Selama lebih dari sepuluh tahun, CentOS adalah jawaban standar ketika seseorang bertanya sistem operasi apa yang sebaiknya dipasang di server. Alasannya masuk akal: ia identik dengan Red Hat Enterprise Linux, hanya saja gratis. Panduan, panel hosting, dan perangkat lunak komersial semuanya ditulis dengan asumsi itu.
Asumsi tersebut runtuh pada Desember 2020, ketika Red Hat mengumumkan CentOS Linux 8 dihentikan di akhir 2021 dan CentOS Stream mengambil alih namanya. CentOS Linux 7 menyusul berakhir pada 30 Juni 2024. Ratusan ribu server tiba-tiba membutuhkan rumah baru — dan salah satu rumah yang paling banyak dipilih sejak itu bernama AlmaLinux.
AlmaLinux Adalah Rakitan Ulang RHEL yang Dimiliki Yayasan
AlmaLinux adalah sistem operasi server gratis yang dibangun ulang dari kode sumber Red Hat Enterprise Linux, dikelola oleh sebuah yayasan nirlaba bernama AlmaLinux OS Foundation. Slogan resminya, forever-free, merujuk pada janji bahwa sistem ini tidak akan pernah berpindah ke model berbayar.
Cara pembuatannya membedakan AlmaLinux dari distribusi Linux turunan pada umumnya. Ubuntu disebut turunan Debian karena ia mengambil basis Debian lalu mengubah dan menambahinya. AlmaLinux tidak bekerja begitu.
Tim AlmaLinux mengambil kode sumber dari repositori git CentOS — sumber yang sama yang dipakai Red Hat untuk membangun paketnya. Kode itu dibersihkan dari merek dagang Red Hat, lalu dibangun ulang menjadi paket biner. Hasilnya bukan distro yang "mirip", melainkan sistem yang isinya secara fungsional setara. Seluruh kodenya open source, dan tidak ada langganan yang perlu dibeli untuk memperoleh pembaruan.
Siapa yang Membangunnya dan dari Mana Uangnya
AlmaLinux lahir cepat. Red Hat mengumumkan nasib CentOS pada Desember 2020, dan 1 Februari 2021 versi betanya sudah diumumkan. Yang membangunnya adalah CloudLinux, perusahaan yang bertahun-tahun menjual sistem operasi berbasis RHEL untuk penyedia hosting. Rilis stabil pertamanya, 8.3 "Purple Manul", keluar pada 30 Maret 2021.
Pertanyaan yang wajar muncul di titik ini: kalau satu perusahaan yang membangun dan membiayainya, seberapa besar risiko proyek ini berubah arah suatu hari nanti?
Jawabannya ada pada struktur kepemilikan yang dibentuk bersamaan dengan rilis pertama. Pada Maret 2021, CloudLinux menyerahkan proyek ini ke AlmaLinux OS Foundation. Yayasan itu berbadan hukum 501(c)(6), bentuk nirlaba Amerika Serikat untuk asosiasi yang dimiliki anggotanya. Dewan pengurusnya dipilih anggota, dan aturan internalnya melarang satu perusahaan memegang lebih dari satu kursi bersuara — sebesar apa pun sponsornya.
CloudLinux tetap menjadi penyandang dana utama, dengan komitmen satu juta dolar AS per tahun sejak 2021. Komitmen itu diperbarui sebagai sponsor tingkat platinum bersama TuxCare pada Desember 2025. Uangnya memang datang dari satu sumber besar, tetapi keputusan teknisnya tidak.
Kompatibilitas yang Berubah Arti pada Juli 2023
Selama dua tahun pertama, AlmaLinux menyebut dirinya salinan biner 1:1 dari RHEL. Istilah itu sudah tidak dipakai lagi, dan alasannya menentukan cara membaca sisa artikel ini.
