Setiap website yang isinya berubah — berita, katalog produk, halaman layanan — membutuhkan satu lapisan perangkat lunak yang mengatur bagaimana isi itu ditambah, disunting, dan ditampilkan. Lapisan inilah yang kita sebut CMS. Di antara pilihan CMS yang tersedia, satu nama hampir selalu muncul dengan label "kuat tetapi rumit": Drupal.

Reputasi itu terbentuk bertahun-tahun lalu dan sebagian sudah kedaluwarsa. Drupal adalah proyek yang berumur 25 tahun pada Januari 2026. Dalam dua tahun terakhir bentuknya berubah cukup jauh, sampai hari ini ada dua paket berbeda yang sama-sama tersedia di situs resminya. Artikel ini membahas apa itu Drupal, cara kerjanya, dan kapan memilihnya masuk akal.

Apa Itu Drupal?

Drupal adalah sistem manajemen konten (content management system atau CMS) bersifat open source yang ditulis dengan bahasa pemrograman PHP. Perangkat lunaknya berada di bawah lisensi GPL versi 2 atau yang lebih baru, sehingga siapa pun boleh mengunduh, memakai, memodifikasi, dan mendistribusikan ulang kodenya tanpa membayar lisensi.

Fungsinya sama dengan CMS lain: memisahkan isi website dari kode program, sehingga pengelola dapat menerbitkan konten lewat antarmuka web tanpa menyentuh kode. Yang membedakan Drupal adalah seberapa jauh Anda boleh menentukan sendiri bentuk konten itu.

Soal popularitas, angkanya perlu dilihat apa adanya. Menurut data W3Techs per 10 Agustus 2026, Drupal dipakai sekitar 0,7% dari seluruh website di dunia — jauh di bawah WordPress. Namun pada kelompok 100.000 situs paling ramai, Drupal menempati posisi CMS terpopuler kedua. Pola itu menggambarkan pemakaiannya dengan jujur: bukan pilihan mayoritas, tetapi banyak dipakai organisasi besar.

Asal Nama Drupal: Salah Ketik yang Bertahan 25 Tahun

Pada tahun 2000, Dries Buytaert dan Hans Snijder — dua mahasiswa Universitas Antwerpen, Belgia — membangun jaringan nirkabel bersama untuk menghubungkan asrama mereka. Dries menulis sendiri perangkat lunak untuk berkomunikasi di dalam jaringan tersebut.

Ketika hendak memindahkan proyek tersebut ke internet, Dries bermaksud mendaftarkan domain dorp.orgdorp berarti "desa" dalam bahasa Belanda, sesuai ukuran komunitas mereka. Ia salah mengetik dan yang terdaftar adalah drop.org. Nama itu justru disukai dan dipertahankan. Saat perangkat lunaknya dilepas sebagai open source pada Januari 2001, namanya diambil dari kata Belanda druppel (tetesan air) yang bila dilafalkan dengan aksen Inggris terdengar seperti "Drupal".

Tema tetesan air itu bertahan sampai sekarang. Logo Drupal bernama Druplicon, berbentuk tetesan air dengan sepasang mata menyerupai simbol tak hingga, hasil rancangan komunitas.

Drupal bukan singkatan atau akronim. Tidak ada kepanjangan yang perlu dihafalkan — kata ini berasal dari pelafalan sebuah kata benda bahasa Belanda.

Drupal Core dan Drupal CMS: Dua Paket yang Sering Tertukar

Inilah bagian yang paling membingungkan bila Anda membuka drupal.org hari ini. Sejak Januari 2025, proyek Drupal menerbitkan dua produk terpisah dengan nama yang mirip.

Drupal Core adalah kerangka dasarnya. Isinya modul inti seminimal mungkin, dipasang lewat Composer, dan diasumsikan akan Anda susun sendiri menjadi situs sesuai kebutuhan. Versi stabil terbarunya per Agustus 2026 adalah 11.4.5. Inilah "Drupal" yang selama ini dikenal sulit bagi pemula.

Drupal CMS adalah paket siap pakai yang dibangun di atas core tersebut. Proyeknya sempat dikenal dengan nama sandi Starshot dan dirilis sebagai versi 1.0 pada 15 Januari 2025, tepat pada ulang tahun Drupal yang ke-24. Versi 2.0 menyusul pada 28 Januari 2026, dan rilis stabil terkini per Agustus 2026 adalah 2.1.3.

