Menyewa VPS untuk pertama kali hampir selalu berakhir sama. Anda menerima sebuah alamat IP, kata sandi root, dan sebuah server yang benar-benar kosong — tanpa web server, tanpa database, tanpa satu pun berkas yang siap melayani pengunjung. Semua harus dipasang sendiri lewat terminal, lalu dirawat sendiri setiap kali ada pembaruan keamanan.
Panel kontrol lahir untuk memangkas pekerjaan itu. Masalahnya, panel yang paling matang justru berbayar, sementara panel gratis sering menuntut spesifikasi yang tidak sebanding dengan situs yang dijalankan. CloudPanel muncul di celah tersebut: gratis, ringan, dan sengaja dibangun hanya di atas satu web server. Namun kata "gratis" di sini punya arti lebih sempit daripada yang biasa diduga.
CloudPanel Adalah Panel Server Gratis yang Dibangun di Atas Nginx
CloudPanel adalah panel kontrol server berbasis web yang dipasang di dalam server Anda sendiri untuk mengelola situs, database, sertifikat SSL, dan pengguna sistem tanpa membuka terminal. Panel ini dikembangkan oleh MGT-COMMERCE GmbH, perusahaan yang berkantor di Mendelssohnstrasse 27, Berlin, Jerman.
Berbeda dengan panel kontrol serbaguna yang menawarkan pilihan Apache atau Nginx, CloudPanel hanya mengenal satu web server: Nginx. Keputusan itu memangkas banyak lapisan konfigurasi sekaligus mempersempit ruang pemakaiannya, dan hampir seluruh karakter panel ini berasal dari sana.
Repositori publiknya, cloudpanel-io/cloudpanel-ce, dibuat pada 25 November 2019 dan sudah mengumpulkan 1.872 bintang. Rilis terbarunya v2.5.4 terbit 1 Juli 2026, didahului v2.5.3, v2.5.2, v2.5.1, dan v2.5.0 sejak November 2024 — lima rilis dalam 22 bulan, irama yang lambat untuk sebuah panel tetapi konsisten.
Sasaran pemakaiannya jelas dari daftar aplikasi yang didukung: situs statis, aplikasi PHP seperti WordPress dan Laravel, Node.js, Python, dan reverse proxy (server perantara yang meneruskan permintaan ke aplikasi lain di belakangnya). Panel ini dirancang untuk pengembang dan pengelola beberapa situs, bukan untuk menjalankan perusahaan hosting.
Yang Terpasang di Server Setelah Instalasi CloudPanel Selesai
Instalasi CloudPanel berjalan lewat satu skrip yang diunduh dari server vendor. Dokumentasi resminya menyarankan memverifikasi berkas itu dengan sha256sum sebelum dijalankan:
URL=https://installer.cloudpanel.io/ce/v2
curl -sS -o install.sh $URL/install.sh
echo "<checksum-resmi> install.sh" \
| sha256sum -c \
&& sudo DB_ENGINE=MYSQL_8.4 bash install.shNilai checksum berubah setiap versi, jadi ambil selalu dari halaman instalasi resmi.
Skrip berjalan dalam urutan tetap: memeriksa sistem operasi, konflik port, engine database, kemampuan hostname di-resolve, lalu ukuran partisi root. Setelah semua lolos, barulah paket pendukung, database, dan panelnya dipasang.
Paket pendukung yang ikut masuk antara lain gnupg, debsums, chrony (penyelaras waktu), redis-server, postfix, dan dphys-swapfile untuk membuat swap. Setelah itu database dipasang sesuai variabel DB_ENGINE.
Satu baris di dalam skrip layak Anda perhatikan sebelum menekan Enter:
apt -y --purge remove mysql*Perintah itu membuang seluruh paket MySQL yang sudah ada di server berikut konfigurasinya. Inilah alasan konkret mengapa CloudPanel menuntut server yang benar-benar kosong. Menjalankan installer di server yang sudah berisi database produksi bukan sekadar tidak disarankan — itu merusak.
Panel sendiri dipasang dari repositori APT milik vendor, dengan komponen terpisah untuk nginx, proftpd, varnish-7, dan satu komponen untuk tiap versi PHP dari 7.1 sampai 8.5. Pemasangannya hanya satu perintah: apt install -y cloudpanel.