Pada Juni 2023, Red Hat berhenti menerbitkan kode sumber paket RHEL secara terbuka dan memindahkannya ke balik portal pelanggan. Menyalin RHEL baris per baris menjadi tidak mungkin lagi. Pada 13 Juli 2023, dewan AlmaLinux OS Foundation mengambil keputusan: target "1:1 binary copy" dilepas, digantikan target kompatibel secara biner atau ABI.
ABI (Application Binary Interface) adalah kesepakatan teknis tentang bagaimana program terkompilasi berbicara dengan sistem operasi dan pustaka di bawahnya. FAQ resmi AlmaLinux merumuskannya sederhana. Segala sesuatu yang berjalan di RHEL, mulai dari aplikasi sampai modul kernel, harus berjalan di AlmaLinux. Kalau tidak, itu dianggap sebagai bug.
Yang benar-benar dilepas adalah bug-for-bug compatibility, yaitu kewajiban menyalin bahkan kesalahan yang ada di RHEL. Bagi Anda yang menjalankan panel hosting, agen pemantauan, atau perangkat lunak komersial bersertifikasi RHEL, perbedaan ini tidak terasa. Yang berubah adalah apa yang boleh dilakukan AlmaLinux di luar itu.
Sampai Juli 2023 AlmaLinux wajib menyalin RHEL persis; sesudahnya cukup setara ABI dan boleh memperbaiki bug lebih dulu.
Keleluasaan yang Muncul karena Bukan Salinan Persis
Melepas kewajiban menyalin persis membuat AlmaLinux boleh menerima perbaikan bug di luar siklus rilis Red Hat. Konsekuensinya bukan janji di atas kertas, melainkan sesuatu yang bisa Anda hitung dari catatan rilisnya.
Kernel mengenali kartu yang terpasang lewat PCI ID, semacam nomor identitas perangkat keras. Sejak versi 9.4 (Mei 2024), setiap rilis AlmaLinux mengembalikan PCI ID yang sudah dihapus Red Hat dari kernel RHEL — pada 10.2 tersebar di sembilan driver, di antaranya megaraid_sas, hpsa, qla2xxx, dan mlx4_core.
Diterjemahkan ke perangkat nyata: kartu RAID Dell PERC generasi lama, HP Smart Array, adapter LSI, HBA QLogic, dan kartu jaringan Mellanox tetap dikenali. Server yang tidak lagi bisa memasang RHEL karena kartu RAID-nya sudah dicoret masih bisa memasang AlmaLinux.
Perlu diperjelas supaya tidak salah paham: menerima perbaikan lebih awal bukan berarti AlmaLinux mendahului Red Hat dalam hal keamanan. Tambalan keamanan tetap mengikuti hulu. Yang bertambah adalah kebebasan memperbaiki hal yang belum diperbaiki Red Hat, bukan mengganti perannya.
Peta Versi AlmaLinux dan Sampai Kapan Didukung
AlmaLinux memakai penomoran yang sama dengan RHEL: satu angka mayor untuk generasi sistem, satu angka minor untuk pembaruan berkala setiap enam bulan. Setiap generasi mendapat dua fase, yaitu dukungan aktif (masih menerima fitur dan perbaikan bug) dan dukungan keamanan (hanya menerima tambalan keamanan). Tanggal berakhirnya fase kedua inilah yang di dokumentasi vendor disebut EOL (end of life).
| Seri | Rilis terbaru | Aktif s/d | Keamanan s/d |
|---|---|---|---|
| 10 | 10.2 | 31 Mei 2030 | 31 Mei 2035 |
| 9 | 9.8 | 31 Mei 2027 | 31 Mei 2032 |
| 8 | 8.10 | berakhir 2024 | 31 Mei 2029 |
| Kitten | Kitten 10 | ikut Stream | — |
Rilis terbaru kedua seri aktif keluar berbarengan pada 26 Mei 2026: 10.2 "Lavender Lion" dan 9.8 "Olive Jaguar". Seri 8 berhenti di 8.10 "Cerulean Leopard". Kernelnya berbeda jauh — 6.12, 5.14, dan 4.18 — dan angka itulah yang menentukan perangkat keras serta fitur container mana yang dikenali sistem.