Tiga hal yang dibawa Drupal CMS:

  1. Recipes: paket konfigurasi siap pasang. Satu recipe memasang beberapa modul sekaligus berikut pengaturan dan contoh isinya, sehingga fitur seperti blog atau formulir kontak langsung berfungsi.
  2. Project Browser: pencarian dan pemasangan modul langsung dari dalam halaman administrasi, tanpa perlu membuka terminal.
  3. Drupal Canvas: penyusun halaman visual yang sebelumnya bernama Experience Builder. Komponen disusun dengan cara menyeret dan disunting langsung di tempat. Sejak versi 2.0, Canvas terpasang bawaan.
Drupal CoreDrupal CMS
BentukKerangka dasarPaket siap pakai di atas core
Versi terkini (Agu 2026)11.4.52.1.3
Cara memasangComposer, lewat terminalPemasang paket, sebagian besar lewat browser
Isi bawaanModul inti minimalManajemen media, SEO, izin cookie, pencarian, pembaruan otomatis, Drupal Canvas
Ditujukan untukDeveloper yang menyusun sendiriTim konten dan pengguna non-teknis

Drupal Core 11.4.5 bisa dipasang sendiri lewat Composer, atau dipakai lewat Drupal CMS 2.1.3 yang sudah siap pakai.Drupal Core 11.4.5 bisa dipasang sendiri lewat Composer, atau dipakai lewat Drupal CMS 2.1.3 yang sudah siap pakai.

Bila Anda pemula dan ingin mencoba Drupal, mulailah dari Drupal CMS. Pengalaman awalnya jauh lebih ringan dibanding memasang core secara manual.

Cara Kerja Drupal: Node, Entity, dan Field

Untuk memahami mengapa Drupal terasa berbeda, kita perlu melihat cara ia menyimpan konten.

Pada kebanyakan CMS, Anda mendapat beberapa bentuk konten baku — biasanya "pos" dan "halaman" — lalu menyesuaikan kebutuhan ke dalam bentuk yang tersedia. Drupal membalik urutannya. Semua yang tersimpan di Drupal adalah entity (satuan data), dan Anda yang menentukan tipe kontennya beserta isian apa saja yang dimilikinya.

Lima istilah berikut cukup untuk membaca dokumentasi Drupal mana pun:

  1. Tipe konten: cetakan sebuah bentuk konten. Anda dapat membuat tipe "Produk", "Lowongan Kerja", atau "Profil Dosen" — masing-masing dengan isian yang berbeda.
  2. Field: isian di dalam tipe konten. Tipe "Produk" bisa memiliki field harga berupa angka, field stok, field foto, dan field kategori. Field ini Anda tambahkan lewat antarmuka administrasi, bukan lewat kode.
  3. Node: satu buah konten yang benar-benar tersimpan. Satu artikel yang Anda tulis adalah satu node.
  4. Taxonomy: sistem pengelompokan bawaan. Anda membuat kosakata (vocabulary) seperti "Kategori Produk", mengisinya dengan istilah, lalu memasangnya sebagai field pada tipe konten.
  5. View: penyusun tampilan daftar. Lewat View, Anda menentukan konten mana yang ditarik, diurutkan bagaimana, disaring dengan syarat apa, dan ditampilkan dalam bentuk tabel, kartu, atau daftar.

Tipe konten Produk menetapkan field harga dan stok, tiap isian jadi satu node, lalu View menyusunnya jadi daftar.Tipe konten Produk menetapkan field harga dan stok, tiap isian jadi satu node, lalu View menyusunnya jadi daftar.

Rancangan seperti ini menuntut lebih banyak pemikiran di awal. Sebagai gantinya, situs dengan struktur data rumit tidak perlu memaksa isinya masuk ke bentuk yang tidak cocok, atau memasang tambahan pihak ketiga hanya demi satu isian baru.