Pada sebagian besar kombinasi sistem operasi, pilihan "MySQL" di CloudPanel sebenarnya dilayani oleh Percona Server — varian MySQL yang dikembangkan Percona. Alternatifnya adalah MariaDB. Keduanya kompatibel untuk pemakaian MySQL pada umumnya.
Di antarmukanya, tiap situs membawa menu sendiri: vhost, database, sertifikat SSL, akses SSH/FTP, file manager, cron job, dan log. Saat dibuat, Anda memilih satu dari enam jenis situs — WordPress, PHP, Node.js, Python, statis, atau reverse proxy.
Sebagian tugas hanya tersedia lewat perkakas baris perintah (CLI) clpctl, termasuk pemulihan kata sandi saat Anda terkunci di luar panel:
clpctl user:reset:password \
--userName=john.doe \
--password='KataSandiBaru!'Nginx, Varnish, dan Redis: Tiga Lapis Cache Bawaan
Yang membedakan CloudPanel dari kebanyakan panel gratis bukan daftar fiturnya, melainkan apa yang sudah menunggu di dalam stack begitu instalasi selesai. Ada tiga lapisan penyimpanan sementara yang terpasang bawaan, dan masing-masing bekerja di titik yang berbeda.
Varnish Cache duduk paling depan. Ia menyimpan halaman yang sudah jadi di memori dan menyajikannya kembali tanpa menyentuh PHP maupun database sama sekali. Untuk situs yang isinya jarang berubah, lapisan ini yang paling besar dampaknya. Varnish Cache memang bisa dipasang manual di panel mana pun, tetapi jarang tersedia sebagai menu bawaan.
Nginx berada di belakangnya, menangani koneksi, TLS, dan berkas statis. Pada Ubuntu 26.04 dan Debian 13, versi yang dipakai adalah Nginx 1.30 lengkap dengan dukungan HTTP/3 dan modul PageSpeed.
Redis menutup rangkaian di sisi aplikasi. Ia menyimpan hasil kueri database dan data sesi, sehingga permintaan yang tetap harus melewati PHP pun tidak selalu berakhir di database. Redis versi 8 tersedia pada sistem operasi terbaru.
Di antara Nginx dan database, PHP dijalankan lewat PHP-FPM dengan rentang versi yang tergolong lebar: 7.1 sampai 8.5, dan setiap situs dapat memakai versi yang berbeda. Rentang selebar itu berguna saat Anda masih memelihara aplikasi lama sambil membangun yang baru di server yang sama.

Syarat Server CloudPanel dan Sistem Operasi yang Didukung
Angka minimum resminya sederhana: 1 core CPU, 2 GB RAM, dan 10 GB ruang disk. Arsitektur yang didukung ada dua, X86 dan ARM64 — sehingga CloudPanel dapat berjalan di VPS berbasis prosesor Ampere atau Graviton yang belakangan banyak ditawarkan dengan harga lebih murah per core.
Daftar sistem operasinya per September 2026:
| Keluarga | Versi yang didukung |
|---|---|
| Ubuntu | 26.04, 24.04, 22.04 |
| Debian | 13, 12, 11 |
Tidak ada dukungan untuk CentOS, AlmaLinux, Rocky Linux, atau distribusi berbasis RHEL lainnya. CloudPanel adalah panel khusus Debian dan turunannya.
Pilihan versi sistem operasi berpengaruh lebih besar daripada yang terlihat, karena stack yang ikut terpasang berbeda-beda:
| Komponen | 22.04 | 26.04 / Debian 13 |
|---|---|---|
| Nginx | 1.21 | 1.30 + HTTP/3 |
| Redis | 6 | 8 |
| Varnish | 7.1 | 7.7 |
| Python | 3.10 | 3.14 |
| MySQL | 8.0 | 8.4 |
Selisihnya bukan sekadar nomor. Memasang CloudPanel di Ubuntu 22.04 berarti kehilangan HTTP/3 sepenuhnya, dan Anda tidak dapat memperbaikinya belakangan tanpa memasang ulang server dari awal. Untuk instalasi baru, mulailah dari Ubuntu 24.04 ke atas atau Debian 12 ke atas.
