Satu server shared hosting jarang berisi satu website saja. Di dalamnya bisa ada ratusan akun pelanggan yang berbagi prosesor, memori, dan disk yang sama persis. Susunan seperti ini murah dan praktis, tetapi menyimpan satu kelemahan mendasar: Linux standar sama sekali tidak mengenal gagasan "jatah per pelanggan".

Bagi kernel Linux biasa, semua proses berebut sumber daya dengan aturan yang sama. Satu plugin WordPress yang salah tulis, satu query database tanpa indeks, atau satu skrip yang diserang bot bisa menghabiskan seluruh prosesor server. Akibatnya bukan hanya website pemilik skrip itu yang tumbang, melainkan seluruh penghuni server tersebut.

Masalah itulah yang dijawab oleh perangkat lunak yang akan kita bahas. Jadi, apa itu CloudLinux? CloudLinux adalah sistem operasi Linux komersial yang dirancang khusus untuk lingkungan hosting bersama, dengan kernel yang dimodifikasi agar setiap akun pelanggan memperoleh jatah sumber daya sendiri yang tidak bisa dilampaui.

CloudLinux Adalah Sistem Operasi, Bukan Control Panel

Kekeliruan paling sering terjadi di sini. Banyak yang mengira CloudLinux adalah pesaing cPanel atau pengganti panel hosting. Kenyataannya CloudLinux berjalan di bawah panel, satu lapisan lebih dalam.

Susunannya bertingkat. CloudLinux menempati posisi sistem operasi tepat di atas perangkat keras, dan barulah control panel seperti cPanel, Plesk, atau DirectAdmin dipasang di atasnya. Keduanya tidak saling menggantikan — CloudLinux menyediakan mesinnya, panel menyediakan tombolnya.

Secara teknis CloudLinux adalah distro Linux turunan Red Hat Enterprise Linux, sekelas dengan AlmaLinux atau Rocky Linux dalam hal asal-usul. Yang membedakannya adalah kernel yang sudah ditambal dengan teknologi pembatas sumber daya, ditambah sekumpulan komponen yang tidak ada di distro mana pun.

Pembuatnya adalah Cloud Linux Software, Inc., perusahaan yang berdiri pada 2009 dengan pendiri sekaligus CEO Igor Seletskiy. Halaman resminya menyebut angka 500.000+ pemasangan produk dan 4.000+ pelanggan, termasuk Liquid Web, 1&1, dan Dell. Vendor yang sama juga membuat Imunify360, layanan penambalan kernel KernelCare, dan menginisiasi proyek AlmaLinux OS pada 2020 sebagai jawaban atas penghentian CentOS Linux klasik.

LVE: Cara CloudLinux Membagi Satu Server ke Banyak Akun

Inti dari seluruh produk ini bernama LVE (Lightweight Virtual Environment, lingkungan virtual ringan). LVE adalah teknologi tingkat kernel yang memakai cgroups — mekanisme bawaan Linux untuk mengelompokkan proses dan menakar sumber daya yang boleh dipakai tiap kelompok.

Dokumentasi resminya menyebut LVE berakar pada teknologi yang sama dengan virtualisasi berbasis container, hanya jauh lebih ringan dan sepenuhnya transparan bagi pengguna. Setiap akun hosting di server mendapat satu LVE, dan seluruh proses milik akun itu dijalankan di dalamnya.

Yang menghubungkan permintaan web ke LVE yang tepat adalah sebuah modul Apache bernama mod_hostinglimits. Alur kerjanya berurutan:

  1. Mendeteksi VirtualHost asal permintaan: modul mengenali domain mana yang sedang diminta pengunjung.
  2. Menentukan jenis permintaan: memeriksa apakah permintaan itu ditujukan untuk skrip CGI atau PHP, bukan sekadar berkas statis.
  3. Memasukkan proses ke dalam LVE: proses Apache yang melayani permintaan dimasukkan ke LVE milik pemilik domain, yang dikenali dari direktif SuexecUserGroup.
  4. Membiarkan Apache melayani: permintaan diproses seperti biasa, kini di bawah pengawasan batas sumber daya.
  5. Mengeluarkan proses dari LVE: setelah selesai, proses dikembalikan ke kondisi semula.

