis seperti yang Anda bayangkan. Persoalan muncul ketika desain itu harus berubah menjadi website sungguhan, karena di titik itu Anda berhadapan dengan HTML, CSS, dan JavaScript.
Selama bertahun-tahun jarak antara dua dunia tersebut diisi oleh seorang programmer. Adobe pernah mencoba menghapusnya lewat satu aplikasi khusus bernama Muse.
Adobe Muse adalah aplikasi desain website yang memungkinkan seorang desainer membangun situs utuh tanpa menulis satu baris kode pun. Namun statusnya hari ini sangat berbeda dari saat ia diperkenalkan, dan perbedaan itulah yang paling perlu Anda ketahui sebelum memakainya.
Adobe Muse Adalah Aplikasi Desain Web Tanpa Menulis Kode
Adobe Muse adalah aplikasi desktop keluaran Adobe untuk merancang dan menerbitkan website lewat antarmuka visual, tanpa pengetahuan pemrograman. Versi pertamanya rilis 7 Mei 2012. Karena dijual lewat langganan Creative Cloud, namanya sering ditulis sebagai Adobe Muse CC. Dukungan widget pihak ketiga baru masuk di versi 7, November 2013. Desain responsif — tata letak yang menyesuaikan lebar layar — bahkan baru menyusul di versi 2015.1, Februari 2016.
Pertanyaan apa itu Adobe Muse paling mudah dijawab lewat pembandingnya. Cara memakainya mirip aplikasi tata letak cetak seperti InDesign. Anda mendapat kanvas kosong, lalu menaruh elemen di mana pun Anda mau. Tidak ada grid yang memaksa, tidak ada tema yang harus diikuti, dan tidak ada panel kode di sudut layar. Kebebasan inilah yang membuat Muse populer di kalangan desainer grafis.
Pengertian Adobe Muse berhenti di sana. Fungsi dan kegunaannya hanya menyentuh ranah desain serta penerbitan. Ia menghasilkan halaman statis (isinya tetap sampai Anda menerbitkan ulang dari aplikasi). Muse bukan CMS dan tidak punya panel admin, sehingga pemilik situs tidak bisa mengganti tulisan lewat browser. Muse juga bukan editor kode seperti Dreamweaver.
Satu detail teknis justru menentukan nasibnya kemudian: Muse dibangun di atas Flash, Flex, dan Adobe AIR. Aplikasi ini menua bersama teknologi yang Adobe sendiri akhirnya pensiunkan.
Cara Kerja Muse: Dari Kanvas Bebas ke Folder HTML
Alur kerja di Muse berjalan dalam empat tahap. Anda mulai dari master page (halaman induk berisi elemen yang berulang, seperti menu dan footer). Dari sana Anda merancang tiap halaman di kanvas, menambahkan widget, lalu menerbitkannya.
Widget Muse memakai format bernama MuCow, berkas XML yang membungkus pengaturannya. Format ini melahirkan ekosistem pihak ketiga yang besar, dengan lebih dari seribu widget di galeri resminya.
Pada tahap penerbitan, Muse menyediakan dua pilihan: mengunggah lewat FTP, atau mengekspor ke folder di komputer Anda. Hasilnya berupa satu berkas .html untuk tiap halaman, ditemani folder assets, images, scripts, dan css. Isinya adalah HTML biasa yang bisa ditaruh di hosting mana pun.
Alur kerja Adobe Muse: kanvas berisi master page dan widget, Export as HTML, folder berkas, lalu unggah lewat FTP.
Berkas proyek Muse berekstensi
.musedan sifatnya tertutup — hanya Adobe Muse yang bisa membukanya. Folder hasil ekspor bisa dibaca siapa saja, tetapi proyek aslinya tidak bisa dipindah ke aplikasi lain.
Satu hal sengaja tidak disediakan Muse: code view. Anda tidak pernah melihat kode yang dihasilkan, apalagi menyuntingnya. Bagi desainer yang memang tidak ingin tahu, ini kelebihan. Bagi orang yang kelak merawat situsnya, ini persoalan.
Empat Tanggal yang Mengakhiri Adobe Muse
Adobe tidak mematikan Muse dalam satu hari. Status yang biasa disingkat menjadi discontinued itu sebenarnya berjalan bertahap selama tiga tahun, dan tiap tahap membawa akibat berbeda bagi pemilik situs.
| Tanggal | Yang terjadi | Akibatnya |
|---|---|---|
| 26 Maret 2018 | Rilis fitur terakhir | Pengembangan berhenti, tanpa fitur baru |
| 26 Maret 2020 | Dukungan teknis berakhir | Tanpa pembaruan kompatibilitas OS dan perbaikan bug |
| 31 Juli 2020 | In-Browser Editing dimatikan | Klien tidak bisa menyunting teks lewat browser |
| 26 Maret 2021 | Business Catalyst dicabut | Situs padam, data pelanggan dihapus |
Dua nama di tabel itu perlu penjelasan. Business Catalyst adalah layanan hosting sekaligus platform milik Adobe yang dulu menjadi pasangan alami Muse: sekali klik, situs Anda langsung tayang. In-Browser Editing adalah fasilitas turunannya, yang membuat klien bisa mengganti tulisan di halaman tanpa membuka Muse.