Terhitung dari September 2026, AlmaLinux 9 keluar dari fase dukungan aktif dalam 269 hari. Tambalan keamanannya sendiri masih mengalir 5,7 tahun lagi. AlmaLinux 8 sudah lama meninggalkan fase aktif dan menyisakan 2,7 tahun tambalan keamanan. Seri 10 masih memiliki 3,7 tahun dukungan aktif dan 8,7 tahun dukungan keamanan.
Dukungan AlmaLinux per September 2026: seri 8 tinggal tambalan keamanan, seri 9 aktif sampai 2027, seri 10 sampai 2030.
Klaim "siklus sepuluh tahun" bukan pembulatan pemasaran. AlmaLinux 10.0 dirilis 27 Mei 2025 dan dukungan keamanannya berakhir 31 Mei 2035 — persis sepuluh tahun.
Satu nama di tabel itu jarang dijumpai pemakai biasa. AlmaLinux Kitten adalah versi rolling yang berjalan mendahului rilis stabil, dan bukan untuk produksi.
AlmaLinux 10 dan Prosesor yang Ditinggalkan RHEL 10
Bagian ini yang paling menentukan kalau Anda memelihara server fisik berumur.
Prosesor x86-64 dikelompokkan ke dalam tingkatan yang disebut microarchitecture level, berdasarkan set instruksi yang didukungnya. RHEL 9 menaikkan syarat minimum ke x86-64-v2. RHEL 10 menaikkannya lagi ke x86-64-v3, dan menyatakan prosesor v1 serta v2 tidak lagi didukung.
| Tingkat | Prosesor paling awal |
|---|---|
| x86-64-v2 | Nehalem 2008 / Bulldozer 2011 |
| x86-64-v3 | Haswell 2013 / Excavator 2015 |
Pembedanya dua set instruksi: x86-64-v2 mensyaratkan SSE4.2, x86-64-v3 mensyaratkan AVX2. Satu perintah cukup untuk memeriksa server Anda sendiri:
grep -oE 'sse4_2|avx2' /proc/cpuinfo \
| sort -uKalau keluarannya memuat avx2, prosesor Anda memenuhi x86-64-v3. Kalau hanya sse4_2 yang muncul, prosesor itu berhenti di v2 — dan di situlah kedua sistem operasi ini berpisah jalan.
Server berprosesor keluaran 2008 sampai 2012 tidak bisa memasang RHEL 10 sama sekali. Mesin seperti itu masih banyak berjalan sebagai server internal atau dedicated server lama.
AlmaLinux 10 mengambil jalan berbeda. Selain build standar, proyek ini menyediakan arsitektur tambahan x86-64-v2 khusus untuk perangkat keras lama, lengkap dengan paket EPEL yang dibangun ulang untuknya. Mesin yang ditolak RHEL 10 tetap menerima pembaruan keamanan hingga 31 Mei 2035.
Prosesor x86-64-v2 ditolak RHEL 10 tetapi tetap diterima AlmaLinux 10, sedangkan x86-64-v3 diterima keduanya.
Batasannya disebutkan terbuka oleh AlmaLinux. Build v2 hanya cocok untuk beban kerja yang cukup dilayani paket bawaan sistem, dan perangkat lunak pihak ketiga yang dikompilasi untuk v3 tidak akan berjalan di sana.
Di luar urusan prosesor, AlmaLinux 10 menyalakan frame pointer secara bawaan, sehingga profiling performa tidak menuntut pembangunan ulang paket. Secure Boot didukung untuk Intel, AMD, maupun ARM, dan dukungan SPICE untuk desktop virtual dihidupkan kembali setelah dimatikan sejak RHEL 9.0.
Mengelola Paket dengan dnf dan Repositori Bawaannya
AlmaLinux memakai format paket .rpm dan manajer paket dnf. Kalau pengalaman Anda selama ini di CentOS 7, perintah yum yang Anda hafal masih bekerja. Di keluarga RHEL 8 ke atas, yum hanyalah nama lain yang menunjuk ke dnf.
