Sebuah VPS yang baru selesai dipesan sebenarnya hanya berisi sistem operasi kosong. Tidak ada web server, tidak ada database, tidak ada layanan email. Semuanya harus Anda pasang dan konfigurasikan sendiri lewat terminal, dan setiap website baru berarti mengulang sebagian pekerjaan itu. Bagi pemilik server pertama, langkah inilah yang paling sering menghentikan langkah.

Panel kontrol hosting lahir untuk memangkas pekerjaan tersebut. Salah satu nama yang paling sering muncul di pencarian panel gratis adalah VestaCP — dan namanya bertahan lama justru karena kesederhanaannya. Namun kondisi proyek ini pada 2026 berbeda dari keadaannya beberapa tahun lalu, dan perbedaan itu menentukan apakah VestaCP masih layak Anda pasang hari ini.

VestaCP Adalah Panel Kontrol Hosting Gratis untuk Server Linux

VestaCP adalah panel kontrol hosting berbasis web untuk server Linux yang dipakai untuk mengelola website, domain, database, akun email, dan cadangan lewat satu antarmuka, tanpa perlu mengetik perintah di terminal. Nama resminya Vesta Control Panel. Fungsinya sejajar dengan control panel hosting lain, hanya saja seluruh kodenya terbuka dan dapat dipakai tanpa biaya lisensi.

Proyeknya dimulai pada 13 Juni 2011 oleh Serghey Rodin dan dirilis di bawah GPL v3, salah satu lisensi open source yang mewajibkan turunannya tetap terbuka. Pengelolaannya kini berada di tangan Outroll, perusahaan yang sedang membentuk badan hukum terpisah khusus untuk VestaCP dengan rencana jangka panjang menjadikannya yayasan nirlaba.

Satu hal yang perlu jelas sejak awal: VestaCP hanya bisa dipasang di server yang Anda kuasai penuh, yaitu VPS atau server fisik dengan akses root (pengguna dengan wewenang tertinggi di sistem Linux). Panel ini memasang dan mengonfigurasi ulang layanan di seluruh sistem, sehingga tidak dapat dijalankan di paket hosting bersama.

Layanan yang Ikut Terpasang Saat VestaCP Dijalankan

VestaCP tidak berdiri sendiri. Sekali dijalankan, installer-nya memasang satu tumpukan layanan lengkap dan mengambil alih konfigurasinya. Berdasarkan daftar paket di berkas installer resminya, inilah yang masuk ke server Anda:

  1. Web server ganda: Nginx berdiri di depan sebagai reverse proxy (perantara yang meneruskan permintaan ke server lain) yang melayani berkas statis, sementara Apache berjalan di belakangnya untuk memproses halaman dinamis. Keduanya terpasang secara bawaan.
  2. Pemroses PHP: tersedia sebagai modul Apache maupun PHP-FPM. Paket PHP rakitan VestaCP saat ini dipatok pada versi 8.2.27, dan Nginx rakitannya pada 1.27.4.
  3. Dua mesin basis data: MySQL dan PostgreSQL, masing-masing lengkap dengan phpMyAdmin dan phpPgAdmin sebagai pengelola database berbasis web.
  4. Layanan email penuh: Exim sebagai pengirim, Dovecot untuk pengambilan pesan lewat IMAP dan POP3, Roundcube sebagai webmail, ditambah ClamAV untuk pemindaian virus dan SpamAssassin untuk penyaringan spam.
  5. Server DNS dan FTP: BIND9 menangani zona DNS domain Anda, sedangkan vsftpd melayani transfer berkas lewat FTP.
  6. Lapisan pengamanan: aturan iptables bawaan ditambah Fail2ban yang memblokir alamat yang berulang kali gagal masuk.
  7. Pencadangan dan sertifikat: penjadwalan cadangan per pengguna, tujuan penyimpanan cadangan jarak jauh lewat FTP, serta penerbitan sertifikat Let's Encrypt untuk tiap domain yang Anda tambahkan.

Seluruh berkas panel berada di /usr/local/vesta, sementara berkas website tiap pengguna disimpan di /home/[pengguna]/web/[domain]/public_html. Pola direktori ini penting diingat saat Anda mengunggah berkas atau menelusuri masalah.