Modul dan Tema: Cara Drupal Ditambah Kemampuannya

Kemampuan Drupal ditambah lewat modul, padanan istilah plugin di CMS lain. Modul terbagi dua: modul inti yang ikut dalam paket unduhan, dan modul kontribusi (contributed module) yang diterbitkan komunitas di drupal.org. Pemasangan modul pada Drupal modern dilakukan lewat Composer, alat pengelola dependensi PHP yang mengunduh modul beserta pustaka yang dibutuhkannya. Modul menyisipkan kemampuannya lewat hook, yaitu titik sisip yang disediakan core agar kode tambahan berjalan tanpa mengubah berkas inti. Ekosistemnya menutup kebutuhan yang lazim: Pathauto dan Metatag untuk urusan SEO, Search API untuk pencarian, serta Drupal Commerce bila situs perlu berjualan.

Sisi tampilan diatur oleh tema. Drupal memakai mesin templat Twig untuk memisahkan logika program dari berkas tampilan, sehingga penata tampilan tidak perlu menyentuh kode PHP. Paket bawaannya menyertakan tema Olivero untuk sisi pengunjung dan Claro untuk halaman administrasi.

Arsitektur entity yang bisa Anda bentuk sendiri, ditambah lapisan API yang terbuka, membuat Drupal kerap disebut bukan sekadar CMS melainkan CMF (Content Management Framework). Istilah itu menegaskan perannya sebagai framework untuk membangun aplikasi berbasis konten. Dari sisi yang sama, Drupal dapat dipakai secara headless: ia mengurus data di belakang layar, sementara tampilan depannya dibangun terpisah dan menarik data lewat JSON:API.

Kelebihan Drupal

  1. Struktur konten yang Anda tentukan sendiri: tipe konten dan field dibuat lewat antarmuka administrasi. Situs dengan puluhan bentuk konten berbeda tetap tersusun rapi tanpa tambahan pihak ketiga.
  2. Pengaturan hak akses yang rinci: Drupal mengizinkan pembuatan peran dengan izin per tindakan — misalnya peran yang boleh menyunting berita tetapi tidak boleh menerbitkannya. Untuk redaksi atau instansi dengan banyak pengelola, ini menghemat banyak kesepakatan lisan.
  3. Multibahasa dan aksesibilitas sejak bawaan: penerjemahan antarmuka, konten, dan konfigurasi ditangani modul inti, bukan tambahan berbayar. Antarmukanya juga dikembangkan mengikuti standar aksesibilitas WCAG — salah satu alasan Drupal banyak dipakai instansi pemerintah dan kampus.
  4. Tim keamanan resmi: Drupal Security Team menerbitkan pengumuman kerentanan bernomor resmi dengan tingkat risiko dan langkah perbaikannya. Anda mendapat rujukan yang jelas, bukan kabar dari forum.
  5. Satu pemasangan untuk banyak situs: fitur multisite memungkinkan beberapa situs berbagi satu berkas inti dengan basis data masing-masing. Untuk kampus atau perusahaan dengan puluhan subsitus, ini memangkas pekerjaan pembaruan.
  6. Siap dipakai tanpa tampilan bawaan: JSON:API tersedia di modul inti. Drupal dapat menjadi sumber data bagi aplikasi mobile atau situs yang tampilan depannya dibangun terpisah.

Kekurangan dan Hal yang Perlu Anda Pertimbangkan

  1. Butuh waktu belajar lebih lama: konsep entity, field, dan View harus dipahami lebih dulu sebelum Anda produktif. Untuk membuat blog sederhana, pendekatan ini terasa berlebihan.
  2. Ekosistem tambahan jauh lebih kecil: jumlah modul Drupal tidak sebanding dengan puluhan ribu plugin dan tema yang beredar untuk WordPress. Kebutuhan yang di WordPress selesai dengan memasang satu plugin, di Drupal kadang harus dirakit sendiri.
  3. Developer lebih sulit dicari di Indonesia: jumlah pengembang yang menguasai Drupal jauh lebih sedikit dibanding WordPress. Ini berpengaruh pada biaya pengembangan dan pada kesinambungan situs saat pengembang pertamanya berhenti.
  4. Kebutuhan server lebih besar: Drupal memakai lebih banyak memori dan proses basis data dibanding CMS ringan, meskipun lapisan cache bawaannya meringankan halaman yang sering diakses. Paket hosting bersama paling murah tetap sering terasa berat saat situs mulai ramai.
  5. Perpindahan antarversi mayor bukan pekerjaan sepele: peningkatan dari Drupal 7 ke versi modern praktis berarti membangun ulang struktur situs, karena arsitekturnya berubah menyeluruh sejak Drupal 8.

