Saat Anda membuka WhatsApp di ponsel Android lalu mengunjungi sebuah situs berita, ada dua komputer yang bekerja. Satu ada di genggaman Anda, satu lagi di pusat data entah di mana. Kemungkinan besar keduanya menjalankan perangkat lunak yang sama di bagian intinya, yaitu Linux.

Meski begitu, kebanyakan orang merasa tidak pernah memakai Linux. Wajar saja, karena laptop dan komputer kantor di Indonesia hampir semuanya menjalankan Windows. Linux adalah sistem operasi open source (kode sumbernya terbuka dan boleh dipelajari siapa pun) yang bekerja di balik layar, bukan di meja kerja. Artikel ini menjelaskan apa itu Linux, dari mana asalnya, bagaimana cara kerjanya, serta kelebihan dan kekurangannya bagi Anda yang baru mengenalnya.

Apa Itu Linux?

Linux adalah keluarga sistem operasi bebas dan open source yang meniru cara kerja Unix, sistem operasi legendaris yang lahir di Bell Labs pada awal 1970-an. Sebagai sistem operasi, Linux bertugas menjembatani aplikasi dengan perangkat keras. Ia membagi waktu prosesor, mengatur memori, dan menyimpan berkas ke disk. Ia juga memastikan setiap program tidak saling mengganggu.

Yang membuat pengertian sistem operasi Linux sedikit membingungkan adalah kata "Linux" sendiri dipakai untuk dua hal berbeda.

Kernel Linux dan Sistem Operasi Linux, Dua Arti yang Sering Tertukar

Dalam arti sempit, Linux hanyalah kernel, yaitu inti sistem operasi yang berbicara langsung dengan perangkat keras. Kernel Linux adalah program pertama yang dimuat saat komputer menyala, dan ia tetap berjalan sampai komputer dimatikan. Namun kernel tidak menyediakan layar login, terminal, atau aplikasi apa pun. Kalau kernel menemui galat fatal yang tidak bisa ditangani, seluruh sistem berhenti lewat kernel panic.

Bayangkan sebuah gedung perkantoran. Kernel adalah pengelola gedung yang mengatur listrik, lift, dan pembagian ruangan. Para penyewa, yaitu aplikasi, tidak boleh membuka panel listrik sendiri. Mereka cukup mengajukan permintaan, lalu pengelola yang mengerjakannya. Namun gedung yang hanya berisi pengelola, tanpa penyewa dan perabot, belum bisa disebut kantor.

Dalam arti luas, "OS Linux" merujuk pada sistem operasi lengkap yang memakai kernel tersebut. Sistem lengkap ini dirakit oleh berbagai tim menjadi paket siap pasang seperti Ubuntu, Debian, Fedora, atau Kali Linux yang khusus untuk uji keamanan. Paket rakitan inilah yang disebut distro Linux, dan jumlahnya mencapai ratusan. Jadi ketika seseorang berkata "saya memakai Linux", hampir pasti yang ia maksud adalah salah satu distro tersebut.

Kenapa Ada yang Menyebutnya GNU/Linux

Sebelum kernel Linux lahir, proyek GNU sudah bekerja sejak 1984 untuk membangun sistem operasi bebas yang mirip Unix. Mereka berhasil membuat hampir semua komponennya, mulai dari kompiler, shell (program yang menerima perintah ketikan), sampai pustaka C. Satu bagian yang belum siap dipakai adalah kernelnya.

Kernel Linux kemudian mengisi kekosongan itu. Karena itu Free Software Foundation, organisasi di balik GNU, berpendapat sistem lengkapnya lebih tepat disebut GNU/Linux. Debian termasuk distro yang memakai nama ini secara resmi. Dalam percakapan sehari-hari, sebutan "Linux" saja jauh lebih umum, dan kedua istilah itu merujuk pada sistem yang sama.

Linux Termasuk Perangkat Lunak Apa?

Pertanyaan ini sering muncul di soal sekolah. Linux termasuk perangkat lunak sistem, tepatnya sistem operasi. Linux sejajar dengan Windows dan macOS, ketiganya contoh dari sistem operasi. Linux berbeda dari perangkat lunak aplikasi seperti Google Chrome atau WhatsApp yang justru berjalan di atas sistem operasi.

