Siapa pun yang pernah menyusun skripsi tentu akrab dengan daftar pustaka. Setiap buku dan jurnal yang dikutip dicatat di sana. Karya yang paling sering dikutip penulis lain biasanya dianggap paling berpengaruh di bidangnya.
Web bekerja dengan cara yang mirip. Halaman saling merujuk lewat tautan, dan mesin pencari seperti Google ikut menghitung rujukan itu untuk menilai halaman mana yang layak dipercaya. Backlink adalah sebutan untuk rujukan tersebut, yaitu tautan dari website lain yang mengarah ke website Anda. Pada artikel ini, kita akan membahas cara kerjanya, jenis-jenisnya, kriteria backlink yang berkualitas, hingga cara mengeceknya.
Backlink Adalah Tautan dari Website Lain ke Website Anda
Backlink adalah tautan (hyperlink) yang dipasang di halaman milik website lain dan mengarah ke halaman di website Anda. Istilah ini punya beberapa padanan dengan makna yang sama, yaitu inbound link, incoming link, atau tautan balik. Dari sudut pandang pemilik situs, backlink website adalah tautan masuk: tautan dari luar yang membawa pembaca ke halaman Anda.
Misalkan sebuah portal kuliner menulis ulasan tentang toko kue Anda, lalu menautkan nama toko itu ke https://tokokueanda.com. Tautan di portal kuliner itulah backlink bagi website Anda. Di balik layar, tautan tersebut hanyalah satu baris HTML seperti berikut:
<a href="https://tokokueanda.com">Toko Kue</a>Atribut href berisi URL tujuan, sedangkan teks yang dilihat pembaca disebut anchor text.
Backlink sering tertukar dengan dua jenis tautan lain. Ketiganya sama-sama tag <a>; yang membedakan hanya arah dan pemilik halamannya.
| Jenis tautan | Arah | Contoh |
|---|---|---|
| Backlink | Situs lain → situs Anda | Portal kuliner menautkan toko Anda |
| Internal link | Halaman Anda → halaman Anda | Resep menautkan daftar harga |
| Outbound link (tautan keluar) | Situs Anda → situs lain | Artikel Anda menautkan sumber data |
Perlu diperhatikan, satu tautan bisa berperan ganda. Tautan di portal kuliner tadi adalah outbound link bagi portal tersebut, sekaligus backlink bagi website Anda.
Dari Daftar Pustaka ke PageRank: Kenapa Google Menghitung Tautan
Kemiripan backlink dengan daftar pustaka bukan kebetulan. Pada 1950-an, Eugene Garfield mengembangkan analisis sitasi (citation analysis), yaitu cara menilai pengaruh karya ilmiah berdasarkan seberapa sering karya itu dikutip. Gagasan ini kemudian menjadi salah satu inspirasi dua mahasiswa doktoral Stanford, Larry Page dan Sergey Brin.
Pada 1996, keduanya mengembangkan PageRank, algoritma yang menilai halaman web berdasarkan tautan yang mengarah kepadanya. Makalah mereka terbit pada 1998, tahun yang sama dengan berdirinya Google. Inti idenya sederhana: halaman yang banyak dirujuk halaman penting kemungkinan besar juga penting.
PageRank memakai model random surfer, yaitu pengguna khayalan yang mengeklik tautan secara acak. Di setiap halaman, ia punya peluang sekitar 85% untuk mengeklik salah satu tautan dan 15% untuk melompat ke halaman acak. Angka 85% ini disebut damping factor. Semakin sering pengguna khayalan itu tiba di sebuah halaman, semakin tinggi nilai PageRank halaman tersebut.
Dulu, nilai PageRank bisa dilihat siapa saja lewat Google Toolbar dalam skala 0 sampai 10. Google mematikan tampilan itu pada 15 April 2016, tetapi perhitungannya tetap dipakai secara internal. Karena itulah backlink SEO adalah sebutan untuk tautan yang ikut memengaruhi posisi halaman di hasil pencarian, bukan sekadar jalan pintas bagi pembaca.
Satu Tautan Bisa Bernilai Lebih dari Seratus Tautan
Bagian terpenting dari PageRank adalah cara nilainya dibagi. Sebuah halaman tidak memberikan seluruh nilainya ke setiap tautan keluar. Nilainya dibagi rata ke semua tautan keluar di halaman itu, lalu dikalikan dengan damping factor.
