Panel kontrol hosting selama ini punya satu pola yang seragam. Anda menyewa server, menjalankan sebuah skrip instalasi, lalu panel itu berdiri di dalam server tersebut — lengkap dengan halaman login di sebuah port khusus. cPanel di port 2083, CyberPanel di port 8090, DirectAdmin di port 2222. Panelnya hidup dan mati bersama servernya.

RunCloud membalik susunan itu. Server Anda tidak pernah menerima panel apa pun. Yang dipasang hanya sebuah program kecil yang menunggu perintah dari luar, sementara antarmukanya berada di situs milik RunCloud. Dari perbedaan yang terdengar sepele itulah hampir seluruh kelebihan sekaligus keterbatasannya berasal.

RunCloud Adalah Pengelola Server, Bukan Panel di Dalam Server

RunCloud adalah layanan berlangganan untuk mengelola server Linux — khususnya server yang menjalankan aplikasi PHP — dari sebuah dashboard terpusat. Melalui satu halaman, Anda dapat menyiapkan web server, membuat aplikasi web, memasang sertifikat SSL, menjadwalkan cron job, dan memantau beban server, tanpa membuka terminal.

Yang membedakannya dari panel kontrol pada umumnya adalah letak panelnya. Dashboard RunCloud berjalan di infrastruktur RunCloud sendiri. Di server Anda, yang terpasang adalah agent (program kecil yang menerima dan menjalankan perintah dari layanan pusat) berlisensi tertutup milik RunCloud. Ketentuan layanannya menyebut agen ini sebagai komponen yang bertanggung jawab menjalankan Nginx dan mengaktifkan pencadangan.

Konsekuensi pertama dari susunan tersebut terasa menyenangkan: satu dashboard dapat memegang puluhan hingga ratusan server sekaligus, dari penyedia mana pun. Anda memakai VPS di Jakarta, satu lagi di Singapura, dan satu lagi di Eropa — ketiganya tampil berdampingan di layar yang sama.

RunCloud dikembangkan oleh RunCloud Sdn Bhd, perusahaan yang terdaftar di Malaysia dengan nomor registrasi 201701034105. Catatan hak cipta di situsnya membentang dari 2017 hingga 2026, dan blog resminya masih terbit rutin sampai Agustus 2026 — dua penanda sederhana bahwa produknya aktif dirawat.

Yang Dipasang Agen RunCloud di Server Anda

Meski panelnya di luar, server Anda tetap berubah banyak setelah tersambung. RunCloud tidak memakai paket bawaan sistem operasi begitu saja, melainkan menaruh versi rakitannya sendiri di direktori /RunCloud/Packages/. Apache pada stack hybrid, misalnya, berjalan sebagai layanan bernama apache2-rc dengan konfigurasi di /etc/apache2-rc/httpd.conf — bukan apache2 bawaan Ubuntu.

Selain web server dan PHP, proses penyambungan menyiapkan basis data, Redis, dan Supervisor untuk proses latar belakang. Dua lapis pengamanan ikut terpasang: firewalld (pengelola aturan firewall pada Linux) dan Fail2ban yang memblokir IP penyerang berdasarkan pembacaan log.

Empat pintu yang terbuka secara bawaan setelah proses ini selesai:

PortUntuk
22/tcpSSH
80/tcpHTTP
443/tcpHTTPS (443/udp opsional untuk HTTP/3)
34210/tcpkomunikasi dashboard RunCloud dengan agen

Port 34210 itulah satu-satunya pintu tambahan yang dibuka RunCloud, dan tidak ada halaman login apa pun di baliknya. Bandingkan dengan panel yang dipasang sendiri, yang menaruh antarmuka administrasi lengkap di sebuah port terbuka. Permukaan serangnya jelas lebih sempit.

Panel yang dipasang sendiri membuka port login 2083 dan 8090, sedangkan RunCloud hanya menambah port 34210 untuk agen.Panel yang dipasang sendiri membuka port login 2083 dan 8090, sedangkan RunCloud hanya menambah port 34210 untuk agen.

Aturan firewall di server RunCloud harus diatur dari dashboard. Dokumentasinya menyatakan bahwa aturan yang Anda tambahkan manual lewat baris perintah akan ditimpa saat deployment berikutnya. Kebiasaan lama membuka port dengan firewall-cmd langsung di server akan menghasilkan perubahan yang hilang tanpa peringatan.