Sifat utama sistem operasi Linux dapat diringkas menjadi empat:

  1. Open source: kode sumbernya dirilis di bawah lisensi GPL versi 2, sehingga boleh dipelajari, diubah, dan dibagikan ulang.
  2. Multiuser: satu komputer dapat dipakai banyak akun sekaligus, masing-masing dengan berkas dan hak akses sendiri.
  3. Multitasking: banyak program berjalan bersamaan dan kernel membagi waktu prosesor di antara mereka.
  4. Portabel: kernel yang sama berjalan di prosesor x86, ARM, RISC-V, dan arsitektur lain, dari jam tangan sampai superkomputer.

Sejarah Linux, dari Proyek Hobi Mahasiswa Helsinki

Pada 25 Agustus 1991, Linus Torvalds yang berusia 21 tahun mengirim pesan ke forum diskusi comp.os.minix. Mahasiswa ilmu komputer Universitas Helsinki itu mengumumkan sedang membuat sistem operasi gratis untuk komputer 386. Ia menyebutnya sekadar hobi yang tidak akan sebesar dan seprofesional GNU. Kalimat merendah itu kini menjadi salah satu kutipan paling terkenal di dunia komputasi.

Versi 0.01 dirilis 17 September 1991. Torvalds, sang pencipta Linux, sebenarnya ingin menamai proyeknya Freax. Namun Ari Lemmke, pengelola server FTP universitas, menaruh berkasnya di folder bernama "linux", dan nama itulah yang melekat.

Mulai versi 0.12 pada Februari 1992, Linux beralih ke lisensi GPL, dan inilah keputusan yang paling menentukan. Lisensi ini mewajibkan siapa pun yang membagikan versi modifikasi untuk ikut membuka kode sumbernya. Akibatnya, perbaikan dari perusahaan mana pun selalu kembali ke proyek induk, dan Linux tumbuh dari kontribusi ribuan pihak. Konsep ini dibahas lebih rinci di artikel open source.

Versi stabil pertama, Linux 1.0, keluar pada Maret 1994. Sejak itu nomor versinya naik bertahap: 2.6 pada 2003, 3.0 pada 2011 bertepatan dengan usia 20 tahun, lalu 4.0 (2015), 5.0 (2019), dan 6.0 (2022). Linux 7.0 menyusul pada 12 April 2026, hampir 35 tahun setelah versi pertamanya.

Perjalanan versi kernel Linux: 0.01 tahun 1991, 1.0 tahun 1994, 2.6 tahun 2003, hingga Linux 7.0 pada April 2026.
Perjalanan versi kernel Linux: 0.01 tahun 1991, 1.0 tahun 1994, 2.6 tahun 2003, hingga Linux 7.0 pada April 2026.

Asal-usul Logo Penguin Tux

Logo Linux yang paling dikenal adalah penguin gemuk bernama Tux. Maskot ini diperkenalkan pada 1996 setelah Torvalds menyatakan ia menyukai penguin. Gambar aslinya dibuat oleh Larry Ewing memakai GIMP, aplikasi pengolah gambar yang juga open source. Nama Tux diusulkan oleh James Hughes, yang memaknainya sebagai singkatan dari Torvalds UniX. Ewing mengizinkan siapa pun memakai dan mengubah gambarnya selama nama pembuatnya dan GIMP disebutkan, sehingga Tux kini muncul dalam ratusan variasi.

Logo Linux berupa penguin Tux karya Larry Ewing, diperkenalkan 1996, digambar dengan GIMP, namanya dari Torvalds UniX.
Logo Linux berupa penguin Tux karya Larry Ewing, diperkenalkan 1996, digambar dengan GIMP, namanya dari Torvalds UniX.

Cara Kerja Linux dalam Satu Komputer

Sistem Linux tersusun dari beberapa lapisan yang saling bertumpuk. Setiap lapisan hanya berbicara dengan lapisan tepat di bawahnya, sehingga aplikasi tidak pernah menyentuh perangkat keras secara langsung.

  1. Perangkat keras: prosesor, RAM, SSD, kartu jaringan, dan perangkat lain.
  2. Kernel Linux: mengatur proses, memori, sistem berkas, jaringan, serta driver (program penerjemah untuk tiap perangkat keras).
  3. Shell dan perkakas dasar: program seperti Bash serta perintah ls, cp, dan grep yang dipakai untuk mengelola sistem.
  4. Aplikasi dan tampilan: peramban, editor, server web, hingga desktop environment yang menampilkan menu dan jendela.