Satu catatan tentang keamanan. Drupal sering disebut CMS yang aman, dan itu benar dalam arti prosesnya tertata. Namun pada 28 Maret 2018 tim keamanannya menerbitkan pengumuman SA-CORE-2018-002 (CVE-2018-7600), yang dikenal luas sebagai Drupalgeddon 2. Kerentanan eksekusi kode jarak jauh itu diberi skor risiko 24 dari 25 dan bisa dimanfaatkan penyerang anonim tanpa perlu masuk lebih dulu.

Perbaikannya tersedia hari itu juga, tetapi banyak situs yang lambat memperbarui dan akhirnya dibobol. Keamanan sebuah situs bergantung pada disiplin memasang pembaruan, bukan pada nama platformnya.

Kebutuhan Server dan Peta Versi Drupal

Sebelum memasang, cocokkan dulu spesifikasi hosting Anda dengan angka berikut. Untuk Drupal 11, kebutuhan minimalnya adalah PHP 8.3 atau 8.4, dan salah satu dari basis data berikut:

  • MySQL 8.0 atau lebih baru, atau MariaDB 10.6 ke atas, dengan mesin penyimpanan InnoDB
  • PostgreSQL 16 ke atas, dengan ekstensi pg_trgm diaktifkan
  • SQLite 3.45 ke atas

Drupal 10 masih menerima PHP 8.1 sampai 8.3 dan MySQL 5.7.8, sementara Drupal 12 nanti akan meminta PHP 8.5 ke atas. Untuk kebanyakan situs berskala kecil sampai menengah, layanan web hosting dengan PHP versi terkini sudah memenuhi syarat. Jika Anda berencana memasang lewat Composer dan mengelola situs dengan Drush, akses shell diperlukan — di titik itu VPS Indonesia menjadi pilihan yang lebih masuk akal. Untuk jalur tercepat tanpa terminal, panduan pemasangan Drupal lewat Softaculous di cPanel dapat Anda ikuti.

Hal berikutnya yang perlu Anda periksa adalah versi mana yang masih didukung. Drupal memakai siklus rilis terjadwal, dan tanggal akhir dukungannya diumumkan jauh hari:

VersiStatus per Agustus 2026Akhir dukungan
Drupal 7Tidak lagi didukung5 Januari 2025
Drupal 10Masih didukung, mendekati akhir9 Desember 2026
Drupal 11Versi aktif, rilis terkini 11.4.5Belum ditetapkan
Drupal 12Dijadwalkan rilisPekan 7 Desember 2026

Dua baris pertama pantas diperhatikan pemilik situs lama. Drupal 7 berhenti didukung pada 5 Januari 2025, tepat 14 tahun setelah dirilis, dan situs yang masih memakainya tidak lagi menerima perbaikan keamanan dari tim resmi. Drupal 10 akan menyusul pada 9 Desember 2026 — dua hari setelah Drupal 12 dijadwalkan rilis. Jika situs Anda berjalan di Drupal 10, rencanakan peningkatan ke Drupal 11 dari sekarang, bukan pada Desember nanti.

Drupal vs WordPress: Mana yang Cocok untuk Anda?

Perbandingan yang berguna bukan soal mana yang lebih hebat, melainkan bentuk kebutuhan yang Anda hadapi. Empat pertanyaan berikut biasanya cukup menentukan.

Berapa bentuk konten yang berbeda di situs Anda? Bila jawabannya satu atau dua — misalnya hanya artikel dan halaman statis — WordPress menyelesaikannya lebih cepat. Bila situs Anda memuat lima bentuk konten atau lebih yang saling berkaitan, seperti portal kampus dengan data dosen, mata kuliah, pengumuman, dan agenda, Drupal memberi struktur yang lebih rapi.

Berapa orang yang menyunting isinya? Sampai sekitar lima pengelola dengan tingkat kepercayaan setara, pengaturan peran bawaan WordPress memadai. Di atas sepuluh pengelola dengan wewenang berbeda-beda, pengaturan izin Drupal yang berbutir halus akan terasa manfaatnya.