Soal RAM, angka 2 GB adalah batas agar panel mau berjalan, bukan angka yang nyaman. Varnish, Redis, MySQL, dan PHP-FPM yang berjalan bersamaan menghabiskan sebagian besar dari 2 GB itu sebelum pengunjung pertama datang. Untuk satu situs WordPress dengan lalu lintas wajar, 4 GB adalah titik mulai yang realistis; untuk lima sampai sepuluh situs PHP, siapkan 8 GB. Ruang disk 10 GB juga hanya cukup untuk sistem — tambahkan kebutuhan berkas situs, database, dan cadangan lokal di atasnya.
Kenapa CloudPanel Menolak Berjalan di OpenVZ dan LXC
Ada satu syarat yang tidak muncul di kolom RAM atau disk, tetapi paling sering menggagalkan instalasi. Dokumentasi resmi CloudPanel menyatakannya sebagai peringatan tersendiri: panel ini hanya mendukung mesin virtual, dan tidak mendukung kontainer Linux seperti LXC, LXD, atau OpenVZ.
Untuk memahami kenapa, perlu dibedakan dua cara sebuah VPS dibuat. Pada virtualisasi penuh seperti KVM, setiap VPS mendapat kernel (inti sistem operasi yang mengatur perangkat keras) miliknya sendiri. Pada virtualisasi berbasis kontainer seperti OpenVZ dan LXC, semua VPS berbagi satu kernel milik server induk, dan penyewa tidak dapat memuat modul kernel atau mengubah parameter sistem tingkat rendah.
CloudPanel membutuhkan kendali yang tidak ada di lingkungan berbagi kernel — antara lain untuk mengatur swap dan aturan firewall. Skrip installer-nya bahkan memeriksa keberadaan kontainer dengan membaca container=lxc di /proc/1/environ.

Konsekuensinya terasa di pasar Indonesia. Sebagian VPS termurah masih dijual di atas OpenVZ atau LXC, dan di server seperti itu CloudPanel tidak akan berjalan berapa pun RAM yang Anda beli. Pastikan penyedia menyebut KVM secara eksplisit — layanan VPS Indonesia berbasis KVM memenuhi syarat ini.
Cara memeriksanya di server yang sudah Anda miliki cukup mudah:
systemd-detect-virtJawaban kvm berarti aman. Jawaban lxc, openvz, atau container berarti CloudPanel bukan pilihan untuk server tersebut.
Bagaimana dengan Docker? Docker adalah teknologi kontainer, sehingga menjalankan CloudPanel di dalamnya berada di luar dukungan resmi. Arah sebaliknya justru wajar — memasang Docker di server ber-CloudPanel untuk aplikasi Anda sendiri.
Port 8443, Sertifikat Bawaan, dan Tabrakan dengan Plesk
Setelah instalasi selesai, halaman login panel dapat diakses di alamat yang mengikuti pola berikut:
https://ALAMAT-IP-SERVER:8443Angka 8443 adalah port bawaan CloudPanel dan tidak dapat diubah dari antarmuka. Skrip installer memakai port ini pula untuk memastikan instalasi berhasil, dengan memeriksa apakah ada proses non-root yang mendengarkan di sana.
Pada akses pertama, peramban menampilkan peringatan koneksi tidak aman. Itu perilaku yang diharapkan: CloudPanel memasang sertifikat SSL self-signed (ditandatangani sendiri, bukan oleh otoritas tepercaya) untuk panelnya. Anda dapat melanjutkan lewat menu lanjutan, lalu mengganti sertifikat itu setelah panel diarahkan ke sebuah domain.
Angka 8443 juga dipakai Plesk sebagai port panelnya. Keduanya tidak dapat hidup berdampingan di satu server: installer CloudPanel berhenti di tahap pemeriksaan konflik port bila menemukan sesuatu sudah mendengarkan di sana. Pemeriksaan itu justru menyelamatkan — kegagalan terjadi sebelum ada perubahan yang merusak.
Karena port panel terbuka ke internet, dokumentasi resminya menyarankan dua pengamanan. Pertama, menutup 8443 lewat firewall dan hanya mengizinkan alamat IP Anda sendiri. Kedua, memasang Basic Auth di depan panel bila Anda tidak punya IP statis.
Rekam Jejak Keamanan CloudPanel yang Perlu Anda Timbang
Panel kontrol adalah pintu masuk dengan hak akses tertinggi ke server. Rekam jejak kerentanannya karena itu layak dibaca sebelum memasang, bukan sesudah terjadi masalah.