Anda dapat melihat versi kernel yang sedang berjalan dengan mengetik perintah berikut di terminal:

Bash
uname -r

Di Ubuntu 26.04 LTS yang diperbarui per Oktober 2026, hasilnya 7.0.0-38-generic. Angka 7.0.0 adalah versi kernel Linux, sedangkan -38-generic adalah nomor rakitan dari Ubuntu. Satu baris ini memperlihatkan dua arti Linux sekaligus: kernelnya dari proyek Linux, distronya dari Ubuntu.

Tampilan terminal Linux di Ubuntu 26.04.1: uname -r menunjukkan kernel 7.0.0-38-generic, os-release menunjukkan distronya.
Tampilan terminal Linux di Ubuntu 26.04.1: uname -r menunjukkan kernel 7.0.0-38-generic, os-release menunjukkan distronya.

Tampilan Linux sendiri tidak seragam. Lapisan teratas bisa memakai tampilan grafis atau GUI (graphical user interface) seperti GNOME, KDE Plasma, dan Xfce. Server justru biasanya berjalan tanpa tampilan grafis sama sekali dan hanya dikelola lewat terminal.

Ada tiga sifat sistem berkas (file system) Linux yang perlu Anda ketahui sejak awal. Pertama, semua berkas berada dalam satu pohon yang berawal dari direktori akar /, tanpa huruf drive seperti C: atau D:. Kedua, penamaan berkas bersifat case-sensitive (membedakan huruf besar dan kecil), sehingga Laporan.txt dan laporan.txt adalah dua berkas berbeda. Ketiga, format sistem berkas yang paling umum adalah ext4, meskipun Fedora memakai Btrfs dan Red Hat Enterprise Linux memakai XFS secara bawaan.

Perintah Dasar Linux untuk Pemula

Di terminal, hampir semua pekerjaan dimulai dari segelintir perintah yang sama di distro mana pun. Enam perintah berikut cukup untuk berpindah folder, melihat isinya, dan mengelola berkas:

PerintahFungsiContoh
pwdMenampilkan direktori aktifpwd
lsMelihat isi direktorils -l /home
cdBerpindah direktoricd /var/log
mkdirMembuat direktori barumkdir proyek
rm -rMenghapus direktori beserta isinyarm -r proyek
sudoMenjalankan perintah sebagai rootsudo apt update

Untuk menghapus direktori yang sudah kosong, gunakan rmdir. Untuk masuk sebagai superuser (root) secara penuh, gunakan sudo -i. Berhati-hatilah dengan rm -r, karena Linux tidak punya Recycle Bin di terminal dan berkas yang terhapus tidak bisa dikembalikan.

Fungsi Linux dan Di Mana Ia Berjalan Hari Ini

Fungsi Linux adalah menyediakan fondasi sistem operasi yang gratis, stabil, dan bisa disesuaikan untuk perangkat apa pun. Karena sifat itu, Linux paling banyak dipakai di tempat yang jarang terlihat oleh pengguna biasa. Angka-angka berikut diambil dari pengukuran September dan Oktober 2026.

Ponsel. Android dibangun di atas kernel Linux. StatCounter mencatat Android menguasai 79,15% pemakaian ponsel di Indonesia pada September 2026. Artinya hampir delapan dari sepuluh ponsel di Indonesia menjalankan kernel Linux. Untuk merasakan lingkungan Linux yang sesungguhnya di ponsel, Anda bisa memasang Termux.

Server web. Menurut W3Techs per 15 Oktober 2026, Linux dipakai 63,1% situs web yang sistem operasinya bisa dideteksi, sementara Windows hanya 8,0%. Sisanya didominasi keluarga Unix yang jenisnya tidak terdeteksi. Hampir semua server hosting dan VPS juga dikelola dari jauh lewat SSH di atas Linux. Kontainer Docker pun bekerja dengan menumpang fitur kernel Linux, yaitu namespaces dan cgroups.

Superkomputer. Pada daftar TOP500 edisi Juni 2026, seluruh 500 superkomputer tercepat di dunia memakai sistem operasi keluarga Linux. Kondisi 500 dari 500 ini sudah bertahan sejak November 2017.

Perangkat tertanam. Router rumahan, smart TV, kamera CCTV, hingga sistem hiburan mobil banyak yang menjalankan Linux versi ringkas. Chromebook dan konsol genggam Steam Deck juga berbasis Linux.

Desktop. Di sinilah Linux justru kecil. Pangsa Linux di komputer desktop Indonesia hanya 4,41% pada September 2026, jauh di bawah Windows yang mencapai 86,49%. Angka globalnya pun tidak jauh berbeda, yaitu 4,54%.

