Saat membeli laptop baru, sistem operasinya biasanya sudah terpasang: Windows dari Microsoft atau macOS dari Apple. Anda tidak perlu memikirkan siapa perakitnya. Linux bekerja dengan cara yang berbeda. Intinya satu, tetapi sistem siap pakainya dirakit oleh ratusan tim, sehingga orang yang baru mau mencoba Linux hampir selalu bertanya: pakai yang mana?
Jawaban yang paling sering muncul adalah Ubuntu. Ubuntu adalah sistem operasi berbasis Linux yang paling banyak dipakai di server web, sekaligus pintu masuk banyak pengguna desktop. Alasannya bukan tampilan, melainkan jadwal: setiap versi Ubuntu punya tanggal rilis dan tanggal akhir dukungan yang diumumkan sejak awal. Artikel ini membahas arti Ubuntu, cara membaca nomor versinya, jenis-jenisnya, hingga kelebihan dan kekurangan yang perlu Anda ketahui sebelum memasangnya.
Ubuntu Adalah Sistem Operasi Linux Rakitan Canonical
Ubuntu adalah sistem operasi open source berbasis Linux yang dikembangkan perusahaan Canonical bersama ribuan relawan. Ubuntu bisa diunduh dan dipakai gratis, baik di laptop, server, maupun layanan cloud.
Apa Bedanya Ubuntu dengan Linux?
Linux dalam arti sempit hanyalah kernel, yaitu inti yang menghubungkan aplikasi dengan perangkat keras. Kernel saja belum bisa dipakai, karena ia masih membutuhkan tampilan desktop, pengelola paket, dan aplikasi bawaan. Ubuntu adalah rakitan lengkap itu, atau yang biasa disebut distro Linux.
Itu sebabnya orang sering menyebutnya Linux Ubuntu: setiap Ubuntu adalah Linux, tetapi tidak setiap Linux adalah Ubuntu. Dari sisi jenisnya, Ubuntu termasuk perangkat lunak sistem, satu golongan dengan Windows dan macOS sebagai sistem operasi.
Arti Kata Ubuntu
Nama Ubuntu diambil dari filsafat suku Nguni di Afrika bagian selatan. Secara harfiah, ubuntu artinya "kemanusiaan kepada sesama", yang oleh Canonical dirumuskan sebagai "saya adalah saya karena kita semua". Mark Shuttleworth, pendiri proyek ini, memilih nama tersebut karena ia berasal dari Afrika Selatan dan ingin menonjolkan semangat komunitas.
Hubungan Ubuntu dengan Debian
Distro Linux yang menurunkan Ubuntu adalah Debian. Selama masa pengembangan, tim Ubuntu terus mengambil paket dari Debian unstable (cabang pengembangan Debian yang paling baru), lalu menggabungkannya dengan perubahan khas Ubuntu. Menjelang rilis, pengambilan otomatis dihentikan lewat tahap Debian Import Freeze, supaya isi versi baru bisa diuji dan distabilkan.

Karena berasal dari keluarga yang sama, Ubuntu memakai format paket .deb dan perintah apt seperti Debian. Itu sebabnya banyak panduan Debian bisa dipraktikkan di Ubuntu, dan sebaliknya. Turunan Debian lain yang terkenal adalah Kali Linux, meskipun tujuannya sangat berbeda.
Perjalanan Ubuntu dari 4.10 sampai 26.10
Pada April 2004, Shuttleworth mengundang sekitar selusin pengembang Debian ke flatnya di London. Ia membiayai proyek ini dari hasil penjualan perusahaan sertifikat digital miliknya, Thawte, kepada VeriSign. Enam bulan kemudian, pada Oktober 2004, rilis pertama Ubuntu 4.10 "Warty Warthog" terbit.
Sejak itu, beberapa keputusan besar membentuk Ubuntu yang Anda kenal sekarang:
- 2006: setiap rilis keempat dijadikan versi LTS dengan dukungan jangka panjang.
- 2011: tampilan GNOME 2 diganti Unity, desktop buatan Canonical sendiri.