Installer VestaCP memasang empat kelompok layanan: web Nginx dan Apache, MySQL dan PostgreSQL, email Exim, dan DNS BIND9.Installer VestaCP memasang empat kelompok layanan: web Nginx dan Apache, MySQL dan PostgreSQL, email Exim, dan DNS BIND9.

Yang membedakan VestaCP dari kebanyakan panel adalah mesinnya. Antarmuka webnya hanyalah pembungkus tipis di atas 379 perintah baris perintah berawalan v- yang tersimpan di /usr/local/vesta/bin — misalnya v-add-web-domain, v-backup-user, atau v-change-user-password. Setiap klik di panel pada akhirnya memanggil salah satu perintah tersebut. Konsekuensinya menyenangkan bagi pengguna tingkat lanjut: apa pun yang bisa dilakukan lewat panel bisa juga dijadwalkan lewat skrip.

Port 8083 dan Cara Masuk ke Panelnya

Setelah instalasi selesai, panel VestaCP diakses di alamat berikut:

TEXT
https://IP-SERVER-ANDA:8083

Angka 8083 adalah port bawaan (default port) VestaCP, dan installer memang menawarkannya sebagai nilai siap pakai saat pemasangan berlangsung. Port ini terpisah dari 80 dan 443 yang melayani pengunjung website Anda. Artinya website bisa berjalan normal sementara panelnya tidak terbuka sama sekali — biasanya karena firewall di depan server hanya membuka dua port pertama.

Halaman login yang terbuka meminta nama pengguna, dan pengguna pertama yang dibuat installer selalu bernama admin. Installer bahkan menolak berjalan bila pengguna atau grup bernama admin sudah ada di sistem, kecuali Anda memaksanya dengan opsi --force.

Empat langkah masuk panel VestaCP: buka port 8083, lewati peringatan sertifikat, masuk sebagai admin, lalu panel terbuka.Empat langkah masuk panel VestaCP: buka port 8083, lewati peringatan sertifikat, masuk sebagai admin, lalu panel terbuka.

Peramban akan menampilkan peringatan koneksi tidak aman pada kunjungan pertama. Penyebabnya sertifikat yang ditandatangani sendiri, karena server belum memiliki sertifikat resmi untuk nama hostnya. Peringatan itu hilang setelah SSL resmi diterbitkan untuk nama host server tersebut.

Bila Anda ingin memindahkan panel ke port lain, jalankan perintah ini lewat SSH sebagai root:

Bash
v-change-vesta-port 9999

Perintah tersebut bukan sekadar mengubah satu angka. Ia menyunting konfigurasi Nginx milik panel, memperbarui aturan firewall VestaCP dan berkas iptables, menyesuaikan konfigurasi Roundcube, lalu menyalakan ulang Fail2ban dan layanan panel. Mengubah port secara manual di salah satu berkas saja berisiko membuat panel tidak dapat dijangkau.

Dua Plugin Berbayar VestaCP yang Kini Dibuka Gratis

VestaCP dulu menjual dua ekstensi terpisah, dan keduanya kebetulan adalah fitur yang paling sering dicari pengguna baru. File Manager memungkinkan Anda menjelajah dan menyunting berkas website lewat browser. SFTP Server mengunci akses SSH tiap pengguna hanya ke direktori rumahnya sendiri.

Keduanya sekarang dibuka tanpa biaya. Pengembangnya menyediakan kode aktivasi FREEFM untuk File Manager dan FREESFTP untuk SFTP Server, dengan alasan resmi bahwa seluruh plugin versi berjalan digratiskan selama Vesta 2.0 dikerjakan. Dokumentasinya bahkan menambahkan catatan bahwa kode aktivasi pada versi ini sudah tidak divalidasi sama sekali.

Satu-satunya fitur yang direncanakan berbayar di kemudian hari adalah Payments & Billing untuk mengelola klien, paket, dan penagihan. Fitur itu belum tersedia dan dijadwalkan hadir bersama Vesta 2.0.