Perbedaan akibat antar-tanggal inilah yang sering tertukar. Berhentinya pengembangan pada 2018 tidak merusak apa pun, sedangkan berakhirnya dukungan pada 2020 membuat aplikasinya berhenti mengikuti perkembangan sistem operasi. Hanya penutupan Business Catalyst pada 2021 yang benar-benar mematikan situs — itu pun hanya yang menumpang di layanan tersebut.
Apakah Adobe Muse Masih Bisa Dipakai Sekarang?
Jawaban jujurnya: aplikasinya masih terbuka dan masih berfungsi. Adobe menyatakannya sendiri di halaman resmi penghentian layanan — Muse tetap bisa dipakai menyunting situs lama maupun membuat situs baru. Yang berhenti adalah perawatannya, bukan aplikasinya.
Persoalannya ada di sistem operasi yang terus bergerak sementara Muse berhenti di tempat. Muse CC 2018 resmi mendukung macOS 10.11 sampai 10.13. Sejak macOS 10.15 Catalina, Adobe hanya mengizinkan rilis CC 2019 ke atas yang dipasang, sedangkan Muse tidak pernah punya rilis 2019. Komponen pemasang 32-bit yang dipakai bersama antar-aplikasi Adobe juga ditolak Catalina. Inilah sebab teknis di balik keluhan Muse yang menolak terbuka di Mac.
Di Windows, Muse relatif lebih awet. Namun perhatikan satu hal saat menimbang Adobe Muse di Windows 11. Sistem operasi itu baru dirilis Oktober 2021, lebih dari setahun setelah Adobe berhenti menguji Muse. Tidak ada dukungan resmi yang bisa Anda jadikan pegangan.
Karena itu memakai Muse hari ini masuk akal hanya dalam satu situasi. Anda punya proyek .muse lama yang perlu disunting sedikit, dan mesin Anda kebetulan masih menjalankannya. Untuk situs baru, alasan teknisnya sudah habis.
Dari Mana Installer Adobe Muse Sebaiknya Diambil
Banyak yang mengira download Adobe Muse kini hanya mungkin lewat situs unduhan tidak resmi. Anggapan itu keliru — jalur sahnya masih terbuka, hanya letaknya tersembunyi.
Pelanggan Creative Cloud paket All Apps bisa menemukannya lewat empat langkah:
- Buka aplikasi Creative Cloud Desktop, lalu klik simbol profil di kanan atas.
- Pilih Preferences, kemudian masuk ke tab Apps di panel kiri.
- Gulir ke bagian Settings, aktifkan opsi Show Older Apps, lalu klik Done.
- Kembali ke panel Apps utama dan gulir ke bagian Available in your plan. Muse CC akan muncul di sana.
Pemegang lisensi aplikasi tunggal tidak mendapat akses ini, dan harus pindah ke paket All Apps lebih dulu.
Perlu diperhatikan bagi yang tergoda memakai salinan bajakan. Muse tidak pernah lagi ditambal sejak Maret 2020, sehingga celah keamanan di dalamnya akan tetap di sana selamanya. Memasang salinan dari sumber tidak resmi menambahkan risiko kedua di atasnya, yaitu berkas pemasang yang tidak diketahui isinya. Pada aplikasi yang masih dirawat, risiko semacam itu bisa ditutup pembaruan. Pada Muse, tidak ada pembaruan yang akan datang.
Kelemahan Adobe Muse yang Sudah Disorot Sejak Hari Pertama
Kekurangan Adobe Muse bukan temuan belakangan. Kritik teknisnya muncul pada 2011, sebelum versi 1.0 rilis, dan sasarannya satu: kualitas kode yang dihasilkan.
Peter Gasston, penulis buku CSS yang menguji versi awalnya, mencatat bahwa seluruh makna struktur hilang dari halaman keluaran Muse. Tidak ada heading, tidak ada list, dan semua teks dibungkus elemen p tanpa pembeda. Penekanan kata memakai span alih-alih em, dan tiap elemen diposisikan relatif terhadap induknya tanpa urutan bermakna. Seorang perancang di Clearleft merangkumnya: masalahnya bukan kodenya jelek, melainkan tidak bermakna.
