Saat membaca artikel di internet, Anda sering menemukan beberapa kata yang berwarna lain dan bergaris bawah. Kata-kata itu bisa diklik, lalu browser membawa Anda ke halaman yang berbeda. Kita menyebutnya tautan atau link, dan hampir seluruh isi internet saling terhubung lewat mekanisme sederhana ini.

Namun sebuah tautan sesungguhnya terdiri dari dua bagian yang berbeda peran. Ada alamat tujuan yang tersimpan di dalam kode dan tidak terlihat pembaca. Ada juga teks yang tampil di layar, yang menjadi satu-satunya petunjuk bagi pembaca tentang ke mana tautan itu akan membawa mereka. Bagian kedua itulah yang disebut anchor text, dan bagian itulah yang dibahas di artikel ini.

Anchor Text Adalah Teks yang Terlihat pada Sebuah Tautan

Anchor text adalah teks yang tampil di layar dan bisa diklik pada sebuah tautan. Istilah lain yang kadang dipakai adalah link text atau teks tautan. Ini bagian yang dilihat pembaca, dibaca oleh pembaca layar, dan ikut dibaca oleh mesin pencari.

Untuk melihat bagian mana yang dimaksud, kita perlu membuka kodenya. Di HTML, sebuah tautan ditulis dengan elemen <a> seperti berikut:

HTML
<a href="https://www.indowebsite.co.id/blog/seo-adalah">panduan SEO untuk pemula</a>

Ada dua isi yang berbeda di sana. Nilai href berisi alamat halaman tujuan, dan pembaca tidak melihatnya kecuali mengarahkan kursor ke tautan. Sementara panduan SEO untuk pemula berada di antara tag pembuka dan tag penutup, dan itulah yang tampil sebagai tulisan yang bisa diklik.

Yang penting dipahami, alamat tujuan dan anchor text sama sekali tidak saling mengikat. Tiga tautan berikut menuju halaman yang persis sama, tetapi memberi tahu pembaca hal yang sangat berbeda:

HTML
<a href="/blog/seo-adalah">panduan SEO untuk pemula</a>
<a href="/blog/seo-adalah">artikel ini</a>
<a href="/blog/seo-adalah">klik di sini</a>

Satu-satunya yang berubah adalah pilihan kata Anda, dan pilihan itu menentukan apakah pembaca tahu ke mana tautan itu menuju sebelum mengkliknya. Jadi pertanyaan "apa itu anchor text" pada dasarnya adalah pertanyaan tentang siapa yang menjelaskan halaman tujuan.

Empat istilah ini sering dipakai bergantian, padahal maknanya berbeda. Kekacauan ini yang membuat banyak orang mencari "apa itu anchor" tetapi mendapat penjelasan tentang teks tautan, atau sebaliknya. Mari kita bereskan satu per satu.

IstilahMaksudnya
AnchorNama elemen HTML-nya, yaitu <a>. Huruf a memang singkatan dari anchor.
HyperlinkKeseluruhan tautan: elemen <a>, alamat tujuan, dan teksnya sebagai satu kesatuan.
Anchor textHanya bagian teks yang terlihat dan bisa diklik.
Anchor linkTautan yang melompat ke bagian lain di dalam halaman yang sama, bukan ke halaman baru.

Arti anchor secara harfiah adalah jangkar atau penambat. Nama itu dipilih karena pada awal sejarah web, elemen <a> tidak hanya membuat tautan keluar, tetapi juga menancapkan titik tujuan di dalam sebuah dokumen supaya bisa dituju dari tempat lain.

Peran kedua itulah yang sekarang kita kenal sebagai anchor link, yang kadang ditulis terbalik menjadi link anchor. Tautan semacam ini memakai tanda pagar diikuti nama titik tujuan, misalnya #kesimpulan. Bagian setelah tanda pagar disebut fragment, dan ia adalah satu dari tujuh bagian penyusun struktur URL. Menariknya, fragment tidak pernah dikirim ke server — browser Anda sendiri yang memprosesnya untuk menggulir ke bagian yang dituju.

Jadi anchor link berbicara soal ke mana sebuah tautan pergi, sedangkan anchor text berbicara soal kata apa yang dipakai untuk mengantar pembaca ke sana. Keduanya bisa muncul bersamaan dalam satu tautan.