Perjalanan Proyeknya: Berhenti Tiga Tahun, Bergerak Lagi Sejak 2024

Bagian ini yang paling menentukan keputusan Anda. Riwayat commit di repositori resminya memperlihatkan pola yang tegas:

TahunJumlah commit
2021185
202235
20230
20243
20251
202633

Sepanjang 2023 tidak ada satu pun perubahan kode masuk. Pada 2024 pengelolanya menuliskan pernyataan di README bahwa Vesta kembali dikembangkan aktif sejak 25 Februari 2024, tetapi pekerjaan nyata baru terlihat dua tahun kemudian. Pada Juli 2026 masuk installer untuk Ubuntu 24.04, pembaruan installer Alpine, dan perbaikan keamanan pada mekanisme token reset kata sandi.

Commit VestaCP per tahun: 185 pada 2021, nol sepanjang 2023, lalu naik lagi ke 33 pada 2026 setelah proyek dihidupkan.Commit VestaCP per tahun: 185 pada 2021, nol sepanjang 2023, lalu naik lagi ke 33 pada 2026 setelah proyek dihidupkan.

Ada satu jarak yang perlu Anda sadari. Seluruh pekerjaan itu berada di cabang utama repositori, bukan di rilis resmi. Rilis terakhir VestaCP adalah 1.0.0-5 pada 23 November 2021 — hampir lima tahun sebelum artikel ini ditulis. Berkas paket di dalam repositori bahkan sudah bernomor 1.0.0-7, sebuah versi yang tidak pernah dirilis.

Penomoran ini bertambah membingungkan karena keempat installer VestaCP tetap menuliskan VERSION='0.9.8' ke berkas konfigurasi server. Jadi jangan heran bila panel Anda melaporkan versi 0.9.8 padahal rilis resmi terakhir bernomor 1.0.0-5.

Untuk mengetahui versi yang benar-benar terpasang, jangan membaca berkas konfigurasi itu. Jalankan perintah berikut sebagai root:

Bash
v-list-sys-vesta-updates

Perintah tersebut mengambil nomor versi dari manajer paket sistem, bukan dari vesta.conf, sehingga angkanya jujur. Namun ada satu hal yang perlu Anda ketahui tentang kolom terakhirnya. Perintah itu membandingkan versi Anda dengan berkas rujukan di c.vestacp.com/latest.txt, dan alamat tersebut sekarang membalas 404. Ketika rujukannya kosong, perintah itu tetap menyimpulkan versi Anda sudah mutakhir. Jadi laporan "sudah mutakhir" dari VestaCP hari ini tidak membuktikan apa pun.

Repositorinya sendiri sudah berpindah alamat, dari serghey-rodin/vesta ke outroll/vesta. Tautan lama masih bekerja karena diarahkan otomatis, tetapi alamat yang benar untuk diikuti sekarang adalah yang kedua.

Installer Satu Baris yang Masih Berhenti di Tahun 2018

Pemasangan VestaCP paling sering dikerjakan lewat satu perintah yang disalin langsung dari situs resminya. Perintah itu masih berfungsi, dan justru di situlah letak persoalannya.

Berkas vst-install.sh yang tersaji di vestacp.com masih memuat daftar dukungan berikut di bagian kepalanya:

TEXT
#   RHEL 5, 6, 7
#   CentOS 5, 6, 7
#   Debian 7, 8
#   Ubuntu 12.04 - 18.04

Seluruh sistem operasi di daftar itu sudah berakhir masa dukungannya. Sementara itu repositori resminya memuat daftar yang berbeda. Berkas konfigurasi per rilis di dalamnya tersedia untuk Ubuntu 12.04 sampai 18.10 lalu melompat langsung ke 24.04, Debian 7 sampai 9, RHEL 5 sampai 8, dan Alpine 3.24.

Perhatikan lubang di antara kedua daftar itu: Ubuntu 20.04 dan 22.04 tidak ada di keduanya. Padahal dua rilis itulah yang paling banyak dipakai penyedia VPS saat ini. Installer VestaCP menyalin template konfigurasi dari direktori yang dinamai menurut nomor rilis sistem operasi, sehingga rilis tanpa direktori tersebut tidak memiliki jalur pemasangan yang lengkap.