Ambil contoh sederhana. Halaman A dan halaman B sama-sama bernilai 10. Halaman A adalah artikel ulasan yang hanya memuat 2 tautan keluar, sedangkan halaman B adalah halaman direktori yang memuat 200 tautan keluar. Hitungannya menjadi seperti ini:
- Setiap tautan dari halaman A meneruskan 10 ÷ 2 × 0,85 = 4,25.
- Setiap tautan dari halaman B meneruskan 10 ÷ 200 × 0,85 = 0,0425.
Satu tautan dari halaman A bernilai 100 kali lipat tautan dari halaman B. Anda membutuhkan seratus tautan direktori untuk menyamai satu tautan dari artikel ulasan tadi.

Ilustrasi ini memakai PageRank versi makalah 1998 yang disederhanakan. Sistem Google saat ini menimbang jauh lebih banyak sinyal, jadi angkanya tidak bisa dipakai menghitung peringkat sungguhan. Namun, prinsip pembagiannya menjelaskan kenapa jumlah backlink saja tidak menjamin apa pun.
Posisi Backlink dalam SEO Off-Page
Dalam pembagian SEO, backlink merupakan salah satu contoh dari SEO off-page, yaitu upaya yang terjadi di luar halaman website Anda sendiri. Dua pilar lainnya adalah SEO on-page (isi dan struktur halaman) serta SEO teknis (kecepatan, keterbacaan oleh mesin pencari, dan keamanan). Upaya sengaja untuk memperoleh backlink biasa disebut link building.
Google tidak pernah membuka bobot backlink dibanding pilar lain, tetapi ada dua pernyataan yang bisa menjadi pegangan. Pada konferensi Pubcon Pro 2023, analis Google Gary Illyes menyebut tautan sudah cukup lama tidak termasuk tiga faktor peringkat teratas. Setahun kemudian, ia menyatakan Google hanya membutuhkan sangat sedikit tautan untuk memeringkat sebuah halaman.
Kedua pernyataan itu tidak berarti backlink sudah tidak penting. Backlink bekerja sebagai penguat, bukan pengganti isi. Halaman yang tidak menjawab kebutuhan pencari tidak akan bertahan di posisi atas hanya karena banyak tautan masuk. Sebaliknya, pada topik yang persaingannya ketat, konten bagus tanpa backlink sering tertahan di halaman kedua.
Apa yang Didapat Website dari Backlink
Manfaat backlink tidak berhenti pada peringkat. Setidaknya ada empat hal yang Anda dapatkan dari satu tautan masuk yang wajar:
- Jalur bagi Google untuk menemukan halaman: Dokumentasi Google menyebut tautan dipakai sebagai sinyal relevansi sekaligus untuk menemukan halaman baru. Halaman tanpa backlink tetap bisa ditemukan lewat sitemap, tetapi tautan dari luar memberi Googlebot jalur tambahan.
- Petunjuk tentang isi halaman: Teks tautan memberi tahu Google isi halaman tujuan. Teks "resep kue lapis legit" jauh lebih jelas dibanding "klik di sini". Cara menulisnya sudah kami bahas di artikel anchor text.
- Pengunjung dari website perujuk: Pembaca portal kuliner yang mengeklik tautan ke toko kue Anda sudah tertarik sejak awal. Trafik rujukan (referral traffic) ini tetap mengalir walaupun Google tidak menghitung tautannya untuk peringkat.
- Kepercayaan dan eksposur merek: Disebut oleh asosiasi industri, kampus, atau media ternama memberi kesan kredibel kepada calon pelanggan.
Hanya dua manfaat pertama yang bergantung pada algoritma. Dua sisanya tetap bernilai seandainya Google tidak menghitung tautan itu sama sekali.
Dofollow, Nofollow, Sponsored, dan UGC: Arti Atribut rel pada Backlink
Pemilik website bisa menambahkan atribut rel pada tautan untuk memberi tahu mesin pencari sifat tautan tersebut. Dari sinilah muncul istilah backlink dofollow dan nofollow.
Perlu diluruskan, tidak ada atribut bernama dofollow di HTML. Backlink dofollow adalah sebutan tidak resmi untuk tautan biasa yang tidak diberi atribut penahan apa pun. Tautan seperti ini diperlakukan sebagai rujukan penuh dan bisa meneruskan nilai PageRank.