Kalau Anda mendarat di sini karena mencari cara menambatkan kotak teks di Microsoft Word, InDesign, atau Canva, istilah yang Anda cari berbeda. Di aplikasi-aplikasi itu "anchor text" berarti mengikat kotak teks ke objek tertentu supaya posisinya tidak bergeser. Begitu pula properti text-anchor di CSS dan SVG, yang mengatur perataan teks terhadap titik acuannya. Namanya sama, urusannya tidak berhubungan.

Kenapa Mesin Pencari Membaca Anchor Text

Alasan mesin pencari memperhatikan anchor text bisa dilacak sampai ke makalah yang memperkenalkan Google, ditulis Sergey Brin dan Lawrence Page pada 1998. Salah satu bagian makalah itu khusus membahas anchor text.

Gagasan intinya sederhana tetapi berdampak besar. Mesin pencari kebanyakan pada masa itu memperlakukan teks tautan sebagai bagian dari halaman tempat tautan itu berada. Google memutuskan mengaitkan teks tautan juga ke halaman tujuan, dengan alasan bahwa orang yang menaut ke sebuah halaman sering menggambarkan halaman itu lebih akurat daripada halaman itu menggambarkan dirinya sendiri.

Fungsi anchor text: Google membaca teks tautan di halaman A lalu mengaitkannya ke halaman B sebagai deskripsi.Fungsi anchor text: Google membaca teks tautan di halaman A lalu mengaitkannya ke halaman B sebagai deskripsi.

Skalanya sudah besar sejak awal. Pada perayapan yang dilaporkan di makalah itu, Google mengindeks 24 juta halaman dan lebih dari 259 juta anchor.

Dari mekanisme ini turun tiga akibat yang langsung terasa dalam pekerjaan sehari-hari:

  1. Berkas tanpa teks tetap bisa dipahami: Gambar, program, dan basis data tidak punya kalimat untuk dibaca mesin pencari. Anchor text yang menaut ke berkas itu menjadi satu-satunya keterangan yang tersedia. Google juga menyatakan bahwa alt pada gambar berperan sebagai anchor text ketika gambar dipakai sebagai tautan.
  2. Sebuah halaman bisa dianggap relevan untuk kata yang tidak pernah tertulis di dalamnya: Kalau cukup banyak situs menaut ke satu halaman dengan kata yang sama, halaman itu bisa muncul untuk kata tersebut. Fenomena ini pernah dipakai untuk lelucon massal yang dikenal sebagai Googlebomb, dan Google mempersempitnya lewat perubahan algoritma pada Januari 2007. Cirinya, menurut Matt Cutts yang saat itu memimpin tim antispam Google, adalah banyaknya sinyal dari luar untuk sebuah frasa. Sementara di dalam halaman tujuan itu sendiri, frasa tersebut nyaris tidak muncul.
  3. Kata yang Anda pilih menjadi keterangan halaman tujuan: Kalau teksnya "klik di sini", maka itulah keterangan yang Anda berikan tentang halaman tersebut. Fungsi anchor sebagai pengantar tidak berjalan.

Jenis Anchor Text dan Kapan Masing-Masing Wajar Dipakai

Jenis anchor text umumnya dikelompokkan berdasarkan seberapa mirip teksnya dengan kata kunci yang dibidik. Pengelompokan itu berguna untuk membicarakan strategi, tetapi kurang membantu saat Anda sedang menyusun kalimat. Karena itu daftar berikut disusun dari yang paling banyak memberi informasi ke pembaca sampai yang paling kosong.

Empat tingkat jenis anchor text, dari paling deskriptif menurun sampai paling kosong, dengan contoh tiap tingkat.Empat tingkat jenis anchor text, dari paling deskriptif menurun sampai paling kosong, dengan contoh tiap tingkat.