Kontras inilah yang menjawab kenapa banyak orang merasa tidak memakai Linux. Linux mendominasi perangkat yang tidak menuntut kita memilih sistem operasinya sendiri, dan kalah di satu-satunya perangkat yang sistem operasinya kita pilih.

Pemakaian Linux 2026: 79,15% ponsel Indonesia, 63,1% situs web, 500 dari 500 superkomputer, tetapi hanya 4,41% desktop.
Pemakaian Linux 2026: 79,15% ponsel Indonesia, 63,1% situs web, 500 dari 500 superkomputer, tetapi hanya 4,41% desktop.

Bagaimana Linux Dikembangkan dan Diperbarui

Linux bukan produk yang selesai dibuat lalu dijual. Kernel Linux adalah proyek yang terus berjalan dengan jadwal rilis yang sangat teratur. Versi besar baru keluar kira-kira setiap sembilan sampai sepuluh minggu. Linux 7.0 dirilis 12 April 2026, Linux 7.1 pada 14 Juni, dan Linux 7.2 pada 16 Agustus.

Siklus setiap versi berjalan seperti diagram berikut:

Siklus rilis kernel Linux: merge window dua minggu, rc mingguan, rilis final, lalu pembaruan stable dan dukungan LTS.
Siklus rilis kernel Linux: merge window dua minggu, rc mingguan, rilis final, lalu pembaruan stable dan dukungan LTS.

Pada dua minggu pertama, yang disebut merge window, fitur baru boleh masuk. Setelah itu hanya perbaikan yang diterima, dan versi uji coba bernama release candidate (rc) dirilis setiap minggu. Pada pertengahan Oktober 2026, Linux 7.3 sudah mencapai rc7, sedangkan versi stabil terbarunya adalah 7.2.11. Daftar versi terkini selalu tercantum di halaman depan kernel.org.

Lompatan nomor dari 6.19 ke 7.0 sering disangka perubahan besar. Kenyataannya, Torvalds menaikkan angka depan setiap kali angka belakang dirasa sudah terlalu panjang. Isi Linux 7.0 sama bertahapnya dengan versi-versi sebelumnya.

Skala pengembangannya juga besar. Rilis 7.2 saja memuat 16.418 perubahan kode dari 2.652 pengembang yang didukung 249 perusahaan, menurut catatan LWN. Meski pengembangnya ribuan, hanya satu orang yang berwenang menggabungkan kode ke cabang utama, yaitu Linus Torvalds. Para pengelola subsistem menyaring perubahan lebih dulu, lalu meneruskannya ke Torvalds. Kebutuhan mengelola kontribusi sebanyak itu pula yang melahirkan Git pada 2005.

Tidak semua pengguna perlu mengikuti versi terbaru. Setiap tahun satu versi dipilih menjadi Long Term Support (LTS) yang dirawat bertahun-tahun. Versi LTS terbaru saat ini adalah 6.18, dan versi-versi LTS inilah yang umumnya dipakai server serta ponsel Android.

Kelebihan Linux

Kelebihan Linux paling terasa di area yang menuntut biaya rendah, kendali penuh, dan kestabilan jangka panjang. Berikut keistimewaan sistem operasi Linux yang paling sering menjadi alasan orang memilihnya:

  1. Gratis tanpa batas pemasangan: hampir semua distro dapat diunduh dan dipasang di banyak komputer tanpa biaya lisensi. Sekolah dan kantor bisa menghemat anggaran lisensi untuk setiap unit.
  2. Kode terbuka yang bisa diperiksa: siapa pun dapat membaca kode sumbernya. Celah keamanan lebih cepat ditemukan karena banyak pihak independen ikut memeriksa.
  3. Menghidupkan perangkat lama: distro ringan seperti Xubuntu atau Lubuntu dapat berjalan di RAM 2 GB. Laptop yang sudah terlalu lambat untuk Windows terbaru sering kali masih layak dipakai.
  4. Stabil untuk berjalan lama: server Linux lazim menyala berbulan-bulan tanpa restart. Distro server tertentu bahkan bisa menambal kernel tanpa reboot lewat fitur livepatch.
  5. Aplikasi dari satu sumber tepercaya: aplikasi dipasang dan diperbarui lewat manajer paket dari repository resmi distro. Satu perintah memperbarui sistem dan seluruh aplikasinya sekaligus.
  6. Model izin yang ketat: setiap berkas punya pemilik dan izin yang diatur lewat chown dan chmod. Akun biasa tidak dapat mengubah berkas sistem tanpa hak root (administrator), sehingga program berbahaya tidak otomatis bisa merusak seluruh sistem. Kernel juga membawa firewall bawaan yang diatur lewat iptables.
  7. Bisa disesuaikan sampai ke inti: dari tampilan desktop hingga kernel, semuanya bisa diganti atau dikompilasi ulang sesuai kebutuhan.