Empat Pilihan Stack yang Terkunci Sejak Awal

Saat menyambungkan server baru, Anda memilih tumpukan web server yang akan dipasang. Pilihannya empat, dan masing-masing menjawab kebutuhan berbeda:

  1. Nginx murni: Nginx melayani seluruh permintaan sendirian. Paling ringan dan paling cepat, tetapi tidak membaca berkas .htaccess.
  2. Nginx + Apache hybrid: Nginx di depan sebagai penerima permintaan, Apache di belakang menjalankan PHP. Susunan ini ada justru supaya berkas .htaccess tetap terbaca — penting bagi aplikasi warisan yang aturannya sudah lebih dulu ditulis di sana.
  3. OpenLiteSpeed: edisi sumber terbuka web server LiteSpeed, dengan mesin cache bawaannya sendiri.
  4. Mode Containerized: seluruh aplikasi dijalankan di dalam container yang saling terisolasi, sebagai alternatif mode Native.

Di API RunCloud, pilihan yang berbasis Nginx muncul pada field stack sebagai nilai nativenginx, hybrid, dan customnginx. Nama-nama itu berguna diketahui bila suatu saat Anda mengotomasi pembuatan aplikasi web lewat API.

Satu hal yang perlu diputuskan matang di awal: pilihan stack tidak dapat diubah setelah server berdiri. Dokumentasi RunCloud menyatakan bahwa berpindah dari Nginx ke OpenLiteSpeed atau sebaliknya menuntut Anda membuat server baru dengan stack yang diinginkan, lalu memigrasikan aplikasinya ke sana. OpenLiteSpeed bahkan mensyaratkan server yang benar-benar kosong dan tidak tersedia dalam mode Containerized.

RunCloud menawarkan stack Nginx, Nginx+Apache, OpenLiteSpeed, atau Containerized; menggantinya berarti membuat server baru.RunCloud menawarkan stack Nginx, Nginx+Apache, OpenLiteSpeed, atau Containerized; menggantinya berarti membuat server baru.

Setiap aplikasi web juga punya mode stack sendiri: production yang menahan penulisan log demi performa, dan development yang menulis log seketika untuk memudahkan penelusuran masalah. Mode kedua tidak disarankan untuk situs yang sudah melayani pengunjung.

Satu Aplikasi Web, Satu Pengguna Sistem, Satu Pool PHP-FPM

Model isolasi RunCloud adalah bagian yang paling jarang tampak di antarmuka, padahal paling menentukan saat server menampung banyak situs.

Setiap aplikasi web dimiliki oleh sebuah system user (akun pengguna di tingkat sistem operasi) dan berdiri di /home/<pengguna>/webapps/<nama-aplikasi>. Aplikasi itu mendapat open_basedir sendiri, yaitu daftar direktori yang boleh disentuh kode PHP-nya. Kode di satu aplikasi tidak dapat membaca berkas milik aplikasi lain, bahkan ketika keduanya berada di server yang sama.

Pengaturan PHP-FPM pun dipisah per aplikasi. Anda menentukan sendiri metode process manager, jumlah proses anak maksimum, dan berapa banyak permintaan sebelum sebuah proses didaur ulang. Situs yang trafiknya berat bisa diberi jatah proses lebih besar tanpa mengganggu tetangganya di server yang sama.

Tiap aplikasi di server RunCloud punya pengguna sistem, pool PHP-FPM, dan batas folder sendiri sehingga saling terkunci.Tiap aplikasi di server RunCloud punya pengguna sistem, pool PHP-FPM, dan batas folder sendiri sehingga saling terkunci.

Versi PHP juga diatur per aplikasi web, dan terpisah dari versi PHP CLI yang dipakai Composer, cron job, serta Supervisor. Pemisahan ini kerap menjadi sumber kebingungan: sebuah aplikasi bisa saja berjalan di PHP 8.3 sementara perintah composer install di server yang sama memakai PHP 8.1. RunCloud menyatakan menyediakan seluruh versi PHP yang masih aktif didukung, dan menyarankan aplikasi warisan yang menuntut versi sudah kedaluwarsa dijalankan di dalam container terpisah.