  1. Deskriptif (partial match): Teks yang menjelaskan isi halaman tujuan dengan kalimat sendiri, dan kebetulan memuat sebagian kata kunci. Contoh: cara memilih paket hosting untuk toko online. Ini bentuk yang paling sering wajar dipakai, baik untuk pembaca maupun mesin pencari.
  2. Exact match: Teks yang sama persis dengan kata kunci yang dibidik, misalnya hosting murah. Wajar dipakai bila frasa itu memang mengalir alami dalam kalimat Anda, dan menjadi tidak wajar bila dipaksakan berulang kali.
  3. Nama merek: Nama situs, produk, atau perusahaan sebagai teks tautan, misalnya Indowebsite. Bentuk paling wajar saat menyebut sumber atau penyedia layanan.
  4. Alt gambar: Ketika sebuah gambar dijadikan tautan, teks alternatifnya yang mengambil peran anchor text. Isi alt dengan deskripsi tujuan tautan, bukan deskripsi hiasan gambarnya.
  5. URL mentah: Alamat halaman ditulis apa adanya, misalnya https://www.indowebsite.co.id/blog/seo-adalah. Berguna dalam dokumen yang akan dicetak, tetapi menyulitkan pembaca layar karena dibacakan karakter demi karakter.
  6. Generik: Kata umum tanpa keterangan apa pun, seperti klik di sini, baca selengkapnya, atau di sini. Hampir selalu bisa diganti dengan bentuk pertama tanpa mengubah susunan kalimat.
  7. Tautan tanpa teks: Ikon atau tombol bergambar yang tidak punya label maupun alt. Bagi pembaca layar, tautan semacam ini sering terbacakan sebagai nama berkasnya, dan itu tidak menjelaskan apa pun.

Berikut contoh anchor text yang sama-sama menuju satu halaman, dilihat dari sisi kejelasannya bagi pembaca:

Anchor textYang diketahui pembaca sebelum mengklik
panduan memilih paket hostingIsi halaman tujuan dan kegunaannya
hostingTopiknya saja, belum tentu jenis halamannya
di siniTidak ada

Seberapa Besar Pengaruhnya, dan Bagian Mana yang Anda Kendalikan

Sebesar apa sebenarnya pengaruh anchor text terhadap peringkat? Ahrefs pernah mengujinya pada 384.614 halaman di 19.840 kata kunci. Hasilnya, hubungan antara anchor exact match dengan posisi di hasil pencarian hanya sebesar 0,1436.

Angka korelasi perlu dibaca dengan hati-hati. Nilainya berkisar antara -1 sampai 1, di mana nol berarti tidak ada hubungan sama sekali dan satu berarti hubungan yang sempurna. Angka 0,14 duduk di ujung bawah: ada hubungan, tetapi lemah. Sebagai pembanding, anchor yang isinya kata acak tanpa kaitan apa pun dengan kata kunci masih menghasilkan 0,0161.

Kesimpulan praktisnya bukan "anchor text tidak berguna". Kesimpulannya adalah usaha merekayasa perbandingan jenis anchor text kemungkinan besar tidak sebanding dengan hasilnya. Anda mungkin pernah menemukan angka pasti soal berapa persen anchor yang boleh berupa exact match. Angka semacam itu perlu diperlakukan dengan hati-hati, karena besarannya berbeda-beda antar sumber dan tidak bersandar pada pengujian yang bisa diperiksa ulang.

Ada pemisahan yang jauh lebih berguna untuk diperhatikan, yaitu seberapa besar kendali Anda:

Tautan internalTautan dari situs lain
Siapa yang memilih teksnyaAnda sendiriPenulis situs tersebut
Kendali AndaPenuhHampir tidak ada
Bisa diperbaiki kapan sajaYaTidak

Perbedaan ini mengubah urutan pekerjaan. Mengatur perbandingan jenis anchor text berarti sibuk mengurus teks yang ditentukan orang lain. Sementara seluruh tautan di dalam situs Anda sendiri teksnya Anda yang menulis dan bisa diperbaiki hari ini. Di sinilah anchor text bekerja sebagai bagian dari SEO on-page yang benar-benar bisa Anda kerjakan.

Aturan Menulis Anchor Text yang Baik

Google memberi satu uji yang sangat ringkas dalam dokumentasi resminya: baca anchor text-nya saja, terlepas dari kalimat di sekitarnya, lalu periksa apakah teks itu masih cukup spesifik untuk dipahami sendiri. Kalau jawabannya ya, anchor text Anda sudah cukup baik.