Di panel hosting, batas ini diatur lewat menu LVE Manager, sedangkan administrator server dapat mengendalikannya langsung dari baris perintah. Perintah lvectl mengatur batas, lvetop dan lveps memantau pemakaian yang sedang berjalan, sementara berkas /proc/lve/list menyimpan data mentahnya. Konfigurasi permanen tersimpan di /etc/container/ve.cfg.

Lima langkah permintaan masuk LVE: tiba di Apache, jenis diperiksa, masuk LVE pemilik, dilayani, lalu dikeluarkan lagi.Lima langkah permintaan masuk LVE: tiba di Apache, jenis diperiksa, masuk LVE pemilik, dilayani, lalu dikeluarkan lagi.

Ingin memastikan sebuah server benar-benar memakai CloudLinux? Jalankan uname -r. Kernel CloudLinux selalu menyertakan kata lve pada namanya, misalnya 2.6.32-896.16.1.lve1.4.53.el6.x86_64.

Delapan Batas yang Diatur LVE dan Nilai Bawaannya

LVE tidak membatasi satu hal saja. Ada delapan parameter yang bisa disetel, dan masing-masing menjawab jenis pemborosan yang berbeda.

BatasBawaanYang dibatasi
SPEED100%Kecepatan prosesor, relatif satu core
PMEM1 GBMemori fisik terpakai (kolom RES di top)
VMEM0Memori virtual — usang, disarankan mati
IO1024 KB/detikBaca dan tulis disk, digabung
IOPS1024Operasi baca/tulis per detik
NPROC100Jumlah proses dalam satu LVE
EP20Koneksi serentak ke skrip dinamis
CPU / NCPU25% / 1 coreUsang, digantikan SPEED

Dua parameter di tabel itu sengaja ditandai usang. VMEM dinyatakan deprecated dan dokumentasinya menganjurkan mematikannya sepenuhnya dengan nilai 0, karena batas memori virtual kerap memicu kegagalan yang sulit dilacak. CPU dan NCPU digantikan SPEED yang lebih portabel antar perangkat keras.

EP atau entry processes adalah parameter yang paling sering salah dipahami. Ia bukan menghitung jumlah pengunjung, melainkan jumlah permintaan yang sedang diproses bersamaan. Nilai bawaan 20 berarti dua puluh permintaan PHP boleh berjalan pada saat yang sama; pengunjung ke-21 harus menunggu. Cron job dan sesi SSH ikut dihitung di sini.

Dokumentasi resmi memberikan dua profil rekomendasi. Menariknya, keduanya tidak bergantung pada kekuatan server, melainkan pada seberapa cepat akun hosting ingin dibuat:

  • Akun hosting biasa: SPEED=100%, PMEM=1GB, VMEM=0, IO=1024KB/detik, IOPS=1024, NPROC=100, EP=20
  • Akun hosting kelas atas: SPEED=200%, PMEM=2GB, VMEM=0, IO=4096KB/detik, IOPS=1024, NPROC=150, EP=40

Perhatikan bahwa lompatan dari kelas biasa ke kelas atas hanya menggandakan prosesor dan memori, sementara IOPS tidak dinaikkan sama sekali.

Kenapa Website Anda Melihat "Resource Limit Is Reached"

Pesan Resource Limit Is Reached yang muncul di halaman putih itu bukan kesalahan acak. Ia adalah gejala dari satu batas LVE tertentu yang tersentuh, dan batas yang berbeda menghasilkan gejala yang berbeda pula.

Ada tiga kemungkinan, dan mengenali yang mana sangat menentukan langkah perbaikannya.