Basis data kerentanan nasional Amerika Serikat (NVD) mencatat sembilan CVE untuk CloudPanel sejak 2023. Sebarannya berbicara lebih banyak daripada jumlahnya:
| CVE | Skor | Inti masalah |
|---|---|---|
| CVE-2023-0391 | 8,1 | Sertifikat SSL sama |
| CVE-2023-33747 | 7,8 | Path traversal |
| CVE-2023-35885 | 9,8 | Cookie File Manager |
| CVE-2023-36630 | 8,8 | Unggahan berkas |
| CVE-2023-46157 | 8,8 | Injeksi perintah |
| CVE-2024-24320 | 8,8 | Directory traversal |
| CVE-2024-44765 | 6,5 | Otorisasi longgar |
| CVE-2025-15241 | 3,5 | Open redirect |
| CVE-2026-24525 | 5,3 | Otorisasi Varnish |
Lima dari sembilan terbit di 2023 saja, empat di antaranya berkategori tinggi atau kritis, dan tiga menyangkut komponen yang sama: File Manager. Sejak 2025 tingkat keparahannya turun tajam, ke 3,5 dan 5,3.

Bacaan yang jujur atas tabel itu bukan "panel ini berbahaya", bukan pula "panel ini aman". Yang terlihat adalah produk yang sempat rapuh di tahun-tahun awalnya lalu mengeras. Konsekuensi praktisnya satu: CloudPanel harus selalu diperbarui, dan versi yang tertinggal beberapa rilis membawa risiko yang terdokumentasi.
Fitur keamanan bawaannya tersebar di beberapa menu. Ada integrasi UFW dengan aturan pra-instalasi dan Basic Auth di depan panel. Ada pula autentikasi dua faktor lewat aplikasi seperti Google Authenticator, diaktifkan dari tab Security di halaman akun Anda — bukan dari Admin Area. Di tingkat situs, tersedia pemblokiran alamat IP dan pemblokiran bot.
Yang tidak tersedia dan tidak didokumentasikan: fail2ban dan web application firewall seperti ModSecurity. Keduanya harus Anda pasang dan rawat sendiri di luar panel.
Menit-Menit Pertama Setelah Instalasi Selesai
Ada satu risiko yang tidak muncul di daftar CVE mana pun, tetapi diperingatkan langsung oleh dokumentasi resmi. Begitu instalasi selesai, CloudPanel sudah mendengarkan di port 8443 tanpa pengguna administrator sama sekali, dan siapa pun yang membuka alamat itu lebih dulu akan disodori formulir pembuatan akun admin.
Dokumentasi resminya menyatakan hal ini secara terbuka: ada jendela waktu singkat di mana bot dapat membuat akun tersebut. Server dengan IP publik dipindai terus-menerus, dan port 8443 bukan tempat persembunyian yang baik.
Karena itu, perlakukan tiga langkah berikut sebagai bagian dari instalasi, bukan sebagai konfigurasi lanjutan:
- Buka panel segera setelah installer selesai dan buat akun administrator sebelum mengerjakan hal lain, bukan beberapa jam kemudian.
- Batasi port 8443 di firewall ke alamat IP Anda sendiri, atau pasang Basic Auth bila IP Anda berubah-ubah.
- Periksa daftar pengguna di Admin Area setelah semuanya berdiri, untuk memastikan tidak ada akun selain milik Anda.
Gratis Bukan Berarti Open Source: Membaca Lisensi CloudPanel
CloudPanel gratis. Anda dapat memasangnya di berapa pun server tanpa membayar sepeser pun, tanpa kunci lisensi, dan tanpa mendaftarkan akun ke vendor — installer-nya memang tidak meminta satu pun dari itu. Namun gratis dan open source adalah dua hal yang berbeda, dan CloudPanel hanya memenuhi yang pertama.
Ketentuan lisensi resminya menyatakan bahwa struktur, organisasi, dan kode sumber perangkat lunak ini merupakan rahasia dagang serta informasi rahasia milik MGT-COMMERCE. Pasal berikutnya menegaskan bahwa perangkat lunak ini dilisensikan, bukan dijual, dan seluruh hak yang tidak diberikan secara tegas tetap dipegang pemiliknya.