Akibatnya berlapis dua. Mesin pencari membaca struktur halaman dari heading dan urutan konten, sehingga halaman tanpa keduanya lebih sulit dipahami — menyentuh langsung pekerjaan SEO. Pembaca yang memakai screen reader (perangkat lunak pembaca layar bagi tunanetra) dirugikan lebih jauh, karena alat bantu itu mengandalkan struktur yang sama.
Kelemahan lain menyusul dari sifat tertutupnya. Tanpa code view, pemakai tidak bisa memperbaiki sendiri keluaran yang bermasalah, dan seluruh widget hanya berjalan di dalam Muse. Tata letak berbasis posisi absolut juga membuat penyesuaian ke layar ponsel menuntut pekerjaan terpisah, bukan mengalir sendiri seperti pada CSS modern.
Di sisi lain, kelebihan Adobe Muse yang membuatnya laris memang nyata. Muse memangkas waktu dari desain ke situs tayang secara drastis, dengan kendali visual yang jarang ada di platform lain. Bagi situs kecil berumur pendek, pertukaran itu sepadan pada masanya.
Widget dan Toko Online: Fungsi yang Ditambal dari Luar
Muse sengaja dirancang ramping. Banyak fungsi yang hari ini dianggap standar — keranjang belanja, formulir pemesanan, kalender, feed media sosial — tidak pernah ada di dalam aplikasinya. Semuanya ditambal dari luar lewat widget.
Galeri resmi Adobe menampung lebih dari seribu widget, dan penjual pihak ketiga menambah lagi di atasnya. MuseThemes, salah satu yang terbesar, masih daring sampai sekarang dengan bundel berisi lebih dari 250 widget. Yang paling laris selalu fungsi yang absen dari Muse: pemesanan, kalender, formulir, galeri, dan feed Instagram.
Untuk toko online, dulu ada dua jalan. Jalan pertama memakai modul e-commerce Business Catalyst, yang menuntut paket berlangganan lebih mahal dan hanya mengenali modul, bukan tata letak. Jalan kedua menitipkan keranjang ke layanan pihak ketiga seperti Ecwid, yang menjalankan sendiri proses belanja di servernya.
Dua jalan toko online Muse: modul Business Catalyst padam 26 Maret 2021, widget pihak ketiga masih melayani pembeli.
Beda dua jalan itu baru terasa setelah 26 Maret 2021. Toko yang bergantung pada Business Catalyst kehilangan mesinnya sekaligus, sementara toko yang menitip ke layanan pihak ketiga tetap melayani pembeli. Polanya sama dengan formulir kontak yang kita bahas berikutnya: bagian yang dititipkan ke server orang lain justru lebih awet daripada bagian yang bergantung pada Adobe.
Satu batasan berlaku untuk semuanya. Adobe menyatakan seluruh widget Muse hanya kompatibel dengan Muse, sehingga tidak ada yang bisa dibawa saat Anda pindah platform. Dukungan widget berbayar pun jatuh ke masing-masing penjual, bukan Adobe.
Situs Muse Warisan: Bagian Mana yang Masih Hidup
Kalau Anda mengelola situs peninggalan Muse milik sendiri atau klien, kabar baiknya lebih banyak daripada yang dibayangkan.
Nasib situs Muse lama terbagi tiga: halaman statisnya aman, Business Catalyst padam, formulir PHP rawan berhenti.
Halaman yang sudah tayang di hosting pihak ketiga akan terus tayang tanpa syarat tambahan. Isinya HTML, CSS, gambar, dan JavaScript biasa, dan berkas seperti itu tidak punya masa berlaku. Selama hosting Anda aktif, situsnya hidup — Adobe menyatakannya secara eksplisit.
Yang sudah pasti mati hanya dua, keduanya milik Adobe: hosting Business Catalyst dan In-Browser Editing. Untuk situs yang dulu menumpang di Business Catalyst, yang dibutuhkan hanyalah layanan web hosting biasa. Berkas keluaran Muse tidak menuntut apa pun selain ruang penyimpanan dan web server.
Ada satu bagian yang rawan mati diam-diam: formulir kontak. Widget formulir Muse mengirim email lewat fungsi mail() bawaan PHP, bukan lewat SMTP. Banyak penyedia hosting kini mematikan fungsi tersebut demi menekan spam, atau menaikkan versi PHP sehingga skrip lama berhenti bekerja. Gejalanya menyesatkan: formulir tetap terlihat normal dan menampilkan pesan berhasil, sementara emailnya tidak pernah sampai.
Muse menyertakan berkas diagnosa. Buka alamat berikut setelah situs terunggah, ganti domainnya dengan milik Anda:
https://domain-anda.com/scripts/form_check.phpHalaman itu melaporkan apakah server sanggup mengirim email dari skrip Muse. Kalau gagal, jalan keluar paling awet adalah memindahkan formulir ke layanan pihak ketiga.