EP habis memunculkan 508, PMEM atau NPROC memunculkan 500/503, sedangkan SPEED dan IO hanya membuat situs melambat.EP habis memunculkan 508, PMEM atau NPROC memunculkan 500/503, sedangkan SPEED dan IO hanya membuat situs melambat.

  1. Batas EP tersentuh — muncul kode 508: saat jumlah permintaan serentak melewati batas, mod_hostinglimits gagal memasukkan proses Apache ke dalam LVE, lalu mengembalikan kode 508. Website Anda melambat dan menampilkan halaman error, tetapi penghuni server lain sama sekali tidak terganggu. Inilah kode di balik sebagian besar tampilan "Resource Limit Is Reached" di cPanel.
  2. Batas memori atau NPROC tersentuh — muncul 500 atau 503: ketika PMEM terlampaui, CloudLinux pertama-tama membebaskan memori yang dipakai cache disk. Kalau masih kurang, sebagian proses di dalam LVE itu dihentikan paksa. Skrip yang sedang berjalan gagal di tengah jalan, dan pengunjung menerima Internal Server Error atau Service Unavailable.
  3. Batas prosesor atau IO tersentuh — tidak ada error sama sekali: website hanya merespons lebih lambat. Tidak ada halaman error, tidak ada pesan di log akses. Kondisi ini paling membingungkan karena semuanya terlihat normal kecuali waktu muat.

Kode 508 sendiri dapat diubah administrator lewat direktif LVEErrorCode, yang bernilai 508 secara bawaan. Ada pula LVERetryAfter untuk mengirimkan header Retry-After bersama respons itu, sehingga mesin pencari tahu kapan harus mencoba lagi. Direktif LVEUse429 menggantikan 508 dengan kode 429 yang lebih dikenal peramban, meski nilai bawaannya off dan hanya tersedia untuk panel berbasis RPM, EasyApache 4, serta DirectAdmin.

Kalau website Anda sering menemui pesan ini, langkah praktis pertama biasanya mengurangi jumlah permintaan yang benar-benar sampai ke server. Kami sudah membahas satu pendekatannya di panduan mengatasi Resource Limit Reached dengan Cloudflare. Bila pesan tetap muncul setelah penyaringan trafik dan optimasi skrip, kebutuhan situs Anda memang sudah melampaui jatah shared hosting. Pada titik itu, pindah ke VPS Indonesia lebih masuk akal daripada menaikkan paket berulang kali.

CageFS: Setiap Akun Melihat Server yang Berbeda

Membatasi sumber daya baru menyelesaikan separuh masalah. Separuh lainnya adalah keamanan: pada server Linux biasa, satu pengguna bisa membaca daftar pengguna lain, melihat proses yang sedang berjalan, bahkan mengintip berkas konfigurasi server.

CageFS menutup celah itu dengan membuat sistem berkas tervirtualisasi untuk tiap pengguna. Setiap akun dikurung dalam "kandang" berisi salinan sistem berkas yang tampak lengkap dan berfungsi normal, padahal isinya sudah disaring. Dokumentasi resminya menyebut empat hasil langsungnya:

Tanpa CageFS ketiga akun berbagi satu akar dan saling terlihat; dengan CageFS tiap akun terkurung di kandangnya sendiri.Tanpa CageFS ketiga akun berbagi satu akar dan saling terlihat; dengan CageFS tiap akun terkurung di kandangnya sendiri.

  1. Hanya program aman yang tersedia: perintah sistem yang berpotensi disalahgunakan tidak ikut dimasukkan ke dalam kandang.
  2. Pengguna lain tidak terlihat: nama akun penghuni server yang lain tidak dapat dideteksi sama sekali.
  3. Konfigurasi server tidak terbaca: berkas pengaturan Apache dan berkas sistem lain berada di luar jangkauan.
  4. Tampilan /proc dibatasi: pengguna hanya melihat prosesnya sendiri, bukan proses milik akun lain.