Apakah situsnya multibahasa? Untuk dua bahasa atau lebih yang keduanya dikelola serius, dukungan bawaan Drupal menghemat biaya dibanding menyusunnya dari tambahan pihak ketiga.

Siapa yang akan merawatnya setahun ke depan? Ini pertanyaan yang paling sering dilewati. Jika tidak ada seorang pun di tim Anda yang paham Drupal dan anggaran tidak memungkinkan menyewa pengembang khusus, situs Drupal yang bagus pun akan mangkrak tanpa pembaruan.

Adapun Joomla berada di antara keduanya: struktur konten dan hak aksesnya lebih rinci daripada WordPress, tetapi tidak sejauh Drupal. Untuk toko online berskala besar, pilihan biasanya mengarah ke platform yang memang dirancang untuk itu seperti Magento.

Pertanyaan Seputar Drupal

Drupal itu singkatan dari apa? Drupal bukan singkatan. Namanya berasal dari kata Belanda druppel yang berarti tetesan air, dilafalkan dengan aksen Inggris.

Apakah Drupal termasuk CMS? Ya. Drupal adalah CMS open source. Karena arsitektur dan API-nya juga bisa dipakai membangun aplikasi berbasis konten, Drupal kerap disebut sekaligus sebagai CMF (Content Management Framework).

WordPress, Joomla, dan Drupal adalah contoh dari apa? Ketiganya adalah contoh CMS open source berbasis PHP. Contoh aplikasi CMS lain di luar ketiganya antara lain Magento untuk toko online, Moodle untuk pembelajaran daring, dan OJS untuk jurnal ilmiah.

Bahasa pemrograman yang digunakan Drupal adalah apa? PHP di sisi server, dengan komponen dari framework Symfony dan mesin templat Twig. Sisi tampilannya memakai HTML, CSS, dan JavaScript seperti aplikasi web pada umumnya.

Basis data pada Drupal adalah apa saja? Drupal 11 mendukung MySQL 8.0+, MariaDB 10.6+, PostgreSQL 16+, dan SQLite 3.45+. Basis data selain keempat keluarga itu tidak didukung secara resmi.

Apa keunggulan Drupal? Tiga yang paling menonjol. Pertama, struktur konten yang Anda rancang sendiri lewat tipe konten dan field. Kedua, pengaturan hak akses per tindakan untuk situs dengan banyak pengelola. Ketiga, dukungan multibahasa yang sudah ada di modul inti.

Logo yang digunakan oleh CMS Drupal adalah apa? Druplicon — sebuah tetesan air berwarna biru dengan sepasang mata menyerupai simbol tak hingga.

Apakah Drupal bagus untuk SEO? Ya, dan sebagian besar kebutuhannya tersedia sebagai modul resmi. Pola URL diatur lewat Pathauto, peta situs lewat XML Sitemap, dan tag meta lewat Metatag. Pada Drupal CMS, ketiganya termasuk yang dipasang sejak awal.

Apakah Drupal gratis? Perangkat lunaknya gratis di bawah lisensi GPL. Biaya yang tetap Anda keluarkan adalah domain, hosting atau server, dan waktu pengembangan.

Kesimpulan

Drupal adalah CMS open source berbasis PHP yang membedakan diri lewat kebebasan merancang struktur konten sendiri, hak akses yang rinci, dan dukungan multibahasa bawaan. Sejak 2025 ia hadir dalam dua paket. Drupal Core untuk yang ingin menyusun dari dasar, Drupal CMS untuk yang ingin langsung memakai — bedakan keduanya sebelum mengunduh.

Drupal masuk akal bila situs Anda memuat banyak bentuk konten yang saling berkaitan, dikelola lebih dari sepuluh orang dengan wewenang berbeda, atau berjalan dalam beberapa bahasa. Satu syarat tambahan: ada orang yang akan merawatnya. Untuk blog, situs profil perusahaan sederhana, atau toko kecil, pilihan yang lebih ringan menghemat waktu Anda. Bila situs Anda masih di Drupal 7 atau Drupal 10, periksa tabel akhir dukungan di atas dan susun rencana peningkatan sebelum tanggalnya lewat.

Semoga artikel ini membantu.