Pembatasannya diuraikan lebih lanjut. Anda tidak diizinkan memodifikasi perangkat lunaknya di luar menu yang disediakan, melakukan reverse engineering, maupun menyewakan dan memindahtangankannya. Pasal lain menyebut bahwa setelah masa lisensi berakhir, sebagian atau seluruh perangkat lunak dapat berhenti berfungsi tanpa pemberitahuan.
Bukti teknisnya sejalan. Repositori cloudpanel-ce di GitHub hanya berisi README.md, .gitignore, folder .github, dan folder assets. Tidak ada satu baris pun kode sumber panel di sana, dan tanpa berkas lisensi, GitHub tidak mendeteksi lisensi apa pun untuk repositori itu. Instalasinya pun bukan kompilasi dari sumber, melainkan pemasangan paket biner. README resminya konsisten dengan ini: ia menyorot CloudPanel sebagai "Free" dan "Community Driven" — bukan sebagai perangkat lunak open source.
Yang benar-benar open source adalah komponen di bawahnya: Nginx, MySQL atau MariaDB, PHP, Redis, Varnish, dan ProFTPD. Lisensi CloudPanel mengakui ini: bila lisensi komponen bebas menuntut hak lebih luas, lisensi komponen itulah yang berlaku.
Perbedaan ini bukan soal semantik. Perangkat lunak berpemilik berarti Anda tidak dapat mengaudit sendiri kode yang berjalan dengan hak akses tertinggi di server Anda, tidak dapat menambal celah sendiri bila vendor terlambat, dan tidak dapat melanjutkan proyeknya bila suatu hari pengembangannya berhenti.
Konsekuensinya bila Anda Menjual Layanan Hosting
Dua pasal lisensi berdampak langsung pada model bisnis. CloudPanel melarang meng-host perangkat lunaknya untuk pihak ketiga tanpa izin tertulis, dan melarang menjual ulang atau membuat pihak ketiga memakainya dengan bayaran tanpa izin tertulis yang sama.
Artinya, memakai CloudPanel di VPS sendiri untuk situs sendiri atau situs klien yang servernya Anda kelola sepenuhnya tidak bermasalah. Menjual paket hosting di mana pelanggan menerima akun CloudPanel sebagai bagian dari layanan adalah hal yang berbeda, dan membutuhkan persetujuan tertulis MGT-COMMERCE lebih dulu.
Dari Mana CloudPanel Menghasilkan Uang
Panelnya gratis, tetapi perusahaan di baliknya tetap membutuhkan pemasukan. Pendapatan itu datang dari Managed CloudPanel, layanan di mana tim pembuat panel mengelola server pelanggan di akun AWS milik pelanggan itu sendiri.
| Paket | Biaya | Situs | SLA |
|---|---|---|---|
| Starter | €29/bln | 3 | 2 jam |
| Business | €49/bln | 5 | 1 jam |
| Pro | €99/bln | 10 | 30 menit |
Ketiganya mencakup dukungan 24/7, migrasi gratis, cadangan tiap jam, dan garansi 30 hari, semuanya di luar tagihan AWS. Sumber pendapatan ini berguna untuk menakar keberlanjutan proyeknya: panel gratis berfungsi sebagai pintu masuk ke layanan berbayar, bukan produk yang berdiri sendiri tanpa penopang.

CloudPanel Tidak Menyediakan Email, dan Itu Disengaja
Salah satu hal pertama yang dicari pengguna cPanel saat berpindah adalah menu untuk membuat akun email. Di CloudPanel, menu itu tidak ada — dan ketiadaannya bukan celah yang belum sempat ditutup, melainkan keputusan desain yang dinyatakan vendor secara terbuka.
Dokumentasi resminya menyebut bahwa CloudPanel tidak menyediakan email demi menjaga performa dan menjaga panel tetap ringan, dengan alasan bahwa email terlalu rumit dan sebaiknya tidak ditangani oleh server yang menjalankan aplikasi Anda.
Yang tersedia di panel hanyalah pengaturan alamat pengirim SMTP untuk email keluar — dipakai agar notifikasi sistem dan email dari aplikasi Anda memiliki pengirim yang benar. Postfix memang ikut terpasang oleh installer, tetapi perannya sebatas itu. Tidak ada kotak masuk, tidak ada webmail, tidak ada IMAP, dan tidak ada pengelolaan akun email per domain.