Isolasi ini berlaku untuk hampir semua jalur eksekusi: Apache lewat suexec, suPHP, mod_fcgid, dan mod_fastcgi, web server LiteSpeed, cron job, SSH, serta layanan lain yang memakai PAM. Pengecualiannya mod_php, yang memang tidak didukung.

Biaya penyimpanannya perlu dihitung sejak awal. CageFS menuntut minimal 7 GB ruang disk, ditambah sampai 8 MB per pelanggan di direktori /var. Kerangka sistem berkas yang aman sendiri memakan 5 sampai 20 GB di /usr/share.

PHP Selector dan HardenedPHP: Dua Hal yang Sering Tertukar

CloudLinux memungkinkan tiap pemilik akun memilih versi PHP sendiri, tanpa memengaruhi tetangganya di server yang sama. Fitur ini bernama PHP Selector, dan menyediakan lebih dari 120 ekstensi PHP yang bisa dinyalakan satu per satu.

Di sinilah dua daftar berbeda sering tertukar, padahal keduanya menjawab kebutuhan yang berlainan.

PHP Selector menyediakan 5.3 sampai 8.4 tanpa 8.0; HardenedPHP menambal 4.4.9 sampai 7.2 yang ditinggalkan php.net.PHP Selector menyediakan 5.3 sampai 8.4 tanpa 8.0; HardenedPHP menambal 4.4.9 sampai 7.2 yang ditinggalkan php.net.

Daftar pertama adalah versi yang benar-benar tersedia untuk dipilih. Menurut knowledge base resminya, paket alt-php mencakup PHP 5.3, 5.4, 5.5, 5.6, 7.0, 7.1, 7.2, 7.3, 7.4, 8.1, 8.2, 8.3, dan 8.4. Perhatikan bahwa PHP 8.0 tidak ada dalam daftar — versi itu dilewati. Varian php-zts dan PHP kustom yang dipasang sendiri juga tidak didukung.

Daftar kedua adalah versi yang ditambal HardenedPHP. Ini layanan yang berbeda: menambal lubang keamanan pada versi PHP yang sudah tidak lagi dirawat php.net, yaitu 4.4.9, 5.1, 5.2, 5.3, 5.4, 5.5, 5.6, 7.0, 7.1, dan 7.2. Tujuannya agar penyedia hosting tidak terpaksa memutus pelanggan yang situsnya masih berjalan di PHP lama.

Perbedaannya penting saat Anda memilih versi di panel. Memilih PHP 5.6 di server CloudLinux memang tidak sama berbahayanya dengan memakai PHP 5.6 di server biasa, karena lubang yang sudah diketahui sudah ditambal. Namun itu tetap versi yang tidak menerima fitur baru dan tidak didukung banyak aplikasi modern.

Selain PHP, tersedia pula Python Selector, Node.js Selector, dan Ruby Selector yang bekerja lewat mod_passenger. Ketiganya hanya tersedia untuk cPanel, DirectAdmin, dan panel kustom yang mengintegrasikannya sendiri.

MySQL Governor dan mod_lsapi

Dua komponen berikut tidak pernah terlihat pengguna, tetapi ikut menentukan kecepatan website.

MySQL Governor menjawab sumber kelambatan yang tidak tersentuh LVE. Permintaan SQL tidak dibatasi langsung di dalam LVE, sehingga satu query berat secara teknis bisa lolos dari seluruh pembatas yang sudah dipasang. MySQL Governor memantau pemakaian prosesor dan IO MySQL tiap pengguna secara waktu nyata. Batasnya sendiri berfungsi sebagai pemicu: begitu seorang pengguna melewatinya, permintaan SQL miliknya dilempar ke dalam LVE dan ikut terkena batas di sana. Administrator dapat memantaunya lewat perkakas dbtop.