Dari uji sederhana itu turun beberapa aturan yang bisa langsung dijalankan:

  1. Panjang tiga sampai enam kata: Cukup untuk menjelaskan tujuan, belum cukup panjang untuk menelan seluruh kalimat. Satu kata umum biasanya terlalu sedikit, sementara satu kalimat penuh yang dijadikan tautan menyulitkan pembaca menemukan ujungnya.
  2. Satu tautan satu maksud: Jangan menempelkan dua tautan berbeda tanpa kata pemisah di antaranya. Google secara khusus menyebut tautan berdempetan sebagai pola yang menyulitkan, karena batas antar tautan menjadi kabur.
  3. Jangan pakai satu teks untuk dua tujuan berbeda: Bila panduan hosting di satu tulisan menuju halaman A, hindari memakai frasa yang sama untuk menuju halaman B. Pembaca yang mengingat teksnya akan mendapat halaman yang tidak diharapkan.
  4. Biarkan kalimatnya mengalir lebih dulu: Tulis kalimatnya seperti biasa, lalu pilih bagian mana yang paling tepat dijadikan tautan. Cara ini hampir selalu menghasilkan anchor deskriptif tanpa perlu diusahakan.

Yang menarik, uji yang sama juga merupakan syarat aksesibilitas. Kriteria WCAG 2.4.4 Link Purpose (In Context) berada di Level A, tingkat kepatuhan paling dasar, dan meminta agar tujuan setiap tautan dapat dipahami dari teksnya atau dari konteks di sekitarnya.

Alasannya nyata di lapangan. Perangkat lunak pembaca layar punya pintasan untuk menampilkan daftar seluruh tautan di sebuah halaman, dan pengguna memakainya untuk melompat cepat seperti orang lain memindai halaman dengan mata. Dalam daftar itu, tautan tampil terlepas dari kalimatnya. Halaman yang berisi delapan tautan bertuliskan "baca selengkapnya" menghasilkan daftar berisi delapan baris identik yang tidak menerangkan apa pun.

Jadi memperbaiki anchor text sekaligus mengerjakan dua hal: membantu pembaca yang memakai teknologi bantu, dan memberi mesin pencari keterangan yang lebih baik tentang halaman tujuan.

Cara Membuat Anchor Text di HTML dan WordPress

Setelah konsepnya jelas, sisi teknisnya cukup mudah. Cara membuat anchor text paling dasar adalah menulis elemen <a> dengan atribut href, lalu meletakkan teksnya di antara tag pembuka dan penutup:

HTML
<p>Sebelum menyewa layanan, sebaiknya Anda membaca
<a href="https://www.indowebsite.co.id/blog/seo-adalah">panduan SEO untuk pemula</a>
supaya paham apa yang perlu disiapkan.</p>

Perhatikan bahwa tautan diletakkan di dalam kalimat yang sudah utuh, bukan ditambahkan sebagai kalimat terpisah. Google juga menegaskan bahwa tautan hanya bisa dirayapi bila berupa elemen <a> dengan atribut href — tombol yang dibuat dari elemen lain dan digerakkan skrip tidak dihitung sebagai tautan.

Anchor link dibuat dalam dua langkah. Beri atribut id pada bagian yang ingin dituju, lalu tautkan dengan tanda pagar diikuti nilai id tersebut:

HTML
<h2 id="cara-membuat">Cara Membuat Anchor Text</h2>

<a href="#cara-membuat">Lompat ke bagian cara membuatnya</a>

Dulu titik tujuan ini ditulis dengan atribut name pada elemen <a>. Atribut itu sudah usang dan sebaiknya tidak dipakai lagi; gunakan id pada elemen tujuan. Nilai id sebaiknya ditulis dengan gaya yang sama seperti slug pada URL, yaitu huruf kecil dan dipisah tanda hubung.

Ketika gambar yang dijadikan tautan, teks alternatifnya yang berperan sebagai anchor text. Isi alt dengan tujuan tautannya:

HTML
<a href="/blog/seo-adalah">
  <img src="panduan-seo-pemula.webp" alt="Panduan SEO untuk pemula">
</a>

Untuk tautan yang tidak ingin Anda jadikan rekomendasi, tambahkan atribut rel. Ada tiga nilai yang umum dipakai:

  • sponsored — tautan berbayar atau hasil kerja sama.
  • ugc — tautan yang dibuat pengunjung, misalnya di kolom komentar.
  • nofollow — tautan yang tidak ingin Anda dukung.