Untuk tautan yang tidak ingin Anda dukung sepenuhnya, Google mengenali tiga nilai berikut:
Nilai rel | Dipakai untuk | Contoh situasi |
|---|---|---|
| Tanpa atribut ("dofollow") | Rujukan editorial biasa | Artikel menautkan sumber yang dikutip |
sponsored | Iklan, penempatan berbayar, kerja sama berimbalan | Artikel bersponsor, tautan afiliasi |
ugc | Konten buatan pengguna | Kolom komentar, postingan forum |
nofollow | Tautan lain yang tidak ingin Anda dukung | Sumber yang belum Anda percaya |
Nilai sponsored dan ugc baru diperkenalkan Google pada 10 September 2019. Sejak saat itu pula, ketiga nilai tersebut diperlakukan sebagai petunjuk (hint), bukan perintah mutlak. Untuk keperluan perayapan dan pengindeksan, nofollow resmi menjadi petunjuk mulai 1 Maret 2020. Artinya, Google tetap boleh mempertimbangkan tautan bertanda nofollow bila dianggap berguna.
Bagi pemula, kesimpulannya cukup menenangkan. Backlink nofollow dari media besar atau forum yang ramai tetap berharga, karena trafik dan eksposurnya tetap Anda dapatkan. Cara menulis atribut rel di HTML maupun WordPress sudah dibahas di artikel anchor text tadi.
Jenis Backlink Berdasarkan Cara Tautan Itu Didapat
Pengelompokan backlink yang paling berguna bagi pemilik website adalah berdasarkan cara tautan itu didapat, karena dari situlah risikonya terbaca. Berikut lima kelompoknya, dari yang paling aman sampai yang paling berisiko:
- Backlink editorial: Tautan yang dipasang pemilik website lain atas keputusannya sendiri, misalnya blogger yang mengutip data dari artikel Anda. Paling sulit didapat sekaligus paling bernilai.
- Backlink hasil pendekatan: Tautan yang muncul setelah Anda menghubungi pihak lain. Contohnya guest post (artikel tamu di blog orang lain), wawancara, atau kerja sama komunitas. Aman selama relevan dan tidak ditukar dengan bayaran.
- Backlink buatan sendiri: Tautan yang Anda pasang di profil media sosial, direktori bisnis, kolom komentar, atau forum. Mudah dan gratis, tetapi nilainya kecil karena kebanyakan bertanda
nofollowatauugc. - Backlink berbayar: Tautan yang diperoleh dengan imbalan uang, barang, atau jasa. Sah sebagai iklan, dengan syarat diberi atribut
sponsoredataunofollow. - Backlink dari jaringan buatan: Tautan dari kumpulan website yang dibangun khusus untuk memasok tautan, termasuk PBN. Kelompok inilah yang paling sering bermasalah.

Backlink PBN dan Risikonya
Backlink PBN adalah tautan yang berasal dari PBN (Private Blog Network). PBN sendiri adalah jaringan website milik satu pihak yang dibangun untuk menautkan website utama atau website klien. Agar terlihat berwibawa, PBN biasanya dibangun di atas domain kedaluwarsa yang dulu punya banyak backlink. Isi lama domain itu diganti artikel tipis yang menyisipkan tautan pesanan.
Kebijakan spam Google menyebut praktik ini sebagai expired domain abuse, yaitu memakai ulang domain kedaluwarsa terutama untuk memanipulasi peringkat. Sejak Desember 2022, SpamBrain, sistem pendeteksi spam berbasis AI milik Google, juga bisa mengenali situs pembeli tautan sekaligus situs penyalurnya. Tautan dari jaringan yang terdeteksi dinetralkan, sehingga nilai yang sudah Anda bayar hilang begitu saja.
Backlink Media Nasional dan Artikel Berbayar
Banyak portal berita di Indonesia menjual slot artikel bersponsor bertaut ke website pemesan, yang sering dipasarkan sebagai backlink media nasional. Bagi Google, artikel semacam ini adalah iklan. Kebijakan spamnya bahkan menyebut artikel bersponsor dan siaran pers bertaut kata kunci sebagai contoh link spam bila tautannya meneruskan nilai peringkat.
Google sendiri menyatakan jual beli tautan wajar untuk iklan dan sponsor, asalkan tautannya diberi atribut sponsored atau nofollow. Jadi, nilai artikel di media nasional sebaiknya diukur dari eksposur dan kepercayaan, bukan dari dorongan peringkat yang dijanjikan penjualnya.