Karena cara kerjanya seperti itu, grafik pemakaian database dan grafik LVE tidak pernah sama persis. Grafik database menunjukkan pemakaian sesungguhnya, sedangkan grafik LVE hanya mencatat waktu ketika permintaan ditahan di dalamnya.

mod_lsapi PRO menangani sisi lain, yaitu cara web server menjalankan PHP. Ia adalah handler PHP untuk Apache yang menggantikan SuPHP, FCGID, RUID2, maupun ITK secara langsung tanpa mengubah konfigurasi lain. Keunggulan yang disebut vendor adalah jejak memori yang rendah sekaligus tetap memahami direktif PHP di dalam .htaccess — kombinasi yang tidak dimiliki semua handler.

Empat Edisi CloudLinux dan Harga Lisensinya

CloudLinux dijual dalam beberapa edisi, dan perbedaannya bukan sekadar jumlah akun. Beberapa komponen justru hilang di edisi yang lebih murah.

KomponenSoloAdminLegacyShared Pro
Maks akun15
Batas LVETidak*Ya**YaYa
CageFSYaYaYaYa
MySQL GovernorTidakTidakYaYa
PHP SelectorYaYaYaYa
Ruby SelectorTidakYaYaYa
HardenedPHPYaYaYaYa
mod_lsapi PROYaYaYaYa
SecureLinksTidakYaYaYa
Reseller LimitsTidakTidakYaYa
PHP X-RayYaYaTidakYa
Centralized MonitoringTidakTidakTidakYa
AccelerateWPYaYaTidakYa

* Edisi Solo hanya memiliki batas inode. ** Di edisi Admin, batas LVE mati secara bawaan dan harus dinyalakan manual.

Dua catatan kaki itu layak dibaca dua kali. Membeli lisensi CloudLinux termurah tidak memberi Anda pembatas sumber daya sama sekali — yang Anda dapat hanya batas jumlah berkas. Ini masuk akal kalau diingat bahwa edisi Solo memang ditujukan untuk server yang menampung satu pelanggan saja, sehingga tidak ada tetangga yang perlu dilindungi. Namun banyak orang membelinya dengan harapan mendapat pembatas CPU.

Harga resminya dihitung per server per bulan, dan turun seiring jumlah server yang dilisensikan:

TingkatNama lama12–45–4950+
1 akunSolo$7$6$5$4
5 akunAdmin$12$10$9$7
Tak terbatasShared Pro$18$16$14$13

Perhatikan kolom "nama lama". Halaman harga resmi kini menamai tingkatan berdasarkan jumlah akun hosting, bukan lagi Solo, Admin, dan Shared Pro, meski dokumentasi teknisnya masih memakai nama lama. Kalau Anda menemukan dua penamaan berbeda di dua halaman resmi, keduanya memang merujuk produk yang sama.

Edisi Legacy alias Shared sendiri sudah tidak ditawarkan di daftar utama. Vendor mengumumkan kenaikan harga lisensi Legacy sebesar 5% per server per bulan mulai 1 Januari 2026 — arah yang lazim dipakai untuk mendorong pelanggan lama pindah.

Tiga tingkat lisensi CloudLinux: $7 untuk 1 akun tanpa batas LVE, $12 untuk 5 akun, $18 untuk akun tak terbatas.Tiga tingkat lisensi CloudLinux: $7 untuk 1 akun tanpa batas LVE, $12 untuk 5 akun, $18 untuk akun tak terbatas.

Versi CloudLinux OS dan Sampai Kapan Didukung

CloudLinux mengikuti kebijakan siklus hidup RHEL, sehingga tiap versi mayor punya masa dukungan yang panjang dan tanggal berakhir yang sudah diumumkan jauh hari.