Penulisannya seperti ini:

HTML
<a href="https://contoh.com/promo" rel="sponsored">paket promo dari mitra kami</a>

Di WordPress, seluruh hal di atas bisa dikerjakan tanpa menyentuh kode. Sorot kata yang ingin dijadikan tautan di editor, tekan Ctrl + K (atau Cmd + K di macOS), lalu tempel alamat tujuannya. Kata yang Anda sorot itulah yang menjadi anchor text, jadi sorotlah frasa yang deskriptif.

Satu urusan tampilan yang mudah terlewat: jangan menandai tautan hanya dengan warna. Kriteria WCAG 1.4.1 Use of Color, juga di Level A, meminta agar warna tidak menjadi satu-satunya penanda visual. Menghapus garis bawah lewat text-decoration: none menyisakan warna sebagai satu-satunya pembeda, dan pembaca dengan buta warna bisa kehilangan jejaknya. Kriteria itu tidak mewajibkan garis bawah secara khusus — teknik yang dianggap memadai adalah perbedaan kontras minimal 3:1 antara teks tautan dan teks di sekitarnya, ditambah satu penanda lain. Cara paling sederhana tetap membiarkan garis bawah pada tautan di dalam paragraf, dan pengaturannya dibahas di sisi CSS.

Cara Memeriksa Anchor Text yang Sudah Terpasang

Menulis anchor text yang baik adalah satu hal, mengetahui apa yang sudah terpasang di website Anda adalah hal lain. Dua alat gratis berikut membagi tugas persis mengikuti pemisahan kendali tadi.

Untuk tautan yang datang dari luar, pakai Google Search Console. Buka laporan Links, lalu lihat bagian Top linking text. Bagian itu menampilkan teks tautan yang dipakai situs lain ketika menaut ke website Anda. Google mencatat laporan ini hanya mencakup tautan dari luar properti Anda, dan tautan tanpa teks — misalnya tautan berupa gambar — ditampilkan sebagai (empty). Daftar ini tidak bisa Anda ubah, tetapi bisa Anda lihat, dan itu sudah cukup untuk mengetahui bagaimana situs lain menggambarkan halaman Anda.

Untuk tautan di dalam situs sendiri, Search Console tidak menyediakan datanya, jadi bagian ini diperiksa langsung di peramban. Buka halaman yang ingin diperiksa, tekan F12 (atau Cmd + Option + I di macOS) untuk membuka Developer Tools, pindah ke tab Console, lalu tempelkan perintah berikut:

JavaScript
[...document.querySelectorAll('article a[href], main a[href]')].map(a => {
  const teks = a.textContent.trim().replace(/\s+/g, ' ');
  const lemah = ['di sini', 'klik di sini', 'baca selengkapnya', 'selengkapnya', 'artikel ini'];
  return {
    teks,
    tujuan: a.href,
    catatan: !teks ? 'TANPA TEKS' : lemah.includes(teks.toLowerCase()) ? 'TERLALU UMUM' : ''
  };
});

Hasilnya adalah tabel berisi setiap tautan di dalam isi halaman beserta teks dan tujuannya, dengan kolom catatan yang menandai dua masalah paling sering muncul: tautan tanpa teks sama sekali, dan tautan berteks terlalu umum. Perintah ini hanya membaca halaman yang sedang terbuka dan tidak mengubah apa pun.

Pembatas article dan main pada perintah di atas menjaga pemeriksaan tetap pada isi halaman. Tanpa pembatas itu, menu dan footer ikut terhitung, dan satu halaman biasa bisa menghasilkan seratus tautan lebih.