Kekurangan Linux yang Perlu Anda Pertimbangkan

Kelebihan dan kekurangan Linux perlu ditimbang bersama, karena keunggulan di atas tidak membuatnya cocok untuk semua orang. Berikut keterbatasan nyata yang sebaiknya Anda ketahui sebelum beralih sepenuhnya:

  1. Aplikasi populer tidak tersedia: Microsoft Office versi desktop, Adobe Photoshop, dan Adobe Premiere Pro tidak punya versi Linux. Alternatifnya seperti LibreOffice, GIMP, dan Kdenlive cukup mampu, tetapi format berkas dan cara kerjanya tidak selalu sama persis.
  2. Sebagian game daring tidak bisa dimainkan: game yang memakai sistem anti-cheat tingkat kernel, seperti Valorant, menolak berjalan di Linux. Banyak game Windows lain sebenarnya sudah bisa dimainkan lewat Proton. Pada survei Steam September 2026, pengguna Linux baru 3,05% dibanding Windows 95,03%.
  3. Driver perangkat tertentu: sebagian printer, pemindai, dan kartu grafis tidak mendapat driver resmi yang sama baiknya dengan di Windows. Periksa daftar kompatibilitas sebelum membeli perangkat baru.
  4. Kurva belajar terminal: tugas sehari-hari bisa dikerjakan lewat tampilan grafis, tetapi panduan perbaikan masalah hampir selalu berupa perintah yang harus diketik.
  5. Panduan yang terpecah: perintah untuk Ubuntu belum tentu berlaku di Fedora atau Arch, sehingga tutorial untuk distro lain sering membingungkan pemula.
  6. Tetap bisa terkena malware: Linux bukan sistem yang kebal virus. Botnet Mirai pada 2016, misalnya, menginfeksi ratusan ribu kamera dan router berbasis Linux yang memakai kata sandi bawaan.

Kalau pekerjaan Anda bergantung pada aplikasi Adobe atau game kompetitif tertentu, Windows masih menjadi pilihan yang lebih praktis. Untuk menulis, menjelajah internet, belajar pemrograman, dan mengelola server, Linux sudah lebih dari memadai.

Perbedaan Linux dan Windows

Perbedaan Linux dan Windows tidak berhenti pada tampilan. Keduanya berbeda sejak model lisensinya. Tabel berikut merangkum pembeda yang paling terasa bagi pengguna baru:

AspekLinuxWindows
LisensiGratis, open source (GPLv2)Berbayar, kode tertutup
KernelLinuxWindows NT
Pemasangan aplikasiManajer paket dari repositoriBerkas .exe/.msi dan Microsoft Store
Sistem berkas bawaanext4 (Btrfs/XFS di distro tertentu)NTFS
Struktur folderSatu pohon dari /Huruf drive C:, D:
Nama berkasMembedakan huruf besar-kecilTidak membedakan
Pilihan tampilanBanyak (GNOME, KDE Plasma, Xfce, dan lainnya)Satu tampilan bawaan
Pangsa desktop Indonesia (Sep 2026)4,41%86,49%
Pangsa situs web (Okt 2026)63,1%8,0%

Kedua sistem ini juga tidak lagi saling meniadakan. Windows 10 versi 2004 ke atas dan Windows 11 dapat menjalankan Linux sungguhan lewat WSL, yang dibahas di bagian berikut.

Cara Mencoba Linux Tanpa Menghapus Windows

Anda tidak perlu menghapus Windows untuk mulai belajar Linux. Ada empat cara, diurutkan dari yang paling ringan.

Langsung di browser adalah cara tercepat untuk mencicipi terminal Linux. JSLinux buatan Fabrice Bellard menjalankan Linux sungguhan di dalam tab browser lewat emulator, tanpa memasang apa pun. Pilihannya antara lain Alpine Linux 3.23 untuk x86_64 dan Fedora 33 untuk RISC-V. Cara ini cukup untuk mencoba perintah dasar di atas, tetapi terlalu lambat untuk pemakaian sehari-hari.