- 2016: format paket Snap mulai dipakai untuk aplikasi desktop sejak Ubuntu 16.04.
- 2017: Canonical menghentikan proyek ponsel Ubuntu Touch dan kembali ke GNOME di Ubuntu 17.10.
- 23 April 2026: Ubuntu 26.04 LTS "Resolute Raccoon" rilis dengan kernel Linux 7.0 dan GNOME 50.
- 15 Oktober 2026: Ubuntu 26.10 "Stonking Stingray" rilis dengan kernel 7.3 dan GNOME 51.
Fungsi Ubuntu: Dari Laptop sampai Server Web
Fungsi Ubuntu adalah mengelola perangkat keras dan menjalankan aplikasi, sama seperti sistem operasi lain. Bedanya, wilayah pemakaiannya jauh lebih luas: dengan basis kode yang sama, Ubuntu berfungsi untuk menjalankan laptop, server web, layanan cloud, hingga perangkat IoT.

Rincian kelima wilayah pemakaian itu:
- Komputer desktop dan laptop: untuk bekerja, belajar pemrograman, dan menghidupkan kembali perangkat yang tidak lagi kuat menjalankan Windows terbaru.
- Server web: menurut W3Techs per 16 Oktober 2026, Ubuntu dipakai 15,2% situs berbasis Linux. Angka itu tampak kecil karena 77,1% situs Linux tidak menampakkan nama distronya. Di antara situs yang distronya bisa dikenali, porsi Ubuntu mencapai 66,4%, sedangkan Debian 24,5%.
- Cloud: Canonical mencatat Ubuntu sebagai sistem operasi pilihan di lebih dari 50% deployment OpenStack. Image Ubuntu siap pakai juga tersedia di AWS, Google Cloud, dan Azure.
- Di dalam Windows: lewat WSL (Windows Subsystem for Linux), Ubuntu berjalan berdampingan dengan Windows tanpa partisi terpisah. Ubuntu adalah distro bawaan saat Anda menjalankan perintah
wsl --install. - Perangkat kecil dan IoT: edisi Ubuntu Core dan image khusus Raspberry Pi dipakai di perangkat seperti kios layanan mandiri dan mesin industri.
Cara Membaca Nomor Versi Ubuntu dan Arti LTS
Nomor versi Ubuntu bukan urutan biasa, melainkan tanggal dengan format YY.MM, yaitu tahun dan bulan rilis. Ubuntu 26.04 dirilis April 2026, dan Ubuntu 26.10 dirilis Oktober 2026. Angka ketiga seperti pada 26.04.1 menandakan point release, yaitu kemasan ulang yang berisi kumpulan pembaruan sejak rilis awal.

Setiap versi juga punya nama sandi berupa nama hewan dengan kata sifat berawalan huruf yang sama. Huruf awalnya berurutan sesuai abjad: Jammy Jellyfish (22.04), Noble Numbat (24.04), Resolute Raccoon (26.04), lalu Stonking Stingray (26.10). Nama ini sering muncul dalam huruf kecil di berkas konfigurasi, misalnya noble atau resolute pada alamat repositori.
Ubuntu LTS (Long Term Support) adalah versi Ubuntu dengan masa dukungan panjang. Ubuntu merilis dua jenis versi dengan umur yang sangat berbeda:
- Versi interim: rilis setiap April dan Oktober, tetapi hanya mendapat pembaruan selama 9 bulan. Ubuntu 26.10, misalnya, akan berhenti didukung sekitar Juli 2027.
- Versi LTS: rilis setiap April di tahun genap. Paket di repositori Main mendapat pembaruan keamanan 5 tahun secara standar. Dengan Ubuntu Pro, dukungan diperluas menjadi 10 tahun untuk Main dan Universe, lalu 15 tahun dengan tambahan Legacy add-on.
💡 Cara cepat mengenali versi LTS: sejak Ubuntu 8.04, tahunnya selalu genap dan bulannya selalu 04, seperti 22.04, 24.04, dan 26.04. Versi berakhiran .10, atau .04 di tahun ganjil, selalu versi interim.