Untuk memperbarui seluruh sistem, satu perintah cukup:
sudo dnf updatePerbedaan keduanya ada di dalam, bukan di nama perintah. dnf memakai pustaka penyelesai ketergantungan yang lebih cepat, lebih konsisten menangani konflik paket, dan mendukung dnf history undo untuk membatalkan transaksi pemasangan.
Paket bawaan dibagi ke dalam beberapa repositori dengan peran berbeda:
- BaseOS: komponen inti — kernel, systemd, pustaka dasar. Stabil sepanjang umur satu generasi.
- AppStream: aplikasi dan bahasa pemrograman. Di sinilah beberapa versi satu perangkat lunak bisa hidup berdampingan lewat mekanisme module, misalnya PHP.
- CRB (CodeReady Builder): pustaka pengembangan untuk mengompilasi sendiri. Tidak aktif secara bawaan.
- EPEL: ribuan paket komunitas yang tidak ada di RHEL, seperti htop, fail2ban, dan rkhunter.
EPEL bukan bagian resmi AlmaLinux, tetapi hampir selalu dibutuhkan di server nyata:
sudo dnf install epel-releaseKapan AlmaLinux Menjadi Pilihan yang Masuk Akal
Kebutuhan sistemnya ringan. Dokumentasi resmi menyebut RAM minimal 1,5 GB dan disk 10 GB minimum, 20 GB disarankan, pada empat arsitektur: x86_64, aarch64 (ARM 64-bit), ppc64le, dan s390x. Tersedia tiga varian image — boot yang mengunduh paket lewat jaringan, minimal untuk pemasangan tanpa internet, dan DVD yang memuat hampir seluruh paket.
Hampir semua VPS kelas entri sudah memenuhi syarat itu, tetapi kebutuhan sebenarnya ditentukan perangkat lunak di atasnya. Pemasangan cPanel, misalnya, menuntut sekitar 2 vCPU, 4 GB RAM, dan 80 GB disk.
Alasan paling kuat memilih AlmaLinux justru datang dari ekosistemnya. Sebagian besar perangkat lunak hosting komersial menargetkan keluarga RHEL lebih dulu:
- cPanel & WHM mendukung AlmaLinux 8 sejak versi 110 dan AlmaLinux 9 sejak versi 114
- Imunify360 mendukung AlmaLinux 8 sampai 10
- CyberPanel mendukung AlmaLinux 8, 9, dan 10
- CWP hanya berjalan di keluarga Red Hat, termasuk AlmaLinux 8 dan 9
Rekomendasi konkretnya: untuk server baru, pilih AlmaLinux 10 — dukungan aktifnya masih 3,7 tahun dan keamanannya 8,7 tahun. Pilih AlmaLinux 9 kalau perangkat lunak Anda belum menyatakan dukungan untuk seri 10, posisi yang masih ditempati sebagian panel dan agen komersial. Jangan memulai proyek baru di AlmaLinux 8, karena sisa umurnya tinggal 2,7 tahun tanpa fitur baru.
Kalau Anda sedang menyiapkan mesin untuk beban ini, VPS Indonesia dengan akses root membebaskan Anda memilih sendiri sistem operasinya sejak awal.
Kelemahan dan Hal yang Perlu Anda Pertimbangkan
Kelebihan AlmaLinux sudah terlihat di bagian-bagian sebelumnya. Kekurangannya justru yang paling menentukan cocok atau tidaknya sistem ini untuk Anda.
- Arahnya tetap ditentukan Red Hat. AlmaLinux mengikuti apa yang dirilis di hulu. Ketika Red Hat memutuskan mencabut dukungan sebuah komponen, AlmaLinux hanya bisa menambal sebagian, seperti pada urusan PCI ID tadi. Kemandiriannya nyata, tetapi terbatas.