Dukungan VestaCP: installer resmi berhenti di Ubuntu 18.04, repositori punya 24.04, dan 20.04 serta 22.04 masih di cabang.Dukungan VestaCP: installer resmi berhenti di Ubuntu 18.04, repositori punya 24.04, dan 20.04 serta 22.04 masih di cabang.

Lubang itu sedang dikerjakan, meski belum sampai ke cabang utama. Repositori memuat cabang feat@patch-ubuntu20.04-22.04 yang sudah berisi berkas konfigurasi Ubuntu 20.04 dan 22.04 sejak 4 Agustus 2026, serta cabang ci@debian-12/13-installer yang menambahkan Debian 12 dan Debian 13 tiga hari sesudahnya. Keduanya belum digabungkan, sehingga tidak ikut terbawa ketika Anda menyalin repositori apa adanya.

Pengelolanya sendiri sudah memasang peringatan tentang hal ini di README repositori: alamat unduhan di vestacp.com dihosting terpisah dari repositori dan tidak memantulkan perubahan apa pun yang dikerjakan di sana. Anjurannya adalah memasang dari salinan repositori, meski jalur itu masih ditandai sebagai versi beta dan sedang dikerjakan.

Untuk Ubuntu 24.04 sendiri ada dua catatan tambahan. Repositori paket VestaCP tidak menyediakan komponen untuk rilis tersebut, sehingga installer beralih mengambil paket dari halaman rilis GitHub. Selain itu Apache tidak didukung di 24.04 — installer menolaknya secara eksplisit, sehingga yang tersisa hanya kombinasi Nginx dan PHP-FPM.

Bila Anda belum memiliki server untuk mencobanya, VestaCP membutuhkan mesin dengan akses root penuh seperti VPS Indonesia, dan sebaiknya dipasang di sistem operasi yang masih bersih tanpa layanan web lain yang berjalan.

Rekam Jejak Keamanan VestaCP yang Perlu Anda Timbang

Pada 2018 VestaCP mengalami hal yang jarang menimpa perangkat lunak sumber terbuka: jalur distribusinya sendiri yang dibobol. Analisis ESET yang terbit 18 Oktober 2018 menemukan pengirimannya berlangsung antara 31 Mei dan 13 Juni 2018. Selama rentang itu, skrip instalasi yang diunduh dari situs resminya mengirimkan kata sandi admin dan domain server ke alamat milik penyerang. Pemasangan baru sejak sekitar Mei tahun itu turut memasang Linux/ChachaDDoS, program jahat bertahap yang menjadikan server sebagai peserta serangan DDoS. Banyak pemiliknya baru menyadari setelah penyedia server menegur pemakaian bandwidth yang tidak wajar.

Di luar insiden itu, basis data kerentanan nasional Amerika Serikat mencatat 15 CVE untuk VestaCP. Delapan di antaranya berskor 8.8 dari 10, dan polanya konsisten: sebagian besar berupa kenaikan hak akses dari pengguna panel biasa menjadi root. Beberapa contohnya:

  1. Penyusupan perintah lewat unggahan berkas (CVE-2019-12792): pengguna terdaftar biasa dapat naik menjadi root melalui penanganan unggahan.
  2. Penelusuran direktori di formulir reset kata sandi (CVE-2019-12791): jalur yang sama, dari pengguna biasa langsung ke root.
  3. Eksekusi perintah lewat penjadwalan tugas (CVE-2020-10786): pengguna terautentikasi mana pun dapat menjalankan perintah sistem lewat cron job.
  4. Kenaikan hak akses lewat penggantian kata sandi (CVE-2020-10787): akun admin dapat memperoleh akses root sistem.

Rekam jejak keamanan VestaCP: rantai pasok dibobol pada 2018, 15 CVE dengan 8 berskor 8,8, token reset ditambal 2026.Rekam jejak keamanan VestaCP: rantai pasok dibobol pada 2018, 15 CVE dengan 8 berskor 8,8, token reset ditambal 2026.

