Sebagian besar orang pertama kali menyentuh isi database lewat phpMyAdmin di cPanel hosting, atau lewat perintah mysql yang diketik di terminal. Keduanya bekerja dengan baik, sampai jumlah pekerjaan bertambah. phpMyAdmin terikat pada satu server dan satu jenis database, sedangkan terminal menuntut Anda mengingat sintaks perintah sebelum bisa melihat satu baris data.
Bayangkan Anda mengelola database pengembangan di komputer sendiri, database produksi di hosting, dan satu PostgreSQL di VPS. Kebiasaan berpindah antar tab dan antar cara kerja mulai memakan waktu. Di titik inilah aplikasi pengelola database desktop menjadi masuk akal, dan DBeaver adalah nama yang paling sering muncul.
Apa Itu DBeaver?
DBeaver adalah aplikasi desktop untuk mengelola database, atau yang biasa disebut database client (aplikasi klien database). Dari satu jendela, Anda bisa menjelajah struktur tabel, mengedit data, dan menjalankan perintah SQL — tanpa peduli database mana yang sedang dibuka.
Versi Community-nya gratis dan open source di bawah Apache License 2.0. Kodenya dikembangkan terbuka di GitHub sejak Oktober 2015 dan sudah dibintangi lebih dari 51.000 pengguna. Saat artikel ini ditulis pada Agustus 2026, rilis terbarunya adalah versi 26.1.4.
Dua hal teknis yang perlu Anda ketahui sejak awal, karena keduanya menjelaskan hampir semua perilaku DBeaver di kemudian hari. Pertama, DBeaver ditulis dengan Java dan dibangun di atas kerangka Eclipse. Itu sebabnya ia berjalan di Windows, Linux, dan macOS dengan tampilan yang nyaris sama. Itu pula alasan konsumsi memorinya lebih besar daripada aplikasi sejenis yang ditulis native.
Kedua, DBeaver tidak berbicara langsung ke database mana pun. Ia selalu lewat perantara, dan perantara itu yang akan kita bahas berikutnya.
Bagaimana DBeaver Bisa Melayani Puluhan Database Sekaligus
Perantara tersebut bernama driver JDBC (Java Database Connectivity) — pustaka kecil yang bertugas menerjemahkan permintaan DBeaver ke bahasa yang dimengerti satu jenis database tertentu. MySQL punya driver sendiri, PostgreSQL punya driver sendiri, begitu pula Oracle dan SQLite.
DBeaver sendiri hanya menyediakan antarmuka. Semua urusan protokol, autentikasi, dan format data ditangani driver. Karena itulah satu aplikasi sanggup melayani MySQL, PostgreSQL, MariaDB, SQL Server, sampai SQLite tanpa perlu instalasi terpisah untuk masing-masing. Halaman resmi DBeaver menyebut dukungan untuk lebih dari 80 sumber data.
Diagram tiga lapis DBeaver dengan driver MySQL, PostgreSQL, dan SQLite terhubung ke basis data masing-masing.
Pemahaman ini punya konsekuensi praktis. Saat Anda membuat koneksi pertama ke MySQL, DBeaver akan menampilkan kotak dialog yang menawarkan mengunduh berkas driver dari internet. Kotak itu bukan gangguan atau iklan — berkas driver memang tidak disertakan dalam paket instalasi, dan diunduh sekali saja per jenis database.
Konsekuensi kedua muncul saat ada masalah. Pesan error yang membingungkan pada koneksi database hampir selalu berasal dari driver, bukan dari DBeaver. Membaca pesan error dengan kesadaran itu akan sangat menghemat waktu Anda, dan kita akan melihat satu contoh nyatanya nanti.
Apa Saja yang Bisa Dikerjakan dengan DBeaver
Setelah koneksi berhasil, pekerjaan harian yang biasa dilakukan lewat DBeaver kurang lebih seperti ini:
- Menjelajah struktur database: daftar tabel, kolom, tipe data, indeks, dan relasi antar tabel tampil dalam bentuk pohon yang bisa dibuka satu per satu.
- Mengedit data seperti spreadsheet: hasil tabel bisa diubah langsung di selnya, lalu disimpan. Anda tidak perlu menulis perintah
UPDATEuntuk memperbaiki satu nilai yang salah ketik. - Menulis dan menjalankan query: editor SQL dilengkapi pelengkap otomatis nama tabel dan kolom, penyorotan sintaks, serta riwayat perintah yang pernah dijalankan.