Syarat Server: Ubuntu LTS, IPv4 Publik, dan Bukan OpenVZ

Daftar syaratnya pendek tetapi cukup ketat, dan beberapa di antaranya menggugurkan VPS murah yang banyak beredar:

  • Sistem operasi: Ubuntu Server LTS 20.04, 22.04, atau 24.04, 64-bit arsitektur x86. Untuk prosesor ARM (aarch64), dukungan dimulai dari 24.04. Distribusi Linux lain tidak diterima.
  • Prosesor dan disk: minimal satu core dan ruang disk kosong lebih dari 2 GB.
  • Memori: 1 GB cukup untuk situs sederhana atau lingkungan uji coba, sedangkan 2 GB ke atas disarankan untuk situs produksi yang memakai cache dan pencadangan rutin.
  • Jaringan: wajib memiliki IPv4 publik. VPS yang hanya mendapat IP di balik NAT tidak dapat dipakai.
  • Virtualisasi: OpenVZ tidak didukung. Pilih KVM atau setara.
  • Kondisi server: harus instalasi bersih. Server yang sudah berisi web server lain tidak dapat disambungkan.

Rekomendasi yang wajar dari angka-angka tersebut: 2 GB RAM dan 40 GB disk untuk satu situs WordPress produksi, dan 4 GB RAM bila server menampung tiga situs atau lebih beserta Redis. Bila Anda belum memiliki servernya, VPS Indonesia berbasis KVM dengan Ubuntu LTS memenuhi seluruh syarat di atas.

Penyambungan sendiri berjalan lewat skrip yang dibuat RunCloud khusus untuk tiap server, berisi token unik yang mengikat server tersebut ke akun Anda. Skrip itu dijalankan sebagai root, dan prosesnya memakan beberapa menit.

Harga RunCloud dan Kenyataan Setelah Paket Gratis Ditutup

RunCloud pernah dikenal karena paket gratisnya untuk satu server. Paket itu sudah tidak ada. Keempat paket yang tersedia sekarang seluruhnya berbayar, dengan tarif bulanan berikut:

PaketTarif/blnServerBackup
Essentials$912 GB
Professional$195010 GB
Business$4910030 GB
Enterprise$399500100 GB

Jumlah aplikasi web tidak dibatasi di paket mana pun, jadi yang benar-benar membedakan tiap tingkat adalah fitur yang terbuka di dalamnya. Essentials sudah memuat cache FastCGI dan Redis beserta satu lingkungan staging. Professional menambah konfigurasi Nginx kustom, firewall 6G/7G/8G, dan sepuluh staging. Business membuka atomic deployment, workspace tim sepuluh kursi, WAF ModSecurity dengan OWASP Core Rule Set, serta akses API RunCloud. Enterprise memperbesar semuanya, termasuk kuota 400.000 panggilan API per bulan.

Empat hal yang dibatasi — jumlah server, kursi tim, penyimpanan cadangan, dan panggilan API — bisa ditambah sebagai add-on. Server tambahan dihargai mulai $10 per bulan untuk 50 server, kursi workspace $10 per bulan untuk 10 kursi, penyimpanan 100 GB $2 per bulan, dan 10.000 panggilan API $10 per bulan.

Uji cobanya berlaku tujuh hari untuk paket mana pun, tetapi menuntut metode pembayaran dimasukkan lebih dahulu. Bila Anda tidak membatalkan sebelum masa itu habis, kartu akan ditagih. Jaring pengamannya berupa jaminan uang kembali 14 hari. Penagihan ditangani Paddle sebagai merchant of record (pihak yang secara hukum menjual dan menagih atas nama penyedia), sehingga pajak menyesuaikan negara pembeli. Indonesia termasuk negara yang dilayani.

Perhitungan yang perlu Anda buat sebelum memutuskan: biaya RunCloud adalah lapisan di atas sewa server. Satu situs di VPS 2 GB seharga sekitar $12 per bulan, ditambah Essentials $9, menghasilkan total sekitar $21 per bulan. Angka itu baru sebanding bila waktu yang Anda hemat memang senilai dengan selisihnya. Untuk satu blog kecil, layanan web hosting biasa masih jauh lebih murah dan tidak menuntut Anda merawat server sendiri.

Biaya bulanan menumpuk: sewa VPS 2 GB sekitar $12 ditambah langganan Essentials $9, sehingga totalnya sekitar $21.Biaya bulanan menumpuk: sewa VPS 2 GB sekitar $12 ditambah langganan Essentials $9, sehingga totalnya sekitar $21.

Email dan DNS: Dua Hal yang Tidak Ditangani RunCloud

Inilah perbedaan yang paling sering mengejutkan pengguna pindahan dari panel hosting klasik.