Pengganti Adobe Muse dan Kenapa Tidak Ada yang Persis Sama
Adobe menyarankan tiga penggantinya sendiri, dan tidak satu pun meniru cara kerja Muse. Adobe XD untuk merancang antarmuka dan prototipe, bukan menerbitkan situs. Adobe Portfolio membuat situs portofolio terhubung Behance, dengan kebebasan tata letak jauh lebih sempit. Adobe Express menangani halaman tunggal.
Nasib saran pertama bahkan ikut suram. Adobe XD berhenti dijual satuan bagi pelanggan baru pada 22 Juni 2023, lalu masuk mode perawatan — hanya perbaikan bug dan keamanan, tanpa fitur baru. Adobe tidak pernah menghadirkan pengganti setara untuk alur kerja Muse.
Alternatif Adobe Muse yang realistis hari ini bergantung pada apa yang Anda cari:
- Situs kecil dan tidak ingin menyentuh kode: website builder adalah pewaris paling dekat. Editornya seret-dan-lepas, hostingnya sudah menyatu, dan hasilnya bisa tayang dalam hitungan jam.
- Isi situs sering berubah dan ada yang mengelola: WordPress lebih tepat karena memberi panel admin yang tidak pernah dimiliki Muse. Langkahnya ada di panduan cara membuat website dengan WordPress.
- Situs kampanye satu tujuan berumur pendek: pendekatan microsite sudah memadai, karena cakupannya memang sengaja dibatasi.
- Ingin kanvas bebas tanpa terikat satu perusahaan: pilih tool visual berbasis open source, yang bisa dilanjutkan komunitas kalau pengembangnya mundur.
Bagi yang berencana pindah, urutannya sederhana. Ekspor situs ke HTML sebagai arsip, catat seluruh alamat halaman yang sudah diindeks, lalu siapkan pengalihan saat situs penggantinya tayang. Melewatkan langkah pengalihan adalah penyebab paling umum hilangnya posisi pencarian setelah migrasi.
Pertanyaan Seputar Adobe Muse
Apakah Adobe Muse gratis?
Tidak pernah gratis. Muse hanya dijual lewat langganan Creative Cloud, tanpa opsi lisensi permanen sekali beli. Sampai sekarang pun ia hanya bisa diunduh oleh pelanggan aktif paket All Apps.
Apakah Adobe Muse masih bisa diunduh?
Masih, tetapi hanya lewat Creative Cloud dan hanya untuk pelanggan All Apps. Aplikasinya tersembunyi di bagian Older Apps yang harus diaktifkan dulu di Preferences. Pemegang lisensi aplikasi tunggal harus pindah paket.
Kenapa Adobe Muse tidak mau terbuka di Mac?
Karena Muse berhenti di rilis 2018 dan tidak pernah mendapat pembaruan kompatibilitas setelah Maret 2020. Sejak macOS 10.15 Catalina, hanya rilis Adobe CC 2019 ke atas yang bisa dipasang, dan tidak ada solusi resmi untuk ini.
Apakah situs buatan Adobe Muse akan hilang dengan sendirinya?
Tidak. Halaman hasil Muse adalah berkas statis biasa dan terus tayang selama hosting Anda aktif. Yang berhenti hanya layanan Adobe: Business Catalyst dan In-Browser Editing.
Apa bedanya Adobe Muse dan Dreamweaver?
Dreamweaver adalah editor kode dengan bantuan visual, sementara Muse sepenuhnya visual tanpa panel kode sama sekali. Dreamweaver menuntut Anda memahami HTML, dan justru karena itu ia masih dirilis di Creative Cloud sampai sekarang sementara Muse berhenti di 2018.
Apakah Adobe Muse bisa membuat toko online?
Tidak secara bawaan. Toko online di Muse selalu memakai modul Business Catalyst yang kini sudah padam, atau widget dari layanan pihak ketiga. Hanya jalan kedua yang masih berfungsi hari ini.
Apakah berkas .muse bisa dibuka aplikasi lain?
Tidak bisa. Formatnya tertutup dan hanya dikenali Adobe Muse. Yang bisa dibawa pindah adalah folder hasil ekspor HTML, bukan berkas proyeknya.
Kesimpulan
Adobe Muse adalah aplikasi desain website tanpa kode yang sempat menjawab kebutuhan nyata para desainer, lalu ditinggalkan Adobe secara bertahap antara 2018 dan 2021. Aplikasinya masih bisa dibuka, tetapi tidak lagi menerima perbaikan apa pun, termasuk perbaikan keamanan.
Untuk situs baru, tidak ada lagi alasan teknis memilih Muse. Untuk situs warisan, halamannya aman selama hosting Anda aktif. Yang perlu Anda periksa lebih dulu justru formulir kontaknya, karena bagian itulah yang paling sering mati tanpa memberi tanda.
Semoga artikel ini membantu.