Berikut versi LTS yang masih menerima pembaruan per Oktober 2026:
| Versi | Nama sandi | Dukungan standar | Ubuntu Pro | Legacy add-on |
|---|---|---|---|---|
| 20.04 LTS | Focal Fossa | Mei 2025 (lewat) | Mei 2030 | Mei 2035 |
| 22.04 LTS | Jammy Jellyfish | Mei 2027 | Mei 2032 | Mei 2037 |
| 24.04 LTS | Noble Numbat | Mei 2029 | Mei 2034 | Mei 2039 |
| 26.04 LTS | Resolute Raccoon | Mei 2031 | Mei 2036 | Mei 2041 |
Masa dukungan antar-LTS sengaja dibuat tumpang tindih. Saat 26.04 rilis, 24.04 masih punya tiga tahun dukungan standar, sehingga Anda bisa menunda migrasi sampai aplikasi benar-benar siap.

Untuk mengetahui versi Ubuntu yang terpasang, jalankan perintah berikut di terminal:
lsb_release -aBaris Description menampilkan versi lengkapnya, misalnya Ubuntu 26.04.1 LTS, dan baris Codename menampilkan nama sandinya. Kalau perintah itu tidak tersedia, cat /etc/os-release memberikan informasi yang sama.
Aturan praktisnya: pakai versi LTS untuk server dan komputer kerja. Versi interim cocok kalau Anda ingin mencoba fitur terbaru dan siap memperbarui sistem dua kali setahun.
Jenis Ubuntu: Desktop, Server, Core, dan Flavour Resmi
Canonical merilis tiga edisi utama. Ubuntu Desktop memakai tampilan GNOME untuk laptop dan PC. Ubuntu Server tidak memiliki tampilan grafis dan dirancang untuk melayani aplikasi. Ubuntu Core adalah versi ringkas yang seluruh isinya berupa paket Snap, ditujukan untuk perangkat IoT.
Di luar ketiganya ada flavour, yaitu varian resmi yang dirawat komunitas dengan desktop berbeda. Per rilis 26.10, ada sepuluh flavour resmi:
| Flavour | Desktop | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Kubuntu | KDE Plasma | banyak pilihan pengaturan |
| Xubuntu | Xfce | laptop lama, RAM kecil |
| Lubuntu | LXQt | spesifikasi paling rendah |
| Ubuntu MATE | MATE | tata letak klasik |
| Ubuntu Budgie | Budgie | modern dan sederhana |
| Ubuntu Cinnamon | Cinnamon | mantan pengguna Mint |
| Ubuntu Unity | Unity | gaya Ubuntu 2011–2017 |
| Ubuntu Kylin | UKUI | pengguna Mandarin |
| Ubuntu Studio | KDE Plasma | audio, video, grafis |
| Edubuntu | GNOME | sekolah dan kampus |
Semua flavour mengambil paket dari repositori yang sama dan mengikuti jadwal rilis yang sama. Yang berbeda hanya tampilan dan aplikasi bawaannya, sehingga perintah yang berlaku di Ubuntu juga berlaku di Kubuntu atau Xubuntu.
Ubuntu Server Adalah Edisi Tanpa Tampilan Grafis
Ubuntu Server adalah edisi Ubuntu untuk menjalankan layanan seperti web server, database, atau container, tanpa desktop grafis. Server dikelola lewat terminal, biasanya dari jarak jauh memakai SSH. Tanpa desktop, kebutuhan sumber dayanya turun drastis: Ubuntu Server 26.04 bisa berjalan dengan RAM 1,5 GB dan penyimpanan 4 GB.
Versi 26.04 juga membawa perangkat lunak server terbaru, misalnya PHP 8.5, PostgreSQL 18, dan MySQL 8.4. Untuk keamanan dasar, Ubuntu menyertakan firewall UFW yang cukup diaktifkan dengan satu perintah. Kombinasi ringan dan mutakhir inilah yang membuat Ubuntu menjadi pilihan bawaan di banyak VPS. Kalau Anda ingin berlatih mengelola Ubuntu Server di lingkungan nyata, layanan VPS Indonesia dari Indowebsite menyediakan template Ubuntu yang bisa langsung dipasang.