RunCloud tidak memasang mail server dan tidak menyediakan akun email berdomain sendiri. Tidak ada Postfix, tidak ada Dovecot, tidak ada webmail. Bila aplikasi Anda perlu mengirim email, pengirimannya harus dititipkan ke layanan pihak ketiga lewat SMTP — dan penerimaan email domain Anda pun harus ditangani penyedia lain.

DNS ditangani setengah jalan. RunCloud punya menu DNS Manager, tetapi menu itu bukan server DNS milik RunCloud melainkan integrasi ke akun Cloudflare Anda sendiri. Anda menghubungkan API key Cloudflare, lalu menyunting record A, AAAA, CNAME, MX, dan TXT dari dalam dashboard. Tanpa akun Cloudflare, menu tersebut kosong.

Cara paling jujur membaca keadaan ini: RunCloud mengelola satu lapisan saja, yaitu aplikasi web dan tumpukan PHP di bawahnya. Lapisan lain yang dulu menyatu dalam satu panel hosting — email, DNS otoritatif, FTP untuk klien — memang bukan wilayahnya. Bagi tim yang sudah memakai layanan email terpisah, ini justru menyederhanakan. Bagi yang berharap satu panel mengurus semuanya, ini kekurangan yang nyata.

Apa yang Terjadi pada Server Saat Langganan Berhenti

Pertanyaan ini pantas dijawab sebelum Anda berlangganan, bukan sesudah.

Ketentuan layanan RunCloud menyatakan bahwa server Anda tidak akan dihapus dari penyedia cloud mana pun — server itu memang milik Anda. Yang terjadi adalah agen RunCloud dinonaktifkan. Situs yang sudah berjalan tetap melayani pengunjung, karena Nginx dan PHP tidak ikut dimatikan.

Yang berhenti bekerja ada tiga, dan ketiganya menumpuk seiring waktu:

  1. Pembuatan aplikasi web baru: dashboard menolak menambah aplikasi selama akun terkunci.
  2. Pencadangan: backup baru tidak dapat dibuat, dan cadangan lama tidak dipertahankan melewati masa kedaluwarsanya.
  3. Perpanjangan sertifikat Let's Encrypt: ini yang paling mahal akibatnya. Sertifikat Let's Encrypt yang menyalakan HTTPS berlaku 90 hari. Bila perpanjangannya berhenti, situs Anda akan menampilkan peringatan sertifikat kedaluwarsa dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Akun yang tidak memiliki server aktif atau langganan berjalan akan dinonaktifkan setelah 30 hari, dan ketentuan layanannya menyebutkan penghapusan akun setelah 90 hari tidak aktif. Server tetap ada, tetapi kendali lewat dashboard hilang dan Anda kembali mengurusnya lewat SSH.

Langganan berhenti: situs dan Nginx tetap jalan, tetapi aplikasi baru, pencadangan, dan perpanjangan SSL 90 hari mati.Langganan berhenti: situs dan Nginx tetap jalan, tetapi aplikasi baru, pencadangan, dan perpanjangan SSL 90 hari mati.

Catatan Keamanan: Sertifikasi, Port Ketat, dan Kode Tertutup

RunCloud mengantongi sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 dengan nomor ISMS 00405 untuk sistem manajemen keamanan informasinya. Di sisi produk, praktik yang didokumentasikan cukup standar dan lengkap. Ada autentikasi dua faktor, autentikasi kunci SSH, penyimpanan kredensial dalam bentuk hash beralgoritma Argon2, pembatasan IP yang boleh mengakses dashboard, serta program bug bounty.

Basis data kerentanan NVD tidak mencatat satu pun entri CVE dengan kata kunci "runcloud" per September 2026. Angka nol itu perlu dibaca hati-hati, dan bukan sebagai bukti bahwa panelnya tanpa cela.

Panel yang dipasang di server bersifat terbuka: kodenya dapat dibaca siapa saja, celahnya ditemukan peneliti luar, lalu dicatat sebagai CVE bernomor. Riwayat CVE yang panjang — seperti yang dimiliki CyberPanel atau aaPanel — sebagian justru merupakan tanda bahwa kodenya diperiksa banyak mata. RunCloud berada di posisi berlawanan: dashboard-nya berjalan di infrastruktur RunCloud dan agennya berlisensi tertutup, sehingga tidak dapat diaudit publik sebagaimana panel open source. Anda memindahkan sebagian tanggung jawab keamanan kepada vendor, dan menerima bahwa proses pemeriksaannya tidak dapat Anda saksikan.