Pola ini punya arti praktis. Risiko terbesar VestaCP bukan pada server yang Anda pakai sendiri. Yang genting adalah server yang panelnya dibagikan ke pengguna lain, misalnya saat Anda menjual paket hosting kepada pihak ketiga. Di situasi itu, satu akun pelanggan yang nakal berpotensi menguasai seluruh mesin.

Sisi yang lebih melegakan: perbaikan keamanan pada mekanisme token reset kata sandi masuk ke repositori pada 31 Juli 2026, yang menjadi pertanda pemeliharaan keamanan mulai berjalan lagi.

Vesta 2.0 Ditulis Ulang dengan Rust dan Berganti Lisensi

Rencana versi berikutnya — ditulis Vesta 2.0, kerap juga disebut VestaCP 2.0 — bukan pembaruan biasa, melainkan penulisan ulang dari nol. Pengumuman resmi dari pengelolanya menyebutkan beberapa hal berikut.

Vesta 2.0 dibangun dengan Rust, bahasa pemrograman yang dipilih karena pengelolaan memorinya lebih aman. Pekerjaan itu semula dimulai dengan Go, lalu dialihkan. Hasilnya akan berbentuk satu berkas biner tunggal, sehingga dapat dipasang di hampir semua distribusi Linux dengan syarat utama mesin tersebut mendukung LXC atau Incus sebagai mesin virtualisasi. Arsitektur yang direncanakan mencakup x86, amd64, ARM, dan ARM64 — jangkauan yang jauh lebih luas daripada versi berjalan yang hanya menyediakan paket 64-bit Intel dan AMD.

Perubahan yang paling menentukan justru bukan soal teknis. Vesta 2.0 tidak lagi berlisensi GPL v3, melainkan Business Source License 1.1. Pemakaiannya tetap gratis untuk hampir semua orang, tetapi organisasi dengan pendapatan di atas 5 juta dolar dikenai biaya lisensi. Kodenya kembali menjadi GPL v3 setelah tiga sampai empat tahun. Pengelolanya menambahkan bahwa lisensi akan dipertahankan GPL v3 seandainya pengajuan hibah yang sedang mereka tempuh berhasil.

Karena lisensinya bergantung pada waktu, kode versi baru dikerjakan secara tertutup sampai siap diuji. Soal jadwal, pengelolanya menyatakan terus terang bahwa masih dibutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum ada kandidat rilis yang bisa dicoba. Dengan kata lain, Vesta 2.0 belum menjadi pertimbangan untuk keputusan Anda hari ini.

Kelemahan dan Pertimbangan Sebelum Memilih VestaCP

  1. Dukungan sistem operasi tertinggal jauh: jalur pemasangan resmi berhenti di Ubuntu 18.04, Debian 8, dan CentOS 7, sementara Ubuntu 20.04 dan 22.04 belum terlayani di jalur resmi mana pun. Memaksakan pemasangan di rilis yang tidak disediakan berujung pada kegagalan atau konfigurasi setengah jadi.
  2. Jarak antara pekerjaan terbaru dan rilis resmi: perbaikan terbaru hanya tersedia bagi yang bersedia memasang dari salinan repositori yang masih berstatus beta. Pengguna yang menempuh jalur resmi mendapatkan kode berumur lima tahun.
  3. Riwayat kenaikan hak akses: delapan kerentanan berskor tinggi bertema serupa membuat panel ini kurang cocok dijadikan dasar layanan hosting bagi pengguna luar.
  4. Dokumentasi yang membeku: halaman resmi tentang letak berkas konfigurasi masih menunjuk direktori /etc/php5, jalur dari era PHP 5 yang sudah lama ditinggalkan. Anda akan sering menyesuaikan sendiri isi dokumentasi dengan keadaan server.
  5. Ketidakpastian jadwal dan lisensi: versi berikutnya belum punya tanggal, dan saat tiba nanti aturan lisensinya berbeda dari yang Anda pakai sekarang.
  6. Tumpukan layanan yang berat sejak awal: pemasangan bawaan menyalakan dua web server, dua mesin basis data, layanan email lengkap, pemindai virus, dan penyaring spam sekaligus. Di server berkapasitas kecil, sebagian di antaranya sebaiknya dimatikan lewat opsi installer.