Kriteria Backlink yang Berkualitas
Kriteria backlink yang berkualitas adalah tautan yang memenuhi sebagian besar dari enam syarat berikut:
- Topik halaman perujuk relevan: Tautan dari blog resep ke toko kue masuk akal, sedangkan tautan dari situs otomotif tidak menambah konteks apa pun.
- Halaman perujuk terindeks dan punya pembaca: Halaman yang tidak muncul di Google hampir tidak meneruskan nilai. Cek cepatnya dengan mencari judul halaman itu di Google.
- Terletak di dalam isi tulisan: Tautan di tengah paragraf jauh lebih kuat dibanding tautan di footer, sidebar, atau widget. Google bahkan memasukkan tautan footer dan template lintas situs ke daftar contoh link spam.
- Halaman perujuk tidak dipenuhi tautan keluar: Ingat contoh halaman A dan B. Artikel dengan dua sampai lima tautan keluar meneruskan nilai jauh lebih besar dibanding halaman berisi ratusan tautan.
- Teks tautannya wajar: Nama merek, alamat URL, atau frasa deskriptif terlihat alami. Puluhan tautan dengan teks kata kunci yang persis sama justru mudah dikenali sebagai manipulasi.
- Didapat tanpa imbalan tersembunyi: Tautan yang dibayar tanpa atribut
sponsoredmelanggar kebijakan Google, sebagus apa pun situs perujuknya.

Anda mungkin sering melihat angka DA (Domain Authority) dari Moz atau DR (Domain Rating) dari Ahrefs dipakai sebagai ukuran kualitas backlink. Keduanya adalah metrik buatan perusahaan alat SEO, bukan angka yang dipakai Google. DR berskala logaritmik 0 sampai 100, sehingga naik dari 70 ke 71 jauh lebih sulit dibanding dari 20 ke 21. Angka ini berguna sebagai pembanding kasar, bukan pengganti enam kriteria di atas.
Kumpulan seluruh backlink yang mengarah ke website Anda disebut backlink profile. Profil yang sehat biasanya didominasi tautan dari banyak domain berbeda yang relevan, bukan ribuan tautan dari segelintir domain.
Sisi Lain Backlink yang Perlu Anda Pertimbangkan
Backlink punya beberapa kelemahan dan konsekuensi yang sebaiknya Anda ketahui sebelum mulai mengejarnya:
- Lambat dan di luar kendali Anda: Keputusan memasang tautan ada di tangan pemilik website lain. Upaya berbulan-bulan bisa hanya menghasilkan beberapa tautan.
- Backlink murah lebih sering membuang uang daripada memicu hukuman: Penguin 4.0 dilebur ke algoritma inti pada September 2016. Sejak itu, Google umumnya mengabaikan tautan spam alih-alih menurunkan seluruh website, dan pembaruan link spam Desember 2022 mempertegasnya. Akibatnya, paket "1.000 backlink" dari jasa backlink murah kemungkinan besar dianggap tidak ada.
- Kasus parah tetap bisa dihukum manual: Untuk pola manipulasi yang besar, Google bisa menjatuhkan manual action, yaitu sanksi yang diputuskan peninjau manusia. Pemberitahuannya muncul di Google Search Console.
- Backlink bisa hilang tanpa kabar: Pemilik website perujuk bisa menghapus artikel atau membiarkan domainnya kedaluwarsa tanpa memberi tahu Anda.
- Angka antaralat SEO berbeda-beda: Setiap alat memakai perayapnya sendiri, sehingga jumlah backlink di Ahrefs, Semrush, Moz, dan Google Search Console hampir tidak pernah sama.
- Disavow hampir tidak pernah diperlukan: Alat disavow dipakai untuk meminta Google mengabaikan tautan tertentu. Google sendiri menyatakan sebagian besar situs tidak perlu memakainya, dan pemakaian yang keliru justru bisa merugikan. Alat ini hanya relevan bila banyak tautan spam sudah atau kemungkinan besar memicu manual action.
Kekhawatiran soal negative SEO, yaitu pesaing yang sengaja mengarahkan tautan spam ke website Anda, juga sering berlebihan. Karena tautan spam umumnya dinetralkan, backlink spam yang tiba-tiba muncul biasanya cukup dibiarkan.