- Versi paket bawaannya konservatif. Satu generasi membekukan versi mayor perangkat lunak selama bertahun-tahun demi kestabilan. AlmaLinux 10.2 membawa PHP 8.4, PostgreSQL 18, dan Python 3.14 — cukup baru saat rilis, tetapi akan tertinggal jauh menjelang akhir siklusnya. Kalau pekerjaan Anda menuntut versi terbaru setiap saat, distro rilis cepat lebih sesuai.
- SELinux dan firewalld menambah kurva belajar. Keduanya aktif secara bawaan dan menjadi penyebab paling umum "aplikasi jalan di laptop, mati di server". Ironisnya, cPanel justru mewajibkan SELinux dimatikan, sehingga lapisan keamanan itu hilang persis di skenario hosting yang paling ramai.
- Build x86-64-v2 punya cakupan terbatas. Ia menyelamatkan perangkat keras lama, tetapi hanya untuk beban kerja yang cukup dengan paket bawaan sistem.
- Panduan berbahasa Indonesia lebih sedikit dibanding Ubuntu. Sebagian besar tutorial yang beredar menuliskan
apt. Anda perlu menerjemahkannya sendiri kednf, termasuk perbedaan nama paket dan letak berkas konfigurasinya.
AlmaLinux vs Rocky Linux: Mana yang Sebaiknya Dipilih
Keduanya lahir dari peristiwa yang sama, mengejar tujuan yang sama, dan sama-sama gratis. Dari sisi teknis, perbedaannya tipis. Aplikasi yang berjalan di satu sisi hampir pasti berjalan di sisi lain, keduanya memakai dnf, dan siklus dukungannya sama-sama sepuluh tahun.
Perbedaan yang benar-benar berarti ada pada siapa yang memiliki proyeknya.
| AlmaLinux | Rocky Linux | |
|---|---|---|
| Pengelola | Yayasan AlmaLinux | RESF |
| Badan hukum | Nirlaba 501(c)(6) | Public benefit corp |
| Pimpinan | Dipilih anggota | Pendiri |
| Batas sponsor | Maks. 1 kursi | Tidak diatur |
| Target | ABI compatible | Rebuild 1:1 |
Rocky Linux dibentuk Gregory Kurtzer, salah satu pendiri CentOS, dan tetap mengejar kesetaraan biner semirip mungkin dengan RHEL. AlmaLinux memilih jalan ABI compatible dengan ruang gerak lebih besar.
Pilih AlmaLinux kalau perangkat keras Anda berumur, kalau Anda membutuhkan build x86-64-v2, atau kalau Anda menginginkan proyek yang tata kelolanya tidak bergantung pada satu orang. Pilih Rocky Linux kalau vendor perangkat lunak Anda hanya mencantumkan Rocky dalam daftar dukungan resminya. Di luar dua kondisi itu, berpindah dari satu ke yang lain jarang sepadan dengan usahanya.
Berpindah ke AlmaLinux Tanpa Memasang Ulang Server
Server produksi tidak selalu bisa dipasang ulang. Untuk itu AlmaLinux menyediakan ELevate, perkakas migrasi yang mengubah sistem yang sedang berjalan menjadi distro lain tanpa memformat apa pun.
ELevate dibangun dari Leapp, proyek migrasi milik Red Hat, ditambah pustaka data bernama leapp-data. Jalur yang didukung saat ini:
- CentOS 7 ke AlmaLinux 8 atau CentOS Stream 8
- Versi 8.x ke 9.x dalam distribusi yang sama
- Versi 9.x ke 10.x dalam distribusi yang sama
Prosesnya berlangsung di tempat, tetapi sistem melakukan dua kali reboot, jadi sediakan jendela pemeliharaan. Dua catatan lain perlu Anda ketahui sebelum merencanakan migrasi. Sejak November 2025, ELevate tidak lagi mendukung upgrade menuju Rocky Linux karena perubahan format data migrasi. Pengguna cPanel juga harus memakai garpu ELevate versi cPanel, bukan versi umum ini.