HestiaCP dan myVesta: Dua Turunan yang Lahir dari VestaCP

Kode VestaCP tidak berhenti di satu tempat. Karena lisensinya terbuka, sejumlah pengembang membuat turunan yang berjalan sendiri, dan dua di antaranya bertahan sampai sekarang.

HestiaCP dimulai pada November 2018 dan kini jauh lebih ramai daripada induknya. README resminya menyatakan terus terang bahwa proyek itu dibangun di atas VestaCP. Rilis terakhirnya bernomor 1.10.4 pada 24 Agustus 2026, dan jumlah bintang di repositorinya sudah melampaui VestaCP. Yang paling relevan bagi Anda: sistem operasi yang dilayaninya adalah Debian 12 dan 13 serta Ubuntu 22.04, 24.04, dan 26.04 — persis rilis-rilis yang tidak terlayani VestaCP. Kebutuhan sistemnya satu inti prosesor 64-bit, 1 GB memori bila ClamAV dan SpamAssassin tidak dipasang, serta 10 GB ruang disk.

myVesta lahir lebih dahulu, pada April 2018, dan memilih jalan yang berbeda dengan tetap dekat pada basis kode asli. Ukuran komunitasnya jauh lebih kecil, tetapi pengembangannya masih berjalan.

Perbandingan antara ketiganya paling jujur dibaca dari sisi pemeliharaan, bukan daftar fitur, karena tampilan dan menu ketiganya memang bersaudara:

VestaCPHestiaCPmyVesta
Rilis resmi terakhir1.0.0-5, November 20211.10.4, Agustus 2026pembaruan berkala
Ubuntu 22.04 & 24.04belum terlayanididukungdidukung
Lisensi versi berikutnyaberpindah ke BSL 1.1tetap GPL v3tetap GPL v3

Kalau yang Anda cari adalah pengalaman memakai VestaCP dengan dukungan sistem operasi yang masih hidup, HestiaCP adalah jawaban yang paling langsung.

Kapan VestaCP Masuk Akal dan Kapan Sebaiknya Tidak

VestaCP masuk akal apabila:

  • Anda sudah memiliki server berjalan dengan VestaCP dan semuanya bekerja normal. Migrasi menuntut pemindahan manual, sehingga bertahan sambil membatasi akses panel ke IP tepercaya sering lebih aman daripada tergesa-gesa berpindah.
  • Anda memasangnya di CentOS 7 atau Ubuntu 18.04 pada lingkungan tertutup yang tidak terjangkau dari internet, misalnya server intranet atau laboratorium pembelajaran.
  • Anda memakai server itu sendirian, tanpa memberi akun panel kepada pihak lain.

Sebaiknya pilih yang lain apabila:

  • Sistem operasi server Anda Ubuntu 20.04 ke atas, Debian 10 ke atas, atau turunan RHEL modern seperti AlmaLinux 8 dan 9. HestiaCP untuk keluarga Debian, atau CWP untuk keluarga RHEL, akan jauh lebih sedikit merepotkan.
  • Anda berencana menjual paket hosting dan memberikan akun panel kepada pelanggan. Riwayat kerentanan kenaikan hak akses membuat pilihan ini kurang bijaksana.
  • Anda menginginkan panel dengan pembaruan yang teratur dan dukungan resmi. cPanel dan DirectAdmin menyediakannya dengan biaya lisensi, sedangkan CyberPanel dan aaPanel menawarkan pembaruan aktif tanpa biaya.
  • Anda sebenarnya hanya mengelola satu atau dua website kecil. Mengurus server sendiri berarti menanggung pembaruan sistem, pemantauan, dan pemulihan saat terjadi gangguan. Paket web hosting yang panelnya sudah dirawat penyedia menghemat waktu yang lebih berharga daripada selisih biayanya.

Pertanyaan yang Sering Muncul Seputar VestaCP

Server saya dipasang VestaCP pada 2018, apa yang perlu diperiksa?