- Mengimpor dan mengekspor data: memuat berkas
.sqlhasil ekspor, mengekspor tabel ke CSV untuk diolah di spreadsheet, atau memindahkan data antar dua database berbeda jenis. - Membuat diagram ERD otomatis: DBeaver menggambar relasi antar tabel berdasarkan foreign key yang sudah ada. Berguna saat Anda menerima proyek warisan tanpa dokumentasi.
- Menyimpan banyak koneksi sekaligus: database lokal, hosting, dan VPS berjejer di panel kiri dan bisa dibuka bergantian tanpa proses masuk ulang.
Perlu diperhatikan: kemampuan mengedit data langsung di tabel memakai koneksi yang sama dengan database produksi Anda. Biasakan memeriksa nama koneksi di bagian atas jendela sebelum menyimpan perubahan.
Empat Edisi DBeaver dan Batas Versi Gratisnya
DBeaver dikembangkan dengan model dua jalur: satu edisi gratis yang benar-benar terbuka, dan beberapa edisi berbayar yang membiayai pengembangannya. Berikut ringkasan harga resminya per Agustus 2026.
| Edisi | Harga | Tambahan utama |
|---|---|---|
| Community | Gratis (Apache 2.0) | Database relasional lewat driver JDBC |
| Lite | 113 USD per tahun | Dukungan resmi, sebagian sumber data tambahan |
| Enterprise | 255 USD per tahun | Perkakas pengembangan, dasbor DBA, integrasi Git |
| Ultimate | 510 USD per tahun | Cloud Explorer untuk AWS, GCP, dan Azure |
| CloudBeaver | 1.025 USD per tahun | Akses lewat browser, kolaborasi tim |
| Team Edition | 1.630 USD per tahun | Manajemen peran lanjutan, skalabilitas beban |
Yang lebih penting daripada daftar harga adalah mengetahui apa yang tidak ada di versi gratis. Community Edition tidak menyertakan driver untuk database NoSQL seperti MongoDB, Cassandra, dan Redis, juga tidak menyentuh gudang data cloud seperti BigQuery, Snowflake, dan Redshift. Dasbor pemantauan untuk administrator database serta integrasi Git juga hanya ada di Enterprise ke atas.
Rekomendasi konkretnya sederhana. Kalau seluruh pekerjaan Anda berkutat pada MySQL, MariaDB, dan PostgreSQL, Community Edition sudah memadai dan tidak ada fitur harian yang hilang. Kondisi itu berlaku untuk hampir semua pemilik website dan pengembang aplikasi web di Indonesia.
Cara Memasang DBeaver di Windows, Linux, dan macOS
Berkas instalasi resmi tersedia di situs dbeaver.io. Unduh hanya dari sana, karena aplikasi ini menyimpan kredensial database Anda.
- Windows: jalankan berkas installer
.exe. Tersedia varian paket yang sudah menyertakan runtime Java, sehingga Anda tidak perlu memasang Java secara terpisah. - Ubuntu dan turunan Debian: unduh berkas
.deb, lalu pasang dengansudo dpkg -i dbeaver-ce_*.deb. Alternatif lain memakai paket Snap atau Flatpak yang tersedia di pusat aplikasi bawaan. - macOS: unduh berkas
.dmgsesuai jenis prosesor (Intel atau Apple Silicon), atau pasang lewat Homebrew. - Tanpa hak administrator: tersedia versi portable berbentuk arsip ZIP. Ekstrak ke folder mana pun, termasuk flash disk, lalu jalankan berkasnya langsung. Berguna di komputer kantor atau laboratorium kampus yang membatasi pemasangan aplikasi.
Menghubungkan DBeaver ke Database di Hosting atau VPS
Database di komputer sendiri hampir selalu langsung tersambung. Yang sering menyulitkan adalah menyambung ke database yang berada di server, karena secara bawaan port database memang tidak dibuka untuk umum. Ada dua jalur yang bisa Anda tempuh.
Jalur pertama, remote MySQL. Anda mendaftarkan alamat IP publik komputer Anda ke daftar putih di panel hosting. Setelah itu, isi alamat server, port 3306, nama database, pengguna, dan kata sandinya di DBeaver. Langkah pendaftaran IP-nya bisa Anda ikuti di panduan cara setting remote MySQL pada cPanel. Kalau databasenya belum ada, buat lebih dulu lewat cara membuat database MySQL di cPanel. Jalur ini paling cepat, tetapi punya dua kelemahan. Alamat IP rumahan umumnya berubah-ubah, sehingga daftar putih perlu diperbarui berkala. Port database Anda pun kini menerima koneksi dari luar.