VersiRilisAkhir dukunganELS sampai
CloudLinux 61 Feb 201130 Nov 202030 Jun 2024
CloudLinux 71 Apr 201530 Jun 202430 Jun 2027
CloudLinux 817 Mar 202031 Mei 2029
CloudLinux 917 Jan 202331 Mei 2032
CloudLinux 1017 Okt 202531 Mei 2035

Baris yang paling perlu diperhatikan hari ini adalah CloudLinux OS 7. Dukungan normalnya sudah berakhir alias mencapai end of life (EOL) pada 30 Juni 2024, dan yang menahannya tetap hidup adalah ELS (Extended Lifecycle Support, dukungan siklus hidup diperpanjang) sampai 30 Juni 2027. Server yang masih berjalan di versi ini menerima tambalan keamanan, tetapi tidak lagi mendapat pembaruan fitur.

Linimasa dukungan CloudLinux OS 6 sampai 10; per hari ini CloudLinux 7 hanya bertahan lewat ELS sampai Juni 2027.Linimasa dukungan CloudLinux OS 6 sampai 10; per hari ini CloudLinux 7 hanya bertahan lewat ELS sampai Juni 2027.

Di ujung lain, CloudLinux OS 9 masih aman sampai 2032, dan CloudLinux OS 10 sudah rilis pada 17 Oktober 2025 dengan masa dukungan sampai 2035. Panel yang dipakai perlu ikut dicek sebelum meremajakan server, karena tidak semuanya bergerak secepat itu — CyberPanel, misalnya, masih mencantumkan dukungan sampai CloudLinux 8 saja.

Bedanya CloudLinux dengan AlmaLinux, CentOS, dan Rocky Linux

Keempatnya berasal dari satu keluarga yang sama, yaitu Red Hat Enterprise Linux, sehingga perintah, manajemen paket, dan tata letak direktorinya nyaris identik. Kemiripan inilah yang membuat orang menyangka keempatnya bisa saling menggantikan begitu saja.

Yang membedakan CloudLinux terletak di kernel, bukan di perkakas permukaannya. AlmaLinux, CentOS, dan Rocky Linux memakai kernel standar yang tidak mengenal jatah per pengguna. Kernel CloudLinux ditambal dengan LVE, CageFS, dan komponen isolasi lain yang tidak akan Anda temukan di ketiganya, berapa pun konfigurasi yang ditambahkan.

CloudLinuxAlmaLinuxCentOS
BiayaBerbayarGratisGratis
Batas per akunYaTidakTidak
CageFSYaTidakTidak
PHP SelectorYaTidakTidak
Cocok untukShared hostingServer umumUji coba

Hubungan CloudLinux dan AlmaLinux sering disalahpahami sebagai persaingan. Justru sebaliknya: perusahaan yang sama yang menginisiasi AlmaLinux pada 2020, dan AlmaLinux dirancang sebagai pengganti gratis CentOS Linux klasik. Keduanya hidup berdampingan untuk kebutuhan yang berbeda.

Pilihannya menjadi sederhana. Bila server Anda menampung banyak pelanggan yang tidak saling kenal, pembatas per akun itu wajib, dan CloudLinux menjawabnya. Bila server hanya menjalankan aplikasi milik Anda sendiri, AlmaLinux atau Rocky Linux sudah memadai tanpa biaya lisensi apa pun.

Kelemahan dan Hal yang Perlu Anda Pertimbangkan

Seluruh kemampuan di atas datang dengan konsekuensi yang jarang muncul di materi pemasaran.

  1. Biayanya berulang dan dihitung per server: mulai $7 sampai $18 per server per bulan, dan tidak pernah lunas. Untuk penyedia dengan puluhan server, angka ini menjadi pos biaya tetap yang cukup berarti.
  2. Kernelnya bergantung pada satu vendor komersial: tambalan keamanan kernel datang dari CloudLinux, bukan dari komunitas. Kalau lisensi berhenti, server tidak lagi menerima pembaruan dari sumber yang sama.
  3. Batasnya terasa mengekang saat situs benar-benar tumbuh: teknologi yang melindungi tetangga Anda adalah teknologi yang sama yang menahan situs Anda. Bagi situs dengan trafik yang sungguh naik, CloudLinux akan terasa seperti penghalang, bukan pelindung.
  4. CageFS menuntut ruang disk yang tidak sedikit: minimal 7 GB, ditambah 5 sampai 20 GB untuk kerangka sistem berkas. Pada server dengan SSD berkapasitas kecil, angka ini bersaing langsung dengan ruang untuk data pelanggan.
  5. mod_php tidak didukung: susunan lama yang masih memakai handler ini harus dipindahkan lebih dulu sebelum CageFS bisa dinyalakan.
  6. Edisi murah kehilangan komponen penting: MySQL Governor absen di Solo maupun Admin, SecureLinks absen di Solo, dan Centralized Monitoring hanya ada di Shared Pro.