Yang bocor pada insiden itu adalah kata sandi admin yang dibuat installer, sehingga menambal perangkat lunak saja tidak menyelesaikannya. Ganti kata sandi seluruh akun panel, periksa layanan asing yang berjalan saat sistem menyala, dan perhatikan lonjakan bandwidth keluar yang tidak Anda kenali. Karena program yang ditanam berjalan dengan hak sistem, membangun ulang server dari sistem operasi bersih lalu memindahkan berkas dan basis data adalah cara yang paling dapat dipertanggungjawabkan.

Kenapa pemasangan VestaCP gagal di Ubuntu 22.04 dan CentOS 9?

Karena kedua rilis itu memang tidak memiliki berkas konfigurasi di dalam paket VestaCP. Installer mencari direktori template yang dinamai persis menurut nomor rilis sistem operasi, dan berhenti ketika direktori itu tidak ditemukan. Menyalin template dari rilis lain bukan jalan keluar, sebab nama paket, jalur berkas, dan versi PHP bawaannya sudah berbeda.

Di mana kata sandi admin VestaCP yang pertama?

Tidak ada kata sandi bawaan yang berlaku umum, jadi kombinasi tebakan seperti admin/admin memang tidak akan pernah bekerja. Installer membangkitkan kata sandi acak, mencetaknya di baris terakhir proses instalasi bersama alamat panel, lalu mengirimkan salinannya ke alamat email yang Anda isikan saat pemasangan. Bila jendela terminal sudah tertutup dan email tidak sampai, kata sandi tersebut disetel ulang dari server memakai perintah v-change-user-password.

Bisakah data dari VestaCP dipindahkan ke HestiaCP?

Tidak dengan satu perintah. HestiaCP menyediakan alat impor untuk cPanel dan DirectAdmin, tetapi tidak untuk VestaCP, meski keduanya bersaudara. Cara yang ditempuh adalah memasang HestiaCP di server baru, membuat ulang pengguna dan domainnya, lalu memindahkan berkas website, basis data, kotak surat, dan catatan DNS satu per satu. Sisihkan waktu untuk memeriksa ulang bagian email, karena di situlah perbedaan konfigurasi antara keduanya paling terasa.

Apakah VestaCP punya demo daring?

Tidak ada lagi. Alamat demo.vestacp.com yang dulu dipakai untuk mencobanya kini tidak memiliki catatan DNS sama sekali, dan situs resminya tidak menyebut demo di halaman mana pun. Yang tersisa hanya tangkapan layar di halaman fitur, sehingga penilaian sesungguhnya baru dapat Anda lakukan setelah panelnya terpasang.

Apakah VestaCP berjalan di server ARM atau Raspberry Pi?

Belum. Paket yang dirakit VestaCP hanya tersedia untuk arsitektur 64-bit Intel dan AMD, sehingga pemasangan di perangkat berbasis ARM akan berhenti pada tahap paket. Dukungan ARM dan ARM64 termasuk dalam rencana Vesta 2.0, tetapi versi itu belum memiliki jadwal rilis. Untuk perangkat ARM hari ini, HestiaCP sudah menyediakan dukungan arm64.

Kesimpulan

VestaCP adalah panel hosting sumber terbuka yang sederhana dan ringan, dengan 379 perintah baris perintah sebagai mesin di balik antarmukanya. Kekuatan itu masih terasa, tetapi jalur pemasangan resminya berhenti di sistem operasi yang sudah tidak didukung, dan rilis terakhirnya bertanggal November 2021 meski pekerjaan di repositorinya kembali bergerak sejak 2026.

Untuk server lama yang sudah berjalan dan terjaga aksesnya, mempertahankan VestaCP masih masuk akal. Untuk server baru di Ubuntu atau Debian versi terkini, HestiaCP memberikan pengalaman yang hampir sama dengan dukungan yang masih hidup. Dan sebelum memasang panel apa pun, pastikan versi sistem operasi Anda benar-benar ada di daftar dukungannya — satu pemeriksaan singkat yang mencegah banyak jam terbuang.

Semoga artikel ini membantu.