Backlink yang Hilang: Migrasi, Halaman 404, dan Domain Kedaluwarsa
Mendapatkan backlink baru membutuhkan usaha berbulan-bulan, tetapi kehilangannya bisa terjadi karena satu perubahan teknis di website Anda sendiri. Ada tiga penyebab yang paling sering terjadi:
- URL berubah tanpa pengalihan: Saat Anda mengganti struktur permalink, pindah ke HTTPS, atau berganti platform, alamat lama berhenti berfungsi. Solusinya adalah pengalihan permanen dengan redirect 301 dari setiap URL lama ke URL barunya.
- Halaman dihapus: Artikel lama yang dihapus akan menampilkan error 404. Kalau halaman itu punya backlink, alihkan ke halaman yang topiknya paling dekat, atau perbarui isinya alih-alih menghapusnya.
- Domain kedaluwarsa: Domain yang lupa diperpanjang membuat seluruh website tidak bisa diakses, sehingga semua backlink putus sekaligus. Domain yang sudah lepas bahkan bisa dibeli orang lain dan dijadikan bahan PBN. Mengaktifkan perpanjangan otomatis atau mendaftarkan domain untuk beberapa tahun sekaligus adalah cara termurah menjaga reputasi yang sudah Anda bangun.
Memulihkan backlink yang hilang adalah bentuk link building yang paling efisien, karena tautannya sudah ada. Anda hanya perlu memastikan alamat yang dituju kembali berfungsi.

Cara Membuat dan Mendapatkan Backlink secara Wajar
Lalu, bagaimana cara membuat backlink? Backlink yang bernilai jarang bisa dibuat sendiri. Yang bisa Anda lakukan adalah menciptakan alasan bagi orang lain untuk menautkan. Berikut enam cara yang wajar, dan sebagian besar bisa dijalankan sebagai backlink gratis tanpa biaya selain waktu:
- Terbitkan sesuatu yang layak dikutip: Orang menautkan sumber. Survei kecil terhadap 50 pelanggan, daftar harga bahan baku yang diperbarui tiap bulan, atau kalkulator sederhana jauh lebih sering dikutip dibanding artikel opini umum.
- Minta tautan dari penyebutan merek: Cari nama merek Anda di Google dengan tanda kutip, misalnya
"Toko Kue Anda" -site:tokokueanda.com. Bila ada artikel yang menyebut merek Anda tanpa menautkannya, hubungi penulisnya dan minta tautan ditambahkan. - Pulihkan backlink yang rusak: Cari halaman tujuan yang kini menampilkan 404 (langkahnya ada di bagian berikutnya), lalu pasang redirect 301.
- Lengkapi profil di tempat yang relevan: Cantumkan website di asosiasi usaha, direktori resmi pemerintah daerah, marketplace, dan akun media sosial resmi. Pilih lima sampai sepuluh tempat yang memang dikunjungi calon pelanggan, bukan ratusan direktori acak.
- Tulis artikel tamu secara selektif: Satu artikel tamu di blog yang dibaca audiens Anda lebih bernilai dibanding sepuluh artikel di blog yang menerima semua tulisan. Hindari teks tautan berisi kata kunci yang dipaksakan.
- Bangun relasi dengan komunitas dan media: Menjadi narasumber, pembicara acara komunitas, atau sponsor kegiatan kampus sering menghasilkan tautan sebagai efek samping.
Hindari generator backlink otomatis, layanan ping backlink, tukar backlink massal, dan paket ribuan backlink murah. Kebijakan Google menyebut tautan dari program otomatis dan pertukaran tautan berlebihan sebagai link spam. Sebagai gambaran, 10 backlink relevan dari 10 domain berbeda dalam setahun jauh lebih sehat dibanding 1.000 tautan acak dalam seminggu.
Cara Cek Backlink Website Anda
Ada banyak backlink checker berbayar, tetapi sumber data yang paling dekat dengan sudut pandang Google justru gratis: laporan Tautan (Links) di Google Search Console. Pastikan website Anda sudah terverifikasi di Search Console.

Langkah #1: Buka Laporan Tautan
Masuk ke Google Search Console, pilih properti website Anda, lalu klik menu Links di panel kiri. Laporan ini memisahkan tautan eksternal (backlink) dan tautan internal.
Langkah #2: Baca Tiga Tabel Tautan Eksternal
Kolom tautan eksternal berisi tiga tabel:
- Top linked pages: halaman Anda yang paling banyak menerima backlink. Klik salah satu URL untuk melihat situs mana saja yang menautkannya.
- Top linking sites: domain yang paling banyak menautkan website Anda. Di sinilah Anda menilai relevansi perujuk dengan enam kriteria di atas.