Kapan sebaiknya naik kelas? Dua angka bisa dipakai sebagai patokan. Kalau pesan 508 muncul lebih dari beberapa kali sehari padahal cache dan penyaringan bot sudah aktif, batas EP 20 memang sudah tidak memadai untuk situs Anda. Dan kalau pemakaian memori rutin menyentuh 1 GB pada akun hosting biasa, menaikkan paket hanya menunda masalah selama beberapa bulan.

Pada titik itu, perhitungannya bergeser. Paket web hosting tetap pilihan paling hemat selama pemakaian Anda berada di bawah batas tersebut, sementara VPS memberi kendali penuh dengan konsekuensi Anda sendiri yang mengurus pembaruan dan keamanannya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah CloudLinux gratis?

Tidak. CloudLinux adalah perangkat lunak berbayar dengan lisensi mulai $7 per server per bulan. Vendor menyediakan masa uji coba gratis, tetapi tidak ada edisi gratis permanen. Kalau website Anda berada di shared hosting, lisensinya sudah ditanggung penyedia dan tidak perlu Anda beli sendiri.

Bisakah CloudLinux dipasang di Ubuntu atau Debian?

Tidak secara langsung, karena CloudLinux adalah sistem operasi tersendiri, bukan paket tambahan. Vendor menyediakan CloudLinux Subsystem for Ubuntu, yaitu sekumpulan paket deb yang membawa sebagian fitur CloudLinux ke Ubuntu. Cakupannya tidak sama persis dengan sistem operasi penuhnya.

Bagaimana cara tahu hosting saya memakai CloudLinux?

Buka cPanel dan cari menu bernama "CloudLinux Manager", "LVE Manager", "Resource Usage", atau "Select PHP Version" — semuanya berasal dari CloudLinux. Kehadiran salah satunya menandakan Anda memakai hosting CloudLinux. Bila Anda punya akses SSH, periksa nama kernelnya seperti dijelaskan di atas.

Apakah CloudLinux sama dengan cPanel?

Bukan. CloudLinux adalah sistem operasi, cPanel adalah control panel yang berjalan di atasnya. Sebuah server bisa memakai CloudLinux tanpa cPanel, memakai cPanel tanpa CloudLinux, atau memakai keduanya sekaligus seperti yang lazim ditemui di layanan hosting Indonesia.

Kesimpulan

CloudLinux adalah sistem operasi berbayar turunan RHEL yang membuat shared hosting dapat diprediksi. LVE memberi tiap akun jatah prosesor, memori, dan IO yang tidak bisa dilampaui, sementara CageFS memastikan tiap penghuni server tidak dapat mengintip tetangganya. Pesan "Resource Limit Is Reached" yang kerap dianggap gangguan sebenarnya adalah bukti bahwa mekanisme itu sedang bekerja sebagaimana mestinya.

Bagi penyedia hosting, biaya $7 sampai $18 per server per bulan itu terbayar oleh berkurangnya gangguan yang disebabkan satu pelanggan terhadap yang lain. Bagi pemilik website, memahami batas mana yang sedang tersentuh jauh lebih berguna daripada sekadar menaikkan paket — karena tiga gejala yang berbeda menuntut tiga perbaikan yang berbeda pula.

Semoga artikel ini membantu.