Kesalahan yang Perlu Anda Hindari

Anchor text termasuk bagian SEO yang mudah dikerjakan, tetapi juga mudah berlebihan. Enam kesalahan berikut yang paling sering terjadi, beserta akibatnya:

  1. Menumpuk kata kunci di satu paragraf: Kebijakan spam Google memuat contoh paragraf yang setiap beberapa katanya menjadi tautan ke satu halaman yang sama, dengan teks yang berganti-ganti kata kunci. Pola seperti itu dinilai manipulatif, dan pembaca pun kehilangan alur kalimatnya.
  2. Menaut semua tautan dengan teks identik: Bila ratusan tautan menuju satu halaman dengan frasa yang sama persis, susunannya tidak lagi menyerupai cara orang menulis. Perubahan algoritma Penguin pada 24 April 2012 menyasar pola semacam ini. Menurut keterangan Google saat itu, perubahan tersebut memengaruhi sekitar 3,1 persen kueri berbahasa Inggris. Batasnya nyata, meskipun tidak perlu Anda takuti bila menulis dengan wajar.
  3. Memakai "klik di sini" dan "baca selengkapnya": Google menyebut frasa ini secara eksplisit sebagai contoh yang perlu dihindari. Keduanya tidak mengatakan apa pun tentang halaman tujuan, baik kepada pembaca maupun kepada mesin pencari.
  4. Menjadikan seluruh kalimat sebagai tautan: Anchor yang terlalu panjang membuat pembaca sulit melihat di mana tautan berakhir, dan keterangan yang dibawanya menjadi kabur karena bercampur kata sambung.
  5. Menaut satu kata tanpa konteks: Kata seperti artikel atau panduan tidak menerangkan panduan tentang apa, dan langsung gagal di uji baca-lepas-konteks.
  6. Menerima tautan berbayar tanpa penanda: Bila Anda menyediakan artikel bersponsor atau menerima kerja sama, tautannya perlu diberi rel="sponsored" atau rel="nofollow". Google menyatakan jual beli tautan bukan pelanggaran selama tautannya ditandai demikian; yang menjadi pelanggaran adalah tautan berteks kata kunci yang dibiarkan seolah rekomendasi murni.

Kiri: satu halaman menerima banyak anchor text seragam. Kanan: anchor text beragam bentuk dan panjang.Kiri: satu halaman menerima banyak anchor text seragam. Kanan: anchor text beragam bentuk dan panjang.

Pertanyaan yang Sering Muncul Seputar Anchor Text

Apa yang dimaksud dengan anchor?

Dalam konteks web, anchor adalah nama elemen HTML <a> yang dipakai membuat tautan. Huruf a pada elemen itu diambil dari kata anchor. Di luar konteks web, kata yang sama juga dipakai untuk jangkar kapal, titik penambat pada olahraga panjat, dan sebutan bagi pembawa acara berita.

Anchor itu artinya apa?

Secara harfiah, arti anchor adalah jangkar atau penambat — nama yang dipilih karena elemen <a> semula berfungsi menancapkan titik tujuan di dalam sebuah dokumen.

Anchor itu untuk apa?

Fungsi anchor di HTML ada dua. Pertama, membuat tautan ke halaman, berkas, atau alamat email lain. Kedua, menandai posisi tertentu di dalam halaman supaya bisa dituju langsung — inilah yang dipakai oleh anchor link dan daftar isi yang bisa diklik.

Apa itu anchor text yang bagus?

Anchor text yang bagus lolos satu uji: dibaca sendiri tanpa kalimat di sekitarnya, teksnya masih menjelaskan ke mana tautan itu menuju. Biasanya berupa tiga sampai enam kata deskriptif yang mengalir wajar di dalam kalimat, tanpa tambahan kata kunci yang dipaksakan.

Kesimpulan

Anchor text adalah teks yang terlihat pada sebuah tautan, dan ia dibaca oleh tiga pihak sekaligus: pembaca Anda, perangkat lunak pembaca layar, dan mesin pencari. Sejak makalah pendiri Google pada 1998, teks tautan dipakai sebagai keterangan tentang halaman tujuan, sehingga pilihan kata Anda ikut menentukan bagaimana halaman itu dipahami.

Pengaruhnya terhadap peringkat memang lemah bila diukur sendirian, jadi merekayasa perbandingan jenis anchor text bukan pekerjaan yang sebanding hasilnya. Yang sebanding adalah memperbaiki teks tautan di dalam situs Anda sendiri, karena bagian itu sepenuhnya dalam kendali Anda dan bisa dikerjakan hari ini. Ukurannya sederhana: kalau anchor text Anda dibaca terlepas dari kalimatnya dan masih jelas ke mana ia menuju, teks itu sudah benar.

Semoga artikel ini membantu.