Satu hal lain yang perlu Anda sadari: agen tersebut berjalan dengan hak istimewa penuh di server Anda, karena memang harus demikian agar dapat memasang paket dan mengubah konfigurasi. Kepercayaan pada vendor bukan pertimbangan tambahan di sini, melainkan bagian dari arsitekturnya.

Kelemahan dan Pertimbangan Sebelum Memilih RunCloud

  1. Hanya Ubuntu LTS: bila standar server organisasi Anda Debian, AlmaLinux, atau Rocky Linux, RunCloud belum bisa dipakai tanpa mengubah standar tersebut.
  2. Stack terkunci sejak awal: salah memilih Nginx padahal aplikasi Anda membutuhkan .htaccess berarti menyiapkan server baru dan memigrasikan aplikasinya.
  3. Tanpa email dan DNS otoritatif: dua layanan yang biasanya menyatu di panel hosting harus disiapkan terpisah.
  4. Aturan firewall manual ditimpa: kebiasaan menyunting konfigurasi langsung di server bertabrakan dengan cara kerja dashboard.
  5. Biaya berlapis: langganan RunCloud berdiri di atas biaya sewa server, dan add-on penyimpanan maupun kursi tim menambah lagi di atasnya.
  6. Ketergantungan pada layanan pihak ketiga: bila dashboard RunCloud sedang tidak dapat diakses, situs Anda tetap menyala tetapi pengelolaannya kembali ke SSH.
  7. Plugin WordPress-nya di luar direktori resmi: RunCloud Hub dan penerusnya, RunCache, tidak terdaftar di direktori plugin WordPress.org. Pemasangan dan pembaruannya melewati RunCloud, bukan layar Plugins WordPress.
  8. Fitur penting baru muncul di paket atas: atomic deployment, workspace tim, WAF ModSecurity, dan akses API baru tersedia mulai paket Business seharga $49 per bulan.

RunCloud vs cPanel dan Alternatif Panel Sejenis

Membandingkan RunCloud dengan cPanel fitur per fitur akan menyesatkan, karena keduanya menjawab pekerjaan yang berbeda.

AspekRunCloudPanel yang dipasang sendiri
Letak panelDi luar server, milik vendorDi dalam server Anda
Banyak serverSatu dashboard untuk semuaSatu panel per server
Email & DNSTidak ditanganiUmumnya ikut terpasang
Akun klienTidak ada model resellercPanel/WHM & DirectAdmin menyediakannya
Bila langganan berhentiAgen mati, situs tetap jalanPanel tetap berjalan (untuk yang gratis)
Sasaran pemakaiDeveloper PHP & agensiPenyedia hosting & pemilik situs umum

Di luar cPanel, RunCloud bersaing dengan tiga kelas produk yang sering disamakan padahal cara kerjanya berlainan.

Kelas pertama adalah panel berlangganan yang, seperti RunCloud, mengelola server yang Anda sewa sendiri. Ploi, GridPane, dan SpinupWP berada di kelompok ini. Perbedaannya lebih pada fokus: SpinupWP dan GridPane menyempit ke WordPress, sedangkan Ploi dan RunCloud melayani aplikasi PHP secara umum.

Kelas kedua adalah hosting terkelola seperti Cloudways. Di sana servernya tidak Anda sewa sendiri — Cloudways yang menyediakannya lewat mitra seperti DigitalOcean, Vultr, Linode, AWS, dan Google Cloud, lalu menagih server beserta lapisan pengelolaannya dalam satu tarif. Konsekuensinya, VPS yang sudah Anda miliki tidak dapat disambungkan ke sana.

Kelas ketiga adalah panel gratis yang dipasang di server sendiri, misalnya CloudPanel. Panel itu berbasis Nginx, berjalan di Debian dan Ubuntu, dan tidak menuntut biaya bulanan. Yang Anda lepas sebagai gantinya adalah dashboard terpusat untuk banyak server, dan seluruh perawatan panelnya kembali menjadi tanggung jawab Anda.

Kapan RunCloud Masuk Akal dan Kapan Sebaiknya Tidak

RunCloud masuk akal dalam tiga keadaan yang cukup spesifik. Pertama, ketika Anda mengelola lebih dari tiga server dan lelah membuka tiga panel berbeda. Kedua, ketika pekerjaan Anda berpusat pada aplikasi Laravel atau WordPress yang dirilis dari repositori Git, sehingga deployment berbasis Git dan lingkungan staging benar-benar terpakai. Ketiga, ketika email dan DNS memang sudah ditangani layanan lain.