Jalan keluarnya ada dua, dan keduanya disarankan dokumentasi resmi. Pertama, memakai layanan email terkelola seperti Google Workspace atau Zoho Mail dan mengarahkan MX record domain Anda ke sana. Kedua, menjalankan Mailcow di server terpisah bila Anda ingin mengelola sendiri — CloudPanel menyediakan panduan khusus untuk kombinasi ini.
Kelemahan dan Pertimbangan Sebelum Memilih CloudPanel
Kelebihan CloudPanel sudah terbaca dari uraian di atas: ringan, stack modern, Varnish bawaan, dan gratis. Sisi lainnya perlu ditimbang dengan bobot yang sama.
- Tidak ada email sama sekali: Setiap domain yang butuh kotak masuk memerlukan layanan terpisah dan biaya terpisah.
- Kode tertutup: Anda tidak dapat mengaudit, memodifikasi, atau menambal sendiri perangkat lunak yang berjalan dengan hak akses tertinggi di server Anda.
- Tidak jalan di kontainer: OpenVZ dan LXC gugur sepenuhnya, sehingga sebagian VPS termurah di pasaran tidak dapat dipakai.
- Hanya Debian dan Ubuntu: Tidak ada dukungan untuk AlmaLinux, Rocky Linux, atau distribusi berbasis RHEL.
- Tanpa fail2ban dan WAF bawaan: Pemblokiran otomatis setelah percobaan login gagal dan penyaringan serangan di lapisan aplikasi harus dipasang sendiri.
- Riwayat CVE pada File Manager: Tiga kerentanan tinggi di komponen yang sama sepanjang 2023 menuntut disiplin memperbarui yang tidak boleh kendur.
- Server harus kosong: Installer membuang paket MySQL yang sudah ada, sehingga migrasi ke CloudPanel selalu berarti server baru.
- Pilihan OS mengunci versi stack: Memilih Ubuntu 22.04 berarti kehilangan HTTP/3 secara permanen sampai server dipasang ulang.
CloudPanel Dibanding CyberPanel, aaPanel, dan cPanel
Panel gratis untuk VPS bukan hanya CloudPanel, dan sumbu pembedanya bukan jumlah menu.
Perbedaannya paling jelas pada empat sumbu: web server yang dipakai, ketersediaan email, biaya, dan keluarga sistem operasi. CyberPanel berdiri di atas OpenLiteSpeed dan menyediakan email. aaPanel memberi pilihan Nginx atau Apache, dengan sebagian fitur dikunci di edisi Pro. cPanel berbayar dan menuntut keluarga RHEL.
CloudPanel adalah satu-satunya di antara keempatnya yang membawa Varnish sebagai menu bawaan, dan satu-satunya yang sama sekali tidak menyediakan email.

Pilihannya mengerucut pada satu pertanyaan. Bila Anda membutuhkan panel yang menggantikan cPanel secara fungsi — termasuk email dan pengelolaan akun pelanggan — CloudPanel bukan jawabannya. Bila yang Anda butuhkan adalah tempat menjalankan beberapa aplikasi web dengan stack modern dan cache berlapis, sementara email sudah ditangani layanan lain, CloudPanel unggul justru karena ia tidak mencoba mengerjakan semuanya.
Di keluarga Debian yang sama, HestiaCP menjadi pembanding terdekat, karena ia menyediakan email dan pengelolaan DNS yang justru absen di CloudPanel. Untuk model pengelolaan yang berbeda sama sekali — panel berada di luar server dan hanya menaruh agen di dalamnya — RunCloud menempati kategori tersendiri.
Kapan CloudPanel Masuk Akal dan Kapan Sebaiknya Tidak
CloudPanel masuk akal bila empat kondisi berikut terpenuhi bersamaan:
- Server berbasis KVM dengan minimal 4 GB RAM untuk satu situs, atau 8 GB untuk lima sampai sepuluh situs.
- Sistem operasi Ubuntu 24.04 ke atas atau Debian 12 ke atas, agar stack-nya tidak tertinggal satu generasi.
- Aplikasi berupa PHP, Node.js, Python, situs statis, atau reverse proxy.
- Email domain sudah dipegang layanan lain, sehingga ketiadaannya di panel tidak menjadi masalah.