Jalur kedua, SSH tunnel. DBeaver menyediakan tab SSH pada setiap pengaturan koneksi. Anda memasukkan data akun SSH server, lalu pada tab utama alamat database diisi localhost. DBeaver akan membuka terowongan terenkripsi ke server, dan dari sudut pandang database, koneksi tersebut datang dari dalam server itu sendiri. Port database tidak perlu dibuka ke internet sama sekali. Metode autentikasi yang didukung mencakup kata sandi, kunci publik, dan SSH agent seperti Pageant.
Jalur kedua lebih aman dan tidak menuntut pembaruan daftar putih setiap kali IP Anda berganti. Untuk database yang berjalan di VPS Indonesia dengan akses root, jalur ini praktis menjadi cara bawaan. Pada paket layanan web hosting yang menyediakan akses SSH, cara yang sama juga berlaku.
Diagram dua cara DBeaver menyambung ke database server: remote MySQL lewat firewall dan SSH tunnel terenkripsi.
Ketika Koneksi Ditolak: Membaca Pesan Error yang Muncul
Kesalahan yang paling sering menghentikan pengguna baru berbunyi "Public Key Retrieval is not allowed". Pesan ini hampir selalu muncul saat menyambung ke MySQL versi 8 ke atas. Bunyinya terdengar seperti masalah pada DBeaver, padahal asalnya dari driver JDBC MySQL.
Penyebabnya begini. MySQL 8 memakai plugin autentikasi bernama caching_sha2_password. Ketika koneksi tidak terenkripsi, server tidak mau menerima kata sandi apa adanya, melainkan meminta klien mengenkripsinya dengan kunci publik RSA milik server. Klien harus mengunduh kunci publik itu lebih dulu, dan demi keamanan driver menolak melakukannya tanpa izin eksplisit. Penolakan itulah yang Anda baca sebagai pesan error.
Diagram tiga langkah DBeaver dan MySQL 8 dengan alur kirim kata sandi, minta kunci publik RSA, lalu unduh kunci ditolak.
Tiga jalan keluar, dengan konsekuensi yang berbeda:
- Mengizinkan pengambilan kunci publik: buka Edit Connection, masuk ke tab Driver properties, ubah nilai
allowPublicKeyRetrievalmenjaditrue. Cara paling cepat dan lazim dipakai. - Mengaktifkan enkripsi koneksi: kalau server sudah dikonfigurasi dengan sertifikat, aktifkan SSL/TLS pada koneksi. Kata sandi terkirim lewat jalur terenkripsi dan masalahnya hilang dengan sendirinya.
- Mengganti plugin autentikasi pengguna ke
mysql_native_passwordlewat perintahALTER USER. Cara ini berhasil, tetapi berarti mundur ke mekanisme lama yang perlahan ditinggalkan MySQL, jadi sebaiknya jadi pilihan terakhir.
Banyak panduan menyarankan menggabungkan
allowPublicKeyRetrieval=truedenganuseSSL=falsesupaya error langsung hilang. Kombinasi itu berarti kata sandi database Anda melintasi jaringan tanpa enkripsi. Di jaringan lokal masih bisa diterima, tetapi untuk database di server yang diakses lewat internet, bungkus koneksinya dengan SSH tunnel.
Kelemahan dan Pertimbangan Sebelum Memakai DBeaver
Bagian yang jarang tertulis di halaman fitur, padahal menentukan apakah aplikasi ini cocok untuk Anda:
- Konsumsi memorinya besar. Sebagai aplikasi Java di atas kerangka Eclipse, DBeaver membutuhkan alokasi memori yang lumayan. Di komputer dengan RAM 4 GB, menjalankannya bersama browser dan editor kode akan terasa berat. Sediakan setidaknya 8 GB agar nyaman, dan kalau perlu sesuaikan nilai
-Xmxdi berkasdbeaver.ini. - Antarmukanya padat. Panel, tab, dan menu bertumpuk khas aplikasi Eclipse. Bagi yang terbiasa dengan kesederhanaan phpMyAdmin, beberapa hari pertama akan terasa membingungkan.