WSL (Windows Subsystem for Linux) adalah jalur paling ringkas untuk belajar terminal. Buka PowerShell sebagai administrator, lalu jalankan perintah berikut:

POWERSHELL
wsl --install

Setelah komputer dinyalakan ulang, Ubuntu terpasang sebagai distro bawaan. Cara ini cocok untuk belajar perintah dan pemrograman, tetapi tidak menghadirkan tampilan desktop Linux secara utuh.

Mesin virtual (virtual machine) menjalankan Linux lengkap di dalam jendela aplikasi seperti VirtualBox. Ubuntu 26.04 LTS membutuhkan RAM minimal 6 GB, jadi komputer Anda idealnya memiliki RAM 12 GB supaya Windows tetap lancar. Untuk RAM 8 GB, pilih distro ringan seperti Xubuntu dan alokasikan 2โ€“3 GB saja.

Live USB menjalankan Linux langsung dari flashdisk tanpa memasangnya ke disk. Berkas ISO Ubuntu Desktop berukuran sekitar 6 GB, sehingga Anda membutuhkan flashdisk minimal 8 GB. Cara ini paling jujur untuk menguji apakah Wi-Fi, suara, dan layar laptop Anda didukung Linux.

Untuk distro pertama, keluarga Debian seperti Ubuntu atau Linux Mint adalah titik awal yang aman, karena sebagian besar panduan berbahasa Indonesia ditulis untuk keluarga ini.

Pertanyaan Seputar Linux

Linux pakai bahasa pemrograman apa?

Kernel Linux sebagian besar ditulis dalam bahasa C, dengan sedikit bahasa assembly untuk bagian yang sangat dekat dengan prosesor. Sejak akhir 2025, bahasa Rust resmi menjadi bagian tetap kernel, bukan lagi eksperimen. Rust dipakai terutama untuk driver baru karena lebih aman terhadap kesalahan pengelolaan memori.

Apakah Linux bisa menjalankan aplikasi dan game Windows?

Sebagian bisa. Wine adalah lapisan kompatibilitas yang menerjemahkan panggilan program Windows ke Linux, sehingga banyak aplikasi .exe dapat berjalan tanpa Windows. Untuk game, Valve menyediakan Proton di Steam, yang dibangun di atas Wine dan dipakai Steam Deck. Batasnya tetap ada: game dengan anti-cheat tingkat kernel dan aplikasi berat seperti Adobe Photoshop sering gagal atau tidak stabil.

Siapa pemilik Linux?

Tidak ada satu perusahaan yang memiliki Linux. Hak cipta kodenya tersebar di ribuan kontributor. Merek dagang "Linux" terdaftar atas nama Linus Torvalds dan dikelola Linux Foundation, organisasi nirlaba yang juga mendanai pekerjaan Torvalds.

Google Chrome, Linux, dan WhatsApp adalah contoh dari apa?

Ketiganya adalah contoh perangkat lunak. Bedanya, Linux tergolong perangkat lunak sistem (sistem operasi), sedangkan Google Chrome dan WhatsApp tergolong perangkat lunak aplikasi.

Apakah Linux butuh antivirus?

Untuk komputer pribadi, ancaman terbesar biasanya datang dari kata sandi lemah dan aplikasi dari sumber tidak resmi. Memasang aplikasi hanya dari repositori resmi dan rutin memperbarui sistem sudah memadai. Server yang menerima unggahan berkas dari pengguna lain tetap disarankan memakai pemindai seperti ClamAV.

Kesimpulan

Linux adalah sistem operasi open source yang berawal dari proyek hobi pada 1991. Kini ia menjalankan sebagian besar ponsel, server web, dan seluruh superkomputer di dunia. Kata "Linux" bisa berarti kernelnya saja atau sistem operasi lengkap yang dirakit dalam bentuk distro. Kelebihannya ada pada biaya, keterbukaan, dan kestabilan, sementara kekurangannya terletak pada ketersediaan aplikasi populer, game tertentu, dan kebiasaan memakai terminal.

Kalau Anda pengguna Windows yang penasaran, mulailah dari WSL atau live USB sebelum memasangnya secara permanen. Kalau Anda belajar di bidang server atau pemrograman, Linux layak dipelajari sejak awal karena di situlah sebagian besar pekerjaan Anda kelak akan berjalan.

Semoga artikel ini membantu.