Sebaliknya, RunCloud tidak masuk akal bila Anda hanya punya satu situs kecil, bila Anda perlu menjual akun hosting kepada klien, atau bila Anda menginginkan panel gratis di atas VPS. Untuk kebutuhan terakhir itu, CWP dan CyberPanel memberikan panel penuh tanpa biaya bulanan, dengan konsekuensi seluruh perawatannya menjadi tanggung jawab Anda.

Pertanyaan yang Sering Muncul Seputar RunCloud

Apakah RunCloud masih punya paket gratis?

Tidak. Keempat paket yang ditawarkan sekarang berbayar, mulai $9 per bulan. Yang tersedia adalah uji coba tujuh hari untuk paket mana pun, dan uji coba itu menuntut metode pembayaran dimasukkan lebih dahulu. Bila Anda lupa membatalkan, kartu akan ditagih dan pengembalian dana dapat diminta dalam 14 hari.

Bisakah RunCloud dipakai di shared hosting atau server kantor sendiri?

Di shared hosting tidak bisa, karena pemasangan agennya menuntut akses root dan mengubah konfigurasi seluruh sistem. Di server milik sendiri bisa, sepanjang server itu menjalankan Ubuntu LTS yang didukung, memiliki IPv4 publik yang dapat dijangkau dari internet, dan tidak berada di balik NAT.

Di mana kata sandi root MySQL pada server RunCloud?

Kata sandi tersebut dibuat otomatis saat penyambungan dan tidak ditampilkan di dashboard. Pengelolaan basis data sehari-hari — membuat database, menambah pengguna, mengatur hak akses — dikerjakan lewat menu Database di dashboard, sehingga kredensial root umumnya tidak Anda perlukan.

Apakah RunCloud menyediakan pencadangan otomatis?

Ya. Setiap paket menyertakan kuota penyimpanan cadangan di sisi RunCloud, mulai 2 GB di Essentials hingga 100 GB di Enterprise, dan pencadangan dapat dijadwalkan untuk berkas maupun database. Anda juga dapat mengarahkannya ke penyimpanan sendiri seperti Amazon S3 atau SFTP tanpa batas jumlah. Perlu diperhatikan, pencadangan berhenti bekerja begitu langganan tidak lagi aktif.

Bisakah stack diganti dari Nginx ke OpenLiteSpeed di server yang sama?

Tidak. Pergantian stack menuntut server baru dengan stack yang diinginkan, lalu aplikasi web dipindahkan ke sana. Karena itu pilihan stack sebaiknya ditetapkan setelah Anda memastikan aplikasinya membutuhkan .htaccess atau tidak.

Kenapa RunCloud hanya mendukung Ubuntu?

RunCloud merakit sendiri paket web server dan PHP yang dipasangnya, dan menaruhnya di direktori terpisah dari paket bawaan sistem. Menyediakan rakitan yang sama untuk beberapa keluarga distribusi berarti melipatgandakan pekerjaan pengujian, sehingga dukungannya dipusatkan pada satu keluarga distribusi yang rilis LTS-nya paling mudah diprediksi.

Apa bedanya RunCloud Hub dan RunCache?

RunCloud Hub adalah plugin WordPress lama yang menghubungkan situs dengan lapisan cache di server. RunCache adalah penerusnya, dengan tiga lapis cache: halaman penuh, object cache berbasis Redis, dan cache di jaringan edge. RunCache mensyaratkan WordPress 5.3 ke atas dan PHP 8.0 ke atas, serta dapat berjalan di server Nginx, Apache, maupun LiteSpeed.

Kesimpulan

RunCloud adalah pengelola server berlangganan yang panelnya berada di luar server Anda, dan seluruh kelebihan maupun keterbatasannya mengalir dari susunan itu: satu dashboard untuk banyak server, permukaan administrasi yang sempit di sisi server, tetapi tanpa email, tanpa DNS otoritatif, dan dengan pilihan stack yang terkunci sejak hari pertama.

Layanan ini sepadan bila Anda mengelola beberapa server aplikasi PHP sekaligus dan email serta DNS sudah ditangani di tempat lain. Bila yang Anda punya hanya satu situs, atau Anda membutuhkan panel yang mengurus seluruh lapisan hosting dalam satu tempat, pilihan lain akan terasa lebih tenang untuk dijalani.

Semoga artikel ini membantu.