Knowledge Base

Mengatasi Resource Limit Reached dengan Cloudflare

Kennaz   26 Februari 2015

Mungkin sudah banyak beberapa provider hosting yang menerapkan Cloudlinux sebagain Sistem Operasi server hosting. Bagi provider hosting keuntungannya bisa membagi resource seperti RAM dan Processor ke semua user secara merata. Keuntungan bagi client website tidak akan berat saat ada satu user yang menghabiskan resource.

Namun jika website anda benar-benar ramai pengunjung, atau memang berat dari sisi scripts seperti plugin wordpress, dll. Cloudlinux ini tentu menjadi penghalang, karena ketika penggunaan resource limit sudah melebihi batas, website akan tidak berfungsi dan muncul pesan error “Resource Limit Reached” dan harus menunggu sampai resource mencukupi.

Bila website memang berat, dan memang benar-benar ramai pengunjung solusinya memang upgrade ke paket yang lebih tinggi, yang memberikan batasan resource lebih tinggi, atau pindah ke layanan VPS/Dedicated Server. Namun tentu harus mengeluarkan biaya yang lebih besar.

Hal ini bisa diakali dengan Cloudflare. Selain berfungsi sebagai CDN, cloudflare juga berfungsi sebagai akselerasi website, serta security website.

Jika website anda sering muncul “Resource Limit Reached”, cobalah beberapa cara berikut.

1. Aktifkan Cloudflare melalui cpanel
Cara mengaktifkan cloudflare bisa dilihat di artikel Setting CloudFlare Di cPanel.

2. Login ke Dashboard Cloudflare.
Untuk basic setting bisa melalui cPanel, untuk advance setting bisa langsung melalui halaman login cloudflare di https://www.cloudflare.com/login. Apabila anda login pertama kali silahkan klik pada link I forgot my password.

3. Setting Cloudflare.
Setelah login, klik icon gear di domain yang di pilih, lalu klik Cloudflare Setting. Dan langsung masuk ke tab Performance Setting.

Screen-Shot-2015-02-26-at-00.11.09.png

4. Setting Performance.
Pada Performance profile, pilih CDN + Full Optimization. Individual performance settings pilih Aggressive. Dan pada Rocket Loader Pilih Automatic.

Screen-Shot-2015-02-26-at-00.12.09.png

Screen-Shot-2015-02-26-at-00.12.09-1.png

  1. Setelah selesai, kembali ke website list, dengan mengkik menu “Websites”.

Screen-Shot-2015-02-26-at-00.16.09.png

6. Setting Cache Static Content.
Sekarang kita coba setting cache static content, cache static content berfungsi untuk mengurangi akses ke server. File static seperti .css,.ico,jpg,xml,.png,.gif,.js dll akan 1 kali diakses oleh cloudflare selanjutnya akses oleh user akan di layani oleh server cloudflare. Sangat menghemat resource.

Klik pada tombol gear di domain yang di pilih, lalu klik Page Rule. Setelah muncul halaman Page Rule, masukan Url pattern dengan lokasi static content anda. Misal untuk wordpress biasanya ada di /wp-content/themes/namatheme/, untuk website lain mungkin berbeda, namun biasanya ada di folder theme. Misalnya yang akan kita static content halaman *www.domainanda.com/wp-content/themes/namatheme/**, ini berarti semua akses ke folder tersebut akan di caching. Contoh setting seperti pada gambar berikut;

Screen-Shot-2015-02-26-at-00.24.09.png

Pilihan Cache Everything akan menyimpan segala sesuatu di folder tersebut di server cloudflare dan browser client.

Edge cache expire TTL adalah waktu file akan di simpan di cloudflare, jika anda jarang mengedit tampilan website seperti .css, image, dan javascripts, sebaiknya di setting ke waktu terlama.

Browser cache expire TTL adalah waktu file disimpan di browser pengunjung. Sama dengan diatas, jika anda jarang mengedit tampilan website sebaiknya di set ke waktu terlama. Pada contoh di atas di coba setting 1 hari.

Pada kenyataanya, jika website sudah online, file-file static jarang dirubah, kecuali jika anda masih sedang membangun website.

Jika ingin lebih cepat lagi, anda bisa mencoba cache keseluruhan halaman dengan memasukan langsung http://www.domainanda.com/ di URL pattern. Dengan cara ini memang akses akan menjadi lebih cepat, namun perubahan-perubahan pada website seperti posting baru dll, jadi tidak ontime. Mungkin bisa di coba dengan menset waktu terkecil, misal 2 hours.

Untuk cloudflare free hanya tersedia maksimal 3 rule, silahkan anda coba setting-setting yang terbaik untuk website anda.

Permasalahan yang mungkin terjadi.

  1. File tidak update, atau website tidak update.
    Ini karena sistem caching aktif, apabila anda sedang mengupdate website, merubah gambar, tampilan, dll. Sebaiknya aktifkan setting “Developement Mode“. Klik menu gear, lalu klik Developement Mode.

Di cloudflare setting anda juga bisa menghapus cache keseluruhan, atau beberapa file. Klik pada menu gear, Cloudflare Setting, lalu klik purge cache. Apabila anda ingin menghapus beberapa file, klik pada link purge single file, dan masukan URL yang akan di hapus cachenya.

Screen-Shot-2015-02-26-at-00.57.09-1.png

Jangan lupa juga untuk melakukan clear cache browser anda dengan cara yang di jelaskan di halaman Cara menghapus cache browser.