Jalur ELevate menaikkan CentOS 7 ke AlmaLinux 8, lalu ke 9, lalu ke 10; tiap langkah menuntut dua kali reboot.
Peringatan resmi dari AlmaLinux layak diulang: setiap lingkungan berbeda, jadi uji dulu skenario upgrade Anda di mesin virtual atau sandbox sebelum menjalankannya di produksi. Migrasi lintas versi mayor menyentuh kernel, pustaka inti, dan berkas konfigurasi sekaligus.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah AlmaLinux benar-benar gratis, termasuk untuk keperluan komersial?
Ya. Tidak ada langganan, batas jumlah server, maupun biaya pemakaian komersial. Yang berbayar hanya layanan dukungan pihak ketiga seperti TuxCare, dan itu bersifat pilihan.
Apakah AlmaLinux sama dengan CentOS?
Tidak sama, tetapi menempati peran yang dulu dipegang CentOS Linux — dibangun dari kode RHEL yang sudah dirilis. CentOS Stream hari ini justru berada di hulu RHEL sebagai tempat pengujian. AlmaLinux mengambil posisi hilir yang ditinggalkan CentOS Linux.
AlmaLinux 9 atau 10, mana yang sebaiknya dipakai?
AlmaLinux 10 untuk server baru. AlmaLinux 9 kalau perangkat lunak yang akan dipasang belum mendukung seri 10. AlmaLinux 8 sebaiknya hanya dipertahankan pada sistem lama sambil menyiapkan migrasi, karena dukungan keamanannya berakhir 31 Mei 2029.
Apakah AlmaLinux punya versi LTS?
Tidak ada edisi terpisah bernama LTS, dan memang tidak diperlukan. Label LTS (long term support) di Ubuntu memisahkan rilis berumur panjang dari rilis biasa yang hanya didukung sembilan bulan. AlmaLinux tidak punya rilis pendek semacam itu: setiap versi mayornya berumur sepuluh tahun, dua kali lipat dukungan keamanan standar Ubuntu LTS. Seri 8, 9, dan 10 semuanya setara LTS.
Apakah perangkat lunak yang berjalan di RHEL pasti berjalan di AlmaLinux?
Itulah yang dijanjikan kompatibilitas ABI, dan dalam praktiknya berlaku untuk hampir semua kasus. Kegagalan diperlakukan sebagai bug yang harus diperbaiki. Yang perlu diperiksa terpisah adalah kontrak dukungan vendor komersial, karena sebagian hanya mencantumkan RHEL.
Apa itu AlmaLinux Kitten?
Versi rolling yang mengikuti CentOS Stream dan berjalan mendahului rilis stabil, dipakai untuk menguji beban kerja terhadap generasi berikutnya. Bukan untuk produksi.
Bisakah AlmaLinux dipakai sebagai sistem operasi desktop?
Bisa, dan tersedia lingkungan desktop GNOME lengkap. Namun paket bawaannya konservatif dan dukungan perangkat keras terbaru datang lebih lambat. Untuk laptop harian, openSUSE, Fedora, atau Ubuntu lebih hemat tenaga.
Kesimpulan
AlmaLinux adalah sistem operasi server gratis hasil rakitan ulang RHEL, dikelola yayasan nirlaba yang dewannya dipilih anggota, dengan siklus dukungan sepuluh tahun per generasi. Sejak Juli 2023 targetnya bukan lagi salinan persis RHEL melainkan kompatibilitas ABI — perubahan yang membuatnya bisa menyelamatkan perangkat keras yang sudah dicoret Red Hat.
Pilih AlmaLinux kalau server Anda menjalankan panel hosting atau perangkat lunak bersertifikasi RHEL, kalau perangkat kerasnya berumur, atau kalau Anda membutuhkan perilaku sistem yang tidak berubah bertahun-tahun. Pertimbangkan distro lain kalau pekerjaan Anda menuntut versi paket terbaru setiap saat, atau kalau dokumentasi internal tim Anda sudah ditulis untuk Ubuntu sejak awal.
Semoga artikel ini membantu.