- Bukan aplikasi berbasis web. DBeaver berjalan di komputer Anda. Untuk mengakses database dari peramban di perangkat mana pun, Anda memerlukan CloudBeaver yang dihitung sebagai produk terpisah.
- NoSQL tidak tersedia di versi gratis. Kalau proyek Anda memakai MongoDB atau Redis, Community Edition tidak akan membantu.
- Kredensial tersimpan di komputer. Kata sandi koneksi disimpan dalam berkas konfigurasi di folder workspace dengan enkripsi sederhana. Di komputer yang dipakai bersama, sebaiknya jangan menyimpan kredensial database produksi.
DBeaver, phpMyAdmin, Navicat, dan pgAdmin
Memilih di antara keempatnya lebih mudah kalau Anda bertolak dari situasi, bukan dari daftar fitur:
- phpMyAdmin sudah cukup kalau pekerjaan Anda sesekali saja: mengimpor berkas
.sql, memperbaiki satu baris data, atau mengekspor cadangan. Ia sudah terpasang di hosting dan tidak menuntut pemasangan apa pun di komputer Anda. - pgAdmin lebih pas kalau Anda hanya bekerja dengan PostgreSQL dan membutuhkan perkakas khusus bawaannya yang lebih dalam.
- Navicat masih dibeli banyak tim karena antarmukanya lebih rapi dan fitur sinkronisasi struktur antar servernya matang, dengan konsekuensi lisensi berbayar sejak awal. Cara memakainya untuk database di hosting pernah kami bahas di panduan remote database MySQL menggunakan Navicat.
- DBeaver menang kalau Anda menangani lebih dari satu jenis database, sering berpindah antar server, dan ingin semuanya berada di satu jendela tanpa biaya lisensi.
Beberapa nama lain juga sering disebut sebagai alternatif DBeaver. MySQL Workbench adalah perkakas resmi Oracle yang fokus pada MySQL. TablePlus dan Beekeeper Studio menawarkan antarmuka yang jauh lebih ringan, dengan jumlah fitur yang lebih sedikit. HeidiSQL banyak dipakai pengguna Windows karena ukurannya kecil dan cepat dibuka. SQLyog juga masih dipakai untuk mengelola database di hosting, dan langkahnya pernah kami tulis di panduan remote database menggunakan SQLyog.
Pertanyaan yang Sering Muncul Seputar DBeaver
Apakah DBeaver benar-benar gratis? Community Edition gratis sepenuhnya, termasuk untuk pemakaian komersial, karena berlisensi Apache 2.0. Tidak ada batas waktu percobaan dan tidak ada fitur inti yang dikunci untuk database relasional.
Apakah saya harus memasang Java terlebih dahulu? Tidak, selama Anda mengunduh paket instalasi yang sudah menyertakan runtime Java. Varian ini tersedia untuk Windows dan macOS.
Bisakah DBeaver dipakai untuk MongoDB? Tidak di versi Community. Driver MongoDB, Cassandra, dan Redis hanya tersedia di edisi berbayar.
Apakah aman menyimpan kata sandi koneksi di DBeaver? Untuk komputer pribadi, umumnya aman. Untuk komputer bersama, sebaiknya biarkan DBeaver menanyakan kata sandi setiap kali koneksi dibuka, karena berkas penyimpanan kredensialnya hanya dilindungi enkripsi sederhana.
Apakah DBeaver bisa menggantikan phpMyAdmin sepenuhnya? Untuk pekerjaan sehari-hari, ya. Yang tetap membedakan, phpMyAdmin dapat diakses dari peramban di komputer mana pun tanpa pemasangan, sementara DBeaver terikat pada komputer tempat ia dipasang.
Kesimpulan
DBeaver adalah aplikasi pengelola database lintas platform yang menyatukan MySQL, PostgreSQL, dan puluhan database lain dalam satu jendela, dengan driver JDBC sebagai penerjemah di baliknya. Versi Community-nya gratis dan sudah mencukupi untuk hampir semua pekerjaan database relasional. Edisi berbayar baru relevan ketika Anda menyentuh NoSQL, gudang data cloud, atau kolaborasi tim.
Satu hal yang layak Anda bawa dari artikel ini menyangkut keamanan. Saat menyambung ke database di server, pilih SSH tunnel daripada membuka port database ke internet. Jangan pula mematikan enkripsi hanya demi menghilangkan pesan error. Selisih usahanya beberapa menit, tetapi selisih risikonya jauh lebih besar.
Semoga artikel ini membantu.