Spesifikasi Minimum Ubuntu 26.04
Ubuntu Desktop 26.04 LTS membutuhkan RAM minimal 6 GB, sedangkan Ubuntu Server cukup 1,5 GB. Anggapan bahwa Ubuntu selalu ringan karena itu perlu diperbarui. Untuk versi desktop, Canonical merekomendasikan spesifikasi berikut:
- Prosesor: 2 GHz dual-core.
- RAM: 6 GB, naik dari rekomendasi 4 GB yang berlaku sejak Ubuntu 18.04.
- Penyimpanan: ruang kosong 25 GB.
- Media pemasangan: flashdisk minimal 8 GB, karena berkas ISO Ubuntu Desktop 26.04.1 berukuran sekitar 6,5 GB.
Ubuntu Server jauh lebih hemat. Ia cukup dengan RAM 1,5 GB dan penyimpanan 4 GB, dengan berkas ISO sekitar 2,9 GB. Selisih sebesar ini datang dari tampilan GNOME dan aplikasi desktop yang tidak ikut dipasang.

Berdasarkan angka tersebut, berikut pilihan yang kami sarankan sesuai kapasitas RAM:
- RAM 4 GB: pakai Xubuntu atau Lubuntu. Ubuntu standar tetap bisa dipasang, tetapi akan terasa berat saat browser membuka banyak tab.
- RAM 8 GB: Ubuntu Desktop standar berjalan lancar untuk kerja harian dan belajar pemrograman.
- RAM 16 GB: cukup lega untuk menjalankan mesin virtual atau container di samping desktop.
Pada perangkat dengan RAM pas-pasan, swap memory bisa membantu mencegah aplikasi tertutup paksa, tetapi tidak bisa menggantikan kecepatan RAM fisik.
Kelebihan Ubuntu
Kelebihan Ubuntu sebagian besar berasal dari ukuran ekosistemnya, bukan dari teknologi yang tidak dimiliki distro lain:
- Jadwal yang bisa diprediksi: tanggal rilis dan akhir dukungan diumumkan sejak awal. Tim IT bisa merencanakan migrasi bertahun-tahun ke depan, sesuatu yang sulit dilakukan dengan distro yang merilis versi baru saat dianggap siap.
- Dokumentasi dan komunitas terbesar: forum seperti Ask Ubuntu dan tutorial berbahasa Indonesia paling banyak ditulis untuk Ubuntu.
- Rujukan utama pengembang perangkat lunak: Docker, Visual Studio Code, dan banyak aplikasi Linux lain menyebut Ubuntu secara eksplisit di panduan pemasangannya.
- Dukungan perangkat keras yang luas: driver kartu grafis dan Wi-Fi umumnya terdeteksi otomatis. Sejak 26.04, kartu grafis NVIDIA juga didukung penuh di Wayland, sistem tampilan yang kini menjadi bawaan Ubuntu.
- Gratis, termasuk dukungan panjangnya: Ubuntu Pro, yang memperpanjang dukungan keamanan hingga 10 tahun, gratis untuk pemakaian pribadi di 5 mesin fisik.
- Mirror lokal di Indonesia: per Oktober 2026 ada 21 mirror resmi Ubuntu di Indonesia, di antaranya milik UGM, Universitas Airlangga, dan PENS. Unduhan paket dari repository menjadi lebih cepat karena servernya dekat.
Kekurangan Ubuntu yang Perlu Anda Pertimbangkan
Popularitas tidak berarti Ubuntu cocok untuk semua orang. Berikut enam kelemahan Ubuntu yang paling sering dikeluhkan penggunanya:
- Kebutuhan RAM desktop terus naik: rekomendasi 6 GB membuat Ubuntu standar tidak lagi ideal untuk laptop lama. Flavour ringan seperti Xubuntu dan Lubuntu menjadi jalan keluarnya.
- Snap memicu perdebatan: beberapa aplikasi bawaan, termasuk Firefox, dipasang sebagai paket Snap. Aplikasi Snap umumnya lebih lambat saat pertama kali dibuka, dan toko Snap dikelola satu pihak, yaitu Canonical.