Sebaliknya, carilah panel lain bila salah satu dari empat kondisi ini benar:
- VPS Anda berbasis OpenVZ atau LXC. Instalasi akan gagal, dan tidak ada jalan pintas.
- Anda membutuhkan email di server yang sama. Ketiadaannya permanen dan disengaja.
- Anda menjual paket hosting kepada pelanggan. Lisensinya menuntut izin tertulis untuk itu.
- Anda terikat pada AlmaLinux atau Rocky Linux. Tidak ada dukungan RHEL dalam bentuk apa pun.
Pertanyaan yang Sering Muncul Seputar CloudPanel
Bisakah CloudPanel dijalankan di dalam Docker atau di Windows?
Tidak untuk keduanya. CloudPanel hanya berjalan di Ubuntu atau Debian pada mesin virtual, dan dokumentasinya menyatakan kontainer Linux tidak didukung — Docker termasuk di dalamnya. Untuk Windows, tidak ada versi CloudPanel dalam bentuk apa pun. Sebaliknya, menjalankannya sebagai mesin virtual KVM di atas Proxmox justru sah, karena yang dilarang adalah kontainer, bukan hypervisor-nya.
Ke mana CloudPanel bisa menyalin cadangan otomatisnya?
Fitur remote backup-nya dibangun di atas Rclone, sehingga tujuan penyimpanannya cukup luas: Amazon S3, Wasabi, DigitalOcean Spaces, Dropbox, Google Drive, Hetzner Storage Box, dan SFTP. Dengan konfigurasi Rclone khusus, penyedia lain juga dapat dipakai. Pastikan zona waktu server sudah benar agar jadwal cadangan berjalan pada jam yang Anda maksud.
Apakah phpMyAdmin tersedia di CloudPanel?
Tersedia, dan dapat dibuka dari tombol Manage di halaman database. Namun dokumentasi resminya memberi peringatan tegas: jangan memakai phpMyAdmin untuk ekspor dan impor database, karena berpotensi merusak database Anda. Untuk kedua tugas itu, gunakan clpctl db:export dan clpctl db:import yang bekerja langsung di atas mysqldump.
Kenapa muncul 502 Bad Gateway setelah mengubah versi PHP?
Pesan itu berarti Nginx tidak menemukan proses PHP-FPM yang seharusnya melayani situs tersebut. Penyebab paling umum adalah versi PHP yang baru dipilih belum berjalan, atau situs masih menunjuk socket versi lama. Periksa status layanan PHP-FPM untuk versi yang dipakai situs, lalu muat ulang konfigurasi Nginx setelah layanan itu hidup.
Apakah CloudPanel bisa dipasang berdampingan dengan Plesk di satu server?
Tidak. Keduanya memakai port 8443, dan installer CloudPanel akan berhenti pada tahap pemeriksaan konflik port. Port panel CloudPanel juga tidak dapat diubah dari antarmuka, sehingga tidak ada konfigurasi yang membuat keduanya hidup bersamaan.
Bagaimana memindahkan situs dari panel lain ke CloudPanel?
Prosesnya selalu lewat server baru, karena installer membuang paket MySQL yang sudah ada. Siapkan VPS kosong, pasang CloudPanel, lalu buat situs dengan domain yang sama. Salin berkas lewat SFTP atau rsync, impor database dengan clpctl db:import, dan terbitkan sertifikat SSL. Arahkan DNS paling akhir, setelah semuanya diuji lewat berkas hosts lokal.
Kesimpulan
CloudPanel adalah panel kontrol server gratis berbasis Nginx, dengan Varnish dan Redis terpasang bawaan. Ia berjalan di Ubuntu 22.04 ke atas atau Debian 11 ke atas, pada mesin virtual KVM dengan minimal 2 GB RAM. Kekuatannya terletak pada stack yang ringan dan sudah ditentukan; keterbatasannya terletak pada ketiadaan email, kode yang tertutup, dan penolakannya terhadap lingkungan kontainer.
Panel ini tepat bila Anda mengelola beberapa aplikasi web di VPS KVM dan email domain sudah ditangani layanan terpisah. Panel ini keliru bila Anda butuh pengganti cPanel yang setara fitur, memakai VPS OpenVZ, atau berencana menjual akun panel tanpa izin tertulis pemiliknya.
Semoga artikel ini membantu.