- Top linking text: teks tautan yang paling sering dipakai. Daftar yang didominasi kata kunci persis bisa menjadi tanda pola tautan yang tidak wajar.
Langkah #3: Ekspor Data untuk Pemeriksaan Lebih Rinci
Tabel di layar dibatasi 1.000 baris. Untuk data lebih lengkap, klik Export external links di kanan atas. Pilih Latest links (tautan yang paling baru ditemukan) atau More sample links, yang masing-masing memuat hingga 100.000 baris.
Langkah #4: Cocokkan dengan Halaman yang Error
Buka laporan Pages di menu pengindeksan, lalu lihat daftar halaman berstatus Not found (404). Cocokkan daftar itu dengan tabel Top linked pages dari langkah kedua. Setiap halaman yang muncul di kedua daftar adalah backlink yang bisa dipulihkan dengan redirect 301.
Perlu diperhatikan, laporan Tautan tidak menandai tautan mana yang bertanda nofollow. Laporan ini juga bisa memuat tautan yang sudah dihapus, karena datanya dikumpulkan dari waktu ke waktu.
Alat pihak ketiga seperti Ahrefs, Semrush, dan Moz Link Explorer menambahkan status nofollow, metrik DR atau DA, serta riwayat tautan yang hilang. Karena angka antaralat pasti berbeda, gunakan satu alat secara konsisten untuk memantau tren bulanan.
Pertanyaan Seputar Backlink
Berapa harga backlink media nasional?
Harganya ditentukan masing-masing portal mengikuti paket iklannya, sehingga tidak ada angka baku. Yang lebih penting, slot tersebut adalah iklan. Tautannya seharusnya bertanda sponsored, sehingga yang Anda beli adalah eksposur, bukan peringkat.
Berapa banyak backlink yang dibutuhkan website baru?
Tidak ada jumlah minimum. Untuk kata kunci berpersaingan rendah, halaman baru bisa masuk halaman pertama dengan nol atau segelintir backlink selama isinya paling sesuai kebutuhan pencari. Untuk kata kunci kompetitif, jumlah domain yang menautkan halaman di posisi atas bisa menjadi gambaran kasar.
Apakah tautan dari media sosial termasuk backlink?
Secara definisi termasuk, karena tautannya berasal dari website lain. Namun, platform seperti Facebook, Instagram, X, dan LinkedIn umumnya memberi atribut nofollow pada tautan buatan pengguna. Manfaatnya lebih terasa pada trafik dan eksposur dibanding peringkat.
Apa saja contoh backlink?
Contoh backlink yang paling umum adalah portal berita yang mengutip data dari website Anda dan blogger yang mengulas produk Anda. Direktori asosiasi usaha yang mencantumkan alamat situs Anda juga termasuk. Profil media sosial, kolom komentar, dan artikel tamu pun menghasilkan backlink, walaupun nilainya berbeda-beda seperti dijelaskan di bagian jenis backlink.
Apakah backlink gratis berbahaya?
Tidak, selama didapat dengan cara wajar. Backlink editorial justru hampir selalu gratis. Yang berbahaya adalah tautan dari program otomatis atau jaringan buatan, terlepas dari dibayar atau tidak.
Apakah pingback dan trackback termasuk backlink?
Keduanya bukan backlink, melainkan notifikasi otomatis WordPress yang memberi tahu sebuah blog saat blog lain menautkannya. Backlink-nya tetap tautan di blog pengirim. Fitur notifikasi ini sudah lama disalahgunakan pengirim spam. Bila blog Anda kebanjiran notifikasi semacam ini, ikuti panduan menonaktifkan trackback dan pingback.
Kesimpulan
Backlink adalah tautan dari website lain ke website Anda, dan cara Google menilainya berakar dari tradisi sitasi ilmiah. Karena nilai halaman terbagi ke semua tautan keluarnya, satu backlink berkualitas dari artikel yang relevan bisa mengalahkan ratusan tautan direktori. Tautan hasil manipulasi umumnya dinetralkan sehingga hanya membuang biaya.
Untuk pemula, rapikan konten dan sisi teknis lebih dulu, lalu jaga agar backlink yang ada tidak putus karena URL berubah atau domain kedaluwarsa. Setelah itu, bangun tautan baru lewat konten yang layak dikutip dan relasi yang nyata.
Semoga artikel ini membantu.