- Tidak semua paket dijamin pembaruan keamanannya: dukungan 5 tahun standar hanya mencakup repositori Main. Ribuan paket di Universe baru mendapat jaminan pembaruan keamanan dari Canonical lewat Ubuntu Pro.
- Versi interim cepat kedaluwarsa: dengan dukungan 9 bulan, pengguna versi interim harus memperbarui sistem paling lambat tiga bulan setelah versi berikutnya keluar.
- Perubahan alat inti bisa mengejutkan: sesi desktop Ubuntu kini hanya berjalan di Wayland. Sejak 26.04, perintah
sudodan sebagian coreutils (perintah dasar sepertilsdancat) juga diganti versi yang ditulis ulang dalam bahasa Rust. Aplikasi atau skrip lama yang bergantung pada perilaku versi sebelumnya perlu diuji ulang. - Aplikasi profesional tertentu tidak tersedia: Adobe Photoshop dan Microsoft Office versi desktop tidak dirilis untuk Linux. Sejumlah game daring dengan sistem anti-cheat juga tidak bisa dijalankan.
Kalau sebagian besar pekerjaan Anda bergantung pada aplikasi di poin terakhir, Ubuntu lebih cocok dijadikan sistem kedua daripada pengganti Windows.
Ubuntu Dibandingkan Windows, Debian, dan Linux Mint
Tabel berikut merangkum perbedaan utama Ubuntu dengan tiga sistem operasi yang paling sering dibandingkan dengannya:
| Aspek | Ubuntu | Windows 11 | Debian | Linux Mint |
|---|---|---|---|---|
| Biaya | gratis | berbayar | gratis | gratis |
| Pengembang | Canonical | Microsoft | relawan | komunitas |
| Basis | Debian | – | – | Ubuntu LTS |
| Rilis | tiap 6 bulan | tahunan | ±2 tahun | ikut LTS |
| Snap | ya | – | tidak | tidak |
| Desktop | GNOME | Windows | dipilih | Cinnamon |
Ubuntu vs Windows. Perbedaan terbesarnya ada di model kepemilikan. Windows dikembangkan secara tertutup oleh Microsoft dan dijual per lisensi, sedangkan Ubuntu terbuka dan gratis. Dalam pemakaian harian, Windows unggul di kompatibilitas aplikasi dan game. Ubuntu unggul di kendali penuh atas sistem, kebutuhan server, dan pemrograman.
Ubuntu vs Debian. Keduanya memakai apt dan paket .deb, tetapi pendekatannya berbeda. Debian merilis versi baru saat dianggap siap, dengan paket yang cenderung lebih tua namun sangat stabil. Ubuntu mengikuti kalender tetap, membawa paket yang lebih baru, dan menambahkan Snap. Untuk server yang ingin minim perubahan, Debian sering dipilih, sedangkan Ubuntu unggul di dokumentasi dan dukungan komersial.
Ubuntu vs Linux Mint. Linux Mint dibangun di atas Ubuntu LTS, jadi isinya sangat mirip. Bedanya, Mint memakai desktop yang tata letaknya mirip Windows dan tidak memasang Snap secara bawaan. Banyak pemula yang pindah dari Windows merasa lebih nyaman di Mint, sementara pengguna yang mengikuti tutorial server atau cloud lebih diuntungkan dengan Ubuntu.
Cara Mulai Mencoba Ubuntu
Anda tidak harus menghapus Windows untuk mengenal Ubuntu. Urutan yang kami sarankan, dari yang paling aman:
- Pilih versi LTS terbaru: per Oktober 2026, versinya adalah Ubuntu 26.04 LTS. Unduh berkasnya dari halaman unduhan resmi Ubuntu, bukan dari situs pihak ketiga.
- Coba lewat WSL kalau Anda memakai Windows: buka PowerShell sebagai administrator, lalu jalankan
wsl --install. Cara ini memberi terminal Ubuntu tanpa tampilan desktop. - Coba mode live dari flashdisk: tulis berkas ISO ke flashdisk 8 GB memakai aplikasi seperti balenaEtcher atau Rufus. Setelah komputer di-boot dari flashdisk, pilih opsi untuk mencoba Ubuntu, lalu uji Wi-Fi, suara, dan layar tanpa mengubah isi hard disk.
- Pasang permanen setelah yakin: pasang berdampingan dengan Windows (dual boot) atau di mesin virtual seperti VirtualBox dan VMware.
Setelah Ubuntu terpasang, perbarui seluruh paket lebih dulu:
sudo apt update && sudo apt upgradePerintah pertama mengambil daftar paket terbaru dari repositori, dan perintah kedua memasang pembaruannya. Kalau unduhan terasa lambat, arahkan sumber paket ke salah satu mirror Indonesia.
Di Ubuntu 26.04, aplikasi pengaturan sumber paket (Software & Updates) tidak lagi terpasang bawaan. Pasang dulu dengan
sudo apt install software-properties-gtk, atau ubah alamat mirror langsung di berkas/etc/apt/sources.list.d/ubuntu.sources.
Pertanyaan Seputar Ubuntu
Apakah Ubuntu gratis, termasuk untuk perusahaan?
Ya. Ubuntu bebas diunduh, dipakai, dan dipasang di berapa pun komputer, termasuk untuk keperluan komersial. Yang berbayar adalah layanan tambahan dari Canonical. Ubuntu Pro gratis untuk pemakaian pribadi hingga 5 mesin fisik, sedangkan perusahaan yang membutuhkan dukungan keamanan 10–15 tahun atau bantuan teknis perlu berlangganan.
Ubuntu termasuk jenis perangkat lunak apa?
Ubuntu termasuk perangkat lunak sistem, tepatnya sistem operasi. Dari sisi lisensi, Ubuntu tergolong perangkat lunak open source karena sebagian besar komponennya memakai lisensi bebas seperti GPL.
Apa saja editor teks terminal di Ubuntu?
Editor teks yang berjalan di terminal antara lain nano dan vim. Nano sudah terpasang bawaan dan paling mudah untuk pemula, karena daftar pintasannya tampil di bagian bawah layar. Vim tersedia dalam versi ringkas lewat perintah vi. Text Editor (dulu gedit) bukan editor terminal, melainkan aplikasi berjendela di desktop GNOME.
Apakah Ubuntu Touch untuk HP masih ada?
Masih ada, tetapi bukan lagi dikembangkan Canonical. Setelah Canonical menghentikan proyek ponselnya pada 2017, pengembangan Ubuntu Touch dilanjutkan komunitas relawan UBports. Daftar ponsel yang didukung terbatas, jadi periksa dulu situs resmi UBports sebelum mencoba memasangnya. Kalau tujuan Anda hanya menjalankan perintah Linux di HP Android, Termux jauh lebih praktis.
Ubuntu versi mana yang sebaiknya dipakai sekarang?
Untuk pemasangan baru, pilih Ubuntu 26.04 LTS yang didukung standar sampai Mei 2031. Ubuntu 24.04 LTS yang sudah terpasang masih aman dipakai karena dukungan standarnya berlaku sampai Mei 2029. Ubuntu 20.04 sudah melewati masa dukungan standar, jadi segera tingkatkan versinya atau aktifkan Ubuntu Pro.
Kesimpulan
Ubuntu adalah distro Linux turunan Debian yang menonjol karena jadwalnya. Ia rilis tiap enam bulan, menghadirkan versi LTS tiap dua tahun, dan masa dukungannya sudah diketahui sejak hari pertama. Kepastian itu, ditambah komunitas yang besar, membuatnya dominan di server web dan menjadi pilihan awal yang aman untuk belajar Linux.
Pilih versi LTS, sesuaikan flavour dengan RAM perangkat Anda, dan pertimbangkan Debian atau Linux Mint kalau Anda menginginkan sistem tanpa Snap. Kalau pekerjaan Anda bergantung pada aplikasi yang hanya tersedia di Windows, jadikan Ubuntu sistem kedua lebih dulu.
Semoga artikel ini membantu.




